Home > Advertorial >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 25 Mei 2019 16:14
Kasat Lantas Cek Kesiapan Personel dan Kendaraan Dinas Jelang Idul Fitri 2019

Sabtu, 25 Mei 2019 16:09
Wisuda UIR Periode II Tahun 2019, Hermanto Duduki Pemuncak Tingkat Universitas

Sabtu, 25 Mei 2019 14:54
Nikmati 4Gpluskuat Saat Berbuka Puasa

Sabtu, 25 Mei 2019 14:02
Bupati Harapkan Program Listrik Desa di Inhil Dapat Digesa

Sabtu, 25 Mei 2019 13:11
Tanpa Dana Desa, Pembangunan Tak Kan Merata di Kuansing

Sabtu, 25 Mei 2019 13:08
Berbagi Kebahagiaan, PT Rifan Financindo Berjangka Pekanbaru Santuni Puluhan Anak Yatim

Sabtu, 25 Mei 2019 07:19
Bupati Kampar Lantik 11 Pejabat Eselon II

Jum’at, 24 Mei 2019 22:02
Imigrasi Bengkalis Santuni Anak Panti Asuhan

Jum’at, 24 Mei 2019 21:49
Pemkab Bengkalis Ingatkan Seluruh Perusahaan Segera Bayarkan THR

Jum’at, 24 Mei 2019 21:41
Buka Puasa Bersama Ramadhan, PT EDI Rohul Salurkan Bantuan dan Berbagi dengan Kaum Dhuafa

Jum’at, 24 Mei 2019 21:38
Safari Ramadan 1440 H, Wagubri Shalat Tarawih dan Serahkan Bantuan di Mesjid Agung Al Huda Tembilahan

Jum’at, 24 Mei 2019 21:32


Jum’at, 24 Mei 2019 20:15
Serunya Midnight Sale di Mal SKA, Diskon Melimpah Sampai 70 Persen

Jum’at, 24 Mei 2019 20:03


Jum’at, 24 Mei 2019 19:29
Mahasiswa UR Taja Kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa di SMA Negeri Pintar Provinsi Riau



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 16 Oktober 2018 10:28
Mudahnya Masyarakat Empat Kecamatan Cetak e-KTP di Duri

Masyarakat empat kecamatan kini tak repot lagi. Mereka sudah bisa cetak e-KTP di Duri.

Riauterkini – DURI – Guna memberikan pelayanan prima kepada masyarakat dan sesuai Visi dan Misi Bupati Bengkalis, Amril Mukminin saat kampanye menyampaikan janjinya kepada Masyarakat Kabupaten Bengkalis, khususnya di Kecamatan Mandau, Kecamatan Bathin Solapan, Kecamatan Pinggir dan  Kecamatan Talang Muandau, yang ingin memiliki Elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP), kini  terwujud sudah.

Masyarakat tak harus datang ke Dinas Kependudukan  dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) yang ada di Ibukota Bengkalis. Hal tersebut dirasa perlu dengan mempertimbangkan daya tempuh, biaya dan lainnya yang mesti dijalani masyarakat. Selain itu, KTP dirasa sangat penting, apalagi memasuki tahun politik 2019. Masyakat sangat sangat membutuhkan identitas diri guna menyalurkan hak suaranya.

Terkait dengan pelayanan pengurusan e-KTP, khusus bagi empat kecamatan, Pemerintah Kabupaten Bengkalis berusaha untuk lebih mendekatkan dengan masyarakat. Khususnya dalam hal pencetakan e-KTP sudah bisa dilaksanakan di Unit Pelaksana Teknis Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil di Mandau.

Terlebih-lebih, pada awal September 2018 lalu, Bupati Bengkalis Amril Mukminin, telah menandatangan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 26 Tahun 2018, tentang Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD),  dasar semua tugas Dukcapil sudah bisa di UPT, tidak perlu langsung ke Dinas Dukcapil Kabupaten Bengkalis.

Diantara Perbup tersebut, berisi tentang kewenangan UPT Disdukcapil Duri mencetak KTP warga. Namun hanya dikarena peralatan belum mencukupi, untuk sementara pencetakan KTP baru sebatas di UPT Kecamatan Mandau dan Dinas Dukcapil Kabupaten. Sehingga warga di empat kecamatan daratan Pulau Sumatera ini dapat terlayani.

