Home > Advertorial >>
Berita Terhangat..
Selasa, 11 Desember 2018 22:00
Pelantikan PWI Bengkalis Bakal Dihadiri Ketum Pusat

Selasa, 11 Desember 2018 21:55
Terseret Arus Banjir, Dua Warga Kampar Belum Ditemukan

Selasa, 11 Desember 2018 21:53
Kabupaten Peduli HAM, Bupati Bengkalis Terima Penghargaan Kemenkum HAM RI

Selasa, 11 Desember 2018 21:42
BNI-KODAM I Bukit Barisan Jalin Kerjasama Pembayaran Tunkin

Selasa, 11 Desember 2018 21:37
Pengacara Tak Datang, Sidang Pemalsuan Sertifikat Lahan Pengusaha Sawit Ditunda

Selasa, 11 Desember 2018 20:03
Pilkades Serentak di Meranti Direncanakan pada Mei - Juni 2019

Selasa, 11 Desember 2018 20:00
Tak Bisa Berenang, Seorang Bocah SMP di Labuh Baru Tenggelam di Sungai Air Hitam

Selasa, 11 Desember 2018 19:24
Dua Terdakwa Korupsi Pembangunan Gedung Fisipol Unri Dituntut 3 Tahun Penjara

Selasa, 11 Desember 2018 19:16
‎Masyarakat Diimbau Untuk Waspada, Banjir di Bantaran Sungai Kampar Pelalawan Berpotensi Lebih Satu Bulan

Selasa, 11 Desember 2018 17:54
DLH Kuansing Serahkan Sebanyak 247 Kartu BPJS Kepada PHL

Selasa, 11 Desember 2018 17:47
‎36 Pejabat Pemkab Rohul Ikuti Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama

Selasa, 11 Desember 2018 17:29
Diterima Gubri, Presiden Serahkan DIPA Riau Sebesar Rp26,9 triliun

Selasa, 11 Desember 2018 17:26
Dilantik sebagai Gubri Definitif, Wan Thamrin Hasyim Diharapkan Bisa Bekerja Maksimal

Selasa, 11 Desember 2018 16:54
Puluhan 'Pelayan' di Bengkalis Ikuti Sosialisasi UU KIP

Selasa, 11 Desember 2018 16:46
Bukit Mentawai Longsor,
Akses ke Empat Desa di Kecamatan Rokan IV Koto, Rohul Terganggu




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 12 Nopember 2018 17:25
Pentingnya Pendidikan Filter Perkembangan Teknologi di Bengkalis

Kemajuan teknologi kini mulai merambah ke daerah-daerah dan membetrikan dampak tersendiri bagi masyarakat. Pendidikan dinilai sangat perlu sebagai filter perkembangan teknologi.

Riauterkini-BENGKALIS- Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang semakin pesat memberikan berbagai dampak dalam berbagai segi kehidupan. Banyak sekali masalah terjadi akibat penggunaan IPTEK yang tidak sesuai dengan nilai dan norma yang diterapkan. Fenomena dan dalam era ini seharusnya ada yang mampu menjadi filter atau penyaring antara yang baik dan buruk perkembangan IPTEK. Karena jika tidak, besar kemungkinan ada beberapa hal negatif yang masuk dan pada akhirnya merusak moral bangsa dan kebudayaan yang ada. Untuk bisa menjalankan fungsi penyaringan, diperlukan peranan pendidikan yang membawa pengaruh baik bagi generasi bangsa.

Hampir semua orang berpendapat bahwa teknologi informasi telah, sedang, akan merubah kehidupan umat manusia dengan menjanjikan cara kerja dan cara hidup yang lebih efektif, lebih bermanfaat, dan lebih kreatif. Sebagaimana dua sisi baik dan buruk. Sebagai teknologi, kedua sisi tersebut sangat tergantung pada pemakai.

