Home > Advertorial >>
Berita Terhangat..
Senin, 25 Maret 2019 21:06
Bupati Rohul Resmikan Kantor Desa Bengkolan Salak, Gedung TK dan Pasar Desa

Senin, 25 Maret 2019 20:14
Habis Masa Jabatan, Camat Mandau Lantik Pj Kades Harapan Baru

Senin, 25 Maret 2019 20:11
Ditemui Walikota Pekanbaru, Besok Guru Kembali Mengajar Seperti Biasa

Senin, 25 Maret 2019 20:06


Senin, 25 Maret 2019 19:14
Lewat Sidang Paripurna, Asri Auzar Resmi Gantikan Noviwaldi Jusman Sebagai Wakil Ketua DPRD Riau

Senin, 25 Maret 2019 19:03
Pemprov Alokasikan Pembangun Kantor Korem Rp2,6 Miliar

Senin, 25 Maret 2019 17:50
Pantang Menyerah, Ratusan Guru Kukuh Tuntut Revisi Perwako Pekanbaru Nomor 7 Tahun 2019

Senin, 25 Maret 2019 17:47
GO TV Kabel Tuntut Presiden Tangani Pembatasan Siaran Piala Presiden

Senin, 25 Maret 2019 17:28
Menkes RI Sebut Diabetes, Jantung Iskemik dan Stroke di Riau Tergolong Tinggi

Senin, 25 Maret 2019 17:24
Ikut Kampanye, Bupati Bengkalis Besok Cuti Dinas

Senin, 25 Maret 2019 17:21
Wabup Zardewan dan Ketua DPRD Buka Rangkaian Kegiatan HPN 2019 PWI Pelalawan

Senin, 25 Maret 2019 17:17
Ini Penyebab Kursi Wabup Rohul Masih Kosong

Senin, 25 Maret 2019 17:11
4G di Seluruh Jaringan, Internetan Pakai Indosat Ooredoo Ngaciiir

Senin, 25 Maret 2019 16:30
Gulat ME Manurung Nahkodai DPP Apkasindo

Senin, 25 Maret 2019 15:33
Imra PT RAPP Bangunkan Rumah Layak untuk Andini



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 7 Desember 2017 16:36
Kampar Bertekad Tingkatkan Produksi Beras

Pemkab Kampar akan mendukung program peningkatan produksi pangan nasional. Salah satu langkah yang dilakukan Kampar adalah menambah luas tambah tanam padi dan serapan gabah.

Riauterkini-BANGKINANGKOTA-Pemerintah Kabupaten Kampar bertekad mendukung program pemerintah khususnya Kementerian Pertanian Republik Indonesia untuk menggenjot produksi beras nasional. Dimana salah satu upayanya, Kementerian Pertanian (Kementan) akan meningkatkan luas tambah tanam (LTT) padi dan serapan gabah (sergab) nasional tahun 2017 ini. Peningkatan LTT dan sergan dapat membuat produksi beras nasional naik.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Kampar Hendry Dunan kepada wartawan baru-baru ini mengungkapkan, hingga bulan Juli 2017 saja, Kampar telah mencapai target sasaran Luas Tambah Tanam (LTT) lebih kurang 4.000 hektare dari 5.000 hektare yang ditargetkan oleh pemerintah kepada Kabupaten Kampar.

Ia mengungkapkan, beberapa desa di Kabupaten Kampar hingga akhir Desember ini memasuki masa tanam tahap II. “Sesuai dengan data yang telah dikirim ke kementrian Pertanian RI melalui pusat Statistik Riau, Allhamdulillah pada Juli yang lalu Kabupaten Kampar telah mampu memenuhi 4.000 hektare,” beber Dunan.

Dunan menjelaskan, dimana dalam target dalam LTT oleh Kementrian Pertanian tahu ini adalah 5000 hektare. Dimana Kabupaten Kampar LTT per Agustus telah mencapai lebih kurang 4000 LTT, dalam 1000 LTT hanya tinggal tahap kedua hingga akhir Desember ini.

Untuk pencapai target 5000 LTT pada akhir 2017 nantinya tampaknya akan terwujud. Akan tetapi hal ini juga tidak terlepas juga dengan kemauan masyarakat untuk meningkatkan LTT ini, sebab pihak dinas sendiri akan berupaya terus membantu para petani melalui program yang ada di dinas.

Ia mengatakan, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Kampar tanpa kenal lelah dan batas waktu terus melakukan upaya pembinaan kepada para petani, mendampingi petani dan mencegah alih fungsi lahan karena Pemkab Kampar bertekad ingin mengembalikan kejayaan beras Kampar dimana Kampar pernah dikenal sebagai daerah penghasil beras di Sumatera bahkan pernah mencapai swasembada beras.

Keinginan untuk mencapai swasembada beras juga disampaikan Bupati Kampar H Azis Zaenal,SH,MM. Bersama Catur Sugeng Susanto,SH ia bertekad untuk membangun pertanian termasuk infrastruktur pertanian. Salah satu persoalan yang dihadapi petani padi di Kampar saat ini adalah sumber air untuk mengairi sawah mereka. Kebutuhan ini akan dipetakan dan akan dicarikan solusi agar Kampar bisa sukses sebagai daerah penghasil beras di Sumatera.

