Home > Hikmah >>
Berita Terhangat..
Selasa, 22 Agustus 2017 21:11
Pertengahan 2017, Peserta BPJS Kesehatan Pekanbaru Tembus Angka 1,7 Juta Jiwa

Selasa, 22 Agustus 2017 21:02
Diapresiasi Bupati,
Bakaroh, Cara Warga Sungai Intan, Inhil Jaga Ekosistem Sungai


Selasa, 22 Agustus 2017 19:52
Kemendikbud Sahkan 11 Warisan Budaya Tak Benda Riau

Selasa, 22 Agustus 2017 19:48
Smartfren Berikan Bonus Hingga 13 GB dengan Pembelian Kartu Perdana

Selasa, 22 Agustus 2017 19:16
Periode Kedua, Senator Riau Gafar Usman Kembali Pimpin BAP DPD RI

Selasa, 22 Agustus 2017 19:12
Harus Bijak Menggunakan Medsos,
Kemenko PMK Tanamkan Revolusi Mental kepada Puluhan Pelajar di Riau


Selasa, 22 Agustus 2017 18:10
Angkutan Online Hadir di Pekanbaru, Pejabat Pemko Jadi Galau

Selasa, 22 Agustus 2017 18:04
Terbaring Lemas di RSUD Arifin Ahmad,
Jantung Bocor, Dizan Tunggu Uluran Tangan Par Dermawan


Selasa, 22 Agustus 2017 17:24
Bupati Bengkalis Janji Evaluasi Jabatan Plt. Kadisdik

Selasa, 22 Agustus 2017 17:07
Fly Over di Simpang SKA Pekanbaru,
DPRD Riau Belum Mengetahui Ruas Jalan yang Dibangun




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 26 September 2016 13:30
Catatan Ibadah Haji Bagus Santoso,
Cara Terbaik Sucikan Hati dan Mendamaikan Jiwa


Lebih satu juta umat Islam dari seluruh penjuru dunia menuntaskan ibadah Haji di Baitullah. Anggota DPRD Riau Bagus Santoso salah seorangnya. Ia merasa haji adalah cara terbaik mensucikan hati dan mendamaikan jiwa.

RANGKAIAN pelaksanaan ibadah haji begitu mengharukan sekaligus mengembirakan. Sejak keberangkatan, Penerbangan Cen gkareng- Dubai lalu landing di bandara King Abdul Aziz Jedah naik pesawat Emirat terasa melegakan.

Kelegaan ini sangatlah terasa, sebab untuk bisa berangkat haji bukanlah senang seperti akan pergi tour atau tamasyah. Mendapatkan nomor porsi haji dan visa dibutuhkan kesabaran menunggu. Pengalaman penulis, mendapat kabar bisa berangkat haji setelah memendam rindu selama lima tahun.

Sampai di Arab Saudi adalah awal dari terwujudnya mimpi panjang menggenabkan Rukun Islam. Karena itu, meski letih, setibanya di Jeddah langsung berganti kain ihram berniat ibadah umroh. Perlu waktu sekitar 5 jam perjalanan darat dengan bus yang disediakan Kerajaan Arab Saudi.

Di sepanjang jalan kalimat Talbiyah menggema menggetarkan relung kalbu. Betapa kebesaran Allah terasa di negeri Suci Makkah Al- Mukaramah.

Rangkaian ibadah umroh dengan melaksanakan tawaf mengelilingi Ka'bah, kiblat umat Islam sejagat. Setiap putaran tawaf terasa meruntuhkan sendi- sendi kesombongan dan kekerasan hati.

Doa puja puji hanyalah untuk kuasa alam semesta Allah Robbul izati. Pasrah diri seirama alunan tawaf di mulai dari hajar aswad. Nafas dan peluh suci berjalan - berdesak serentak, mengayun kaki bersama jutaan muslim seraya lirih meminta ampunan Tuhan.

Selesai tawaf, ditutup sholat di belakang Maqam Ibrahim. Alhamdulillah, dalam rentak jutaan kaki umat hambamu dapat Bersimpuh dan besujud di depan Ka'bah. Lalu mendekat Multazam yang terletak antara Hajar aswad dan pintu Ka'bah. Di tempat ini Allah janjikan tidak ada doa yang tak dikabulkan. Dan pasti akan diberikan ampunan yang dipintakan.

Dengan kain ihram tak berjahit, rangkaian penyerahan diri berlanjut melaksanakan Sa,i naik ke atas bukit Marwah dan Safa. Diantara dua bukit yang berada di satu kawasan Masjidil Haram inilah lengkingan doa digantungkan. Kepasrahan diri diserahkan kepada Allah, Tuhan semesta alam.

