Home > Advertorial >>
Berita Terhangat..
Kamis, 21 Pebruari 2019 12:35
Polres Bengkalis Musnahkan Puluhan Bal Pakaian Bekas dan Ratusan Karung Bawang Ilegal

Kamis, 21 Pebruari 2019 10:39
PT Ramajaya Pramukti Gandeng Tiga Lembaga Wujudkan Peremajaan Kelapa.Sawit di Kampar

Kamis, 21 Pebruari 2019 09:19
Ketika Legislator Bagus Santoso Takjub Sekaligus Prihatin Melihat Obyek Wisata Air Sikabau Jaya

Kamis, 21 Pebruari 2019 08:17
237 Honorer Lulus Administrasi P3K  Pemkab Bengkalis

Rabu, 20 Pebruari 2019 23:00
Edarkan Shabu, Pasangan Suami Istri Warga Karya Indah ini diciduk Polsek Tapung

Rabu, 20 Pebruari 2019 20:51
Bupati Inhil Pimpin Rapat Penyelesaian Kredit Kelompok Tani Dengan BNI

Rabu, 20 Pebruari 2019 18:07
Bersama IBI Pekanbaru, Disdalduk KB Siap Wujudkan KKBPK

Rabu, 20 Pebruari 2019 18:01


Rabu, 20 Pebruari 2019 17:50
Syamsuar dan Edy Natar Diajak Jenguk Ruang Penjara KPK

Rabu, 20 Pebruari 2019 17:36
Dinsos Bengkalis Sosialisasikan Penyaluran Bansos Rastra dan Bantuan Pangan Non Tunai

Rabu, 20 Pebruari 2019 17:34
Dilantik Presiden,
Bupati Bengkalis Siap Dukung Visi Misi Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Baru


Rabu, 20 Pebruari 2019 17:28
Hujan Lebat, Beberapa Desa Kebanjiran di Kuansing

Rabu, 20 Pebruari 2019 17:25
Miris, Gedung Parkir Senilai Rp 4,7 Miliar di Duri, Bengkalis Mulai Beralih Fungsi

Rabu, 20 Pebruari 2019 16:54
Pemkab Rohul Punya 4 Target Pembangunan Daerah Tahun 2020, Perbankan Siap Backup

Rabu, 20 Pebruari 2019 15:28
Datangi KPK Pasca Dilantik, Syamsuar Berkomitmen Lawan Korupsi



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 17 Agustus 2018 13:27
Siapkan Berbagai Wahana Permainan,
Pemda Pelalawan Kembangkan Danau Tajwid Salah Satu 'Destinasi' Wisata Lokal

Pemkab Pelalawan serius akan mengembangkan Danau Tajwid di Kelurahan Langgam. Sejumah fasilitas dan sarana hiburan dan permainan kini tengah disiapkan di sana.

Riauterkini-Sebuah lokasi wisata sedang dikembangkan saat ini di Kelurahan Langgam Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan bernama Danau Tajwid. Perpaduan antara suasana alam nan asri digabung dengan berbagai permainan. Termasuk berbagai wahana permainan memacu adrenalin.

Dana Tajwid ditempuh baik kenderaan roda dua maupun roda empat memakan waktu kurang lebih setengah jam dari Pangkalan Kerinci ibukota Pelalawan.

Berkunjung kekawasan ini harus mengambil jalan aspal berbelok ke kanan sebelum menuju penyeberangan ponton Sungai Kampar. Setelah menyusuri jalan aspal menuju Langgam, kemudian berbelok ke kanan beberapa meter sebelum Jembatan Langgam. Jalan terus mengikuti akses yang sudah ada dari tepi sungai Kampar.

Sebelum tiba di Danau Tajwid atau kerap juga disebut Dana Kajwik, mata akan dimanjakan dengan pemandangan alam yang indah. Dimana banyak pohon besar dan tinggi, tempat monyet dan binatang lain bergelantungan seraya menyapa para pengunjung. Setelah sampai di lokasi Danau Tajuwid, akases jalan sudah terhubung dan bisa dilewati mobil maupun sepeda motor. Danau yang terhampar ditengah menjadi daya tarik tersendiri.

Dibahagian tengah tampak beberapa alat berat, kendaraan, dan pekerja sedang bekerja meratakan jalan hingga membangun tower besi untuk wahana Flying Fox setinggi hampir 30 meter. Selain Flying Fox, wahana permainan lain yang bisa dinikmati yakni Flying Fish ditengah danau.

"Kalau Flying Fox ini panjangnya sekitar 230 meter ke ujung sana," kata pengelola Danau Kajuwid, Bhaktiar Ismail, salah seorang pengelola ketika diketemui dilokasi. Bahkan kami awak media yang meninjau langsung berkesempatan berkunjung ke lokasi wisata itu bersama rombongan Bupati Pelalawan HM Harris beserta Kepala Disparbudpora Andi Yuliandri, Kepala Bappeda Syahrul Syarif, Kepala BPBD Hadi Penandio, dan beberapa staff pegawai, beberapa waktu yang lalu.

