Home > Advertorial >>
Berita Terhangat..
Senin, 27 Mei 2019 15:23
H-7 Sampai H+7 Lebaran, BPJS Kesehatan Pastikan Masyarakat Tetap Dilayani

Senin, 27 Mei 2019 15:18
Pemerintahan MH Raih WTP ke-8 Kalinya

Senin, 27 Mei 2019 15:13
Ramadhan, Ratusan Warga Binaan Lapas Bengkalis Ikuti Kegiatan Religi

Senin, 27 Mei 2019 14:43
1.788 Napi di Riau Terima Remisi Idul Fitri

Senin, 27 Mei 2019 14:13
Buka Puasa Bersama KKIH Jakarta, Bupati Inhil Paparkan Program Pembangunan

Senin, 27 Mei 2019 14:10
Setiap Bulan, Disdik Pekanbaru Kumpulkan Zakat Guru Rp300 Juta

Senin, 27 Mei 2019 14:05
Terjun ke Sungai Kampar, Kandil Hilang Tenggelam

Senin, 27 Mei 2019 14:02
Hindari TB di Akhir Tahun, Pemko Pekanbaru Lakukan Rasionalisasi Anggaran

Senin, 27 Mei 2019 13:03
Mobnas ASN Bengkalis Vs Truk di Meredan, Siak

Senin, 27 Mei 2019 11:17
..

Senin, 27 Mei 2019 09:13
Hadiri Bukber Golkar Riau, Sukarmis Seolah Didaulat jadi Ketua DPRD Riau

Senin, 27 Mei 2019 07:07
Perdana, Pengurus Masjid Nurul Hidayah Rohil Santuni 12 Anak Yatim

Senin, 27 Mei 2019 07:05
Lantai Jembatan Perbatasan Rohil-Dumai Rusak Parah

Senin, 27 Mei 2019 06:54
Suara Surut di Pemilu 2019, Golkar Riau Ibaratkan Partainya Daun Rontok

Ahad, 26 Mei 2019 23:22
Bus Medan Jaya Vs Truck Tronton, Puluhan Penumpang Terluka



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 13 Desember 2017 19:29
Ciptakan KIK, Pemda Kampar Hadirkan Kementerian Perindustrian dan Pusat Studi UGM

Mewujudkan Kawasan Industri Kampar, berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kabupaten Kampar.

Riauterkini-BANGKINANGKOTA-Dalam rangka mewujudkan Kawasan Industri Kampar yangakan dibangun di Kabupaten Kampar. Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kabupaten Kampar untuk menggesa terwujudnya kawasan Industri Kabupaten Kampar tersebut.

Demikian terungkap dalam rapat koordinasi percepatan pengembangan KawasanIndustri Kabupaten Kampar yang digelar di ruang rapat lantai tiga kantor Bupati Kampar, Selasa (12/12/17). Rapat ini difasilitasi oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kampar dan dipimpin langsung olehBupati Kampar H Azis Zaenal Hadir pada kesempatan tersebut dua orang narasumber yakni, Direktur Pengembangan Investasi Kementerian Perindustrian RI Busharmaidi dan Peneliti Pusat Studi Perencanaan Regional Universitas Gajah Mada Yogyakarta Leksono Probo dan seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Kampar, Forkopimda Kabupaten Kampar, camat, ninik mamak dan tokoh masyarakat Kabupaten Kampar.

Bupati Kampar Azis Zaenal Pada kesempatan tersebut memaparkan tentang Pengembangan Kawasan Industri Kampar. Dalam paparannya Bupati Kampar menyampaikan berbagai keunggulan yang dimiliki Kabupaten Kampar untuk berinvestasi di Kabupaten Kampar terutama ditinjau dari segi geografis.

Dari segi geografis, Kabupaten Kampar merupakan satelit Kota Pekanbaru dimana 75 % mengelilingi Kota Pekanbaru, dilewati tol Pekanbaru-Padang, berdekatan dengan tol Pekanbaru-Dumai (Trans Sumatera),bebas gempa dan tujuan investasi terbesar di Sumatera.

Disampaikan Bupati Kampar bahwa untuk mewujudkan Kawasan Industri Kampar ini semua pihak harus bergerak cepat. “Kita harus bergerak cepat, kita tidak bisa menunggu, saya sudah enam bulan menjabat, dan ini sudah saatnya bisa kita wujudkan,” ujar Bupati.

Diungkapkan Bupati bahwa pemerintah daerah pada Tahun 2017, ini sudah mempersiapkan anggaran untuk pembebasan lahan. Hanya saja karena ada beberapa kendala untuk pembebasan, maka belum bisa di realisasikan pada tahun ini. “Padatahun 2018, segera kita bebaskan lahan tersebut,” ujarnya.

