Home > Advertorial >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 19 Januari 2019 15:51
Bupati Bengkalis: Jangan 'Sunat' Bantuan Kesejahteraan Guru Honor Madrasah

Sabtu, 19 Januari 2019 15:47
Satlantas Polres Kuansing Deklarasikan MRSF

Sabtu, 19 Januari 2019 15:38
Polres Rohil Hadiri Pertemuan Silarurrahmi PWI Rohil

Sabtu, 19 Januari 2019 14:05
Pemkab Inhil Audiensi ke Kemenristek Dikti,
Pusat Akan Jadikan Inhil Kluster Kelapa Nasional


Sabtu, 19 Januari 2019 14:01
Satu 'Kurir' Sabu 10 Kg di Bengkalis Bebas dari Pidana Mati

Jum’at, 18 Januari 2019 21:51
Pemkab Kuansing Jajaki Kerjasama Membatik ke Balai Industri Padang

Jum’at, 18 Januari 2019 21:34
Belum Miliki Identitas, Seribuan Napi Lapas Bengkalis Jadi Target Rekam KTP El

Jum’at, 18 Januari 2019 19:02
Plt Bupati Kampar Serahkan DPA 2019 kepada Seluruh OPD

Jum’at, 18 Januari 2019 18:55
Ditangkap Setelah Anak Lahir, Pemuda Setubuhi Anak Bawah Umur di Rohul Diciduk Polisi

Jum’at, 18 Januari 2019 18:35
Dandim 0314 Silahturahmi ke Kantor Bupati Inhil

Jum’at, 18 Januari 2019 17:33
Tak Terdaftar di DPT di seluruh Indonesia,
Warga Pertanyakan Keabsahan Identitas Calon Anggota KPU Bengkalis Subhan Eka Putra


Jum’at, 18 Januari 2019 16:54
BPH Migas Beri Lampu Hijau, Meranti Bisa Jadi Kota Jargas

Jum’at, 18 Januari 2019 16:50
Sepanjang 2019, BRG Targetkan Restorasi 143.000 Hektare Gambut Konsesi Perusahaan Riau

Jum’at, 18 Januari 2019 16:46
Sambut Hari Bhakti ke-69,
Imigrasi Bengkalis Bersihkan dan Cat Museum


Jum’at, 18 Januari 2019 16:44
Bernasib Lebih Miris dari Andini,
Begini Kata Kades tentang Naufal yang Mengurusi Empat Adiknya




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 13 Desember 2017 19:29
Ciptakan KIK, Pemda Kampar Hadirkan Kementerian Perindustrian dan Pusat Studi UGM

Mewujudkan Kawasan Industri Kampar, berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kabupaten Kampar.

Riauterkini-BANGKINANGKOTA-Dalam rangka mewujudkan Kawasan Industri Kampar yangakan dibangun di Kabupaten Kampar. Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kabupaten Kampar untuk menggesa terwujudnya kawasan Industri Kabupaten Kampar tersebut.

Demikian terungkap dalam rapat koordinasi percepatan pengembangan KawasanIndustri Kabupaten Kampar yang digelar di ruang rapat lantai tiga kantor Bupati Kampar, Selasa (12/12/17). Rapat ini difasilitasi oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kampar dan dipimpin langsung olehBupati Kampar H Azis Zaenal Hadir pada kesempatan tersebut dua orang narasumber yakni, Direktur Pengembangan Investasi Kementerian Perindustrian RI Busharmaidi dan Peneliti Pusat Studi Perencanaan Regional Universitas Gajah Mada Yogyakarta Leksono Probo dan seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Kampar, Forkopimda Kabupaten Kampar, camat, ninik mamak dan tokoh masyarakat Kabupaten Kampar.

Bupati Kampar Azis Zaenal Pada kesempatan tersebut memaparkan tentang Pengembangan Kawasan Industri Kampar. Dalam paparannya Bupati Kampar menyampaikan berbagai keunggulan yang dimiliki Kabupaten Kampar untuk berinvestasi di Kabupaten Kampar terutama ditinjau dari segi geografis.

Dari segi geografis, Kabupaten Kampar merupakan satelit Kota Pekanbaru dimana 75 % mengelilingi Kota Pekanbaru, dilewati tol Pekanbaru-Padang, berdekatan dengan tol Pekanbaru-Dumai (Trans Sumatera),bebas gempa dan tujuan investasi terbesar di Sumatera.

Disampaikan Bupati Kampar bahwa untuk mewujudkan Kawasan Industri Kampar ini semua pihak harus bergerak cepat. “Kita harus bergerak cepat, kita tidak bisa menunggu, saya sudah enam bulan menjabat, dan ini sudah saatnya bisa kita wujudkan,” ujar Bupati.

Diungkapkan Bupati bahwa pemerintah daerah pada Tahun 2017, ini sudah mempersiapkan anggaran untuk pembebasan lahan. Hanya saja karena ada beberapa kendala untuk pembebasan, maka belum bisa di realisasikan pada tahun ini. “Padatahun 2018, segera kita bebaskan lahan tersebut,” ujarnya.