Kewenangan pencetakan KTP di UPT tersebut, semata-mata untuk memudahkan masyarakat yang jauh dari ibu kota kabupaten untuk mendapatkan kartu identitas diri.

Selama ini, warga dari luar pulau Bengkalis, terlebih di Kecamatan Mandau, Kecamatan Bathin Solapan, Kecamatan Pinggir dan Kecamatan Talang Muandau, Kecamatan Rupat dan Kecamatan Rupat Utara, selain membutuhkan waktu, harus mengeluarkan uang untuk transportasi ke ibu kota kabupaten yang lumayan besar. Kini, hal tersebut tiada lagi dirasakan khususnya masyarakat daratan di empat Kecamatan tersebut.

Saat ini Kabupaten Bengkalis telah  memiliki lima unit printer percetakan KTP. Dari jumlah tersebut, dua diantaranya diletakkan di UPT Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Mandau.

Kepala Dinas Dukcapil Bengkalis, Rinaldi, menjelaskan saat ini warga yang masuk daftar tunggu pencetakan KTP atau disebut PRR (pre ready record) berjumlah sekitar 32.500 lebih, ditambah lagi berkas masuk sekitar 8.000 buah yang mungkin sebagaian PRR.

"PRR, kondisi KTP warga yang tinggal dicetakan. Kelompok yang baru membuat KTP," ujar Rinaldi.

Rinaldi menghimbau kepada masyarakat yang sifatnya tak dalam keadaan darurat untuk mengurus KTP, untuk tidak perlu datang ke UPT.  Karena pihak Dinas Dukcapil membuat pengumuman di masing masing kantor UPT Kecamatan, nama-nama yang masuk PRR.

"Kalau sudah ada nama dan cocok dengan NIK, maka langsung bisa dicetak. Selanjutnya, waktu pengambil cukup membawa foto copy KK terakhir.Ini sifatnya temporer, mudah-mudahan kedepannya, dalam posisi bisa dibantu," ungkap Rinaldi.

Untuk melengkapi jumlah printer pencetakan KTP, tersedia pada setiap UPTD, pihak Dinas Dukcapil akan mengusulkan Perubahan APBD. "Apabila diloloskan maka pencetakan KTP bisa dilaksanakan di seluruh UPTD. Mudah-mudahan diloloskan," ungkap Rinaldi.

Terpisah, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dukcapil Kecamatan Mandau, Dra Irdawati mengatakan hingga memasuki awal bulan September 2018, daftar tunggu e-KTP di empat Kecamatan, masing masing Kecamatan Mandau, Kecamatan Bathin Solapan, Kecamatan Pinggir dan Kecamatan Talang Muandau telah mencapai angka 16.975.

" Untuk daftar tunggu sementara telah mencapai angka 16.975 dan jumlah itu dapat bertambah setiap harinya, sementara blanko KTP yang kita dapatkan hanya berkisar 2000 saja. Meski diluar target, namun tetap akan kita optimalkan,"ujarnya.

Ditambahkan Irdawati, meski belum optimal dalam segi pelayanan dengan jumlah mesin pencetak yang hanya berjumlah 3 unit saja, namun hal tersebut dirasa sangat membantu kebutuhan masyarakat yang ingin memiliki data diri.

Selain antrian masyarakat yang ingin memiliki KTP sangat tinggi, kunjungan masyarakat yang datang untuk mengurus keperluan lain juga cukup tinggi."Kartu Keluarga juga cukup tinggi. Permohonan pembuatan baru sehari dapat mencapai 70 berkas dan sekala keseluruhan mencapai 300 berkas,"ungkapnya.

"Saat ini, kita tengah terus mencoba untuk melakukan terobosan baru dengan memberikan pelayanan pengurusan KK sehari selesai, namun perihal jaringan yang terkadang bermasalah, belum dapat kita wujudkan dan berharap terobosan ini dapat terealisasi secepatnya,"tambah Irdawati.

