Home > Advertorial >>
Berita Terhangat..
Kamis, 21 Maret 2019 08:04
ICMI Rohil Ajak Masyarakat Dukung Rencana Pembangunan Masjid Muhammaf Ceng Ho

Rabu, 20 Maret 2019 22:08
Lahan Gambut di Kawasan 7 Kecamatan Kembali Terbakar

Rabu, 20 Maret 2019 22:04
Bupati Kampar Tandatangani Zona Integritas di BPN Kampar

Rabu, 20 Maret 2019 21:15
Jelang Kampanye Terbuka, Bawaslu Bengkalis Ajak Kawal Pemilu

Rabu, 20 Maret 2019 20:48
Bupati Kuansing Berharap Sejumlah Usulan Musrenbang Bisa Menjadi Skala Prioritas Provinsi

Rabu, 20 Maret 2019 19:10
Paska Tujuh Tahanan Kabur, Proses Sidang di PN Pelalawan Berjalan Normal

Rabu, 20 Maret 2019 19:07
Peringatan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut se-Dunia 2019, Ribuan Murid SD di Rohul Sikat Gigi Massal

Rabu, 20 Maret 2019 19:02
DPTb Diplenokan, Bawaslu Bengkalis Sampaikan 5 Poin Rekomendasi ke KPU

Rabu, 20 Maret 2019 18:57
Musrenbang 2020, Bupati Bengkalis Sebut Capaian RPJMD 2016-2021 Akan Dievaluasi

Rabu, 20 Maret 2019 18:36
KPU Kuansing Pekerjakan Ratusan Masyarakat Lipat Surat Suara

Rabu, 20 Maret 2019 18:32
PN Pasirpangaraian Canangkan Zona Integritas untuk Mewujudkan WBK WBBM

Rabu, 20 Maret 2019 18:26
Penyalaan Belum Normal, PLN Bengkalis Gesa Perbaikan Mesin Rusak

Rabu, 20 Maret 2019 18:20


Rabu, 20 Maret 2019 18:16


Rabu, 20 Maret 2019 17:50
'Diancam' Potong Tunjangan, ASN Ramai-ramai Hadiri Safari Dakwah TGB



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 13 Agustus 2018 13:55
Digelar Seminar Internasional,
Sekjen Menperin RI Dukung 'Technopark' Pelalawan

Sempena HUT ke-61 Riau, digelar Seminar Internasional Teknologi di Kawasan Teknopolitan Langgam. Pemerintah RI menyatakan dukungannya terhadap Technopark Pelalawan.

Riauterkini-Sekretaris Jenderal (Sekjen) mewakili Menteri Perindustrian (Menperin) Republik Indonesia, Harris Munandar secara resmi membuka seminar internasionlal dalam rangka Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) ke-23.

Seminar tersebut di gelar di auditorium gedung Sekolah Tinggi Teknologi Pelalawan (ST2P), kawasan Techno Park Pelalawan, Kamis (9/8/18).

Seminar internasional ini bertepatan pula dengan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-61, Sekjen Menperin Harris Munandar terkesima dengan keberadaan kawasan Techno Park kabupaten Pelalawan.

"Seharusnya, Menperin Pak Airlangga sudah menjadwalkan hadir untuk membuka seminar internasional ini, akan tetapi beberapa hari ini, beliau tidak bisa meninggalkan Jakarta. Jadi saya diutus untuk membukanya," terang Sekjen Menperin.

Menurutnya, pemerintah mendukung keberadaan Techno Park di Kabupaten Pelalawan. Ada beberapa hal menjadi patokan diantaranya, didirikan ST2P dikawasan Techno Park ini sangat membantu tumbuh kembangnya dunia pendidikan terutama di Dirjen Dikti.

"Pemerintah sangat mendukung ST2P Pelalawan, dia berperan membangun sumber daya manusia (SDM) khususnya, di kabupaten Pelalawan," terangnya.

Apalagi imbuhnya, ST2P berdiri megah dan kokoh di kawasan Techno Park. "Ini tentunya, sejalan. Jadi kita melihatnya bernilai ekonomis tinggi," tandasnya.

Pada kesempatan tersebut Sekretaris Jendral Kementerian Perindustrian (Kemenperin), DR Harris Munandar, membuka seminar internasional teknologi di Kawasan Teknopolitan Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan, Kamis (9/8/18). Kegiatan dipusatkan di gedung kampus Sekolah Tinggi Teknologi Pelalawan (ST2P).

Harris Munandar yang mewakili Menteri Perindustrian Air Langga, menyampaikan beberapa pesan terkiat perindustrian kelapa sawit di Indonesia. Termasuk perkembangan teknologi dalam industri hulu maupun hilir sawit yang akan dikembangkan di ST2P.

"Perkembangan teknologi harus selaras dengan dunia industri kelapa sawit," kata Harris Munandar.

Sekjen Harris Munandar menyatakan, saat ini banyak kampanye hitam terhadap dunia industri kelapa sawit di Indonesia. Kampanye negatif ini menjadi pengekangan dan ancaman tersendiri di Indonesia yang hembuskan oleh dunia Eropa.

Isu yang dihembuskan yakni kelapa sawit Indonesia tidak ramah terhadap lingkungan, merusak alam, hingga kebun sawit yang dibangun dalam kawasan hutan.

"Ini harus dilawan dengan menunjukan kualitas sawit Indonesia yang berdaya saing tinggi dan ramah lingkungan," tandasnya.