Di tempat inilah Siti Hajar ditengah keputus asaanya mencari air minum untuk anaknya Nabi Ismail. Dengan Doa yang menggetarkan jiwa raga terucapkan.

Dan inilah doa yang maha dahsyat diucapkan : " Ya Allah, ampunilah, sayangilah, maafkanlah, bermurah hatilah, dan hapuskanlah apa-apa yang Engkau ketahui dari dosa kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui apa-apa yang kami sendiri tidak tahu. Sesungguhnya Engkau Ya Allah Maha Tinggi dan pemurah".

Amalan doa ini jujur membuat luluh badan, gemetar sampai relung kalbu tak dapat terucap dan terkatakan dengan kalimat apapun. Sejatinya disebalik doa disertai dengan 7 kali berlari antara bukit Marwah - Safa terdapat Itibar terang . Tentu saja ini hanya berlaku bagi siapapun umat Muhammad yang mendapatkan hidayah.

Tidak ada rasa letih dan lelah, dalam masa take off- landing , ditambah perjananan darat, tidak sampai 29 jam ibadah umroh selesai di pungkasi dengan tahalul, potong rambut. Dan makna sejatinya membersihkan noda dan dosa yang menumpuk pada diri kita manusia.

Masa 40 hari bagi jamaah haji terasa hanya hitungan saat. Sebaliknya bagi yang ditinggalkan di tanah air, menunggunya sebulan terasa setahun. Silahkan mencoba dan merasakan sendiri untuk membuktikanya.

Ibadah Haji adalah kewajiban suci. Haji bermakna ibadah dan pensucian. Maka, bagi jamaah haji 40 hari adalah masa yang singkat. Adanya hanya tamasya keasyikan hati untuk totalitas ibadah sholat dan bertaubat.

Kesucian Makkah dan Kemulian Ka'bah, membuat jamaah betah. Cuaca panas terasa sesejuk es. Terganti rasa puas, seakan kotoran dan noda dosa menjadi meleleh, menguap ditempat ijabah di padang Arafah.

Bagi sebagian jamaah haji Indonesia, pelaksanaan hajinya dengan mengambil haji Tamattu'. Mendahulukan Umroh lalu Haji. Dengan demikian diwajibkan menyembelih hewan atau disebut "Dam". Maka ketika tahalul Umroh jamaah hanya menggunting sebagian rambut. dan setelah tahalul haji, rame- rame potong bolin, botak licin,

Masa menunggu 9 zulhijah, jamaah haji yang tinggal di pemondokan atau di tempat- tempat transit sekitar Makkah diepergunakanuntuk silaturahmi dan mengkaji ilmu agama. Penulis yang kebetulan tinggal di transit di kawasan Zahir bergabung dengan muslim dari negara- negara Islam kawasan Teluk seperti ; Nigeria, Mali, Sudan, dan juga dari India, Bangladesh, Pakistan, Kasmir dan negara dari pecahan dari Rusia seperti azerbaijan, Uzbekistan, Tajikistan dan Turki.

Maka, saat melakukan sholat di Masjid ada perpaduan warna kulit yang unik. Dalam satu barisan shaf sholat berwarna- warni. Ada yang putih melepak tapi ada juga yang hitam kelam. Ukuran badan juga terlihat kontras ada yang kelewat jangkung, tapi juga ada yang pendek.

Bagi jamaah haji dari Indonesia masuk kategori terakit pendek-pendek. Dan tentu yang paling mencolok adalah dari Afrika sudah kelewat jangkung hitam mengkilat pula. Astagfirullah.

Apapun perbedaannya ; warna kulit dan ukuran badan, mereka menyatu dan ramah- tamah. Saling menolong dan memberi, terutama berbagi makanan dan minuman. Mereka disatukan dengan ke-tauhidan . Bahasa bukan jadi kendala.

Jika sama sekali tidak bisa Bahasa Arab atau Inggris, cukup dengan bahasa isyarat. Maka beres semua, makanan, minuman bahkan terkadang baju gamis dan jam tangan sudah menjadi milik kita setelah dikatakan " halal".

Aktivitas harian, pertokoan, perkantoran saat terdengar suara adzan langsung tutup. Jangan heran sepanjang jalan raya meski tidak terjebak macet , jika belum sampai di Masjid . Maka mobil- mobil berhenti di tengah jalan. Driver dan penumpang sholat di sepanjang trotoar jalan.

