18/05/2017 07:56
Anggota DPRD Siak Tarmijan Minta Pemkab Bantu Petani Remajakan Kebun Sawit

17/05/2017 13:19
Kurang Bayar Rp116 M Belum Dibayar, DPRD Siak Ancam 'Demo' Kemenkeu

17/05/2017 07:57
Temui Kemen ESDM,
DORD Siak Minta Pajak Air Bawah Tanah Dikelola Darrah

4/05/2017 16:26
Reses, Anggota DPRD Siak Sujarwo Desak Sosialisasikan Jamkesda Berlaku Terbatas

23/11/2016 21:22
Seorang Anggota DPRD Siak Meninggal Dunia

4/10/2016 19:32
Kurang Sosialisasi ke Masyarakat,,
Pemkab dan DPRD Siak "Sentil" PTPN V Lubuk Dalam

24/08/2016 13:49
Giliran DPRD Siak Didemo Pekerja Kontraktor BOB PT BSP-Pertamina Hulu

3/04/2016 15:29
Selesai Dibangun 2013 Lalu,
Mushola Senilai Rp1,1 M di DPRD Siak tak Difungsikan

29/12/2015 13:40
Minim Masyarakat dan Anggota Dewan, DPRD Siak Gelar Sidang Paripurna Akhir 2015

9/06/2015 21:58
Datangi DPRD Siak, Mahasiswa Pertanyakan Proyek PLTU Belantik

  Kamis, 4 Mei 2017 16:26
Reses, Anggota DPRD Siak Sujarwo Desak Sosialisasikan Jamkesda Berlaku Terbatas

Riauterkini-SIAK- Berbagai persoalan, keroyokan, dan saran bermunculan saat reses para anggota DPRD Siak ke daerah pemilihan (Dapil) nya. Kamis (4/5/17), salah satunya yakni Sujarwo anggota DPRD Siak, ia berharap Pemerintah Kabupatenatasi (Pemkab) Siak segera mensosialisasikan bahwa penggunakan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) tidak lagi diberlakukan kepada seluruh masyarakat, melainnya masyarakat yang masuk dalam daftar keluarga miskin.

"Saat ini sekitar 21.050 kepala keluarga yang terdata sebagai keluarga miskin di Dinas Sosial, dan terkait penggunaan Jamkesda hanya mereka lah yang berhak menggunakannya sementara yang lainnya tidak dan harus bayar seperti biasa apabila tak masuk ke BPJS," terang Sujarwo.

Sujarwo menceritakan apa yang diceritakan atau dikeluhkan masyarakat, yakni ia membawa keluarga atau saudaranya untuk berobat di rumah sakit. Karena ia tidak terdaftar sebagai keluarga tidak mampu atau kaum duafa.

"Saya beberapa waktu lalu, membawa keluarga berobat ke Siak dengan menggunakan Jamkesda, tetapi pihak Rumah Sakit menolak dengan alasan keluarga kami tidak terdaftar lagi sebagai Jamkesda, danTerbakar mendaftar melalui jalur umum," terang Sujarwo.

Surjaryo,berharap Dinas Sosial, masih menggunakan data yang lama untuk pendataan Jamkesda. "Mudah-mudahan, pendataan ke depannya data tersebut, biarlah benar-benar valid dan tepat sasaran," pinta Sujarwo.

Saat ini kata Sujarwo, dengan kondisi keuangan yang tidak stabil, yang dulu anggaran perobatan di Siak dianggarkan sebesar Rp23 miliar, saat ini hanya dianggarkan sebesar Rp 8 miliar. "Selain itu, Jamkesda ini juga terbentur dengan Permendagri," jelasnya .***(vila)

 
DPRD KABUPATEN SIAK © 2017
Home  |  Website Resmi  |  Riauterkini.com