Penelitian terhadap turunan kelapa sawit yang dijadikan menjadi komoditi tersendiri menjaid tugas bersama. Agar mampun menyaingin isu negatif atas dunia kelapa sawit Indonesia.

Sementara itu bupati Pelalawan, HM Harris menyatakan, seminar internasional dalam peringatan Harteknas menjadi kesinambungan program di Kawasan Teknopolitan. Bukan perkara mudah bagi pemda dalam mewujudkan Kawasan Tekno Park dan proses pembangunannya. Komitmen yang kuat untuk menjalankan dan mewujudkan secara penuh.

"Kami sangat butuh dukungan pemerintah pusat dalam mewujudkan Kawasan Teknopolitan ini. Sebagai pusat pendidikan dan inovasi teknologi di bidang industri kepala sawit," jelasnya.

Mantan Ketua Adkasi ini menjelaskan seminar internasional menunjang 7 Program Strategis Pemerintah Daerah yakni melalui Pelalawan Inovatif. Dirinya menambahkan bahwa masyarakat pelalawan 75 persen menggantungkan penghasilannya melalui perkebunan kelapa sawit. Diharapkan melalui seminar ini petani kebun kita tidak hanya sebagai pemilik dan pekerja kebun akan tetapi bisa mandiri dengan arti kata mereka sebagai pemilik kebun,mengolah sendiri dan bahkan bisa melakukan pemasarannya langsung.

Hal demikian tentunya menjadi harapan dari Pemerintah Daerah, masyarat bisa menumbuhkan kemandiriannya dengan inovasi serta teknologi yang tepat guna karena hasil yang diperoleh bukan saja CPO akan tetapi petani kebun kita bisa mengolah dengan menghasilkan turunan dari sawit tersebut seperti alga,omega bahkan limbah sendiri bisa di pasarkan menjadi nilai ekonomis yang baik bagi pendapatan masyarakat kita.

Terakhir mantan Ketua DPRD Pelalawan ini optimis dengan pelaksanaan seminar internasional ini kita khususnya bangsa indonesia bisa maju dan sejajar dengan negara lain terutama dalam penerapan inovasi dan teknologi.

Setelah seminar dibuka, acara dilanjutkan dengan seminar yang mendatangkan pemateri dalam dalam dan luar negeri. Peserta yang berjumlah 500 orang dari berbagai perguruan tinggi dan perusahaan sawit akan diboboti dengan teknologi terbarukan dalam dunia insdutri.

Komit Bangun Kawasan Teknopolitan

Bupati Pelalawan, HM Harris, tetap berkomitmen membangun Kawasan Teknopolitan di Kecamatan Langgam hingga sisa masa jabatannya tahun 2021 nanti. Program ini yang menjadi andalan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan.

"Kawasan teknopolitan ini akan menjadi pusat industri sekaligus pusat pendidikan dan riset. Pengolahan kelapa sawit mulai dari hulu sampai hilir," beber Harris.

Dijelaskannya, beberapa investor akan ditarik untuk menanamkan modalnya di Teknopolitan untuk membangun pusat industri yang dibutuhkan dalam kelapa sawit. Serta pusat penelitian pengembangan kelapa sawit hingga turunannya.

Dalam waktu dekat ada investor yang akan membangun pabrik minyak kelapa sawit mini di Teknopolitan. Ke depan ia akan menarik investor lainnya untuk ikut membangun dan berinvestasi di Teknopolitan.

Disisi lain, Harris terus memajukan Sekolah Tinggi Teknologi Pelalawan (ST2P) yang gedungnya sudah berdiri megah di kawasan Teknopark, nama lain dari Teknopolitan. Dua tahun terakhir, 130 mahasiswa sudah ditampung di gedung kuliah sementara di Kecamatan Bandar Seikijang. Kedepan jumlah mahasiswa akan meningkat dengan merangsang putra daerah yang ingin kuliah.

"Saya sudah meminta seluruh perusahaan agar menyalurkan beasiswa kepada mahasiswa ST2P dua orang setiap perusahaan per tahunnya. Dengan seperti ini dunia pendidikan kita akan semakin maju," tandas Harris.

Harris membeberkan seluruh mimpi dan visinya dalam membangun Pelalawan secara panjang lebar. Termasuk keberhasilannya mendongkrak tingkat elektrifikasi dari 14 persen hingga ke angka 70 persen.***(Adv)

Loading...


Berita lainnya..........
- Safari Ramadan RAPP 1439 H,
Salurkan 3.150 Paket Sembako dan Santuni 3.245 Anak Yatim

- Pemkab Inhil Kembali Raih WTP
- PT Musim Mas Normalisasi Sungai Batang Napuh, Camat Adnan: 'Besar Mamfaatnya Ketimbang Mudorat'
- Upaya Capai Target Rp 15 Miliar, Bapenda Rohul Beri Bimtek 306 Admin Desa Program Mandiri PBB-P2
- Bupati Meranti Perintahkan SKPD Berdayakan Komunitas Adat Terpencil
- Bertemu Jokowi di Musrenbangnas 2018,
Wabup Meranti Minta Perhatian dan Prioritas Pembangunan

- Bupati Meranti Buka Acara APKASI Procurement Network 2018
- Kampung Sehat, Kampungnya Bengkalis Ber-PHBS
- Pemprov Papua Kembali Belajar Budidaya dan Pengelolaan Sagu di Kepulauan Meranti
- DPRD Pekanbaru Gelar Paripurna Jawaban Kepala Daerah Terhadap Pandangan Umum Fraksi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com