Home > Adventorial >>
Berita Terhangat..
Ahad, 22 Januari 2017 20:31
Selamatkan Anak dari Bahaya Ngelem,
Pemuda Pancasila Inhil Dukung dan Siap Bersinergi dengan KOMPAK


Ahad, 22 Januari 2017 19:46
Dibongkar Polsek Pelabuhan,
Pak Haji Mantan Polisi Dalangi Sindikat Penggelapan Mobil di Pekanbaru


Ahad, 22 Januari 2017 19:42
Dua Kasus Kecelakaan di Rohul, 1 Nyawa Melayang dan 6 Korban Luka

Ahad, 22 Januari 2017 19:13
Polda Riau Himbau Warga Waspada Terhadap Tembakau Gorila

Ahad, 22 Januari 2017 18:55
Besok Penyerahan Hibah Lahan ke BNNK Kuansing

Ahad, 22 Januari 2017 17:59
Rem Blong, Rumah Komaruddin di Desa Kasang, Kuansing Ditabrak Truk

Ahad, 22 Januari 2017 17:36
Para Ibu di Pelalawan Kembangkan Kreativitas Lewat Bazar IWARA

Ahad, 22 Januari 2017 17:29


Ahad, 22 Januari 2017 17:29
Besok, SAPMA dan Srikandi Pemuda Pancasila Inhil Dilantik

Ahad, 22 Januari 2017 17:24
Tiga Perampok dan Begal Remaja di Pekanbaru Diringkus Polisi

Ahad, 22 Januari 2017 17:22
Istana Masih Kokoh Berdiri, Data dan Fakta Kerajaan Rantau Kampar Kiri

Ahad, 22 Januari 2017 17:11


Ahad, 22 Januari 2017 15:14
Tiga Tersangka Dugaan Korupsi Buku PADE Dumai Segera Disidangkan

Ahad, 22 Januari 2017 15:10
Sesosok Mayat Sudah Membusuk Ditemukan di Langgam, Pelalawan

Ahad, 22 Januari 2017 15:06




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 14 Nopember 2016 14:27
Mari Berwisata ke Riau,'Riau Menyapa Dunia Terus Digelorakan

Pemprov Riau terus mengoptimalkan promosi menarik kedatangan wisatawan. Digulirkan program "Riau Menyapa Dunia" salah satu caranya.

Riauterkini - PEKANBARU- Riau terus menggelorakan potensi pariwisata ke tingkat nasional hingga internasional. Mari berwisata ke tanah Melayu Lancang Kuning. Karena Riau memiliki sejuta pesona pariwisata yang khas dan akan membuat wisatawan, baik lokal maupun mancanegara terkesima dengan kemilau wisata dan kearifan lokal daerah.?

Di Provinsi Riau wisatawan tidak hanya disajikan destinasi alam saja, tradisi adat yang kental nuansa melayu juga akan memberikan nuansa kenyamanan. Semangat itu membuktikan Riau sangat welcome akan wisatawan baik lokal maupun mancangara. Keramahtamahan juga menjadi salah satu tolak ukur yang diberikan untuk memanjakan pengunjung ke negeri yang memiliki pesona surfing eksotis di Bono Sungai Kampar itu.

Begitu juga nuansa religi yang tidak terlepas dari adat istiadat melayu akan menyempurnakannya. Belum lagi potensi kuliner khas melayu yang siap menggelitik lidah pengunjung. Dilengkapi dengan pusat jajanan oleh-oleh yang bervariasi, akses transportasi dan layanan penerbangan yang bertaraf internasional juga siap memberikan kesan nyaman wisatawan ke negeri yang mengusung tagline Homelad Of Melayu ini.

Hal ini tentunya bersinergi dengan semangat Provinsi Riau yang terus menggeliatkan promosi pariwisata lokal. Salah satu strateginya dilakukan melalui acara Riau menyapa dunia yang secara resmi telah diluncurkan Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, beberapa waktu lalu. Hal itu juga menjadi cerminan dalam implementasi Calender of Event Riau 2016.

Gayung bersambut, langkah Riau menggelorakan Riau menyapa dunia mendapat respon Pemerintah Pusat. Menteri Pariwsara RI Arief Yahya sangat menyambut baik adanya launching Calender of Event Riau 2016 ini. Menurutnya ini sebagai wujud tekad Provinsi Riau menjadikan wisata sebagai sektor andalan selain minyak sawit dan gas.