Setiap hari cuaca dilaporkan dengan intensitas panas di atas rata- rata 45 derajat Celcius . Pánas terik itu membuat sebagian jamaah terkena retak bibir dan kulit mengering. Sakit flu dan batuk sangat kentara. Suara batuk dan bersin bersahut-sahutan .

Jelang tanggal 9 zulhijah tidak kurang 3 juta manusia siap wukuf di padang Arafah. Rangkaian ibadah haji segera di mulai. Haji adalah Arafah, tidak disebut haji kalau belum wukuf di padang Arafah.

Dalam Kekhusukan berserah diri kepada Illahi Robi, hanya doa disertai jerit dan tangis memohon ampunan. Ditempat yang ijabah ini keluh kesah dan rasa salah tumpah. Terik memanggang padang pasir menambah rasa takut yang mencekam atas Kebesaran dan Azab Tuhan semesta alam.

Di tenda dan setiap ceruk Arafah jamaah haji melelehkan air mata . Masing-masing sibuk mengurus dirinya sendiri mendekat dan mengadu sedekat mungkin dengan Gusti Allah. Suara doa dan tangisan seperti anak bayi kehausan tidak peduli lagi. Di Arafah seakan menggambarkan akan hari kebangkitan. Setiap diri manusia tak bisa membela diri. Bahkan tangan kiri tak dapat membantu tangan kanannya sendiri.

Pasrah di Arafah masih berlanjut, bertalbiyah menuju Mudzalifah dan Ka'bah Masjidil Haram. Arafah - Mudzalifah berbatasan langsung. Namun ketika 3 juta manusia serentak pada waktu dan tujuan yang sama apa yang terjadi. Tempat ibarat tak berjarak dah pada hari biasa cukup hitungan menit.

Tempat ini menjadi padang lautan manusia. Praktis kendaraan tak bisa bergerak, tempat parkiran tak sanggup menampung. Maka banyak rombongan jamaah terjebak keluar dari Arafah ba'da magrib sampai di Masjidil Haram menjelang subuh bahkan ada yang pagi hari.

Alhamdulillah penulis, insya Allah masuk rombongan yang beruntung. Meski perjalanan 10 menit molor menjadi 3 jam. Saya serombongan sebanyak 75 orang jemaah Berhasil paling awal masuk pelataran Masjidil Haram. Buahnya dapat melakukan tawaf ifadah di Ka'bah dalam suasana tenang dan longgar. Begitu juga dalam melakukan Sa,i semuanya dimudahkan Tuhan. Sebagai rasa syukurku bersama rombongan atas karunia yang diberikan Allaj SWT, rombongan yang pria melakukan Tahalul cukur rambut bolin botak licin, semoga Allah mengampuni dosa- dosaku bersama terpotongnya rambut di kepalaku, amin.

Meskipun rangkaian Sudah sampai Tahalul, namun kondisi jamaah masih dalam ihram. Maknanya banyak pantang larang yang telah ditetapkan seperti tercantum pada syarat dan rukun haji. Bagi yang melanggar larangan wajib mengganti dengan "Dam" denda menyembelih kambing atau membayar fidyah.

Ditandai dengan kepala bolin, maka jamaah sudah diperbolehkan menanggalkan kain ihram. Jamah sudah bisa memakai pakaian bebas. Dan seperti di Indonesia jamaah ramai memakai kain sarung seperti dikampung sendiri.

Berlanjut menginap di pemondokan Mina selama tiga hari tiga malam. Mina kondisinya serupa dengan Arafah. Namun tenda yang disediakan oleh kerajaan Arab Saudi lebih permanen jika dibandingkan di Arafah. Tiga juta manusia sekarang tumplek blek di lokasi lembah yang diapit dua bukit. Disebut Mina sebab ketika berada di dalamnya seperti di rahim seorang ibu.

Selama menginap di tenda, tidak ada waktu yang dibuang percuma. Kecuali diisi dengan beribadah, sholat wajib, tahajud dan baca AL-quran. Di Mina ini digantungkan doa dan di semaikan harapan. Di lembah dan bukit Mina inilah nabi Ibrahim mendapat predikat manusia paling taat maka diangkat menjadi manusia dengan derajat tertinggi.

Di sinilah tertulis sejarah kisah seorang bapak dan anak yang sama- sama taat kepada PenciptaNya. Nabi Ismail sang anak remaja yang dengan rela hati disembelih oleh bapaknya. Nabi Ibrahim yang ikhlas dan pasrah menyembelih anaknya.

