Home > Adventorial >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 25 Maret 2017 16:11
Harapkan Lahirkan Atlet Andal,
Bupati Buka Turnamen Sepakbola Bandar Yaman Cup I se Inhil


Sabtu, 25 Maret 2017 16:07
Jadi Pusat Pendidikan dan Kajian Islam,
Awal April Yayasan Abdurrab Resmikan Masjid At Tabrani di Pekanbaru


Sabtu, 25 Maret 2017 16:02
Sat Reskrim Polres Inhil Tangkap Bandar Judi Rolet dan Pemain Judi Klotok

Sabtu, 25 Maret 2017 14:05
Kilang Sagu Aseng Makan Korban,
Seorang Warga Meranti Meregang Nyawa Tersengat Arus Listrik


Sabtu, 25 Maret 2017 14:00
318 Buruh JO RWP Di-PHK Tanpa Pesangon

Sabtu, 25 Maret 2017 13:34
Tutup Orientasi dan Tradisi Pembaretan,
Kapolres Pesankan Brigadir Remaja Harus Membaur dengan Masyarakat


Sabtu, 25 Maret 2017 13:03
80 Rider Dua Negera Siap Taklukan Jalur Ekstrim di Rohul di X-PERT Adventure Riau-Sumbar 2017

Sabtu, 25 Maret 2017 12:58
Bupati Inhil Minta Pengelolaan Dana DMIJ Tiru Manajemen Masjid

Sabtu, 25 Maret 2017 10:31
Trail Runners dan Walhi Kampanyekan Earth Hour Sambil Berlari

Sabtu, 25 Maret 2017 07:06
Sikapi Penistaan Agama,
Upika Siak Hulu Gelar Sialturrahmi Warga dan FKUB Kampar


Jum’at, 24 Maret 2017 21:09
Rapat Bersama di BNPP RI,
Wabup Berharap Masalah Abrasi Meranti Selesai di Era Jokowi-JK


Jum’at, 24 Maret 2017 20:24
Penyelesaian Dugaan Penyerobotan Lahan,
Pemkab Inhil Tekankan Surya Dumai Grup Segera Tanggapi Tuntutan Warga


Jum’at, 24 Maret 2017 20:17
Waka DPRD Dumai Minta Dispar Riau Perhatikan Pariwisata Daerah

Jum’at, 24 Maret 2017 19:45
Di Hadapan Kader PKS,
Gubri Sebut Pejabat Korup Merusak Imej Riau


Jum’at, 24 Maret 2017 19:31
Bupati Kuansing Imbau Masyarakat Salat Subuh Berjamaah ke Masjid



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 25 Nopember 2016 10:37
Pemkab Rohil Berkomitmen Dukung Peningkatan SDM

Pemkab Rokan Hilir menyadari pentingnya kualitas sumber daya manusia atau SDM. Karena itu beragam program terus digulirkan untuk upaya meningkatkannya.

Kabupaten Rokan Hilir merupakan kabupaten yang cukup jauh dari ibu kota Provinsi Riau, Pekanbaru. Sehingga menyulitkan masyarakat untuk mengakses apabila ada kebutuhan. Salah satunya kebutuhan akan pendidikan tinggi (perguruan tinggi, red), karena rata-rata kampus dari berbagai disiplin ilmu berada disana.

Bagi tamatan SLTA yang punya komitmen kuat dan didukung perekonomian mapan yang bisa melanjutkan pendidikan, sedangkan yang tidak mampu, tentu terancam hanya mengenyam pendidikan sampai tingkat SLTA saja.

Setidaknya setiap tahun hampir 10.000 tamatan SLTA yang harus menentukan pilihannya, kuliah atau mencari kerja dengan ijazah hanya SLTA tersebut. Tentu perlu menjadi pemikiran bersama, untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM), ditengah ketatnya persaingan saat ini.

Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang sedang didengungkan saat ini menjadi momok bagi generasi yang hanya berbekal ijazah SLTA tersebut, apakah mungkin mereka bisa bersaing dengan tenaga kerja dari luar negeri yang memiliki skill?, tentu tidak.

