Home > Advertorial >>
Berita Terhangat..
Rabu, 17 Januari 2018 21:53


Rabu, 17 Januari 2018 21:52
Zulaikha Wardan Lantik PAC dan Ranting Muslimat NU Tempuling

Rabu, 17 Januari 2018 21:30
Pilgubri 2018, PBB Nyatakan Dukung Firdaus-Rusli Maju Riau Satu

Rabu, 17 Januari 2018 20:39
Sertijab Eselon III dan IV,
Kadisdik Riau Ingatkan Pegawai Segera Beradaptasi dan Koordinasi


Rabu, 17 Januari 2018 20:35
Korupsi Dana Anggaran, Mantan Kepala Bappeda Rohil Dihukum 2 Tahun

Rabu, 17 Januari 2018 20:31
Listrik di Rohul Padam Sejak Tengah Hari, Penjelasan Manager PLN Pasirpangaraian

Rabu, 17 Januari 2018 19:27
Pileg 2019, Bulan Depan Demokrat Riau Buka Pendaftaran Baleg

Rabu, 17 Januari 2018 19:20


Rabu, 17 Januari 2018 19:11
Gagal Kabur, Dua Jambret di Pekanbaru ini Lebam Diamuk Massa

Rabu, 17 Januari 2018 19:02
Disdukcapil Pekanbaru Cetak 500 e-KTP Sehari

Rabu, 17 Januari 2018 18:57
Menghadapi Pileg 2019, PAN Rohul Mulai Buka Pendaftaran Bacaleg

Rabu, 17 Januari 2018 18:53
Terduga Bandar Sabu di Pelalawan Diketahui Oknum Pegawai Diskominfo

Rabu, 17 Januari 2018 17:35
Bupati Siak Resmikan Gedung LAM Riau Kecamatan Mempura

Rabu, 17 Januari 2018 17:22
Siap Sukseskan Pilgubri,
72 Anggota PPL se-Pekanbaru Resmi Dilantik


Rabu, 17 Januari 2018 16:48
Gubernur Riau Wajibkan Semua Perusahaan Terapkan K3



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 10 Agustus 2017 12:23
HUT ke 60 Provinsi Riau, Budaya Melayu Menghulu Budaya Melayu Menghilir Riau Berintegritas

Provinsi Riau kini genap berusia 60 tahun. Peringatan kali ini mengusung tema, " Budaya Melayu Menghulu Budaya Melayu Menghilir Riau Berintegritas."

Riauterkini - PEKANBARU - Peringatan Hari Jadi yang ke-60 ini mengambil tagline “Provinsi Riau Berintegritas” dan tema “Menghulu Budaya Melayu, Menghilir Riau Berintegritas”. Akan tetapi, tentunya tidak banyak dari kita yang tahu apa makna tagline dan tema yang diusung Pemprov Riau tersebut. Menghulu Budaya Melayu dimaksudkan adalah mengenalkan kembali budaya Melayu Riau. Pada peringatan Hari Jadi Provinsi Riau kemarin, Pemprov Riau melalui Dinas Kebudayaan Riau menggelar beraneka permainan rakyat.

Sedangkan maksud dari Riau Berintegritas adalah untuk menunjukkan komitmen tentang pentingnya menanamkan integritas mulai dari diri sendiri, keluarga maupun di masyarakat.

Pemerintah Provinsi Riau telah meluncurkan logo dan tagline Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-60 Provinsi Riau yang diperingati pada 9 Agustus 2017. Berdasarkan rembukan dan musyawarah, akhirnya Pemprov Riau memutuskan tagline HUT Riau tahun 2017:? "Menghulu Budaya Melayu, Menghilir Riau Berintegritas".

Selain tagline, Pemprov juga merilis logo HUT ke 60 dengan nuansa Melayu. "Logo maupun tagline HUT ke-60 Provinsi Riau itu sudah kita diskusikan, dan dipilih oleh pak gubernur Riau. Jadi memang logo maupun tagline itu merupakan hasrat dari beliau," kata Ketua Panitia HUT Ke-60 Provinsi Riau.

Untuk logo, kata Kasiaruddin, angka 60 yang terdapat pada logo menandakan bahwa Riau sudah berumur 60 tahun. Sedangkan corak warna dalam loga dan selembayung di angka 6 itu dalam rangka merealisasikan visi misi Riau 2020, "Provinsi Riau sebagai Pusat Perekonomian dan Kebudayaan Melayu di Asia Tenggara".

"Sejak ulang tahun Riau tahun 2016 tegline kita sudah berbasis budaya, The Homeland of Melayu. Kemudian diaplikasikan dengan adanya Dinas Kebudayaan dalam rangka merealisasikan visi misi Riau 2020. Makanya di loga itu ada warna-warna Melayu semacam selembayung," paparnya. ?

Terkait integritas di logo, sebut Kasiaruddin, itu merupakan komitmen gubernur Riau yang luar biasa, dan itu sejalan juga dengan lambang jabatan? di angka 0, yang maknanya saling bersama dan gotong royong, sesuai dengan tema HUT ke-72 RI "Kerja Bersama, Bersama Kerja".

