Home > Advertorial >>
Berita Terhangat..
Selasa, 17 Oktober 2017 16:27
Walikota Pekanbaru Sebut Masalah Pasar Kaget seperti Lingkaran Setan

Selasa, 17 Oktober 2017 16:21
Pembangunan Pasar Pekanbaru Induk Macet, Pemko Bakal Tegur Investor

Selasa, 17 Oktober 2017 16:17
Ada Diskon 28 Persen,
Pelanggan PLN Bengkalis DiimbauuUntuk Tambah Daya


Selasa, 17 Oktober 2017 16:13
Kejari Pekanbaru Terima Berkas dan Tersangka Kasus Saracen

Selasa, 17 Oktober 2017 15:13
Bakal Berduet Dengan Andi Rachman,
Baleho Suyatno Mulai Terlihat di Simpang Tiga Pekanbaru


Selasa, 17 Oktober 2017 14:55
September 2017 Lalu, Penjualan Suzuki Kembali Duduki Peringkat Tertinggi

Selasa, 17 Oktober 2017 14:39
16 Parpol di Bengkalis Siap untuk Diteliti Administrasi

Selasa, 17 Oktober 2017 14:04
Triwulan Tiga 2017, PAD Parkir Tembus Angka Rp6,7 Miliar

Selasa, 17 Oktober 2017 13:23
KLHK Bingung Ditanyak Izin Operasional RAPP Dicabut

Selasa, 17 Oktober 2017 13:15
Hasilkan Anggota Polri Terbaik, Polres Inhil dan Pemkab Inhil Teken MoU

Selasa, 17 Oktober 2017 12:37
Letkol Pnb Jajang Setiawan Jabat Kadisops Lanud RSN Pekanbaru

Selasa, 17 Oktober 2017 12:31
Gugat Kejati Riau, Dua Terdakwa Lampu PJR Pekanbaru Serahkan Nota Praperadilan

Selasa, 17 Oktober 2017 12:29
Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Dinkes Pekanbaru Dibenahi 18 Puskesmas

Selasa, 17 Oktober 2017 11:44
Napi dan Pengujung Wanita Tertangkap Basah Pesta Sabu di Sel Lapas Bengkalis

Selasa, 17 Oktober 2017 11:41
RSUD Arifin Achmad Bantah Abaikan Pasien Kanker Payudara asal Bengkalis



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 3 Mei 2017 11:21
Naikan Elektrifikasi Hingga 52 Persen, Bupati Pelalawan Paling Sukses Atasi Krisis Listrik

Elektrifikasi atau ketersediaan jaringan listrik di Pelalawan mencapai 74,24 persen. Padahal 5 tahun lalu, baru 21,03 persen. Bupati M Harris dianggap sukses atasi meratakan listrik di daerahnya.

RIAUTERKINI-Pemkab Pelalawan menunjukan komitmen nyata untuk meningkatkan pembangunan daerah dan masyarakat, salah satunya lewat pemenuhan kebutuhan energi listrik. Melalui program "Pelalawan Terang", Bupati Pelalawan HM Harris menggagas pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Langgam Power untuk memenuhi listrik untuk memenuhi kebutuhan listrik 24 jam masyarakat Pelalawan serta untuk daya kawasan 'Teknopark' dan kawasan industri lainnya.

Langka tersebut ditempuh, mengingat ratio elektrifikasi pemakai listrik kabupaten Pelalawan adalah salah satu kabupaten terendah dari 12 kabupaten/kota di provinsi Riau. Diawal masa periode kepempinan beliau (2011-2016), elektrifikasi pemakai listrik dikabupaten Pelalawan hanya diangka 21,03 persen.

Ironisnya lagi, elektrifikasi pemakai listrik kala itupun hanya, terfokus pada ibukota kabupaten, ibukota-ibukota di 12 kabupaten yang ada dikabupaten Pelalawan. Sementera dipelosok desa-desa hanya masyarakat berkantong tebal menggunakan listrik memakai pembangkit tenaga genset.

Berpijak dari, latar belakang itulah, bupati Pelalawan HM Harris mulai memutar otak. Berbagai strategipun, digagas dengan cara menggandeng investor agar mau menanamkan investasinya berupa pembangkit tenaga listrik di kabupaten Pelalawan.

Mengandeng investor agar bertanam investor pembangkit listrik bukanlah persoalan mudah. Namun, bukan Harris orangnya, jika tekad initidak terwujud. Singkat cerita, terbangunanlah PLTMG Langgam untuk awal tersedia daya 15 Mw hingga 50 Mw.

"Kita cukup mempunyai sumber daya di daerah yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat untuk mengatasi krisis listrik," kata Bupati Pelalawan HM Harris.

Pembangkit berdaya 15 megawatt (Mw), yang diresmikan pada 25 Oktober 2013 itu menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam melaksanakan program "Pelalawan Terang". Ia mengatakan, pembangkit itu merupakan bagian awal dari rencana pembangunan pembangkit listrik dengan kapasitas hingga 200 Mw di Pelalawan.