Kemudian menurut Bupati agar suatu daerah cepat berkembang maka daerah tersebut harus membuka diri terhadap investasi. Industri mutlak sudah harus dimulai di Kampar. Kampar harus bisa mengajak swasta untuk bisa bekerja sama. “Kita layani mereka dengan baik sehingga mereka mau menanamkan investasinya di Kampar,” kata Azis.

Sementara itu narasumber Direktur Pengembangan Insvestasi Kementerian Perindustrian RI Dr. Busharmaidi mengupas tentang Undang-undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian Pengganti UUNomor 5 Tahun 1984 dan PP Nomor 142 Tahun 2015 tentang Kawasan Industri. Disampaikan Busharmaidi bahwa yang selalu menjadi persoalan kawasan industri ini adalah masalah lahan (tanah), karena lahan ini akan berkaitan dengan tata ruang. “Sebaiknya bebaskan dulu tanahnya, baru buat masterplan, kalau masterplan dulu maka harga tanah akan naik secara drastis dan yang akan menikmatinya justru para cukong atau spekulan tanah,” katanya.

Menurut Busharmaidi, pihaknya Kementerian Perindustrian berkepentingan untuk menawarkan tanah murah kepada insvestor. “Jangan sampai tanah yang ditawarkan justru lebih mahal dari Pulau Jawa,” ulasnya.

Direktur menegaskan bahwa pihaknya siap berkerja sama dengan pemerintah daerah untuk mengembangkan kawasan industri. “Kami siap bekerja sama karena salah satu tugas kami adalah mengembangkan kawasan-kawasan industri,” imbuhnya.

Leksono Probo Subanu Peneliti Pusat Studi Perencanaan Regional Universitas Gajah Mada Yogyakarta menyampaikan materi tentang faktor-faktor pengembangan industri. Pemilihan lokasi industri dipengaruhi di antaranya, biaya transport dari sumber daya keindustri, harga atau sewa tanah, ketersediaan buruh, resiko politik, ketersediaan sarana prasarana umum, layanan keuangan/perbankandan sebagainya.

Untuk Kawasan Industri Kampar menurut Leksono ada point positif dan adapoint negatif. Point positifnya, dekat dengan kota Pekanbaru yang berkembang pesat, terlayani oleh jalan regional yang besar, belum ada saingan di Provinsi Riau untuk industri manufaktur. Point negatif di antaranya, akses ke pasar nasional terbatas sehingga jenis industri yang bisa masuk menjadi terbatas, harus menyediakan paket yang super menarik untuk memancing industri masuk ke kawasan industri (bisa berarti perlunya subsidi pemerintah daerah .

Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten Kampar di bawah kepemimpinan H Azis Zaenal-Catur Sugeng Susanto mengusung program 3i (Infrastruktur, Industri danInvestasi) yang menjadi program utama pemerintahan Azis Catur 5 (lima) tahun ke depan. Untuk mewujudkan ini semua, Azis-Catur mengharapkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat Kabupaten Kampar. Selain itu ada 8 program kerja utama yaitu pertama, membenahi sistem birokrasi pemerintahan. Kedua, mengerjakan penyelesaian infrastruktur, mengajak investor membangun industri atau disebut 3i (Infrastruktur, Investasi Dan Industri).

Ketiga, memberi peluang pada sumber daya manusia (SDM) yang profesional untuk berkembang di Kabupaten Kampar. Keempat, meningkatkan mutu pendidikan dan pelayanan kesehatan. Kelima, modernisasi pertanian. Keenam, memperkuat sistem keamanan. Ketujuh, melaksanakan prinsip TAP (Transparansi, Akuntabilitas, Partisipasi Masyarakat). Kedelapan, optimalisasi dana daerah sesuai kebutuhan.(adv)

Loading...


Berita lainnya..........
- Bupati Meranti Perintahkan SKPD Berdayakan Komunitas Adat Terpencil
- Bertemu Jokowi di Musrenbangnas 2018,
Wabup Meranti Minta Perhatian dan Prioritas Pembangunan

- Bupati Meranti Buka Acara APKASI Procurement Network 2018
- Kampung Sehat, Kampungnya Bengkalis Ber-PHBS
- Pemprov Papua Kembali Belajar Budidaya dan Pengelolaan Sagu di Kepulauan Meranti
- DPRD Pekanbaru Gelar Paripurna Jawaban Kepala Daerah Terhadap Pandangan Umum Fraksi
- Tingkatkan Pengumpulan,
DPRD Bengkalis Sahkan Perda Pengelolaan Zakat, Infak dan Sedekah

- Buka Musrembang 2018, Wabup Meranti Tegaskan Pentingnya Pembangunan Infrastruktur
- JMS Disdik dan Kejari Bengkalis,
Pelajar Pahami dan Sadar Hukum Sejak Dini

- '


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com