Home > Advertorial >>
Berita Terhangat..
Rabu, 18 September 2019 23:30
‎Sekda Rohul Tinjau Alat Penyebrangan Flying Fox di Tambusai yang Viral di Medsos, Begini Katanya

Rabu, 18 September 2019 23:28
PKK Rambah Samo Juara Umum Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Rohul 2019

Rabu, 18 September 2019 21:53
Melalui ‎RAT Luar Biasa,
Daman Huri Terpilih Aklamasi Sebagai Ketua Kopsa Perkasa Timur, Rohul


Rabu, 18 September 2019 21:00
Blusukan ke Gang Sempit dan Curam, Lurah Duri Timur Dengarkan Keluhan Warganya

Rabu, 18 September 2019 19:28
Derita Kelainan Pembuluh Darah, Bayi Warga Duri Timur Butuh Uluran Tangan Donatur

Rabu, 18 September 2019 17:46


Rabu, 18 September 2019 16:57
KSKP Tembilahan Dirikan Posko Kesehatan dan Bagi-bagi Masker

Rabu, 18 September 2019 16:48
Perluasan MPP Pekanbaru Terus Digesa

Rabu, 18 September 2019 15:18
PT RAPP Gelar Pelatihan Guru SD se-Riau

Rabu, 18 September 2019 15:15
Tersangka TPPU, Terpidana Narkoba Praperadilankan Polres Bengkalis

Rabu, 18 September 2019 14:57
Rumput Taman di DPRD Riau Menguning, Rekanan Bungkam

Rabu, 18 September 2019 14:51
Giliran Hamulian Ambil Formulir Penjaringan Bakal Cabup Rohul di PDI Perjuangan

Rabu, 18 September 2019 14:12
334 Sekolah di Sumatera Ikuti IM3 Ooredoo Digitalent

Rabu, 18 September 2019 13:14
Inspektorat Pelalawan Nyatakan Tak Ada Temuan Realisasi DD Tambun TA 2018

Rabu, 18 September 2019 13:09
Penderita Tumor Ganas
ACT Kuansing Galang Donasi untuk Pengobatan Arsih




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 11 April 2019 20:47
Riau Rangking Tiga Destinasi Wisata Halal di Indonesia Versi Muslim Travel Indeks

Destinasi wisata Riau mendapat ranking tiga sebagai wisata halal di Versi Muslim Travel Indeks. Sedangkan rangking pertama diraih NTB dan rangking berikutnya Aceh.

Riauterkini - PEKANBARU - Provinsi Riau meraih rangking ketiga destinasi wisata halal di Indonesia versi Muslim Travel Indeks (MTI). Sedangkan rangking pertama diraih NTB dan rangking berikutnya Aceh.

Atas prestasi tersebut, Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya, Selasa (9/4/2019), di Hotel Bidakara, menyerahkan piala dan piagam kepada masing daerah. Untuk Riau piala dan piagam tersebut diterima Gubernur Riau, Syamsuar.

Ketua tim percepatan perkembangan pariwisata halal Anang Sutono dalam sambutannya mengatakan, penilaian rangking ini adalah rangkaian dari kegiatan Wonderful Indonesia Halal Tourism Meeting an Conference Kementerian Pariwisata RI.

"Adanya penilaian destinasi wisata halal ini untuk memberi semangat pada pengembangan pariwisata halal di Indonesia," ungkap Anang.

Anang juga mengatakan bahwa semangat Provinsi Riau dalam pengembangan wisata halal ini sangat luar biasa. Tahun 2018 lalu Riau berada pada rangking tujuh , sekarang berada pada rangking tiga.

"Semangat Riau juga terlihat pada pemimpinnya yang lengkap datang pada kegiatan ini. Selamat kepada Gubernur Riau, Pak Syamsuar," kata Anang.

Sementara itu Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya mengharapkan sektor pariwisata menjadi penyumbang devisa terbesar pertama di Indonesia. Apalagi pariwisata adalah industri paling mudah untuk percepatan dan menciptakan lapangan kerja.

"Di Bogor PAD terbesarnya berasal dari sektor pariwisata. Bahkan di sejumlah daerah di Indonesia ini perekonomiannya meningkat karena pendapatan dari sektor pariwisata," ucap Arief.

Duduk di peringkat ketiga destinasi wisata halal membuat Gubernur Riau Syamsuar bersemangat. Ia mengatakan, prestasi ini merupakan upaya keras dari berbagai elemen masyarakat.

"Riau optimis kunjungan wisatawan mancanegara juga meningkat. Efeknya jelas pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Riau," imbuh Syamsuar.

Riau Teken MoU Pariwisata Halal

Untuk mengembangkan sektor pariwisata halal, Gubernur Riau Syamsuar meneken Memorandum of Understanding (MoU). Hal ini dilakukan agar dapat mewujudkan Indonesia sebagai destinasi wisata halal terbaik di dunia. Bertujuan sebagai landasan dalam pengembangan Pariwisata Halal di Provinsi Riau.

Syamsuar meneken MoU dengan Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata, Ni Wayan Giri Adnyani. MoU ini menjadikan Riau sebagai destinasi prioritas wisata halal di Indonesia.

Penandatanganan MoU disaksikan langsung Menteri Pariwisata Indonesia, Arief Yahya, Selasa (9/4) di Hotel Bidakara, Jakarta. Selain Riau, 11 kota di Indonesia ikut juga menandatangani destinasi prioritas pariwisata halal.

Syamsuar berharap, setelah MoU ini ditandatangani semakin menambah angka kunjungan wisatawan manca negara ke Provinsi Riau. Ini tentunya hal ini berimbas pada peningkatkan Pendapatan Asli Daerah ( PAD).

