Visi Kabupaten Bengkalis : Tercapainya masyarakat yang unggul, sejahtera, mandiri dan bertaqwa melalui perwujudan Kabupaten Bengkalis sebagai salah satu daerah otonom terbaik di Indonesia tahun 2015


12/05/2019 10:28
Sanksi Potong TPP, 11 Persen Penyelenggara Negara Bengkalis "Tidak Patuh" Sampaikan LHKPN ke KPK

10/05/2019 19:27
Komitmen Pemkab Bengkalis Perangi Berita Hoax Ala Diskominfotik

8/05/2019 09:23
Safari Ramadhan, Bupati Bengkalis Janji Honor Guru Madrasah, Imam Masjid dan Ketua RT/RW akan Dinaikkan

7/05/2019 10:11
Buka Pasar Takjil, Bupati Bengkalis Ingatkan Pedagang Jaga Kesehatan Makanan

4/05/2019 20:14
Tampung Aspirasi, Bupati Bengkalis Blusukan ke Kedai Kopi

25/04/2019 21:27
Usulkan Masuk RPJMN 2020-2024, Pemkab Bengkalis Komitmen Tangani Abrasi Pulau Terdepan

24/04/2019 07:15
133 Honorer Pemkab Bengkalis Lulus Seleksi P3K

13/04/2019 08:00
Peletakan Pancang Pertama DIC, Bupati Bengkalis Komit Bangun Insfrastruktur Adil dan Merata

5/04/2019 08:58
Serahkan SK, Bupati Bengkalis Tegaskan 252 CPNS Wajib Jalani Uji Coba

19/03/2019 11:38
TP4D Akan Kawal 12 Proyek Strategis di Bengkalis

4/03/2019 18:16
Disambut Sekda, Ini Arahan Kepala BNBP Ketika Ikuti Rakor Kesiapsiagaan Ancaman Karhutla

21/02/2019 08:17
237 Honorer Lulus Administrasi P3K Pemkab Bengkalis

11/02/2019 09:18
Bengkalis Berharap Pengelolaan Pajak P3 Diserahkan ke Daerah

8/02/2019 10:37
2019, Bengkalis Tanggung Premi Kesehatan 64.685 Jiwa

30/01/2019 10:29
Kosong, Bupati Bengkalis Tunjuk Dua Pejabat jadi Plt Kadis dan Kaban

  Jum’at, 10 Mei 2019 19:27
Komitmen Pemkab Bengkalis Perangi Berita Hoax Ala Diskominfotik

Pemkab Bengkalis komitmen memerangi berita-berita bohong aatau hoax. Melalui Diskominfotik, Pemkab lakukan sosialisasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat.

Riauterkini DURI Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis dalam memerangi Virus utama pemecah belah bangsa, berita hoax patut diacungi jempol dengan terus menerus memberikan pemahaman kepada masyarakat. Baik melalui sambutan Bupati Bengkalis maupun secara himbauan media cetak, elektronik dan online.

Berita Hoax atau lebih akrab ditelinga masyarakat awam sebagai pesan Aspal fungsi dan keberadaannya semakin menjadi tatkala jelang pesta demokrasi akan dimulai.Bak tak mengenal kepercayaan sebagai tonggak kebenaran,berita hoax semakin merajalela dimainkan pihak pihak yang tidak bertanggung jawab dalam mencapai keinginannya.

Melalui perpanjangan tangan Pemkab Bengkalis selaku institusi paling depan memerangi berita hoax tersebut, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Kominfotik) Bengkalis, Johansyah Syafri melalui Sekretaris Adi Sutrisno mengatakan saat ini masyarakat sering berkutat dikeseharian dengan istilah hoax alias berita bohong. Seiring gencarnya penggunaan media sosial, kita tidak lepas dari persoalan tentang berita hoax yang seakan-akan berita benar. Agar berita hoax tidak berkembang subur di tengah-tengah masyarakat, tentu butuh kerja keras dari semua pihak. Karena jika berita hoax tumbuh subur, akan mengaburkan setiap fakta yang benar, sehingga secara perlahan masyarakat bisa mempercayai sebuah berita hoax. Untuk mengantisipasi agar berita hoax tidak berkembang menjadi sebuah fakta yang dianggap berita benar di masyarakat, maka Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Statisik Kabupaten Bengkalis, melakukan berbagai hal.

Upaya mencegah dan melawan butuh keseriusan dan komitmen semua pihak. Sejauh ini upaya yang dilakukan Diskominfotik melakukan sosialisasi melalui media luar ruang, seperti pemberitahuan melalui spanduk dan poster di beberapa lokasi. Kemudian, pihak Diskominfotik memanfaatkan media elektronik, seperti website miliki Diskominfotik, media sosial (facebook) yakni Sobat-kom dan pembuatan iklan di youtube tentang saring sebelum sharing."Melalui media ini, kita bisa menyampaikan pesan-pesan khusus, sekaligus sosialisasi agar lebih hati-hati terhadap pemberitaan yang belum tentu kebenarannya,"ungkap mantan wartawan media lokal Riau ini.