Ruli, salah seorang warga Kecamatan Talang Muandau, sebagai daerah paling ujung dan dikawasan yang susah ditembus apalagi jika musim penghujan tak dapat menyembunyikan kegembiraannya akan hadirnya mesin pencetak data diri KTP tersebut di Kecamatan Mandau, namun kegembiraan itu masih belum dirasa memudahkan masyarakat sesama dirinya yang berada di pelosok desa mencapai Kota Duri."Jujur, kami senang jarak tempuh dan biaya kami dalam mengurus administrasi kependudukan teratasi dari semula di Bengkalis, sekarang di Duri, tetapi kami akan lebih terbantu lagi jika pencetakan KTP ini bisa kami dapatkan di Kecamatan kami sendiri dikarenakan sarana dan prasana keluar dan masuk daerah kami yang jauh dan sangat memprihatinkan. Intinya kami lebih mensyukuri lagi jika bisa dicetak di Kecamatan kami sendiri, Talang Muandau,"pintanya.

Untuk itu, dirinya memohon kepada Bupati Bengkalis, Amril Mukminin agar dapat segera mungkin memahami dan mewujudkan mimpi masyarakat Kecamatan Tualang Mandau dapat mencetak identitas sendiri tanpa harus keluar dari kampung yang memiliki medan jalan kurang baik."Bukan tidak bersyukur dengan program ini, namun alangkah baiknya Kecamatan kami dapat mencetak KTP sendiri dari pada masih menumpang ke Kecamatan lain,"tuturnya.

Terpisah, Anggota Komisi I, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bengkalis, Pipit Lestari juga menyambut baik kebijakan yang dilakukan Bupati Bengkalis dan perpanjangan tangannya itu, Hal tersebut sesuai dengan program Pelayanan satu pintu.

"Sangat bagus, membantu masyarakat. Sebelumnya juga saat adanya wacana kewenangan pencetakan KTP itu, kita cepat merespon sebagai wakil rakyat dikarenakan selama ini masyarakat sudah sangat terbebani dengan berbagai permasalahan selain rentan waktu dan biaya yang dikeluarkan dengan sebelumnya harus berangkat ke ibukota Kabupaten di Bengkalis. Kini semuanya telah berubah bagaikan gelap berganti terang,"ujarnya.

Kedepannya guna terus mengeksiskan aturan tersebut, dikatakan Polisi asal Partai berjuluk Restorasi asal Kecamatan Pinggir itu bertekad terus akan mengawal segala sesuatunya. Mulai dari Anggaran hingga pengadaan peralatan pencetak KTP hingga empat Kecamatan didaratan Bengkalis tersebut dapat mandiri dan memiliki kewenangan penuh, tidak harus dipusatkan di Kecamatan Mandau.

"Untuk saat ini sebenarnya di Kecamatan Pinggir sudah bisa mencetak KTP sendiri untuk warganya, namun mengingat keterbasan alat pencetaknya yang hanya satu unit, dirasa belum optimal. Dengan adanya pengadaan alat pencetak di tahun 2019, kita opstimis masing masing di empat Kecamatan tersebut bisa mencetak sendiri kedepannya dengan pengadaan 15 Unit printer dan 10 unit komputer untuk menunjang pelayanan. Tapi untuk angka pastinya, silahkan tanyakan lagi ke Kadisdukcapilnya,"tambah Pipit.

Ditambahkan Pipit lagi yang juga sebagai Sekretaris Komisi I DPRD Bengkalis, terkait jatah yang didapat Kabupaten Bengkalis akan blanko KTP yang hanya 2000, pihaknya sempat bersitegang dengan pihak terkait yang berada dipusat Pemerintahan di Jakarta dengan tujuan agar Bengkalis mendapat porsi lebih dalam hal stok material pembuatan identitas diri tersebut.

"Setau saya dan menurut informasi, sesunggunya jika ini dapat dibuat sendiri Chip di e-KTP, mungkin tidak ada masalah, ini kabarnya harus dibuat di luar negeri. Inilah yang menjadi salah satu kendalanya pembuatan KTP memakan waktu lama, belum lagi sistem tendernya yang lama."papar Pipit.