Wisata halal, papar Syamsuar, adalah pelayanan ramah muslim. Wisata halal ini mengacu pada Global Muslim Travel Indeks yang berstandar dunia.

"Alhamdulillah. Insya Allah setelah adanya wisata halal di Riau pelancong muslim bahkan non muslim tidak ada lagi masalah dengan pelayanan yang kita berikan," ungkap Syamsuar.

Peraturan Pariwisata Halal

Sebelumnya, Gubernur Riau Syamsuar menerbitkan Peraturan Gubernur tentang Pariwisata Halal. Tujuan penerbitan aturan ini adalah untuk memberikan keamanan dan kenyamanan pelayanan kepada wisatawan agar menikmati kunjungan wisata yang halal di Riau.

Pemerintah saat ini sudah menetapkan Riau sebagai destinasi pariwisata halal. Saya sudah menadatangani Peraturan Gubernur yang berkaitan dengan pariwisata halal," kata Syamsuar.

Penetapan aturan pariwisata halal tersebut dituangkan dalam Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 18 tahun 2019 yang ditandatangani oleh Gubernur Riau Syamsuar pada 5 April 2019.

Pergub Pariwisata Halal ini sebagai pedoman bagi pengelola pariwisata dalam memberikan pelayanan Pariwisata Halal kepada wisatawan. Ruang lingkupnya adalah, destinasi halal, pemasaran, Industri Pariwisata, kelembagaan, pembinaan dan pengawasan serta pembiayaan.

Dalam Pergub ini juga disebutkan fasilitas umum guna mendukung kenyamanan aktivitas kepariwisataan halal. Cakupannya adalah tempat dan perlengkapan ibadah wisatawan muslim dan fasilitas bersuci yang memenuhi standar syariah.

Dalam aturan itu juga dijelaskan, Industri pariwisata berpatokan pada prinsip-prinsip syariah sebagaimana yang ditetapkan oleh Dewan Syariah Nasional - Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Mulai dari akomodasi, biro perjalanan, hingga retoran dan Spa.

Dalam melaksanakan pengawasan Pariwisata Halal dilakukan oleh Pemerintah daerah melalui Dinas terkait yang melibatkan DSN-MUI, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal, Badan Promosi Pariwisata Daerahdan berbagai stakeholder terkait lainnya. Hasil dari pembinaan dan pengawasan dilaporkan kepada Gubernur.

Berdasarkan data Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar, target pertumbuhan pariwisata halal Indonesia sebesar 4 persen sejalan dengan tumbuhnya halal tourism dunia yang signifikan. Diproyeksikan besarnya pengeluaran wisatawan halal tourism mencapai US$ 24 miliar pada tahun 2023 atau tumbuh diatas 7,6 persen. Sementara pada 2017 jumlah pengeluaran wisatawan muslim dunia mencapai US$ 117 miliar.

Tanggapan Pelaku Usaha

Rencana Gubernur Riau, Syamsuar untuk mengembangkan pariwisata halal di Provinsi Riau didukung banyak pihak. Termasuk sejumlah pelaku usaha kecil dan menengah khususnya di sektor bisnis kuliner di Kota Pekanbaru.

"Kami mendukung program Pak Gubernur Riau untuk pariwisata lokal dan mancanegara yang sifatnya halal. Program ini sudah kami lakukan sejak lama, ketika sudah mendapat sertifikat halal dari MUI (Majelis Ulama Islam) Riau," kata pengelola Kedai Yong Bengkalis, Wan Helya Rosa, di Pekanbaru, Selasa (9/4).

Wan Helya mengaku sudah mengurus seluruh sertifikat halal di Lembaga Pengkajian Pangan Obat dan Kosmetika (LPPOM) MUI di empat usaha kulinernya di Kota Pekanbaru. Ia berharap Pemprov Riau bisa memberikan insentif dan membantu mempromosikan pelaku usaha yang sudah mengantongi sertifikat halal.

"Empat usaha makanan itu di daerah Parit Indah, Jl. Mangga, Gobah dan katering semua sudah dapat sertifikat halal MUI. Saya berharap dengan pengembangan pariwisata halal di Riau, usaha saya bisa lebih banyak dikunjungi wisatawan. Karena sudah terjamin layanannya. Semoga kami ikut dipromosikan oleh pemerintah daerah," pungkasnya.(adv/mok)

Loading...


Berita lainnya..........
- Pemkab Meranti Gelar Uji Publik KLS-RTRW
- Bupati Meranti Buka Kegiatan Sunat Masal dan Santunan Kaum Dhuafa Remaja Masjid Darul Ulum
- Riau Rangking Tiga Destinasi Wisata Halal di Indonesia Versi Muslim Travel Indeks
- Jefri Antoni, Perpaduan Politisi Terbilang dan Pengusaha Handal Negeri Pacu Jalur
- Bupati Harris Hadiri Pengukuhkan IAKMI Kabupaten Pelalawan
- Advertorial
Bahas Iuran Komite, Komisi V DPRD Riau Hearing dengan Kepala SMA

- Mendagri Pimpin Puncak Peringatan Hari Satpol PP ke-100 di Pekanbaru
- Dilantik Presiden,
Bupati Bengkalis Siap Dukung Visi Misi Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Baru

- PPTP dan Pejabat Administrator Teken Pakta Integritas,
Bupati Bengkalis Perintahkan Patuhi Aturan dan Tuntaskan Laporan

- Permudah Pengurusan Perizinan Publik,
DPMPSP Bengkalis Siapkan Aplikasi E-Pinter



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com