Visi Kabupaten Bengkalis : Tercapainya masyarakat yang unggul, sejahtera, mandiri dan bertaqwa melalui perwujudan Kabupaten Bengkalis sebagai salah satu daerah otonom terbaik di Indonesia tahun 2015


14/02/2018 07:44
Bantuan Bidang Hukum Datun, Bapenda dan Kejari Bengkalis Teken MoU

1/12/2017 16:49
‘Kronologi’ 21 Hari DPRD Bengkalis Sahkan APBD 2018 Sebesar Rp3,63 T

23/09/2017 07:27
Pemkab Bengkalis Akan Tambah Alat Kesehatan Puskesmas di Perbatasan

23/09/2017 07:20
Ikuti AYIMUN PBB di Malaysia, Bupati Bengkalis Undang Khusus Andi Putra

21/08/2017 19:27
Bengkalis Bertekad Pertahankan Juara Umum Porprov Riau 2017

11/01/2017 13:12
Bupati Bengkalis Lantik 672 Pejabat Eselon III dan IV di Halaman

7/11/2016 21:14
Bupati Bengkalis Ajak Masyarakat Jaga Kerukunan Beragama

10/10/2016 07:28
Usai Ikut Pawai Ta'aruf MTQ ke-35 Riau, Bupati Bengkalis Beri Gubri Cenderamata

28/09/2016 12:52
Buka Rakor, Plt Sekda Bengkalis Ingatkan Aparatur Harus Peka Isu Terkini

1/09/2016 16:14
Bengkalis Berpeluang Raih Penghargaan WTN

30/08/2016 17:33
Kasmarni Amril Dikukuhkan Sebagai Bunda PAUD Bengkalis

24/08/2016 10:07
Bupati Bengkalis Hadiri Proses Penilaian Akreditasi RSUD Mandau

17/08/2016 07:10
Bupati dan Forkompinda Bengkalis Lepas Pawai Obor HUT ke-71 RI

16/08/2016 07:33
Bupati Bengkalis Kukuhkan Paskibrakan HUT ke-71 Republik Indonesia

12/08/2016 10:09
Bupati dan Wabup Bengkalis Lepas 445 JCH di Embarkasi Batam

  Kamis, 26 April 2018 07:28
Masyarakat Bengkalis Diminta Laporkan Warga Gangguan Jiwa ke Puskesmas

Riauterkini-BENGKALIS- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkalis mengimbau kepada masyarakat untuk segera menyampaikan laporan atau respon cepat apabila di wilayahnya terdapat warga yang mengalami gangguan jiwa atau Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGK) ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang ada di daerahnya masing-masing.

Demikian disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kabupaten Bengkalis, Supardi, S.Sos, MH disela-sela kegiatan Sosialisasi dan Penyuluhan Kesehatan di Desa Teluk Pambang, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis pada Selasa (24/4/18) kemarin.

"Pemerintahan desa dan masyarakat untuk merespon cepat setiap masalah kesehatan yang terjadi dalam masyarakat dan segera melaporkannya ke Puskesmas terdekat. Bukan hanya penyakit gangguan jiwa saja, tetapi juga seluruh penyakit, agar dapat dilakukan tindakan secepatnya,” imbaunya.

Dipaparkan Supardi, dari data yang ada di Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Bengkalis, bahwa sampai dengan Desember 2017 terdapat 374 jumlah kunjungan pasien yang berobat dengan keluhan gangguan jiwa di seluruh Puskesmas yang ada di Kabupaten Bengkalis. Penyakit yang pada tataran ringan disebut dengan Skizofrenia karena disebabkan oleh tingkat stress yang tinggi. Di Indonesia diperkirakan sebesar 1%-2% dari jumlah penduduk mengalami skizofrenia ini.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dinkes Kabupaten Bengkalis, pada tahun 2018 ini akan melaksanakan Pelatihan Penalataksanaan Kesehatan Jiwa bagi Tenaga Medis dan Paramedis pada 18 Puskesmas yang ada di Kabupaten Bengkalis.

“Hal ini bermanfaat untuk penanganan pasien dengan keluhan kejiwaan yang berobat di Puskesmas, juga akan membantu saudara-saudara kita ODGJ yang telah pulang pasca perawatan di Rumah Sakit Jiwa, termasuk dalam hal kontrol apakah yang bersangkutan putus obat atau tidak mau minum obat lagi," papar Supardi juga didampingi Kepala Bidang P2P, Alwizar, SKM.

Ditambahkan Supardi, tentu saja hal ini dibarengi dengan memperbaiki tata kelola dan sistem pengadaan obat di Kabupaten Bengkalis, harus mengokomodir obat-obatan yang mendukung kesembuhan pasien gangguan jiwa yang telah pulang dari perawatan di RSJ.

"Kita berharap agar tidak ada lagi pemasungan terhadap pasien gangguan jiwa, karena hal tersebut melanggar undang-undang tentang kesehatan jiwa, karena pasien gangguan jiwa ini juga mempunyai hak dan pelayanan yang sama dengan masyarakat biasa, hanya perlakuannya saja yang berbeda. Masyarakat yang memiliki anggota keluarga mengalami gangguan jiwa agar segera melapor ke Puskesmas terdekat. Pengobatan terhadap ODGJ memakai dua cara , yaitu Farmakoterapi dan Psikoterapi," katanya lagi.

Sementara itu, terkait dengan kegiatan Sosialisasi dan Penyuluhan Kesehatan di Desa Teluk Pambang, dilaksanakan oleh Bidang P2P bekerja sama dengan UPT. Acara tersebut dihadiri 65 orang peserta yang terdiri dari 9 Kepala Desa, serta tokoh masyarakat, Camat Bantan yang diwakili oleh Sekcam, dan Pengurus TP-PKK Kecamatan Bantan dan Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis.

Acara ini menghadirkan Direktur RSJ Tampan Provinsi Riau, Dr. Hazanelli Juita, MM beserta rombongannya, yang terdiri dari dokter psikiater senior, yaitu dr. Maisyarah, Sp.Kj, Ners. Sukmadewi, S.Kep, Kepala Ruangan dan Perawat di RSJ Tampan Provinsi Riau-Pekanbaru.

Dari Dinkes Kabupaten Bengkalis turut selain Plt. Kepala Dinkes turut hadir Kabid P2P, Alwizar, SKM, Kepala Seksi Pencegahan Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa, Hj. Nurbaity Johan, SKM dan staf Ners. Popy Yulia, S. Kep.***(dik)

 
Home  |  www.bengkaliskab.go.id
PEMERINTAH KABUPATEN BENGKALIS © 2011