Pesatnya perkembangan teknologi informasi memudahkan masuknya berbagai macam pengaruh dari luar, seperti informasi mengenai gaya hidup bertentangan dengan nilai norma yang ada di daerah. Jika hal tersebut dibiarkan akan menyebabkan nilai kearifan lokal terkikis bahkan habis tergilas budaya negatif yang berkembang.

Menjadi 'korban' teknologi dapat mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Jika pengaruh buruk atau negatif terus dibiarkan, dipastikan akan mengancam moral generasi bangsa menjadi rusak. Tidak ada rasa cinta terhadap budaya bangsa sendiri dan rasa peduli terhadap masyarakat atau lingkungan sekitar.

Teknologi ibarat pisau bermata dua, di satu sisi memberikan kemudahan untuk memecahkan berbagai persoalan hidup dan kehidupan yang dihadapi, tetapi di pihak lain dapat membunuh, bahkan memusnahkan peradaban umat.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabuaten Bengkalis, H. Amrizal berpendapat, ada enam poin peran yang bisa dilakukan oleh lembaga pendidikan dalam memfilteriasi dampak buruk perkembangan teknologi terhadap generasi penerus bangsa.

Yakni, pertama sangat penting melakukan penguatan pondasi keagamaan dan sikap keimanan di kalangan peserta didik, sehingga tumbuh dalam diri mereka kesadaran penuh untuk selalu berbuat kebajikan dan menjauhi perbuatan dosa dan keburukan.

Kedua, mengampanyekan kepada para peserta didik untuk menggunakan teknologi secara baik, sehat dan tepat guna. Upaya itu bisa dilakukan melalui komunikasi secara langsung dengan peserta didik pada berbagai kesempatan pertemuan dgn mereka atau memajang poster dan spanduk di lingkungan sekolah. Ketiga, membangun mekanisme kontrol yang berkelanjutan baik secara manual maupun berbasis IPTEK.

"Kemudian, harus menjalin kerjasama dengan para orang tua (wali murid) atau pihak-pihak terkait untuk melakukan pemantauan terhadap peserta didik mereka secara berkala. Menyelenggarakan kompetisi di kalangan peserta didik yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi dan mengapresiasi yang terbaik di antara mereka. Dan terakhir, memberikan sanksi kepada para peserta didik mereka yang terbukti memanfaatkan teknologi secara tidak sehat," ungkap ustadz juga Dosen di STAIN Bengkalis ini.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bengkalis, Sofyan, S.Pd.I mengatakan, filter perkembangan teknologi dengan pendidikan dengan cara merubah paradigma. Bahwa, pendidikan tidak hanya berorientasi peningkatan intelektual semata, akan tetapi pendidikan karakter atau caracter building juga harus dibangun sesuai dengan kondisi karakteristik masyarakat yang sangat menjunjung tinggi budaya dan kearifan lokal.

"Jadi intinya, kita berharap pendidikan tidak hanya berorientasi pada intelektualnya, ilmu sains saja. Akan tetapi, bagaimana cara kita untuk membentuk karakter anak didik ke arah yang sesuai dengan kondisi geografis atau terkini," katanya lagi.

Menyikapi filter budaya maupun teknologi yang berkembang tidak sesuai dengan karakter daerah, sambung Anggota DPRD Bengkalis dua periode ini, peran tenaga pendidik di lembaga pendidikan harus mampu mengarahkan anak didik kepada hal-hal yang positif. Bagaimana melakukan langkah-langkah, sekaligus memberikan tunjuk ajar menangkis isu maupun yang tidak sesuai dengan karakter daerah yang ada.

Nah, kata pria berkacamata ini lagi, tentunya orientasi pendidikan mengenalkan budaya-budaya daerah, kecintaan kepada nilai luhur bangsa atau daerah, kemudian hal-hal keagamaan, sehingga ini mampu menjadi bagian filterisasi terhadap perkembangan IPTEK global yang sudah sangat sulit untuk dikendalikan.