Karena itu, HM Harris menyatakan pemerintah daerah membuka pintu selebar-lebarnya bagi semua investor, dan akan memberikan kemudahan, bagi mereka yang ingin menanamkan modal dibidang energi dan kelistrikan.

"Kita dukung siapapun investornya selama untuk kepentingan masyarakat Kita, seperti halnya PLTMG Langgam Power, yang penting masyarakat bisa terterangi. Barang kali itu saja," ujarnya.

Posisi Pelelawan sangat dekat dengan Pekanbaru yang merupakan ibukota Provinsi Riau dan berfungsi sebagai kabupaten penunjang di jalur Lintas Timur Sumatera. Karena itu, program "Pelalawan Terang" yang diawali dengan pembangunan PLTGM Langgam Power diharapkan bisa memberikan pelayanan listrik ke bagi seluruh penduduk daerah ini. Pemkab Pelalawan akan terus berkomitmen agar krisis listrik di 12 kecamatan yang ada bisa segera diatasi.

PLTGM Langgam Power dibangun dengan kerjasama antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tuah Sekata Pemkab Pelalawan dan PT Navigate Energy sebagai kontraktor sekaligus investor. Semua pendanaan untuk mendirikan pembangkit listrik di Langgam itu ditalangi oleh PT Navigate Energy, yang kepemilikan sahamnya di PT Langgam Power mencapai 88 persen. Sedangkan Pemkab Pelalawan diberikan saham kosong atau tanpa modal sebanyak 12 persen.

Pembangkit ini berlokasi di Kecamatan Langgam sekitar 18 Km dari Ibukota Kabupaten Pelalawan, Pangkalan Kerinci. Dengan beroperasinya PLTMG Langgam Power, pasokan daya listrik daerah itu kini meningkat. Kehadirannya menambah daya listrik yang sebelumnya ada dari PLTD PLN (0,8 Mw), EP PLTMG Lirik (1,5 Mw), dan excess power dari PT RAPP melalui PT RPE (5 Mw).

Dengan kebutuhan daya listrik Pelalawan yang kini mencapai sekitar 32 Mw, maka defisit daya yang tersisa kini tinggal 15 Mw dan 27.063 rumah tangga sudah bisa menikmati layanan listrik.

Dengan telah beroperasinya PLTGM Langgam, ia mengatakan akan membantu sekali dalam mengurangi ketergantungan dari pembangkit listrik berbahan bakar diesel, yang dikelola secara bersama-sama oleh masyarakat di perdesaan yang memerlukan biaya sangat besar untuk operasionalnya. Selain itu, Pemkab Pelalawan juga akan terus dengan pengembangan jaringan aliran listrik dan program listrik masuk desa pemerintah pusat dan pihak swasta lainnya, untuk meningkatkan rasio elektrifikasi bisa mencapai 40 persen pada akhir tahun 2013.

Adanya Kelebihan energi listrik dari sektor industri, merupakan potensi yang bisa digunakan untuk mengatasi defisit listrik, bahkan nantinya daya tersebut bisa dialirkan ke daerah-daerah lain di Riau, yang dapat memberikan keuntungan tambahan untuk pendapatan Kabupaten Pelalawan.

Hingga penghujung tahun 2016 ini, Bappeda Pelalawan merilisi rasio elektrifikasi (RE) pemakai listrik dikabupaten Pelalawan sudah mencapai diangka 74,24 persen, sebelumnya pada tahun 2011 hanya diangka 21 persen. Kenaikan rasionya, 10 persen setiap tahun.***(adv/rtc)





Berita lainnya..........
- Diyakini Lebih Cepat dari Perkiraan, Gubri Dampingi Presiden Tinjau Proyek Tol Pekanbaru-Dumai
- Resmikan Jembatan Kota Lama di Rohul, Gubri Tegaskan Komit Bangun Infrastruktur
- Peringatan Harganas Ke- XXIV, Pemrov dan Pemkab Bersinergi Jalankan Keluarga Berencana
- Saya Anak Indonesia Saya Gembira,
Presiden Hadiri Puncak Peringatan Hari Anak Nasional di Riau

- Seribuan Anak Belia se-Nusantara Ikuti Forum Anak Nasional 2017 di Riau
- Raih 4 Medali,
Gubri Bangga Prestasi Tuan Rumah Riau di OSN XVI 2017

- Gubri Ingin Hari Raya Enam di Kampar Jadikan Destinasi Wisata Riau
- Pemkab Rohil Optimalkan Pelayanan Masyarakat dengan Bangun Infrastruktur Pemerintahan
- Berkomunikasi dan Bersilahturahmi,
RAPP Manfaatkan Safari Ramadan untuk Berdialog

- Dana Besar Proyek Rigid Pavement Demi Ketahanan Jalan di Rokan Hilir


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.80.211.135
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com