''Riau punya potensi itu. Upaya ini termasuk mendukung adanya program kami mendatangkan 12 juta wisman ke nusantara. Kita beraharap segala sesuatu yang berhubungan dengan perkembangan wisata di Riau, benar-benar digarap. Mulai dari infratuktur sampai promonya juga," kata Menpar Arief Yahya.

Berbekal suport positif itu, Riau pun berbenah dari berbagai sisi. Alhasil Riau menyapa dunia terus digelorakan ke seluruh stakeholder terkait.

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengatakan pariwisata akan menjadi salah satu sektor unggulan. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Riau memberikan perhatian dalam pengembangan pariwisata, seperti dengan memaksimalkan gelora Riau menyapa dunia. Untuk mendukung target pariwisata nasional, Provinsi Riau setidaknya memiliki lima agenda atau kalender iven tetap.

Hal ini dengan mengandalkan potensi berupa daya tarik alam, budaya dan wisata buatan. Adapun kelima iven tersebut katanya, pertama adalah iven Pacu Jalur Kuansing, Festival Bakudo Bono Pelalawan, Tour de Siak, Pacu Jalur Kuansing, Bakar Tongkang, Gema Muaharam Indragiri Hilir dan Riau Marathon.

''Lima kalender iven tahunan inilah yang akan kita kembangkan, selain beberapa potensi wisata lainya. Selain itu kita juga berencana akan membenahi beberapa insfratuktur khususnya jalan menuju beberapa objek wisata seperti ke Candi Muara Takus, beberapa Air Terjun, dan termasuk juga jalan menuju Bono Pelalawan," jelasnya.

Pesona pariwisata Riau masih sangat menjanjikan untuk digali dan dikembangkan. Potensi-potensi tersebut mulai dikemas dan dikelola secara apik dan sistematis untuk menarik wisatawan, baik lokal, nasional hingga internasional. Berbekal semangat dan komitmen yang tinggi tersebut, Provinsi Riau terus mencarikan strategi-strategi untuk ''menjual" potensi destinasi wisata.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau Fahmizal mengatakan, Riau menyapa dunia merupakan wujud konkrit dalam mengembangkan sektor pariwisata.

Hal itu juga menjadi bukti dukungan Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Pariwisata RI. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan promosi pariwisata Riau lebih luas lagi. Baik di tingkat nasional dan internasional dengan melibatkan berbagai stakeholder terkait.

Disebutkannya, selain lima iven wisata tersebut, Provinsi Riau juga memiliki segudang daya tarik wisata yang patut untuk dikunjungi di antaranya.

Seperti candi Muara Takus yang terletak di Kampar, Istana Siak, pesona air terjun serta beberapa lokasi kuliner khas melayu dan perbelanjaan yang dapat menjadi pilihan turis mancanegara. Seperti Pasar Bawah yang kerap dikunjungi turis asing.

Untuk itu, Mantan Kepala Biro Humas itu mengharapkan seluruh elemen masyarakat dapat bersinergi dan bekerja sama menggaungkan potensi pariwisata di Riau. Sehingga semangat Riau menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan dapat tercapai secara maksimal.? Komitmen menggaungkan potensi pariwisata Riau juga diwujudkan dalam beragam rangkaian iven. Seperti dengan mempromosikan potensi sagu sebagai salah satu makanan khas Riau.

Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman, terlihat hadir dalam pemecahan rekor Musium-Dunia Rekor Indonesia (MURI) yang bertema "Sagu Riau Menyapa Dunia" di halaman kantor Gubernur Riau, beberapa waktu lalu.

Melalui piagam penghargaan Muri nomor 7668/R.MURI/X/2016, Muri mempersembahkan dengan bangga kepada pemrakarsa dan penyelenggara sajian jenis makanan terbanyak berbahan dasar sagu dengan jumlah 369 jenis olahan.

"Kita (provinsi Riau, red) tidak usah banyak-banyak, 100 ribu per tahun sudah cukup. Di tahun 2015 angka kita sudah 54 ribu, dan jika kita dorong terus dengan semangat kebersamaan insya Allah 100 ribu wisatawan per tahun akan kita capai," ujar Gubri optimis.

Dalam merealisasikannya, Gubri juga menuturkan, Pemerintah Provinsi Riau bersama Pemerintah Kabupaten/Kota akan membuka pintu-pintu masuk ke Riau.