"Ini tinggal membuat pagar disamping dan memperkokoh lagi. Sama yang lain-lain yang perlu. Tapi sekarang sudah bisa dipakai kok," tambah Bhaktiar Ismail.

Untuk Flying Fish juga sudah bisa dinikmati. Sampan karet yang dibentuk sedemian rupa untuk dinaiki empat orang, sama seperti dilokasi wisata lainnya. Bentuknya mirip Banana Boat apabila digabung tiga unit dengan penampang dibagian depan dan samping kiri-kanannya.

Flyng Fish dimainkan dengan bantuan speedboat sedang untuk menarik dan memainkan irama sesuai dengan ayunan spedd. Kami awak media berkesempatan menjajal wahanan diatas air ini bersama tiga orang lainnya. Setelah menggunakan pelampung sebagai safety, pemain digiring ke atas perahu karet tak bermesin itu.

Pemain duduk layaknya menunggang kuda dengan memegang hendel tali yang sudah ada dibagian depan, dengan formasi dua orang dibagian tengah dan masing-masing satu orang disamping kiri maupun kanan. Awak media duduk dibagian tengah depan yang berhadapan langsung ke arahan depan. Menggunakan tali khususnya, ujungnya diikat ke speedboat dan ujung lainnya dikaitkan ke Flying Fish.

Bupati Harris bertindak sebagai kapten speed berangkat dari dermaga khusus yang sudah didesain. Kecapatan speed sangat terasa pada perahu karet yang ditariknya. Setelah keluar dari dermaga danau dan bebas hambatan, adrenalin mulai dipacu dengan memacu kecepatan speed.

Semakin kencang, Flying Fish semakin terangkat ke udara dengan posisi berdiri dan bahkan sekali-sekali terbang tanpa menyentuh air.

"Pegang kuat-kuat, jangan sampai lepas," teriak teman yang duduk disamping kiri. Adrenalin semakin terpacu dikala speed diolengkan ke kanan dan ke kiri, serta gasnya dikejutkan. Tubuh seakan terbanting dan terlempar ke danau. Disaat berbelok, kemiring hampir mendekati 90 derajat dimana percikan air semakin membahasahi kaki dan badan.

Kapten speed mengitari danau dengan hentakan gas dan manuver beragam, membuat pemain Flying Fish semakin berteriak kencang dan jantung dipompa semakin kuat. Pada putaran kedua, pemain yang dibelah kiri, sebelumnya memberikan peringatan, terlempar ke air lantaran manuver ke kiri.

Tak sampai disitu saja, setelah menolong pemain yang jatuh ke atas speed, Bupati Harris menggantikan posisinya disebelah kiri dan kembali mengitari danau Kauwid dengan sensai yang beragam. Hingga peserta menyerah dan speed kembali ke dermaga. "Intinya pegangan harus kuat dan jangan melawan arus angin, diikuti saja," kata Harris kepada peserta yang terjatuh setelah sampai ke darat. Bupati Harris menuturkan, selain kedua wahana itu para pengelola, termasuk dirinya, akan membangun puluhan lebih wahana lain diatas lahan danau seluas 21 hektar itu. Berbaai permainan dari lokasi wisata akan diserap dan dioperasikan di Danau Kajuwid. Termasuk 'waterpark'. Investasi dana telah disiapkan secara berangsur untuk menyulap Danau Kajuwik menjadi lokasi wisata yang menarik wisatawan dari dalam dan luar Pelalawan. Ia yakin Danau Kajuwik akan berkembang apabila warga setempat ikut mendorong dan membangun serta peduli.

Pemda Pelalawan juga sudah menunjukan keseriusannya dalam mengembangkan wisata itu. Dengan membangunan beberapa gazebo, kamar mandi, serta tempat santai ditepi danau. Kedepan infrastruktur lain akan ditambah sesuai kebutuhan. Tertarik, silakan datang bersama keluarga tercinta, ke danau Tajwid.***(adv)

Loading...


Berita lainnya..........
- PT Musim Mas Normalisasi Sungai Batang Napuh, Camat Adnan: 'Besar Mamfaatnya Ketimbang Mudorat'
- Upaya Capai Target Rp 15 Miliar, Bapenda Rohul Beri Bimtek 306 Admin Desa Program Mandiri PBB-P2
- Bupati Meranti Perintahkan SKPD Berdayakan Komunitas Adat Terpencil
- Bertemu Jokowi di Musrenbangnas 2018,
Wabup Meranti Minta Perhatian dan Prioritas Pembangunan

- Bupati Meranti Buka Acara APKASI Procurement Network 2018
- Kampung Sehat, Kampungnya Bengkalis Ber-PHBS
- Pemprov Papua Kembali Belajar Budidaya dan Pengelolaan Sagu di Kepulauan Meranti
- DPRD Pekanbaru Gelar Paripurna Jawaban Kepala Daerah Terhadap Pandangan Umum Fraksi
- Tingkatkan Pengumpulan,
DPRD Bengkalis Sahkan Perda Pengelolaan Zakat, Infak dan Sedekah

- Buka Musrembang 2018, Wabup Meranti Tegaskan Pentingnya Pembangunan Infrastruktur


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com