Untuk memantau berita-berita dan informasi hoax di media sosial, dikatakanya, Dinas Kominfotik Bengkalis membentuk tim Pemantau Media Sosial yang diketuai Kepala Sumber Daya Komunikasi dan Informasi (SDKI). Tim ini akan memantau setiap berita-berita dan informasi yang mengandung unsur hoax. Nantinya, setiap berita atau informasi yang disampaikan dianggap mengandung unsur kebohongan, selanjutnya Dinas Kominfotik akan menanggapi dalam bentuk berita. Tak kalah penting, salah satu upaya untuk menangkis dan melawan berita-berita hoax. Harus diimbangi dengan berita dan informasi tentang prestasi, program-program strategis dan kebijakan pembangunan Kabupaten Bengkalis.

"Kita punya tugas untuk menyampaikan seluruh informasi kegiatan, program dan kebijakan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bengkalis.Tujuannya agar masyarakat tahu apa saja yang telah dan akan dilakukan,"ujar mantan Kasubbag Peliputan dan Dokumentasi Bagian Humas Setda Bengkalis ini.

Tak hanya itu, diinternalnya Penenakanan juga ditujukan bagi seluruh pegawai Diskominfo. Setiap saat Kepala Dinas Kominfotik Bengkalis Johansyah Syafri, selalu mengingatkan pegawai agar lebih hati-hati dalam bermedia sosial. Pegawai dipesankan agar tidak langsung percaya setiap mendapat berita yang dishare oleh teman dan sahabat."Intinya, saring dulu sebelum share. Bahkan untuk urusan memberi simbol jembol dan likes, pegawai diminta harus bijak,"tambah Adi Sutrisno, seraya menambahkan pegawai Diskominfo Bengkalis sejak jauh-jauh hari telah membuat deklarasi anti hoax dan penandangatangan melawan hoax.

Menanggapi bahaya berita hoax tersebut, Anggota Komisi II, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bengkalis, Rianto mengatakan jika penyebarannya sangat cepat dan sangat berbahaya. Untuk itu, diharapkan kepada seluruh elemen masyarakat khususnya di Kabupaten Bengkalis ini agar dapat mengkrosceknya terlebih dahulu sebelum disebarkan, baik melalui lisan mulut ke mulut, kabar burung maupun melalui media. Selanjutnya bagi yang menerima informasi ataupun pembaca berita agar tidak menerima pemberitaan itu bulat bulat kebenarannya dikarenakan penyebarnya dapat dikenakan Undang undang darurat ITE.

"Masyarakat diharapan lebih cerdas dalam menanggapi berita hoax ini telebih lebih akan berita daerah maupun berita nasional meski penyebaran berita hoax di Kabupaten Bengkalis ini masih dalam taraf tidak begitu membahayakan.intinya masyarakat sudah mulai cerdas memilah suatu informasi,"ungkapnya.

Disampaikan Anggota DPRD yang saat ini kembali terpilih kembali diamanahkan masyarakat Kecamatan Bathin Solapan kembali mewakili mereka itu, khusus dimasa Pemilu 2019 ini, kekhawatiran akan terprovokasinya masyarakat akan dahsyatnya Hoax hingga berujung tindak pidana pemilu, ternyata belum terbukti. Hal ini menandakan masyarakat sudah sangat cerdas membedakan mana yang hoax dan mana yang tidak.

"Khusus untuk Diskominfo Bengkalis, kita berharap agar dapat lebih aktif menangkis berita hoax tersebut dengan memberikan berita akurat dan ter update selalu memberikan pemahaman kepada masyarakat akan berita yang benar benar layak terutama akan pembangunan di Kabupaten Bengkalis dan kami juga meminta Diskominfo lebih meningkatkan kualitas kerjanya meskipun saat ini sudah baik,"harapnya.

Ungkapan senada juga di sampaikan salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Mandau, Refri Amran Daud dalam mencegah bahaya berita hoax. Menurutnya berita hoax dengan sendirinya bisa luntur seiring dengan tingkat kecerdasan masyarakat itu sendiri dan melalui masing masing Dinas dan Badan Pemerintahan yang ada dapat dengan terstruktur meminimalisir berita hoax atau bohong.

"Berita bohong ini kan sebenarnya muncul akibat rasa ketidak puasan dan kecemburuan social, dari tidak benar menjadi benar dari orang orang yang tidak bertanggung jawab. Disinilah Pemerintah untuk menangkisnya melalui Dinas dan Badan yang ada menyampaikannya,kalau perlu sampai ke tingkat RT,"pintanya.