"Artinya kita harus kembali kepada khittoh (pedoman, red) kita, pendidikan karakter betul-betul ditanamkan, pengembangan karakter, sikap dan lebih penting adalah pemahaman terhadap agama secara utuh tidak hanya konseptual. Langkah memfilterisasi dengan melakukan kegiatan-kegiatan nyata, contohnya mengenalkan anak yang langsung dirasakan, seperti mengajak anak untuk sholat berjama'ah, kemudian mengajarkan untuk peduli kepada sesama, sesuai dengan keyakinan atau agamanya masing-masing. Dalam kehidupan, nilai-nilai agama harus ditanamkan," saran Ketua Fraksi Partai Indonesia Perjuangan (PDIP) DPRD Bengkalis ini.

Lebih lanjut disampaikan Sofyan, berbicara tentang dampak dari perkembangan IPTEK, ada yang positif dan negatif. Bagaimana sebutnya, upaya membuka minda para anak didik terutama terhadap perkembangan ilmu-ilmu yang kekinian. Kemudian hal-hal yang meningkatkan daya pikir mereka, kemampuan bersaing secara global.

"Hari ini ada dunia internet pendidik mengarahkan minda anak didik terhadap ilmu-ilmu yang menjadi tuntutan zaman agar tidak tertinggal dan mampu bersaing. Sekarang adalah zaman keterbukaan, saya pikir kita perlu melakukan semacam pembatasan terhadap hal-hal yang bisa mempengaruhi sikap dan perilaku anak didik baik dari sisi perkembangan fisiknya maupun cara berpikirnya seperti hal-hal yang tidak sesuai dengan karakter bangsa dan daerah, contohnya pergaulan bebas, informasi yang menyesatkan," ujarnya.

Sofyan juga mengingatkan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bengkalis, para pelaku pendidikan atau seluruh stakeholder yang terlibat harus dirangkul dan diajak kerja sama karena persoalan pendidikan bukan hal gampang. Bagaimana tata kelola atau manajemen yang baik, langkah-langkah apa yang dilakukan untuk peningkatan mutu dan harus menjadi perhatian bersama.

Disdik Kabupaten Bengkalis harus melakukan langkah konkrit seperti melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah baik melalui media cetak, elektronik atau pun melalui pengawas dengan perkembangan terkini. Kemudian ada klasifikasi mana yang boleh disampaikan dan mana yang tidak boleh disampaikan kepada anak didik, kemudian memberikan rambu-rambu terkait penggunaan internet.

Kemudian, ada upaya yang serius dilakukan terus menerus atau kontinyu bukan sepenggal-sepenggal. Pendidikan tidak boleh dilaksanakan setengah hati, tetapi dia harus ada langkah konkrit, target dan evaluasi. Arah kebijakan penganggaran untuk membangun daerah harus dilaksanakan secara terus-menerus atau berkesinambungan.

"Pembangunan di bidang pendidikan ini harus berkesinambungan. Dengan anggaran yang semakin sedikit, maka pola penganggaran harus efisien dan efektif serta terukur," tandasnya.

Penangkal perkembangan teknologi negatif, Disdik Kabupaten Bengkalis mengandalkan beberapa program unggulan pembentukan karakter, khususnya kepada anak didik sejak usia dini. Meskipun beberapa program belum dapat dilaksanakan karena keterbatasan anggaran dan belum direalisasikannya usulan.

Seperti diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Kabupaten Bengkalis, Edi Sakura, S.Pd, M.Pd melalui Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter, Bidang Pembinaan Sekolah Dasar, Deni Oktrina, S.Sos.

Sejumlah program pembentukan karakter yang belum berjalan sejak dua tahun terakhir diusulkan antara lain, program pertumbuhan budi pekerti, sosialisasi penggerakan bimbingan layanan konseling dan sosialisasi penumbuhan budi pekerti khusus untuk kepala sekolah dan guru termasuk festival lomba literisasi. Kemudian, terpaksa dipending pelaksanaannya karena rasionalisasi anggaran adalah lomba budaya mutu bagi sekolah yang salah satu fungsinya adalah untuk meningkatkan karakter anak.