Menanggapi kabar gembira tersebut, salah seorang Tokoh masyarakat (Tomas) Kecamatan Mandau, Novi Syafrizal mengapresiasi langkah Bupati Bengkalis dan Kadisdukcapil tersebut dikarenakan permasalahan KTP sebagai identitas diri dirasa sangat perlu. Selain memasuki tahun politik, masyarakat juga diera zaman now saat ini, setiap urusan selalu memprioritaskan data diri yang valid seperti KTP dan KK.

"Aplous kita ucapkan kepada Bupati dan Kadisdukcapil dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Tentunya sangat membantu dan memudahkan seluruhnya. Dengan tempat pelayanan yang dahulunya sempit dan masyarakat berjubel di Kantor Camat Mandau, kini tempat yang baru juga memberikan kenyamanan, seluruh staf UPT Dukcapil juga bergairah dalam memberikan layanan. Apalagi ditahun politik ini, pastinya animo masyarakat dalam memberikan hak suaranya meningkat tajam. Perlu pelayanan ekstra guna melayani masyarakat dengan baik,"ujarnya.

Dikatakan Novi yang juga mantan Ketua Karang Taruna Kecamatan Mandau dan aktivis peduli lingkungan ini, dirinya sangat merasakan pelayanan yang diberikan staf UPT Dukcapil Kecamatan Mandau. Selain keramahan staf dalam melayani, proses pengerjaan juga dirasa cukup cepat dengan didukung sedikitnya 8 loket pelayanan."Intinya cukup puas, tempatnya juga nyaman.Kedepan diharapkan pelayanan dapat ditingkatkan lagi, meski masih terdapat kekurangan disana dan sininya seperti masih lemahnya ketegasan pihak keamanan UPT Disdukcapil untuk mengatasi semrawutnya tata tertib pengambilan nomor antrian masyarakat hingga terkadang menyebabkan keributan kecil diantara masyarakat yang hendak berurusan,"ungkapnya.

Ditambahkannya, sebahagian masyarakat yang dahulunya sering berkeluh kesah akan tempat dan pelayanan kependudukan kepada dirinya, kini seakan sirna dengan program Bupati asal Desa Muara Basung, Kecamatan Pinggir yang dinilai sebagai pembuat sejarah baru di setiap Kecamatan yang ada di Kabupaten Bengkalis."Insya Allah Kabupaten ini akan terus maju dengan layanan terbaiknya kepada masyarakat,"harapnya.

Saat ini, meski sedikitnya 8 loket layanan telah dibuka sejak awal pada bangunan UPT Dukcapil Kecamatan Mandau yang memanfaatkan bangunan gedung pujasera yang berada dilantai dasar, namun sejumlah kekurangan masih terlihat dari berbagai lini. Mulai dari keberadaan toilet yang kurang bersih hingga menimbulkan bau tidak sedap, sistem ketertiban pun masih tampak lemah dapat membuat masyarakat lebih dapat menerapkan budaya antri menunggu giliran.*(hen/Advetorial)

Loading...


Berita lainnya..........
- Rangkaian Peringatan HUT ke-73 RI Pemkab Pelalawan
- Siapkan Berbagai Wahana Permainan,
Pemda Pelalawan Kembangkan Danau Tajwid Salah Satu 'Destinasi' Wisata Lokal

- Digelar Seminar Internasional,
Sekjen Menperin RI Dukung 'Technopark' Pelalawan

- 4 Annual ASEAN Sago Symposium 2018,
Irwan Kembali Kampanyekan Sagu Terbaik Asal Meranti Masuk Komoditas Pangan Nasional

- Goyang Poco-Poco Pecahkan Rekor Dunia dan Road To Asian Games
- Gubri Antusias Ikuti Senam Poco-poco
- Wabup Meranti Meninjau Rehab Rumah Bantuan Kemensos RI di Tebing Tinggi Timur
- Hadir di Inhu, Pertamina RU II Dumai Menuju Proper Emas
- Program Desa Bebas Api RAPP Berhasil Kurangi Karhutla
- Bupati Meranti Tampil Sebagai Pembicara Seminar Nasional Pengelolaan Aset Daerah di MEP FE UGM Jogyakarta


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com