Home > Advertorial >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 16 Desember 2017 11:30
Warga Desa Teluk Merbau, Inhil Dihebohkan Penemuan Bayi Perempuan yang Sudah Membusuk

Sabtu, 16 Desember 2017 10:51
Diskominfo Inhil Kunjungi Dewan Pers

Sabtu, 16 Desember 2017 10:11
Konsleting Listrik, Rumah Seorang Wartawan di Pekanbaru Terbakar

Sabtu, 16 Desember 2017 05:40
Ratusan Triliun Disumbangkan ke Negara, Apkasindo Dorong Riau Rebut DBH CPO

Jum’at, 15 Desember 2017 20:14
Kades Sudah tidak Beraktivitas,
Plt Bupati Rohul Janji Selesaikan Sengketa Lima Desa


Jum’at, 15 Desember 2017 18:41
Gubri dan Kasad Hadiri Puncak Peringatan HJK TNI AD ke-72

Jum’at, 15 Desember 2017 16:58
Ahad, Ayo Makan Ikan di Lapangan Tugu Bengkalis

Jum’at, 15 Desember 2017 16:54
BC Bengkalis Naik Tingkat dari Pratama ke Madya

Jum’at, 15 Desember 2017 16:16
Idana, Penyandang Disabilitas Asal Rohul Terima Kaki Palsu di Hari Juang Kartika

Jum’at, 15 Desember 2017 16:09
Daftar XL Prioritas di Penghujung 2017, Nikmati Diskon 50 Persen SEpanjang 2018

Jum’at, 15 Desember 2017 15:55
Lakukan Perampokan dan Pencabulan, Pengangguran di Duri Ini Dicokok Polisi

Jum’at, 15 Desember 2017 15:49
Tanoto Foundation dan RAPP Gelar Kampanye Membaca di Dua Kabupaten

Jum’at, 15 Desember 2017 15:14
Legislator DPRD Riau Ini Mediasi Warga Tapung Pencela Ustadz Abdul Somad

Jum’at, 15 Desember 2017 13:56
Terdakwa Korupsi Dana Anggaran Bappeda Rohil Minta Keringanan Hukuman, JPU Tetap Pada Dakwaan

Jum’at, 15 Desember 2017 13:26
2017 Terjadi 436 Lakalantas Kendaraan Barang,
Hino Dutro Gelar Safety Driving Competition




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 3 Mei 2017 11:21
Naikan Elektrifikasi Hingga 52 Persen, Bupati Pelalawan Paling Sukses Atasi Krisis Listrik

Elektrifikasi atau ketersediaan jaringan listrik di Pelalawan mencapai 74,24 persen. Padahal 5 tahun lalu, baru 21,03 persen. Bupati M Harris dianggap sukses atasi meratakan listrik di daerahnya.

RIAUTERKINI-Pemkab Pelalawan menunjukan komitmen nyata untuk meningkatkan pembangunan daerah dan masyarakat, salah satunya lewat pemenuhan kebutuhan energi listrik. Melalui program "Pelalawan Terang", Bupati Pelalawan HM Harris menggagas pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Langgam Power untuk memenuhi listrik untuk memenuhi kebutuhan listrik 24 jam masyarakat Pelalawan serta untuk daya kawasan 'Teknopark' dan kawasan industri lainnya.

Langka tersebut ditempuh, mengingat ratio elektrifikasi pemakai listrik kabupaten Pelalawan adalah salah satu kabupaten terendah dari 12 kabupaten/kota di provinsi Riau. Diawal masa periode kepempinan beliau (2011-2016), elektrifikasi pemakai listrik dikabupaten Pelalawan hanya diangka 21,03 persen.

Ironisnya lagi, elektrifikasi pemakai listrik kala itupun hanya, terfokus pada ibukota kabupaten, ibukota-ibukota di 12 kabupaten yang ada dikabupaten Pelalawan. Sementera dipelosok desa-desa hanya masyarakat berkantong tebal menggunakan listrik memakai pembangkit tenaga genset.

Berpijak dari, latar belakang itulah, bupati Pelalawan HM Harris mulai memutar otak. Berbagai strategipun, digagas dengan cara menggandeng investor agar mau menanamkan investasinya berupa pembangkit tenaga listrik di kabupaten Pelalawan.

Mengandeng investor agar bertanam investor pembangkit listrik bukanlah persoalan mudah. Namun, bukan Harris orangnya, jika tekad initidak terwujud. Singkat cerita, terbangunanlah PLTMG Langgam untuk awal tersedia daya 15 Mw hingga 50 Mw.

"Kita cukup mempunyai sumber daya di daerah yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat untuk mengatasi krisis listrik," kata Bupati Pelalawan HM Harris.

Pembangkit berdaya 15 megawatt (Mw), yang diresmikan pada 25 Oktober 2013 itu menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam melaksanakan program "Pelalawan Terang". Ia mengatakan, pembangkit itu merupakan bagian awal dari rencana pembangunan pembangkit listrik dengan kapasitas hingga 200 Mw di Pelalawan.