Menurutnya hal ini dilakukan untuk membuka akses wisatawan yang akan berkunjung ke Riau dan akan berdampak pada peningkatkan jumlah wisatawan yang datang ke Riau serta dapat meningkatkan ekonomi masyarakat sekitarnya.

Pesona Eksotis Ombak Bono

Upaya menggali potensi wisata terus dimaksimalkan. Seperti destinasi wisata Bono yaang terus diminati wisatawan dunia.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Riau Fahmizal memberikan apresiasi atas telah dipecahkannya rekor dunia berselancar terlama di bono. Ini diyakini apat menjadi nilai tambah pariwisata Riau.

Kedahsyatan gelombong Bono yang sudah mendunia, sangat menarik minat tiga peselancar dunia dari Negara Australia untuk menjajal kemampuan mengarungi salah satu gelombang sungai terlama didunia. Ketiga peselancar Australia yakni James Catton (40), Roger Gamble (40) dan Zig Van Sluys (40) ini berhasil memecahkan rekor dunia (Guinness World Records) berselancar terlama dan terpanjang di Gelombang Bono. Bakar Tongkang Magnet Wisata

Pemerintah Provinsi Riau memberikan perhatian serius dalam mengembangkan potensi destinasi wisata lokal.

Seperti iven Bakar Tongkang yang sudah dikenal, bahkan di tingkat nasional hingga internasional. Salah satunya potensi destinasi wisata Bakar Tongkang untuk go Internasional. Sehingga dapat menjadi kebanggaan Riau yang telah menyapa dunia dengan wisatanya, beberapa waktu lalu. ?

''Iven bakar tongkang memang memberikan kontribusi untuk wisatawan di Indonesia. Selain turis lokal dan nasional, Wisata Bakar Tongkang juga banyak mendatangkan turis mancanegara. Seperti turis yang masuk dari Tiongkong, Malaysia, Singapura hingga Amerika yang beretnis Thionghoa,'' tuturnya.

? Pacu Jalur Warisan Budaya

Upaya Pemerintah Provinsi Riau menggelorakan tagline "Riau Menyapa Dunia" mendapat respon positif pemerintah pusat.

Hal itu terlihat dengan dukungan promosi yang dilakukan Pemerintah Pusat di beberapa sektor yang diyakini dapat berkontribusi dalam meningkatkan wisatawan ke Riau. Salah satu dukungan diberikan dalam pengembangan destinasi wisata Pacu Jalur. Potensi wisata yang merupakan warisan budaya dinilai dapat menggeliat sebagai salah satu potensi pariwisata daerah untuk ke tingkat nasional.

Bentuk dukungan bervariasi, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pariwisata sudah memasang baliho di beberapa posisi stratetegis di Indonesia. Salah satu posisi strategis, yakni di Bandara Soekarno-Hatta. Selain itu, juga dipasang didua titik strategis di Batam, satu titik di Padang dan Balikpapan.

Tidak hanya itu, bentuk dukungan pusat juga dilakukan dengan objek lain. Kementerian Pariwisata sendiri sudah memasukkan di visual iklan di Kereta Api sepanjang pulau Jawa. Beberapa videotron di 128 daerah se-Indonesia, informasi pariwisata di bandara hingga promosi pariwisata pacu jalur di beberapa media nasional. Ivent Pacu Jalur diharapkan dapat memberikan output positif bagi perkembangan pariwisata di Riau sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan dengan tingginya angka perputaran uang di masyarakat. Turis Asing Bersepeda di Siak

Tabuhan suara kompang mewarnai pembukaan Tour de Siak (TdS) 2016. Alat musik yang dimainkan 2.676 pelajar itu mengiringi langkah Gubernur Riau (Gubri) H Arsyadjuliandi Rachman bersama rombongan menuju panggung yang sudah disiapkan.

Gubri Arsyadjuliandi Rachman menyebut TdS bukan sekadar ajang lomba balap sepeda, tapi merupakan magnet pariwisata Riau dari Siak. Perhelatan TdS ini membawa nama Riau ke mancanegara dan nasional. Ditambah lagi dukungan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mempromosikan TdS ini. Baik di Indonesia maupun di luar negeri.

Kedepan TdS ini akan diperluas sampai kabupaten/kota di Riau dan menjelajah sampai ke Negara Jiran, Malaysia. Iven itu juga dikemas dengan rangkaian iven TdS juga dilaksanakan kegiatan ekshibisi seni budaya, seperti parade gasing tradisional dan penampilan seribu kompang oleh masyarakat Siak. Berbagai dampak positif dari dilaksanakannya kegiatan ini telah mulai dapat dirasakan.