Ditambahkan Refri, dirinya juga meminta kepada seluruh pemilik bahkan pekerja media agar dapat menyebarkan berita benar dan tidak menyesatkan meskipun berakhir dengan pahit dikarenakan juga peran pemerintah dalam mengantisipasi berita hoax ini belum maksimal dengan tidak turun langsung ke setiap desa untuk memberikan pondasi yang kuat terkait menangkis berita hoax."Saya juga sebagai ketua RT berharap kepada Pemerintah agar memberikan kami ilmu dan ilmu itu dapat juga kami berikan kepada masyarakat,"harapnya.

Dikatakan Refri lagi, selama ini masyarakat selalu menerima informasi bulat bulat dari media sosial selaku wadah informasi selain hiburan seiring dengan perkembangan zaman."Untung saja masyarakat Bengkalis ini sudah banyak yang cerdas menyikapi perkembangan maraknya berita hoax, namun jika tidak diberikan arahan dan bimbangan dari Pemerintah juga hasilnya tidak memuaskan.

Sayangnya, cukup banyak masyarakat yang bergelut dengan media sosial internet yang lazim disebut dengan netizen yang mudah percaya dengan informasi-informasi hoax yang beredar dan tanpa berpikir panjang mereka langsung membagikannya ke jejaring mereka di media sosial, padahal isi beritanya palsu (hoax). Berita palsu alias hoax saat ini menjadi perbincangan publik. Peredaran hoax yang begitu masif, menjadi kekhawatiran semua pihak. Tidak hanya masyarakat biasa, Presiden pun juga mengkhawatirkan maraknya berita palsu. Entah apa yang terjadi pada sebagian masyarakat kita yang gemar memproduksi berita palsu. Meski ada niat buruk dibelakangnya, memproduksi berita palsu seharusnya tidak lagi dilakukan. Namun, perkembangan teknologi yang terjadi saat ini, seringkali dimanfaatkan untuk penyebarluasan berita palsu tersebut.

Seperti kita tahu, perkembangan teknologi tidak hanya memudahkan penyebarluasan informasi dari mana saja. Tapi juga mendorong bermunculannya banyak akun, blog ataupun situs berita. Ada yang terdaftar dan ada juga yang tidak terdaftar. Yang menjadi persoalan adalah akun, blog, ataupun situs yang aktif menyebarkan berita bohong terus bermunculan. Kalau sudah begini, agak sulit untuk membendungnya. Jika terus dibiarkan masyarakat akan mendapatkan informasi sesat, yang tingkat kebenarannya sama sekali tidak ada. Namun karena kemasan dari berita palsu itu sangat menarik, tidak sedikit dari masyarakat yang tertipu.

Dengan menyebarkan hoax, sama saja artinya kita ikut menyebarkan kabar bohong. Yang diuntungkan di sini adalah sang pembuat hoax. Karena itu, sebelum memencet tombol Share, Retweet atau Forward, kita sebaiknya memeriksa terlebih dahulu kebenaran informasi yang kita dapat dari media sosial. Jangan langsung disebarkan.

Agar tidak tertipu dengan berita palsu, ada beberapa cara yang bisa kita lakukan. Pertama, cek dulu sumber beritanya dari mana. Lakukan cross check dengan mengunjungi langsung situs asli yang pertama kali memuat berita tersebut. Lihat apakah situs media-media yang kredibel juga banyak yang memuat informasi tersebut. Berita-berita hoax yang beredar di internet biasanya cenderung bernada provokatif atau kontroversial, tujuannya memang untuk menggiring pandangan bahkan memancing emosi pembacanya.

Kedua, cek URL situs yang digunakan. Sebuah instansi resmi tidak akan menggunakan layanan blog gratisan. Nama situsnya juga harus dicek. Tidak sedikit berita hoax yang beredar menggunakan situs yang namanya mirip dengan nama media yang kredibel. Karena itu jangan terkecoh dan cuma baca judulnya saja.

Ketiga, gunakan logika atau akal sehat. Jangan mudah percaya begitu saja atau terpancing saat membaca sebuah berita yang beredar di media sosial. Cek dan ricek lagi kebenarannya. Pilah-pilah dan telaah isi beritanya sebelum menyebarkannya ulang. Tanyakan pada diri sendiri apakah informasi tersebut bermanfaat jika disebar atau justru dapat merugikan orang atau kaum lain dan memecah belah.

Dan yang juga perlu kita lakukan sebagai pribadi adalah, cerdaslah dalam bermedia dan memilih sumber informasi. Cara ini sangat efekti untuk melindungi pikiran kita dari informasi-informasi yang tidak benar.(Adv/Hen)

 
Home  |  www.bengkaliskab.go.id
PEMERINTAH KABUPATEN BENGKALIS © 2011