Karena itu, HM Harris menyatakan pemerintah daerah membuka pintu selebar-lebarnya bagi semua investor, dan akan memberikan kemudahan, bagi mereka yang ingin menanamkan modal dibidang energi dan kelistrikan.

"Kita dukung siapapun investornya selama untuk kepentingan masyarakat Kita, seperti halnya PLTMG Langgam Power, yang penting masyarakat bisa terterangi. Barang kali itu saja," ujarnya.

Posisi Pelelawan sangat dekat dengan Pekanbaru yang merupakan ibukota Provinsi Riau dan berfungsi sebagai kabupaten penunjang di jalur Lintas Timur Sumatera. Karena itu, program "Pelalawan Terang" yang diawali dengan pembangunan PLTGM Langgam Power diharapkan bisa memberikan pelayanan listrik ke bagi seluruh penduduk daerah ini. Pemkab Pelalawan akan terus berkomitmen agar krisis listrik di 12 kecamatan yang ada bisa segera diatasi.

PLTGM Langgam Power dibangun dengan kerjasama antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tuah Sekata Pemkab Pelalawan dan PT Navigate Energy sebagai kontraktor sekaligus investor. Semua pendanaan untuk mendirikan pembangkit listrik di Langgam itu ditalangi oleh PT Navigate Energy, yang kepemilikan sahamnya di PT Langgam Power mencapai 88 persen. Sedangkan Pemkab Pelalawan diberikan saham kosong atau tanpa modal sebanyak 12 persen.

Pembangkit ini berlokasi di Kecamatan Langgam sekitar 18 Km dari Ibukota Kabupaten Pelalawan, Pangkalan Kerinci. Dengan beroperasinya PLTMG Langgam Power, pasokan daya listrik daerah itu kini meningkat. Kehadirannya menambah daya listrik yang sebelumnya ada dari PLTD PLN (0,8 Mw), EP PLTMG Lirik (1,5 Mw), dan excess power dari PT RAPP melalui PT RPE (5 Mw).

Dengan kebutuhan daya listrik Pelalawan yang kini mencapai sekitar 32 Mw, maka defisit daya yang tersisa kini tinggal 15 Mw dan 27.063 rumah tangga sudah bisa menikmati layanan listrik.

Dengan telah beroperasinya PLTGM Langgam, ia mengatakan akan membantu sekali dalam mengurangi ketergantungan dari pembangkit listrik berbahan bakar diesel, yang dikelola secara bersama-sama oleh masyarakat di perdesaan yang memerlukan biaya sangat besar untuk operasionalnya. Selain itu, Pemkab Pelalawan juga akan terus dengan pengembangan jaringan aliran listrik dan program listrik masuk desa pemerintah pusat dan pihak swasta lainnya, untuk meningkatkan rasio elektrifikasi bisa mencapai 40 persen pada akhir tahun 2013.

Adanya Kelebihan energi listrik dari sektor industri, merupakan potensi yang bisa digunakan untuk mengatasi defisit listrik, bahkan nantinya daya tersebut bisa dialirkan ke daerah-daerah lain di Riau, yang dapat memberikan keuntungan tambahan untuk pendapatan Kabupaten Pelalawan.

Hingga penghujung tahun 2016 ini, Bappeda Pelalawan merilisi rasio elektrifikasi (RE) pemakai listrik dikabupaten Pelalawan sudah mencapai diangka 74,24 persen, sebelumnya pada tahun 2011 hanya diangka 21 persen. Kenaikan rasionya, 10 persen setiap tahun.***(adv/rtc)





Berita lainnya..........
- Rokan Hulu Expo 2017 di Pasirpangaraian Resmi Dibuka Wakil Bupati Sukiman
- PT SPR Lakukan Penandatanganan MoU dengan PT Sucofindo
- Janjikan Arena Tertib dan Bebas Alkohol,
Ten Pool Billiard Sport Centre Hadir di Duri

- Tingkatkan Pelayanan Kesehatan di RSUD Bangkinang, Pemda Kampar Bangun Gedung Baru
- Dibuka Ketua DPRD Riau,
FWL DPRD Riau Taja Pelatihan Jurnalistik di SMK Ekatama, Pekanbaru

- Reses Anggota DPRD Riau Sewitri,
Terima Laporan Masyarakat Soal Perusahaan tak Salurkan CSR

- Pengabdian pada Masyarakat,
Guru Besar UR Latih Warga Banglas Barat, Meranti Bikin Mie Sagu Aneka Rasa

- Anggota DPR RI Sayed Abubakar dan Menteri ESDM Berkurban di Pekanbaru
- Gunakan Aplikasi Berbasis IT, Kecamatan Bukit Raya Komit Tak Repotkan Warga
- Dipimpin Andi Rachman, Provinsi Riau Bangkit dari Keterpurukan Masa Lalu


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.90.159.192
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com