Untuk tahun anggaran (TA) 2018 ini program pembentukan karakter yang berhasil dilaksanakan hanya satu kegiatan yang tidak berkaitan dengan program nasional, yakni pemberian pembinaan minat bakat siswa.

Deni juga menjelaskan, program pembentukan karakter pemberian pembinaan minat bakat siswa tersebut merangkum berbagai kegiatan yang sudah dilaksanakan sebagai upaya menekan anak-anak tergantung pada IPTEK seperti gadget atau handpone (HP) canggih, antara lain menciptakan permainan tradisional dan perlombaan.

"Alhamdulillah khusus untuk tahun 2018 ini kita sudah melaksanakan kegiatan sebagai salah satu upaya untuk mengurangi anak-anak tergantung pada gadget atau menangkal dampak negatif teknologi. Kami menciptakan permainan tradisional dan perlombaannya. Oleh karena itu mudah-mudahan tahun depan hal yang sama akan kita lakukan," syukurnya.

Selain itu, perempuan ramah ini juga menyampaikan, pembentukan karakter anak didik juga ada dengan mengadakan lomba menghafal Alquran 1 juz melalui program one day one ayat, dan membaca Juz Amma.

"Kemudian juga ada kegiatan lomba-lomba merupakan program nasional seperti OSN, O2SN, FL2SN," sebutnya.

Diterangkan Deni, sedangkan untuk program pembangunan karakter pada TA 2019 mendatang, bidang SD memprioritaskan kepada kegiatan-kegiatan yang bersifat nasional terlebih dahulu, seperti FL2SN, O2SN, OSN, FL2N, Ki Hajar Dewantara dan kegiatan pembinaan minat bakat. Selain itu, juga ada program pemberian bantuan kepada pelajar berprestasi, pemberian makanan tambahan.

Dampak anggaran terbatas, program pembentukan karakter melalui kegiatan pembinaan minat dan bakat, tahun 2019 depan terjadi pengurangan yang sangat drastis dari Rp700 juta tahun ini menjadi sekitar Rp200 juta. Anggaran didalamnya nanti akan mencakup kegiatan termasuk lomba menghafal Alquran program one day one ayat, dan membaca Juz Amma dan kegiatan pembinaan lainnya.

"Walau bagaimanapun kita tetap bersyukur masih ada program pembentukan karakter yang masih bisa kita laksanakan. Terutama lomba minat bakat kreativitas siswa seperti permainan tradisional. Dan ternyata minat anak didik akan permainan tradisional masih sangat tinggi dibandingkan ke gadget. Setiap hari Sabtu kita meminta kepada sekolah untuk ada muatan lokal memperkenalkan permainan tradisional kepada anak didiknya sebelum pulang," paparnya.

Pihaknya disebutkan Deni, juga meminta kepada warnet-warnet yang beroperasi di daerah ini untuk berkerja sama melakukan pengawasan terhadap anak-anak sekolah yang bermain di warnet. Apalagi, pada saat jam pelajaran masih berlangsung. Kemudian kepada orang tua agar juga bijak dalam memanfaatkan gadget kepada anak, harus juga melalui pengawasan dan pemantauan orang tua, apalagi aplikasi-aplikasi yang bisa berdampak negatif dan harus diwaspadai.
Kemudian, sejalan dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87/2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dipertegas dengan Permendikbud Nomor 20/2018 tentang PPK pada Satuan Pendidikan Forma, bahwa dalam rangka peningkatan karakter peserta didik adalah melalui program Praja Muda Karana atau disebut Pramuka.

