Visi Kabupaten Bengkalis : Tercapainya masyarakat yang unggul, sejahtera, mandiri dan bertaqwa melalui perwujudan Kabupaten Bengkalis sebagai salah satu daerah otonom terbaik di Indonesia tahun 2015


4/05/2019 20:14
Tampung Aspirasi, Bupati Bengkalis Blusukan ke Kedai Kopi

25/04/2019 21:27
Usulkan Masuk RPJMN 2020-2024, Pemkab Bengkalis Komitmen Tangani Abrasi Pulau Terdepan

24/04/2019 07:15
133 Honorer Pemkab Bengkalis Lulus Seleksi P3K

13/04/2019 08:00
Peletakan Pancang Pertama DIC, Bupati Bengkalis Komit Bangun Insfrastruktur Adil dan Merata

5/04/2019 08:58
Serahkan SK, Bupati Bengkalis Tegaskan 252 CPNS Wajib Jalani Uji Coba

19/03/2019 11:38
TP4D Akan Kawal 12 Proyek Strategis di Bengkalis

4/03/2019 18:16
Disambut Sekda, Ini Arahan Kepala BNBP Ketika Ikuti Rakor Kesiapsiagaan Ancaman Karhutla

21/02/2019 08:17
237 Honorer Lulus Administrasi P3K  Pemkab Bengkalis

11/02/2019 09:18
Bengkalis Berharap Pengelolaan Pajak P3 Diserahkan ke Daerah

8/02/2019 10:37
2019, Bengkalis Tanggung Premi Kesehatan 64.685 Jiwa

30/01/2019 10:29
Kosong, Bupati Bengkalis Tunjuk Dua Pejabat jadi Plt Kadis dan Kaban

25/01/2019 08:22
Bupati Bengkalis Serahkan Ribuan Sertifikat Tanah Eks Transmigrasi dan PTSL

11/01/2019 13:49
Kota Bengkalis Kembali Terima Penghargaan Adipura Kementerian LHK

14/12/2018 22:17
Gerakan Taat Pajak, Perdana Bupati Bengkalis Berikan Penghargaan 25 Perusahaan

6/09/2018 13:03
Mulai 2019 Penyaluran UED SP di Bengkalis Akan Gunakan Sistem Syari'ah

  Kamis, 26 April 2018 07:28
Masyarakat Bengkalis Diminta Laporkan Warga Gangguan Jiwa ke Puskesmas

Sepanjang 2017 silam terdapat 374 warga Bengkalis berobat dengan keluhan gangguan jiwa. Masyarakat dihimbau lapor ke Puskemas keberadaan warga mengalami gangguan jiwa.

Riauterkini-BENGKALIS- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkalis mengimbau kepada masyarakat untuk segera menyampaikan laporan atau respon cepat apabila di wilayahnya terdapat warga yang mengalami gangguan jiwa atau Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGK) ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang ada di daerahnya masing-masing.

Demikian disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kabupaten Bengkalis, Supardi, S.Sos, MH disela-sela kegiatan Sosialisasi dan Penyuluhan Kesehatan di Desa Teluk Pambang, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis pada Selasa (24/4/18) kemarin.

"Pemerintahan desa dan masyarakat untuk merespon cepat setiap masalah kesehatan yang terjadi dalam masyarakat dan segera melaporkannya ke Puskesmas terdekat. Bukan hanya penyakit gangguan jiwa saja, tetapi juga seluruh penyakit, agar dapat dilakukan tindakan secepatnya,” imbaunya.

Dipaparkan Supardi, dari data yang ada di Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Bengkalis, bahwa sampai dengan Desember 2017 terdapat 374 jumlah kunjungan pasien yang berobat dengan keluhan gangguan jiwa di seluruh Puskesmas yang ada di Kabupaten Bengkalis. Penyakit yang pada tataran ringan disebut dengan Skizofrenia karena disebabkan oleh tingkat stress yang tinggi. Di Indonesia diperkirakan sebesar 1%-2% dari jumlah penduduk mengalami skizofrenia ini.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dinkes Kabupaten Bengkalis, pada tahun 2018 ini akan melaksanakan Pelatihan Penalataksanaan Kesehatan Jiwa bagi Tenaga Medis dan Paramedis pada 18 Puskesmas yang ada di Kabupaten Bengkalis.

“Hal ini bermanfaat untuk penanganan pasien dengan keluhan kejiwaan yang berobat di Puskesmas, juga akan membantu saudara-saudara kita ODGJ yang telah pulang pasca perawatan di Rumah Sakit Jiwa, termasuk dalam hal kontrol apakah yang bersangkutan putus obat atau tidak mau minum obat lagi," papar Supardi juga didampingi Kepala Bidang P2P, Alwizar, SKM.

Ditambahkan Supardi, tentu saja hal ini dibarengi dengan memperbaiki tata kelola dan sistem pengadaan obat di Kabupaten Bengkalis, harus mengokomodir obat-obatan yang mendukung kesembuhan pasien gangguan jiwa yang telah pulang dari perawatan di RSJ.

"Kita berharap agar tidak ada lagi pemasungan terhadap pasien gangguan jiwa, karena hal tersebut melanggar undang-undang tentang kesehatan jiwa, karena pasien gangguan jiwa ini juga mempunyai hak dan pelayanan yang sama dengan masyarakat biasa, hanya perlakuannya saja yang berbeda. Masyarakat yang memiliki anggota keluarga mengalami gangguan jiwa agar segera melapor ke Puskesmas terdekat. Pengobatan terhadap ODGJ memakai dua cara , yaitu Farmakoterapi dan Psikoterapi," katanya lagi.

Sementara itu, terkait dengan kegiatan Sosialisasi dan Penyuluhan Kesehatan di Desa Teluk Pambang, dilaksanakan oleh Bidang P2P bekerja sama dengan UPT. Acara tersebut dihadiri 65 orang peserta yang terdiri dari 9 Kepala Desa, serta tokoh masyarakat, Camat Bantan yang diwakili oleh Sekcam, dan Pengurus TP-PKK Kecamatan Bantan dan Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis.

Acara ini menghadirkan Direktur RSJ Tampan Provinsi Riau, Dr. Hazanelli Juita, MM beserta rombongannya, yang terdiri dari dokter psikiater senior, yaitu dr. Maisyarah, Sp.Kj, Ners. Sukmadewi, S.Kep, Kepala Ruangan dan Perawat di RSJ Tampan Provinsi Riau-Pekanbaru.

Dari Dinkes Kabupaten Bengkalis turut selain Plt. Kepala Dinkes turut hadir Kabid P2P, Alwizar, SKM, Kepala Seksi Pencegahan Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa, Hj. Nurbaity Johan, SKM dan staf Ners. Popy Yulia, S. Kep.***(dik)

 
Home  |  www.bengkaliskab.go.id
PEMERINTAH KABUPATEN BENGKALIS © 2011