Berita Terhangat.. |
Kamis, 23 Mei 2013 10:48 Tuntas Deklarasi, Annas-Andi Mendafkar ke KPU Riau
Kamis, 23 Mei 2013 10:48 Diskes Pekanbaru Perlu Perda untuk Capai PAD
Kamis, 23 Mei 2013 10:33 Tuntas Deklarasi, Annas-Andi Mendafkar ke KPU Riau
Kamis, 23 Mei 2013 10:29 Tuntas Mendaftar, Herman Optimis Koalisi Pengusung Utuh
Kamis, 23 Mei 2013 09:51 Jaksa Selidiki Dugaan Kredit Bermasalah BRI Baganbatu ke PT Sawedong
Kamis, 23 Mei 2013 09:16 Deklarasi, Annas-Andi Ditunggu Pendukung di MTQ
Kamis, 23 Mei 2013 09:12 RAPP Dukung MTQ Dua Kecamatan di Pulau Padang
|
|
|
|
Kamis, 22 Desember 2011 17:49 Siswa SMKN 1 Pankalankerinci Demo Penyelewengan Dana OSIS dan SPP
Riauterkini-PANGKALANKERINCI-Ratusan Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1
Pangkalan Kerinci menggelar aksi di sekolah mereka sendiri Kamis (22/12/11). Mereka
memprotes adanya dugaan penyelewengan dana Osis dan iyuran SPP. Selain itu pula
mereka mendesak pihak sekolah memperbaiki fasilitas sekolah.
Pantauan dilapangan ratusan murid mulai kelas satu hingga tiga dari berbagai
jurusan, berteriak dan bersorak menyampaikan aspirasinya dengan dipandu kordinator
aksi yang berorasi. Menggunakan pengeras suara, siswa-siswi yang seharusnya duduk
manis dikelas dan mendengarkan guru mengajar, kali ini meminta perhatian segenab
majelis guru dan pejabat sekolah. Para peserta didik ini juga membawa spanduk,
karton hingga kertas selebaran yang berisi aspirasi dan tuntutan mereka.
Pemandangan serupa juga tampak didepan pintu masuk sekolah, tertempel berbagai
karton berisi tulisan serupa yang hampir memenuhi pintu besi itu. Belasan siswapun
bersiaga menjaga satu-satunya jalur masuk dan keluar itu. Mereka memblokir akses
tersebut, guna menghambat para guru dan murid lainnya yang akan meninggalkan
sekolah, sebelum unjuk rrasa selesai. Hanya majelis sekolah, polisi, orangtua dan
wartawan yang boleh melintas. peserta didik tingkat atas ini juga didampingi petugas
kemanan sekolah.
"Kami memnutup dan memblokir ini, supaya kawan-kawan yang lain ikut demo dan tidak
dibenarkan pulang sebelum selesai. Karena aksi ini untuk kepentingan semuanya dan
membela kesejahteraan bersama. Guru dan majelis sekolah juga tidak boleh kembali ke
rumah dulu, sebelum mendengar aspirasi kami," ujar seorang siswa kelas dua yang
enggan ditulis namanya.
Keadaan sekolah yang berstatus Rancangan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) ini
semakin gaduh, ketika hampir semua siswa terkonsentrasi di halaman dan berteriak
menyerukan kepentingan mereka. Fokus demonstrasi semakin tidak terarah, menyusul
semakin banyaknya suara dari para murid. Pengawasan dari anghota kepolisian Polres
Pelalawan, bersiaga disekitar baridan dan lingkungan sekolah. Untuk mencegah aksi
anarkis, pejabat sekolah dan beberapa guru, meminta perwakilan siswa untuk masuk ke
dalam Aula sekolah dan melakukan dialog langsung.
Ketua Organisasi Intra Sekola (Osis) SMKN 1, Dwi Surya Pamungkas menuturkan, mereka
berkumpul dan melakukan aksi hanya untuk menuntut hak yang selama ini tidak
didapatkan. Banyak persoalan yang tidak bisa dijawab oleh pihak sekolah dan telah
menumpuk hingga mereka memutuskan melakukan demonstrasi. Yang paling utama mereka
menuntut uang SPP yang saat ini Rp 160 ribu, diturunkan hingga 50 persen yakni Rp 70
ribu.
"Karena kami yang bersekolah disini kebanyakan keluarga yang tidak mampu, banyak
pengaduan dan keluhan yang kami terima di Osis. Padahal dua tahun lalu masih Rp 60
ribu dan langsung dinaikan hingga 100 persen lebih. Pokoknya harus ditutunkan,"
ungkapnya dengan tegas.***(feb)
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
|