MEA tidak bisa dibendung, Kabupaten Rokan Hilir bagian dari NKRI mau tidak mau menjadi bagian persaingan global tersebut, sehingga perlu campur tangan pemerintah, baik pemerintah kabupaten, provinsi maupun kabupaten, menyangkut pengelolaan pendidikan.

Kewenangan pengelolaan pendidikan memang sudah ada bagian masing-masing, pemerintah kabupaten hanya sampai SLTP, untuk SLTA sudah menjadi kewenangan provinsi, sedangkan perguruan tinggi, kewenangan pemerintah pusat.

Perguruan tinggi menjadi kunci utama dalam peningkatan SDM, memerlukan perguruan tinggi yang berdiri di kabuapten dengan tangan dingin sebuah yayasan, sesuai ketentuan yang ada, namun pemerintah kabupaten tentu tidak bisa tinggal diam, karena masyarakat yang bakal berkuliah, merupakan masyarakat Rokan Hilir sendiri.

Tidak menyalahi aturan, jika Pemkab Rohil ikut berpatisipasi dalam mensukseskan pendidikan di perguruan tinggi itu, sesuai kewenangan yang diperbolehkan, diantaranya membangun fasilitas pendukung.

Lalu sejauh mana komitmen Pemkab Rohil dalam mendukung peningkatan SDM ini, tentu kalangan perguruan tinggi yang berdiri di Rohil yang tahu persis.

Ada tiga kampus di Rokan Hilir, STAI Rokan di Baganbatu, STIT Dar Aswajah di Kubu dan STAI Ar-Ridha di Bagansiapiapi. Ketiga kampus ini sudah berjalan perkuliahan sangat baik dan sudah terakreditasi, dibawah pengawasan Kopertais Wilayah XII Riau-Kepri.

Mayoritas yang berkuliah, masyarakat Rokan Hilir, baik yang baru tamat SLTA maupun yang sudah bekerja dan ketiga kampus ini sudah meluluskan sarjana.

Salah satunya, STAI Ar-Ridha Bagansiapiapi. Sidang Senat Terbuka memasuki Wisuda Angkatan II Tahun 2016.

Ketua STAI Ar-Ridha, Agus Salim, SH, M.PdI menyatakan, wisuda merupakan tahapan yang menandakan selesai status mahasiswa, memasuki tahapan selanjutnya, namun harus bekerja lebih keras lagi.

Ada beberapa pilihan setelah wisuda, mencari kerja, siap merancang studi kejenjang yang lebih tinggi (S2, red), termasuk mengabdi membantu Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir. Bagi 103 wisudawan dengan menunjukkan kalau alumni STAI Ar-Ridha orang cerdas, mampu berkontribusi.

103 mahasiwa lulus, ternyata tahun itu kampus tersebut kembali menerima mahasiswa baru 84 orang, sehingga dia mengapresiasi atas kepercayaan orang tua, karena sudah memahami, tidak ada perbendaan antara perguruan tinggi negeri dengan STAI Ar-Ridha, sudah terakreditasi oleh BAN-PT.

Agus Salim menilai, Pemkab Rohil sudah banyak membantu kampus mereka, sehingga Bupati Suyatno mendapat gelar warga kehormatan kampus bersama mantan Bupati Rohil Annas Maamun atas jasa dan kontribusi nyata tahun 2010-2016. Juga diberikan penghargaan terhadap suksesor, Mukhiyar, S.PdI, M.PdI, Isyadul Ibad, Rahman, MA.

Ketua Umum Yayasan Ar-Ridha, Rusli Efendi, SE, S.PdI, M.PdI menilai mereka yang mendapatkan gelar kehormatan kampus dan sebagai suksesor kontribusinya memang nyata dalam menunjang kemajuan kampus.

Bupati Suyatno (sewaktu masih wakil bupati, red) menurutnya sejak peresmian pertama STAI Ar-Ridha, wisuda pertama dan kedua selalu hadir dan memiliki kepedulian. Bahkan Rusli Efendi dengan lantang menyatakan kalau semenisasi dilingkungan kampus, merupakan hasil tangan dingin Pemkab Rohil melalui Bupati Suyatno.