"Jadi di HUT Riau kita juga mengisi HUT RI, dan itu komitmen menandatakan agar masyarakat Riau dapat seperti itu kebersamaan. dalam membangun Riau lebih baik. Jadi makna loga kita seperti itu, harapan yang kita lakukan dan juga program-program yang telah kita kongkritkan," terangnya. ?

Selain itu, disampaikan Asisten III Setdaprov Riau ini, menganai tema "Menghulu Berbudaya Melayu, Menghilir Riau Berintegritas" memiliki filosofi jika hulunya program kerja baik, maka ke hilirnya hasil juga akan baik.

"Jadi itu makna filosofi dari tema HUT Riau. Jadi budaya Melayu itu besiknya, karena Melayu itu bagian dari jadi diri bangsa?. Jati diri bangsa merupakan bagian dari daerah-daerah. Karena kita ingin betul menerapkan integritas itu dalam bekerja, karena integritas itu menyangkut tata kelola keuangan dan kegiatan dengan baik," ujar Kasiaruddin.

Kasiaruddin mengatakan integritas itu menyangkut tiga hal, yakni jujur, konsisten dan berani. "Artinya berani mengatakan yang tidak benar, karena orang jujur dan konsisten itu banyak, makanya kita berharap orang berani juga semakin banyak," tandasnya.

Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, pada upacara peringatan HUT Provinsi Riau ke 60. Menurut Gubri, konsistensi Pemerintah Provinsi Riau dalam menegakkan integritas, telah mulai membuahkan hasil. Karena itulah Gubernur Riau mengangkat tagline Riau berintegritas, agar terus bisa dipertahankan.

"Sejak tahun 2017, akuntabilitas kinerja Pemerintah Provinsi Riau mendapat penilaian "B"dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi setelah 7 tahun hanya mendapat penilaian "CC"," ujar Gubri, saat menyampaikan sambutan upacara HUT Riau di halaman Kantor Gubernur Riau, Rabu (9/9/17) lalu.

Termasuk dalam hal pertanggungjawaban keuangan dan aset, Kata Gubri, Pemerintah Provinsi Riau juga telah 4 kali mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. Dan beberapa apresiasi yang terkait dengan penegakan integritas. Seperti National Procurement Award 2016 kepada LPSE Provinsi Riau pada Kategori Inovasi LPSE yang diberikan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP).

BKN Award Kategori Implementasi Assesment Centre Peringkat III Nasional, Predikat Kepatuhan Standar Tinggi terhadap Standar Pelayanan Publik dari Ombudsman. Kita juga mendapatkan reward dalam penyampaian APBD tepat waktu dan sejumlah apresiasi lainnya. Dan tentu pula, seluruh Aparatur Pemerintah haruslah menjadi contoh terdepan dan utama dalam penegakkan integritas ini.

"Dalam kaitan tema yang kita usung pada Peringatan Hari Jadi ke 60 Provinsi Riau tahun ini dan sebagai bentuk syukur kita atas karunia yang telah diberikan Allah SWT, maka saya meminta kepada kita semua khususnya para Aparatur Sipil Negara untuk selalu melakukan evaluasi dan introspeksi diri atas apa yang telah kita lakukan selama ini, agar kita tidak melakukan kesalahan dan senantiasa berupaya maksimal meningkatkan kinerja yang positif dan berkualitas," ungkap Gubri.

"Selalu memperbaiki dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan keikhlasan dan semangat tanpa pamrih, sehingga kita tidak melakukan praktik-praktik pelayanan publik yang bertentangan dengan nilai-nilai integritas. Selalu kita memberikan contoh dan tauladan terutama pola pikir serta prilaku positif sebagai bentuk nyata penerapan nilai dan norma integritas," tambah Gubri.(adv)





Berita lainnya..........
- Gubri Ajak Masyarakat Dukung PSPS Tembus Liga I
- Advertorial,
DPRD Riau Gelar Sidang Paripurna dengan Tiga Agenda Sekaligus

- Kawal Masuknya Investasi di Pekanbaru,
DPMPTSP Duduk Bersama dengan PT. Medco Ratch Power

- Gubri Berharap Porprov Jadi Ajang Tingkatkan Prestasi
- Aziz Zainal-Catur Sugeng Bertekad Kembalikan Kejayaan Tanaman Asal Kampar
- Serahkan 30 Ribu Bibit Ikan,
Gubri Hadiri Apel Akbar Acara Santri Nasional

- Sudah Menahun, Akhirnya Pemkab Kampar Tuntaskan Persoalan PT Ciliandra dengan Masyarakat
- Pemko Pekanbaru Buka Layanan Pustaka Keliling di Lapas dan RTH
- ICS Koto Perambahan, Cara Pemkab Kampar Tumbuhkan Kawasan Industri
- Kampar Penyumbang Produksi Ikan Terbesar di Riau


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.226.179.247
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com