Home > Advertorial >>
Berita Terhangat..
Kamis, 18 Oktober 2018 19:50
Lagi, Kada Tak Hadir Penuhi Panggilan Bawaslu

Kamis, 18 Oktober 2018 19:48
Buaya Muncul di Sungai Siak, Warga Sekitar Diimbau Tak Berenang

Kamis, 18 Oktober 2018 17:17
Bupati Rohul Ajukan Tiga Ranperda ke DPRD, Salah Satunya Rancangan APBD 2019

Kamis, 18 Oktober 2018 16:39
FPRR Serahkan Bantuan Sosial Uutuk Korban Bencana Gempa dan Tsunami di Palu

Kamis, 18 Oktober 2018 16:35
Peringati HAN 2018 Tingkat Kabupaten,
Bupati Sukiman Ingin Semua Anak Rohul Sehat dan Genius


Kamis, 18 Oktober 2018 16:21
Pemko dan Bawaslu Pekanbaru akan Sosialisasi Gerakan AP-HPA di Arena CFD

Kamis, 18 Oktober 2018 16:18
Dinas PUPR Akan Beli Satu Set Alat Tambal Sulam Jalan

Kamis, 18 Oktober 2018 16:07
Hasilkan Tiga Poin Kesepakatan, Komisi V DPRD Riau Sebut PT Ricky Salah

Kamis, 18 Oktober 2018 16:06
Kembali Diperiksa sebagai Saksi, Wabup Bengkalis Datangi Ditreskrimsus Polda Riau

Kamis, 18 Oktober 2018 16:03
Bantuan APBN 2018, BPCB Sumbar Perbaiki Makan Raja-raja Rambah Tahun ini

Kamis, 18 Oktober 2018 15:58
Bahas Tata Cara Rapat Banggar, Sekwan DPRD Batang Hari Jambi Berguru ke Kuansing

Kamis, 18 Oktober 2018 14:29
Ketua LSM Permata Kuansing Minta Penegak Hukum Usut Pidana Umum APBDP Kuansing

Kamis, 18 Oktober 2018 14:24
Ngaku Diintervensi, Oknum Honorer RSUD Mandau 2 Bulan Tak Gajian

Kamis, 18 Oktober 2018 13:24
Bupati Kampar Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Palu, Sigi dan Donggala

Kamis, 18 Oktober 2018 12:45
Bank Riau Kepri Serahkan 4 Unit Mobil Samsat Keliling ke Bapenda Riau



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 13 Desember 2017 19:29
Ciptakan KIK, Pemda Kampar Hadirkan Kementerian Perindustrian dan Pusat Studi UGM

Mewujudkan Kawasan Industri Kampar, berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kabupaten Kampar.

Riauterkini-BANGKINANGKOTA-Dalam rangka mewujudkan Kawasan Industri Kampar yangakan dibangun di Kabupaten Kampar. Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kabupaten Kampar untuk menggesa terwujudnya kawasan Industri Kabupaten Kampar tersebut.

Demikian terungkap dalam rapat koordinasi percepatan pengembangan KawasanIndustri Kabupaten Kampar yang digelar di ruang rapat lantai tiga kantor Bupati Kampar, Selasa (12/12/17). Rapat ini difasilitasi oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kampar dan dipimpin langsung olehBupati Kampar H Azis Zaenal Hadir pada kesempatan tersebut dua orang narasumber yakni, Direktur Pengembangan Investasi Kementerian Perindustrian RI Busharmaidi dan Peneliti Pusat Studi Perencanaan Regional Universitas Gajah Mada Yogyakarta Leksono Probo dan seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Kampar, Forkopimda Kabupaten Kampar, camat, ninik mamak dan tokoh masyarakat Kabupaten Kampar.

Bupati Kampar Azis Zaenal Pada kesempatan tersebut memaparkan tentang Pengembangan Kawasan Industri Kampar. Dalam paparannya Bupati Kampar menyampaikan berbagai keunggulan yang dimiliki Kabupaten Kampar untuk berinvestasi di Kabupaten Kampar terutama ditinjau dari segi geografis.

Dari segi geografis, Kabupaten Kampar merupakan satelit Kota Pekanbaru dimana 75 % mengelilingi Kota Pekanbaru, dilewati tol Pekanbaru-Padang, berdekatan dengan tol Pekanbaru-Dumai (Trans Sumatera),bebas gempa dan tujuan investasi terbesar di Sumatera.

Disampaikan Bupati Kampar bahwa untuk mewujudkan Kawasan Industri Kampar ini semua pihak harus bergerak cepat. “Kita harus bergerak cepat, kita tidak bisa menunggu, saya sudah enam bulan menjabat, dan ini sudah saatnya bisa kita wujudkan,” ujar Bupati.

Diungkapkan Bupati bahwa pemerintah daerah pada Tahun 2017, ini sudah mempersiapkan anggaran untuk pembebasan lahan. Hanya saja karena ada beberapa kendala untuk pembebasan, maka belum bisa di realisasikan pada tahun ini. “Padatahun 2018, segera kita bebaskan lahan tersebut,” ujarnya.

