4/07/2017 14:13
Bupati Syamsuar dan Rombongn Hahal bi Halal di Kediaman Ketua DPRD Siak

5/06/2017 19:33
Tarif Parkir Motor Rp2.000,
DPRD Siak Panggil Dishub Sampaikan Keluhan Masyarakat

30/05/2017 22:02
Bahas Juga Soal Gepeng dan Orang Gila,
DPRD Siak Gelar Sidang Paripurna Laporan Pansus LKPJ 2016

30/05/2017 10:02
Sekretaris DPRD Siak Pererat Silaturahmi Wartawan dengan Buka Bersama

18/05/2017 16:56
Reses, Piminan DPRD Siak Sutarno Ditagih Masyarakat Pembangunan Infrastruktur Dasar

18/05/2017 07:56
Anggota DPRD Siak Tarmijan Minta Pemkab Bantu Petani Remajakan Kebun Sawit

17/05/2017 13:19
Kurang Bayar Rp116 M Belum Dibayar, DPRD Siak Ancam 'Demo' Kemenkeu

17/05/2017 07:57
Temui Kemen ESDM,
DORD Siak Minta Pajak Air Bawah Tanah Dikelola Darrah

4/05/2017 16:26
Reses, Anggota DPRD Siak Sujarwo Desak Sosialisasikan Jamkesda Berlaku Terbatas

23/11/2016 21:22
Seorang Anggota DPRD Siak Meninggal Dunia

  Kamis, 18 Mei 2017 07:56
Anggota DPRD Siak Tarmijan Minta Pemkab Bantu Petani Remajakan Kebun Sawit

Riauterkini-SIAK- Beberapa kebun sawit milik petani sawit saat ini sudah masuk dalam massa replanting, untuk mengatasi berbagai persoalan yang terjadi saat replanting dilaksanakan, DPRD Siak meminta agar pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak untuk bisa memediasi atau menengahku d persoalan tersebut.

Rabu (17/5/17), salah seorang anggota DPRD Siak Tarmijan mengungkapkan bahwa persoalan replanting yang hingga saat ini masyarakat belum menemukan kata sepakat untuk melakukan replanting secara serentak seperti yang telah direncanakan sebelumnya.

"Kita meminta agar Pemkab Siak turun langsung untuk mengatasi persoalan replanting yang hingga saat ini belum memiliki jalan keluar," ujarnya.

Ditambahkan Tarmijan bahwa, biaya Rp200 juta yang sudah disosialisasikan perusahaan dianggap masyarakat terlalu tinggi. Sehingga berbagai keberatan muncul, karena selama replanting masyarakat belum mempunyai penghasilan tambahan hingga tandan buah segar (TBS) atau buah sawit mereka berbuah dengan baik.

"Menurut masyarakat, biaya masih terlalu tinggi. Bahkan yang sudah disosialisasikan perusahan biaya itu mencapai Rp200 juta lebih,"jelas H Tarmijan, belum lama ini.

Sementara itu, mengenai ada bantuan subsidi Rp 50 juta ke masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani (Poktan), perusahaan, dan koperasi masih bisa mendapatkannya.

"Kalau itu tetap bisa digunakan walaupun tidak pakai bapak angkat. Tapi dengan catatan petani replantingnya tetap dibawah naungan kelompok tani atau koperasi. Karena pendistrubisian dana itu tetap tidak bisa perorangan," Tambah Tarmijan.***(vila)

 
DPRD KABUPATEN SIAK © 2017
Home  |  Website Resmi  |  Riauterkini.com