Pramuka dianggap sebagai wahana pembentukan karakter siswa, karena dalam Pramuka siswa dilatih kepemimpinan, kerja sama, solidaritas, mandiri, dan keberanian. Hal tersebut dinilai sebagai penyeimbang kegiatan pembelajaran kurikulum formal yang lebih berorientasi pada ranah kognitif (pengetahuan) dan psikomotorik (ketrampilan). Kegiatan Pramuka ini akan mampu membangun kecerdasan siswa pada ranah afeksi (sikap dan perilaku), sehingga siswa akan mampu mengembangkan karakternya secara positif dan mampu menangkal efek negatif dari teknologi saat ini.

Pendidikan Berbasis Teknologi Penting

Menurut sejumlah pengusaha khususnya penyedia Warnet, bahwa pendidikan berbasis teknologi juga sangat penting dan harus diterapkan. Dan sebagai pengusaha berupaya menyediakan fasilitas yang nyaman serta alat yang mendukung sebagai media pembelajaran.

Seperti diketahui Kota Bengkalis akan dijadikan sebagai Kota Pendidikan pengusaha Warnet mendukung dan berupaya menyediakan tempat yang memadai untuk anak didik di daerah ini agar mudah belajar melalui media internet.

"Bengkalis masih minim untuk belajar tentang teknologi, tentu bagi kita adalah peluang usaha. Namun, dari sisi pendidikan kita sangat mendukung. Misalnya memberikan harga khusus bagi pelajar berbeda dengan harga untuk umum. Itu contoh bentuk dukungan kita," ungkap Kong Tian (29), salah seorang pengusaha Warnet di Bengkalis.

Perkembangan teknologi yang sangat pesat, kata Kong Tian, selaku pengusaha berupaya agar sekecil mungkin atau meminimalisir terjadinya dampak negatif yang pasti ada dan sulit dihindari dari penggunaan Warnet sebagai media belajar untuk anak didik di daerah ini.

"Akan tetapi, kalau kita bijak akan lebih banyak sisi positifnya dari perkembangan teknologi itu. Karena perkembangan teknologi sangat pesat jadi beberapa cara diterapkan untuk meminimalkan dampak negatif keberadaan Warnet sebagai media belajar," ucapnya.

Kong Tian menyontohkan, Warnet selama ini terkesan sebagai 'tempat' mesum, dan bebas mengakses konten-konten pornografi, penjudian online meskipun bisa diakses melalui HP cerdas. Namun di Warnet tempat usahanya tidak dibenarkan laki-laki dan perempuan dalam satu ruangan, kemudian memasang kamera pengintai untuk pengawasan selama 24 jam.

"Dan menerapkan pemblokiran situs-situs yang berbau pornografi melalui pengawasan akses oleh pengguna Warnet. Jadi begitu diketahui mengakses konten pornografi langsung kita lakukan pemblokiran dan menegur pelanggan. Yang jelas kita memiliki aturan-aturan yang harus dipatuhi pelanggan," tandasnya.***(dik/advertorial)

Loading...


Berita lainnya..........
- Bertemu Jokowi di Musrenbangnas 2018,
Wabup Meranti Minta Perhatian dan Prioritas Pembangunan

- Bupati Meranti Buka Acara APKASI Procurement Network 2018
- Kampung Sehat, Kampungnya Bengkalis Ber-PHBS
- Pemprov Papua Kembali Belajar Budidaya dan Pengelolaan Sagu di Kepulauan Meranti
- DPRD Pekanbaru Gelar Paripurna Jawaban Kepala Daerah Terhadap Pandangan Umum Fraksi
- Tingkatkan Pengumpulan,
DPRD Bengkalis Sahkan Perda Pengelolaan Zakat, Infak dan Sedekah

- Buka Musrembang 2018, Wabup Meranti Tegaskan Pentingnya Pembangunan Infrastruktur
- JMS Disdik dan Kejari Bengkalis,
Pelajar Pahami dan Sadar Hukum Sejak Dini

- '
- Pembicara di Sekolah Tinggi Pariwisata Trisaksi, Bupati Ingin Sagu Meranti Go Nasional


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com