Visi Kabupaten Bengkalis : Tercapainya masyarakat yang unggul, sejahtera, mandiri dan bertaqwa melalui perwujudan Kabupaten Bengkalis sebagai salah satu daerah otonom terbaik di Indonesia tahun 2015


4/05/2018 06:52
18 Tenaga Medis Puskesmas di Bengkalis Dilatih Penanganan Dini Pasien 'Gila' dan Napza

26/04/2018 07:28
Masyarakat Bengkalis Diminta Laporkan Warga Gangguan Jiwa ke Puskesmas

23/04/2018 11:59
Bupati Bengkalis Bupa MTQ ke-44 Kecamatan Mandau di Duri

18/04/2018 08:11
Bupati Bengkalis Buka MTQ Ke-32 Kecamatan Bantan di Jangkang

30/03/2018 07:06
Tekan dan Berantas DBD, Bengkalis Bakal Bentuk Pokjanal di 6 Kecamatan

28/03/2018 11:25
'Lawan' Korupsi, 20 Pejabat Dinkes Bengkalis Teken Pakta Integritas

20/03/2018 08:17
Bengkalis Mulai Salurkan PKH 2018 ke 14.566 Keluarga Penerima

20/03/2018 07:58
Bapenda Bengkalis Bahas Kerjasama Layanan Pajak dengan BNI Wilayah Sumbar Riau Kepri

16/03/2018 11:48
Sekda Bengkalis Lantik 27 Pejabat Eselon III dan IV

14/02/2018 11:40
Bupati Bengkalis Lantik Bustami HY Menjadi Sekda Definitif

14/02/2018 07:44
Bantuan Bidang Hukum Datun, Bapenda dan Kejari Bengkalis Teken MoU

1/12/2017 16:49
‘Kronologi’ 21 Hari DPRD Bengkalis Sahkan APBD 2018 Sebesar Rp3,63 T

23/09/2017 07:27
Pemkab Bengkalis Akan Tambah Alat Kesehatan Puskesmas di Perbatasan

23/09/2017 07:20
Ikuti AYIMUN PBB di Malaysia, Bupati Bengkalis Undang Khusus Andi Putra

21/08/2017 19:27
Bengkalis Bertekad Pertahankan Juara Umum Porprov Riau 2017

  Kamis, 6 September 2018 13:03
Mulai 2019 Penyaluran UED SP di Bengkalis Akan Gunakan Sistem Syari'ah

Pemkab Bengkalis akan menerapkan sistem syariah mulai 2019. Khusus untuk penyaluran UED SP.

Riauterkini-BENGKALIS- Perkembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Bengkalis pada sektor simpan pinjam sangat baik dan maju. Saat ini dana yang dikelola desa induk mencapai Rp5 hingga Rp10 miliar, sedangkan desa pemekaran mencapai Rp1 hingga Rp2 miliar.

Melihat perkembangan BUMDes yang terus meningkat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis akan meningkatkan besarnya pinjaman maksimal menjadi Rp60 juta.

Selain akan meningkatkan batas pinjaman dari BUMDes, Pemkab Bengkalis melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) mulai tahun 2019 akan menerapkan pola pinjaman berbasis syariah.

"Saat ini, masih menerapkan sistem konvesional. Insya-Alloh mulai tahun 2019, kita terapkan pola syariah," ungkap Kepala PMD Yuhelmi saat membuka Sosialisasi Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD) dan Rapat Koordinasi Tim Inovasi Kabupaten Bengkalis, Rabu (5/9/18) kemarin malam.

Untuk menuju kearah pola syariah, pihak PMD sudah mengundang beberapa pakar ekonomi syariah, tokoh agama maupun perguruan tinggi. Tidak hanya itu, dalam waktu dekat ini, kajian akademis akan disampaikan ke DPRD Bengkalis. Sejauh ini, ide dengan pola pinjaman Bumdes berbasis syariah ini, mendapat respon positif dari anggota DPRD Bengkalis.

Pertanyaan mengapa harus menggunakan pola syariah. Menurut Yuhelmi, salath satunya merespon terhadap banyaknya tuntutan masyarakat agar pola pinjaman Bumdes sudah menerapkan sistem berbasis syariah. Kemudian, sebagian besar, pemanfaat dana BUMDes yang merupakan program Usaha Ekonomi Pedesaan Simpan Pinjam (UED-SP), sebagian besar beragama Muslim.

"Diharapkan dengan modal yang cukup besar, maka pola syariah akan lebih baik," ungkap Yuhelmi.

Sementara itu, terkait dengan peningkatan pinjaman maksimal sebesar Rp60 juta, kata Yuhelmi, pihak PMD sudah menyiapkan payung hukum agar dana BUMDes dimanfaatan oleh masyarakat.

Tidak hanya itu, dalam menetapkan bunga pengembalian yang dibagi berdasarkan kategori. Untuk kategori masyarakat miskin, akan dipertimbangkan bunganya rendah, namun untuk kategori pendapatan menengah dan ke atas, maka bunganya lebih besar.

"Kita harapkan, dengan tertambahnya jumlah pinjaman dari Bumdes menjadi Rp60 juta, semakin menambah daya ungkit perekonomian dan pendapatan masyarakat desa," tandas Yuhelmi.

Hadir pada pembukaan sosialisasi tersebut sejumlah tenaga ahli, yakni Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa, Abdullah Sajad, Tenaga Ahli Pelayanan Sosial Dasar, Liza, Tenaga Ahli pengembangan Ekonomi Desa, Syamsurizal, Tenaga Ahi Pembangunan Partisipatif Mahmum Alrasyid dan Tenaga Ahli Infrastruktu Desa, Alison Jalasunta, serta Tim Pengelola Inovasi Desa (TPID), Pokja TPID, perwakilan perguruan tinggi, kelembagaan dan advisor pendamping desa.***(dik/rls) 

 
Home  |  www.bengkaliskab.go.id
PEMERINTAH KABUPATEN BENGKALIS © 2011