Adakah ketaatan dan kepasrahan sebagiamana nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Apakah masih ada pewaris sifat anak dan bapak setaat manusia pilihan Allah pada zaman sekarang ?

Mina juga melambangkan sebuah konsistensi dalam mengambil keputusan. Nabi Ibrahim ketika itu bukan tidak dilanda keraguan dan kegamangan saat menerima perintah untuk menyembelih puteranya tercinta, Nabi Ismail.

Tiga hari dua malam, Nabi Ibrahim gemetaran dan berkeringat dingin untuk memenuhi perintah wahyu. Antara menerima dan menolak perintah Tuhan. Dalam masa itulah iblis menampakkan rupa aslinya menggoda dengan segala cara supaya Nabi Ibrahim tidak mentaati perintah Allah SWT .

Maka di Mina inilah jamaah haji menginap dan melempar jumroh selama tiga hari berturut- turut. Dimulai dari jumroh Aqobah yang manifestasinya merajam iblis dan setan penggoda. Lalu bagaimana kiat menghadapi Iblis dan setan ?

Mari kita Meneladani apa yang telah diperbuat oleh kedua bapak dan anak, manusia pilihan Allah SWT . Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Di saat godaan iblis semakin kuat maka langkah yang pertama adalah berserah diri kepada Tuhan lalu dengan santun dah tegas mengajak diskusi dengan kata yang bijak terhadap sang anak.

Wahai putraku, ayahmu mau minta pendapatmu. Apa jawaban dan yang akan lakukan anakku jika ayah menyembelihmu ? . Bagaimana kalau pertanyaan ini kita ajukan ke anak kita masing-masing di zaman sekarang ? Jawabnya ada di relung hati kita sendiri-sendiri. Sebab yang mengetahui ketaatan dan kepatuhan anak dan keluarga kita bukan orang lain. Tapi diri kita sendiri.

Yang jelas Nabi Ibrahim saat puncaknya dalam godaan Iblis dan Setan, anak tidak dijadikan objek tetapi dipanggil dengan lembut dan ditanya langsung pendapat dari mulut anaknya.

Hasilnya sungguh luar biasa, Wahai ayah jika ini karena perintah Allah, maka jangan ragu lakukanlah ayah, dan semoga anakmu dimasukkan golongan orang yang selalu taat kepada perintah Allah SWT.

Seketika Iblis sebesar gunung Merapi, dan sejuta barisan setan penggoda lari tunggang langgang. Subhanallah. Ibrah dari semua rangkaian ibadah haji sungguh sangat relevan dengan kehidupan hari ini. Maka jadikanlah diriku hanya takut dan menurut karena perintah-Mu.

Dengan ekspresi terjiwai ketaatan Nabi Ibrahim Dan anaknya Nabi Ismail. Aku rajam setan yang menghadang didepanku . Pancang tembok berukir, simbol iblis dan setan itu kuhajar dengan tujuh kali lemparan seraya mengucapkan,”Bismillahi Allahu Akbar.”

Tak terasa waktu bergulir, sudah 28 hari, kalbu dan tarikan nafasku kuisi full dengan doa dan lafal suci. Sambil tawaf wada' tak terasa dari mataku sembab meleleh. Berat hati melepaskan rasa sayang tuk menjauh dari Ka'bah. Daku akan selalu Merindukanmu kota suciku Makkah dan Madinah . Amin.*** * tulisan perjalanan ibadah haji bagus santoso, di dedikasikan untuk isteri dan anak- anak hebatku, serta sahabat- sahabat yang merindukan Ka'bah.





Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
wyono469@gmail.com
smoga slamat sampai tujuan y pak.

karina
bermain adu ayam terbaik indonesia dewasabungayam com/ New sabungayam in sabungayam co sabung-ayam net Silahkan Add PIN BBM Kami D8C363CA (NEW)


Berita lainnya..........
- Besok 401 JCH Pelalawan Bertolak Menuju Embarkasi Batam
- DLH Bengkalis Data Kelompok Pecinta Lingkungan
- Bupati Bengkalis Sidak Sejumlah Kantor Layanan Masyarakat
- Pasca Lulus Verifikasi Faktual,
PSI 'Partai Anak Muda' Perkenalkan Jajaran Kepengurusan

- Catatan Ibadah Haji Bagus Santoso,
Cara Terbaik Sucikan Hati dan Mendamaikan Jiwa

- Innalillah, Seorang JCH Inhil Wafat di Mekkah
- Fitra Riau Desak Pemko Pekanbaru Transparan Soal Realisasi Anggaran untuk PT MIG


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 23.20.166.142
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com