Bupati mengatakan bahwa sektor pangan merupakan komoditas strategis dalam upaya untuk meningkatkan hajat hidup masyarakat, oleh sebab itu pihaknya mendorong adanya peningkatan luas tambah tanam dengan berbagai skema yang dipersiapkan.

Semetara itu Dr Ahmad Basit dari Kementrian Pertanian yang sempat hadir pada acara program berburu tikus Gapoktan Muara Uwai Kecamatan Bangkinang baru-baru ini mengungkapkan, bahwa selama lima tahun berturut-turut Riau termasuk Kabupaten Kampar dalam Luas Tambah Tanam (LTT) turun, tetapi dengan upaya pemerintah mulai bulan Juli serta Agustus LTT sudah meningkat kembali dibanding tahun lalu.

“Jadi artinya, upaya-upaya kerja keras dinas, perangkat dinas serta para penyuluh di Kabupaten Kampar yang kita lakukan itu sudah mulai mebuahkan hasil dalam rangka menambah luas tanam, "terangnya.

Di kesempatan lain, pemerintah terus berusaha menggenjot produksi beras nasional sehingga Negara Indonesia tidak lagi bergantung kepada beras impor dan menekan harga beras di dalam negeri.

Salah satu upayanya, Kementerian Pertanian (Kementan) akan meningkatkan luas tambah tanam (LTT) padi dan serapan gabah (sergab) nasional tahun ini. Peningkatan LTT dan sergab dapat membuat produksi beras nasional naik.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menargetkan peningkatan LTT padi di 17 Provinsi sebesar 7 juta hektare (ha) dalam lima bulan sampai akhir Desember 2017. Dengan peningkatan luas lahan tersebut, serapan gabah ditargetkan bisa mencapai 75 juta ton tahun ini, atau 20 ribu ton per hari.

Tahun ini target serapan gabah 75 juta ton, tahun 2016 target 73 juta ton, realisasi tahun lalu 78 juta ton. Sepanjang April hingga September 2017, kata Amran, LLT diharapkan bisa mencapai 6,5 juta sampai 7 juta hektare.

Sedangkan target bulan ini bisa mencapai 1,6 juta hektare hingga 1,7 juta hektare dari 17 provinsi yang menjadi sentra produksi beras nasional. Selain menggenjot produksi, pemerintah juga akan menjaga stabilitas harga beras nasional. Saat ini pemerintah telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pangan yang fungsinya melakukan pemantauan stabilitas harga pangan. Apalagi stok beras di gudang Bulog mencapai 2,2 juta ton.

Semangat menggenjot produksi beras local di Riau juga pernah disampaikan Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman ketika melakukan tanam padi serentak sistem Padi jajar Legowo di Desa Binuang Kecamatan Bangkinang, Rabu (12/4/17) lalu. Ia berpesan kepada Pemkab Kampar agar masalah pertanian di daerah ini dicarikan solusi. Mulai dari penanaman padi dan panen padi cepat hingga masalah pengairan.

Gubri meminta Pemkab Kampar melalui Dinas Pertanian untuk segera mencarikan solusi terbaik dan apabila kewenangan Provinsi maka PUPR Provinsi akan turun kelapangan untuk melihat lokasi bendungan Uwai demi mewujudkan Kabupaten Kampar sebagai Sentra beras di Riau.

Gubri juga berharap agar alih fungsi lahan jadi kebun sawit tidak terjadi di Kabupaten Kampar. "Saat ini Provinsi Riau membutuhkan 325 ribu Ton setiap tahunnya dan yang selama ini masih tergantung dari Provinsi lain," ucapnya.

Tanaman padi masih sangat menjanjikan, apalagi Penyuluh pertanian Lapangan (PPL) tetap berusaha bagaimana meningkatkan produksi padi dengan memperbaiki sarana prasarana seperti bibit dan peralatan, "supaya hasilnya meningkat dan dapat dirasakan manfaatnya oleh Petani penggiat tanaman Padi didesa Binuang ini," ungkap Andi Rahman.(adv)

Loading...


Berita lainnya..........
- Safari Ramadan RAPP 1439 H,
Salurkan 3.150 Paket Sembako dan Santuni 3.245 Anak Yatim

- Pemkab Inhil Kembali Raih WTP
- PT Musim Mas Normalisasi Sungai Batang Napuh, Camat Adnan: 'Besar Mamfaatnya Ketimbang Mudorat'
- Upaya Capai Target Rp 15 Miliar, Bapenda Rohul Beri Bimtek 306 Admin Desa Program Mandiri PBB-P2
- Bupati Meranti Perintahkan SKPD Berdayakan Komunitas Adat Terpencil
- Bertemu Jokowi di Musrenbangnas 2018,
Wabup Meranti Minta Perhatian dan Prioritas Pembangunan

- Bupati Meranti Buka Acara APKASI Procurement Network 2018
- Kampung Sehat, Kampungnya Bengkalis Ber-PHBS
- Pemprov Papua Kembali Belajar Budidaya dan Pengelolaan Sagu di Kepulauan Meranti
- DPRD Pekanbaru Gelar Paripurna Jawaban Kepala Daerah Terhadap Pandangan Umum Fraksi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com