Home > Galeri >>

Berita Terhangat..
Senin, 21 Mei 2018 17:39
Kadernya Jadi Tersangka Politik Uang,
Demokrat Riau Junjung Tinggi Azas Praduga Tak Bersalah


Senin, 21 Mei 2018 16:57
Janji Bantu Meringankan Ditingkat Banding,
Oknum Pengacara Posbakum di PN Pelalawan Diduga Tilap Uang Terdakwa Kasus Narkoba


Senin, 21 Mei 2018 16:19
Asal Coret Sembarang Tempat,
Seorang Oknum ASN Pemkab Bengkalis Diamankan Satpol PP


Senin, 21 Mei 2018 15:32
Geram dengan Menag,
Plt Gubri Besok Temui Moeldoko Ceritakan Soal Embarkasi Haji Antara


Senin, 21 Mei 2018 15:27
Pj Sekdakab Rohul: Melalui Puasa Ramadhan, Tingkatkan Keimanan dan Sabar

Senin, 21 Mei 2018 15:14
23 Satpam Masjid Agung Rohul Dirumahkan, Ini Penjelasan Pihak Pengelola

Senin, 21 Mei 2018 15:10
Jadi Barang Bukti,
Mobil Penyerang Mapolda Riau Terdaftar sebagai Milik Warga Dumai




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 27 Nopember 2017 07:09
Harus Bangkitkan Ekonomi Masyarakat, Pemkab Kuansing Syukuran API 2017 untuk Pacu Jalur

Pemkab Kuansing menggelar syukuran atas diraihnya API 2017 untuk pacu jalur. Kegiatan tahunan tersebut harus bisa bangkitkan ekonomi masyarakay.

 

 

Riauterkini-TELUKKUANTAN- Pacujalur benar-benar sudah menjadi ikon pariwisata bagi pemerintahan Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Festival tahunan ini pada, Sabtu (25/11/17) malamb sudah dinobatkan menjadi salah satu pariwisata terpopuler se Indonesia dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) 2017 yang digelar di studio Metro TV, Kebun Jeruk, Jakarta.

Ketenaran ini ternyata bukanlah menjadi salah satu tujuan bagi pemerintahan setempat. Namun lebih kepada dampaknya terhadap ekonomi masyarakat. " Kita jangan hanya menjadikan pacujalur ini terpopuler saja, namun yang paling penting adalah bagaimana penyelenggaran festival pacujalur ini memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat kita hendaknya," harap Bupati Mursini saat memberikan kata sambutan pada acara syukuran menyambut penghargaan API 2017 di Taman Jalur, Teluk Kuantan, Ahad (26/11/17) kemarin.

Dia mengajak masyarakat agar merubah pola pikir yang selama penyelenggaran pacujalur hanya menjadi masyarakat yang konsumtif, mestinya harus produktif. "Kedepan jangan lagi masyarakat menghambur-hamburkan uangnya disaat penyelenggaraan pacujalur, tapi jadikanlah ini sebagai peluang untuk menarik keuntungan dari penyelenggaran tersebut," saran Bupati Mursini.

Caranya kata dia, masyarakat harus memamfaatkan momen momen pacujalur untuk menjual beragam kebutuhan misalnya, berjualan kue, berjualan aksesoris dan segala macamnya. Atau bisa saja menyediakan penginapan.

"Ini untuk masyarakat yang berada di sekitaran Telukkuantan misalnya, Desa Beringin, Desa Sawah mungkin saja bisa menyediakan homestay. Setiap warga meyewakan satu kamar rumahnya untuk wisatawan dan juga menyediakan makanannya. Nah, cara-cara seperti ini bisa untuk meningkatkan ekonomi masyarakat," ujarnya.

Selama ini kata dia, bagi masyarakat Kuansing pagelaran pacujalur ini belum memiliki nilai tambah bagi peningkatan ekonomi. Tapi malah sebaliknya. Masyarakat lebih cenderung menggunakan momen pesta rakyat ini untuk berbelanja menghambur-hamburkan uang. "Kedepan pola-pola seperti ini harus dirubah," pintanya.

Sementara itu, Budayawan Riau asal Kuansing, Prof Suwardi MS merasa terharu dengan terpilihnya pacujalur sebagai pariwisata terpopuler. Kata Prof Suwardi, dirinya meneteskan air mata begitu mendapatkan kabar melalui telepon oleh Bupati Mursini bahwasanya Pacujalur terpilih sebagai juara. "Sejak beratus tahun lalu pacujalur ini diselenggarakan, baru kali ini kita mendapatkan penghargaan ini. Ini sangat membuat kita bangga," kata dia.

Untuk masa yang akan datang, tokoh masyarakat Kuansing ini juga meminta kepada Bupati Mursini agar pelaksaanaan pacujalur juga diikuti oleh acara acara lainya. "Seperti upacara adat dan maelo jalur. Intinya tidak hanya sekedar pacujalur saja," katanya.

Hal ini bertujuan adalah, untuk mewarisi secara turun temurun tentang tradisi apa saja yang dimiliki oleh masyarakat Kabupaten Kuansing. "Saya mendengar Unesco itu melihat apa saja tradisi dan budaya yang bisa dijadikan situs warisan dunia. Jika tradisi dan budaya dan perangkat lainnya terjaga dengan baik secara turun temurun, bukan tidak mungkin pacujalur juga bisa masuk dalam situs warisan dunia yang dilindungi oleh Unesco" ucap Prof. Suwardi, MS.***(dri/Adv)

keterangan poto: 1.Sambil memegang trofi Anugerah Pesona Indonesia (API) 2017, para Siswi di Kuansing berpoto bersama dengan Bupati Mursini dan Wakil Bupati H Halim.

2. Kesenian tradisional calempong ikut meramaikan penyambutan piala API 2017 yang diselenggarakan di Taman Jalur Teluk Kuantan.

3.Masyarakat antre menyalami dan mengucapkan apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati Kuansing, Mursini-Halim atas penganugerahan Pacujalur sebagai Pariwisata Terpopuler se Indonesia.





Berita lainnya..........
- DPRD Pekanbaru Sahkan Perda Retribusi Pelayanan Tera Ulang
- Plt Bupati Alfedri Launching Perbup tentang Siak Kabupaten Hijau.
- Paripurna Pandangan Umum Fraksi Terhadap Ranperda Penggelolaan Aset
- Plt Walikota Pekanbaru Sampaikan LKPj Tahun Anggaran 2017 Melalui Paripurna DPRD
- DPRD Pekanbaru Sampaikan Pokok Pikiran ke Pemko Melalui Paripurna
- Galeri Foto,
Paripurna Laporan Reses DPRD Pekanbaru, Banjir Jadi Keluhan Utama Warga

- Dorong Percepatan Investasi KITB,
Plt Bupati Siak Alfedri Hadiri Rakor Finalisasi Implementasi KLIK di Jakarta



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com