Kemudian menurut Bupati agar suatu daerah cepat berkembang maka daerah tersebut harus membuka diri terhadap investasi. Industri mutlak sudah harus dimulai di Kampar. Kampar harus bisa mengajak swasta untuk bisa bekerja sama. “Kita layani mereka dengan baik sehingga mereka mau menanamkan investasinya di Kampar,” kata Azis.

Sementara itu narasumber Direktur Pengembangan Insvestasi Kementerian Perindustrian RI Dr. Busharmaidi mengupas tentang Undang-undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian Pengganti UUNomor 5 Tahun 1984 dan PP Nomor 142 Tahun 2015 tentang Kawasan Industri. Disampaikan Busharmaidi bahwa yang selalu menjadi persoalan kawasan industri ini adalah masalah lahan (tanah), karena lahan ini akan berkaitan dengan tata ruang. “Sebaiknya bebaskan dulu tanahnya, baru buat masterplan, kalau masterplan dulu maka harga tanah akan naik secara drastis dan yang akan menikmatinya justru para cukong atau spekulan tanah,” katanya.

Menurut Busharmaidi, pihaknya Kementerian Perindustrian berkepentingan untuk menawarkan tanah murah kepada insvestor. “Jangan sampai tanah yang ditawarkan justru lebih mahal dari Pulau Jawa,” ulasnya.

Direktur menegaskan bahwa pihaknya siap berkerja sama dengan pemerintah daerah untuk mengembangkan kawasan industri. “Kami siap bekerja sama karena salah satu tugas kami adalah mengembangkan kawasan-kawasan industri,” imbuhnya.

Leksono Probo Subanu Peneliti Pusat Studi Perencanaan Regional Universitas Gajah Mada Yogyakarta menyampaikan materi tentang faktor-faktor pengembangan industri. Pemilihan lokasi industri dipengaruhi di antaranya, biaya transport dari sumber daya keindustri, harga atau sewa tanah, ketersediaan buruh, resiko politik, ketersediaan sarana prasarana umum, layanan keuangan/perbankandan sebagainya.

Untuk Kawasan Industri Kampar menurut Leksono ada point positif dan adapoint negatif. Point positifnya, dekat dengan kota Pekanbaru yang berkembang pesat, terlayani oleh jalan regional yang besar, belum ada saingan di Provinsi Riau untuk industri manufaktur. Point negatif di antaranya, akses ke pasar nasional terbatas sehingga jenis industri yang bisa masuk menjadi terbatas, harus menyediakan paket yang super menarik untuk memancing industri masuk ke kawasan industri (bisa berarti perlunya subsidi pemerintah daerah .

Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten Kampar di bawah kepemimpinan H Azis Zaenal-Catur Sugeng Susanto mengusung program 3i (Infrastruktur, Industri danInvestasi) yang menjadi program utama pemerintahan Azis Catur 5 (lima) tahun ke depan. Untuk mewujudkan ini semua, Azis-Catur mengharapkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat Kabupaten Kampar. Selain itu ada 8 program kerja utama yaitu pertama, membenahi sistem birokrasi pemerintahan. Kedua, mengerjakan penyelesaian infrastruktur, mengajak investor membangun industri atau disebut 3i (Infrastruktur, Investasi Dan Industri).

Ketiga, memberi peluang pada sumber daya manusia (SDM) yang profesional untuk berkembang di Kabupaten Kampar. Keempat, meningkatkan mutu pendidikan dan pelayanan kesehatan. Kelima, modernisasi pertanian. Keenam, memperkuat sistem keamanan. Ketujuh, melaksanakan prinsip TAP (Transparansi, Akuntabilitas, Partisipasi Masyarakat). Kedelapan, optimalisasi dana daerah sesuai kebutuhan.(adv)

Loading...


Berita lainnya..........
- Rangkaian Peringatan HUT ke-73 RI Pemkab Pelalawan
- Siapkan Berbagai Wahana Permainan,
Pemda Pelalawan Kembangkan Danau Tajwid Salah Satu 'Destinasi' Wisata Lokal

- Digelar Seminar Internasional,
Sekjen Menperin RI Dukung 'Technopark' Pelalawan

- 4 Annual ASEAN Sago Symposium 2018,
Irwan Kembali Kampanyekan Sagu Terbaik Asal Meranti Masuk Komoditas Pangan Nasional

- Goyang Poco-Poco Pecahkan Rekor Dunia dan Road To Asian Games
- Gubri Antusias Ikuti Senam Poco-poco
- Wabup Meranti Meninjau Rehab Rumah Bantuan Kemensos RI di Tebing Tinggi Timur
- Hadir di Inhu, Pertamina RU II Dumai Menuju Proper Emas
- Program Desa Bebas Api RAPP Berhasil Kurangi Karhutla
- Bupati Meranti Tampil Sebagai Pembicara Seminar Nasional Pengelolaan Aset Daerah di MEP FE UGM Jogyakarta


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com