Kemudian menurut Bupati agar suatu daerah cepat berkembang maka daerah tersebut harus membuka diri terhadap investasi. Industri mutlak sudah harus dimulai di Kampar. Kampar harus bisa mengajak swasta untuk bisa bekerja sama. “Kita layani mereka dengan baik sehingga mereka mau menanamkan investasinya di Kampar,” kata Azis.

Sementara itu narasumber Direktur Pengembangan Insvestasi Kementerian Perindustrian RI Dr. Busharmaidi mengupas tentang Undang-undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian Pengganti UUNomor 5 Tahun 1984 dan PP Nomor 142 Tahun 2015 tentang Kawasan Industri. Disampaikan Busharmaidi bahwa yang selalu menjadi persoalan kawasan industri ini adalah masalah lahan (tanah), karena lahan ini akan berkaitan dengan tata ruang. “Sebaiknya bebaskan dulu tanahnya, baru buat masterplan, kalau masterplan dulu maka harga tanah akan naik secara drastis dan yang akan menikmatinya justru para cukong atau spekulan tanah,” katanya.

Menurut Busharmaidi, pihaknya Kementerian Perindustrian berkepentingan untuk menawarkan tanah murah kepada insvestor. “Jangan sampai tanah yang ditawarkan justru lebih mahal dari Pulau Jawa,” ulasnya.

Direktur menegaskan bahwa pihaknya siap berkerja sama dengan pemerintah daerah untuk mengembangkan kawasan industri. “Kami siap bekerja sama karena salah satu tugas kami adalah mengembangkan kawasan-kawasan industri,” imbuhnya.

Leksono Probo Subanu Peneliti Pusat Studi Perencanaan Regional Universitas Gajah Mada Yogyakarta menyampaikan materi tentang faktor-faktor pengembangan industri. Pemilihan lokasi industri dipengaruhi di antaranya, biaya transport dari sumber daya keindustri, harga atau sewa tanah, ketersediaan buruh, resiko politik, ketersediaan sarana prasarana umum, layanan keuangan/perbankandan sebagainya.

Untuk Kawasan Industri Kampar menurut Leksono ada point positif dan adapoint negatif. Point positifnya, dekat dengan kota Pekanbaru yang berkembang pesat, terlayani oleh jalan regional yang besar, belum ada saingan di Provinsi Riau untuk industri manufaktur. Point negatif di antaranya, akses ke pasar nasional terbatas sehingga jenis industri yang bisa masuk menjadi terbatas, harus menyediakan paket yang super menarik untuk memancing industri masuk ke kawasan industri (bisa berarti perlunya subsidi pemerintah daerah .

Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten Kampar di bawah kepemimpinan H Azis Zaenal-Catur Sugeng Susanto mengusung program 3i (Infrastruktur, Industri danInvestasi) yang menjadi program utama pemerintahan Azis Catur 5 (lima) tahun ke depan. Untuk mewujudkan ini semua, Azis-Catur mengharapkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat Kabupaten Kampar. Selain itu ada 8 program kerja utama yaitu pertama, membenahi sistem birokrasi pemerintahan. Kedua, mengerjakan penyelesaian infrastruktur, mengajak investor membangun industri atau disebut 3i (Infrastruktur, Investasi Dan Industri).

Ketiga, memberi peluang pada sumber daya manusia (SDM) yang profesional untuk berkembang di Kabupaten Kampar. Keempat, meningkatkan mutu pendidikan dan pelayanan kesehatan. Kelima, modernisasi pertanian. Keenam, memperkuat sistem keamanan. Ketujuh, melaksanakan prinsip TAP (Transparansi, Akuntabilitas, Partisipasi Masyarakat). Kedelapan, optimalisasi dana daerah sesuai kebutuhan.(adv)

Loading...


Berita lainnya..........
- Pembicara di Sekolah Tinggi Pariwisata Trisaksi, Bupati Ingin Sagu Meranti Go Nasional
- Peringati HPSN 2018, Pemko Gandeng Masyarakat Wujudkan Pekanbaru Bersih
- City Gas, Cara Pemko Pekanbaru Memudahkan Masyarakat Dapatkan Keperluan Rumah Tangga
- Kunjungi DPM-PTSP Pekanbaru,
Peserta Rakornas PTSP se-lndonesia Dapat Trik Jitu Layani Masyarakat

- Laporan Kinerja Sayed Abubakar Assegaf, Anggota DPR RI Dapil Riau I
- Bupati Harris : Terapkan K3 untuk Kesejahteraan Pekerja
- RSD Madani, Cara Wako Firdaus Wujudkan Mimpi Warga Pekanbaru Punya RS Sendiri
- Sedia Payung Sebelum Hujan: Pembibitan Kakao Jelang Peremajaan Sawit di Tapung
- Sukses Tuan Rumah Muskomwil I APEKSI,
24 Walikota Kagumi Kemajuan Pembangunan dan Teknologi Pekanbaru

- Riau Terima Penghargaan SAKIP Predikat B


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com