Atas dukungan pemerintah tersebut, kampus terus berinovasi, salah satunya saat ini membuat Film Negeri Seribu Kubah yang menggambarkan kesejahteraan Rohil, pemaknaan negeri seribu kubah, memiliki kajian akademik, betapa pentingnya melahirkan SDM memiliki intelektual dan spritualitas, film ini akan ditayangkan keseluruh pelosok, memotovasi masyarakat.

Dengan inovasi itu, Wakil Ketua Kopertais Wilayah XII Riau-Kepri Dr Saifuddin, MA minta masyarakat tak perlu meragukan lagi keberadaan kampus STAI Ar-Ridha, karena merupakan kampus legal (resmi, red), terakreditasi oleh BAN-PT.

Inovasi dan legalitas sudah jelas, lalu bagaimana komitmen Pemkab Rohil, Pemerintah Provinsi Riau dan pemeritah pusat mendukung peningkatan SDM Rohil?

Bupati Suyatno menyatakan Pemkab Rohil tidak tinggal diam, selain semenisasi lingkungan kampus, juga akan dibangun MCK dan jalan masuk serta menyelesaikan gedung yang terbengkalai.

Namun tidak hanya pengembangan SDM terhadap STAI Ar-Ridha saja, tahun 2017 didirikan Sekolah Tinggi Teknologi Rokan Hilir dengan jurusan Teknologi Pengolahan Hasil Ikan, Teknologi Informatika dan Teknologi Hasil Perkebunan. “Tahun 2017 perkuliahan sudah dimulai,” target Suyatno.

Komitmen juga ditunjukkan pihak Kanwil Kemenag. Kakanwil Kemenag Riau, Drs. Ahmad Supardi, MA memang mengagumi perkembangan kampus STAI Ar-Ridha, namun dia minta wisudawan untuk mengurungkan niatnya menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Memang pernah ada rencana penerimaan untuk Provinsi Riau sebanyak 12 orang, namun akhirnya dibatalkan, sehingga untuk lima tahun kedepan diperkirakan belum akan ada penerimaan CPNS.

Lalu apa lapangan kerja bagi wisudawan? Ahmad Supardi membuka wawasan, kalau keberadaan MDA (PDTA), MTs dan MA salah satu solusinya. Wisudawan bisa mengajar menjadi guru honor.

Meski honor yang diberikan MDA, MTs atau MA hanya Rp300 ribu, pihak Kemenag Riau juga menganggarkan tambahan dana Rp250 ribu, bahkan kalau sertifikasi bisa mendapat tambahan Rp1,5 juta ditambah Pemkab Rohil Rp800 ribu, penghasil yang cukup lumayan.

Kadis Pendidikan Provinsi Riau, Dr Kamsul mewakili Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman menyatakan masyarakat menaruh harapan besar kepada wisudwan dan wisudawati, sehingga perlu mengembangkan diri dan mengasah keterampilan, mampu berpartisipasi dalam pembangunan.

Pemerintah Provinsi Riau katanya tidak tinggal diam dan sejumlah harapan dan aspirasi pihak kampus, Bupati Suyatno sudah mereka serap untuk mendapat perhatian.***(noprio sandi/advertorial Pemkab Rohil/Humas)





Berita lainnya..........
- Adventorial,
DPRD Riau Paripurnakan Hasil Konsultasi ke Kemendagri Soal Tatib Pemilihan Wagubri

- Budaya K3 Tingkatkan Kualitas Hidup Manusia
- Diinisasi dan Dibina RAPP,
Mereka Dedikasikan Hidup Jaga Desa Bebas dari Api

- Sukseskan "Riau Menyapa Dunia", Pemprov Riau Terus Benahi Infrastruktur
- Pemprov Riau Perkuat Pendidikan dan Peningkatan Kualitas SDM
- Implementasi Penerapan E-Goverment
- 8 Tahun Pemekaran,
Kepulauan Meranti Terus Mengetas Kemiskinan



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.147.237.64
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com