Misalnya, pertumbuhan ekonomi daerah dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan geliatnya di sektor pariwisata. Wisata Religi Gema Muharam Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Riau mensuport pengembangan potensi pariwisata di kabupaten/kota. Seperti iven Gema Muharam di Kabupaten Indragiri Hilir yang banyak menarik perhatian wisatawan. Gema Muharam di Kabupaten Indragiri Hilir sebagai salah satu wisata religi lokal yang sudah go nasional. ?Selain itu iven ini telah berhasil mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) pada tahun 2014 dan 2015 lalu.

Langkah menggali potensi wisata di daerah akan berimbas positif pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sehingga sacara makro juga berperan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah. Siapkan Duta Wisata Bujang dan Dara Untuk memaksimalkan komitmen menggelorakan wisata Riau melalui Riau menyapa dunia, Pemprov Riau menyiapkan duta wisata. Hal ini dikemas dalam iven bujang dan dara 2016 sebagai cerminan generasi muda yang siap menggelorakan pesona wisata tanah Melayu Riau.

Dalam iven yang baru selesai dilaksanakan itu terpilih Bujang dari Pekanbaru Muhammad Rezqa Kalifa tampil sebagai pemenang dan dinobatkan sebagai Bujang Riau 2016. Sedangkan untuk Dara Riau diraih dara cantik dari Kabupaten Rokan Hilir Indah Risma Triana. Bujang Dara ini akan mengemban tugas sebagai duta wisata Riau selama satu tahun ke depan.

Sedangkan diposisi kedua bujang diduduki oleh Pelalawan Nanda Fardiansyah dan posisi ketiga diduduki bujang dari kota Dumai yakni M Farhan. Sedangkan Dara diposisi kedua ditempati oleh Yessy Oktaviani dari Rokan Hulu dan posisi ketiga kabupaten Indragiri Hilir Dinika Ade Fadila. Berbagai hadiah pun diraih bagi peraih bujang dara ini. Semangat tersebut bersinergi dengan komitmen Disparekraf Riau mendorong pariwisata menjadi sektor unggulan di Riau.

Dalam puncak pemilihan Bujang Dara Riau 2016 ini di nilai oleh Dewan Juri dari berbagai kalangan diantaranya, Irma Rahman dari Iwapi Riau, Budayawan Riau OK Nizamil Jamil, Deputi Pemasaran dan Pengembangan Pariwisata Kemenkar Esthy Rekho Astuti, Rizky Ardi, Astrid Chandra Dewi Psikolog Riau.

Sementara itu, Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman menyebutkan dengan terpilihnya Bujang Dara 2016 ini menjadi perwakilan Riau sebagai duta wisata Riau. Nantinya bujang dan dara Riau tersebut akan mewakili Riau di ajang-ajang kebudayaan dan pariwisata lokal, nasional bahkan internasional.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Fahmizal Usman juga menjelaskan, Bujang dan Dara Riau akan dikirim menjadi wakil Provinsi Riau dalam mengikuti ajang Pemilihan Duta Wisata Tingkat Nasional dan Pemilihan Putri Pariwisata Indonesia Tahun 2016.

"Gelar atau predikat Bujang dan Dara Riau 2016 tidak hanya memiliki kecantikan/ketampanan. Tetapi juga memiliki sifat, sikap, perilaku (Behavior) dan Kecerdasan (Brain) yang memenuhi persayaratan dan kriteria yang dikehendaki sebagai Duta Wisata sebagai representative pemerintah Provinsi Riau khusus nya dan masyarakat Riau umumnya,"paparnya. (mok/adv)





Berita lainnya..........
- Sukseskan "Riau Menyapa Dunia", Pemprov Riau Terus Benahi Infrastruktur
- Pemprov Riau Perkuat Pendidikan dan Peningkatan Kualitas SDM
- Implementasi Penerapan E-Goverment
- 8 Tahun Pemekaran,
Kepulauan Meranti Terus Mengetas Kemiskinan

- Semangat Pantang Menyerah Peraih Beasiswa
- Adventorial,
Rp10,4 Triliun, Rapat Paripurna DPRD Riau Sahkan APBD 2017

- Pemkab Pelalawan Terus Kembangkan Bono dan Danau Tajwid


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.161.155.6
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com