Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Kamis, 14 Desember 2017 21:20
Expo Karya Pendidikan Tahun 2017, Bupati Inhil Sesalkan Minim Peran Serta SMA Negeri

Kamis, 14 Desember 2017 21:14
Reses di Mandau, Syaiful Ardi Beri Bantuan dan Janjikan Sejumlah Insfrastruktur

Kamis, 14 Desember 2017 21:07
Dugaan Korupsi Dermaga Sungai Tohor Barat,
Mangkir, Kejari Bakal Ajukan Surat Pencekalan Mantan Kadishub Meranti


Kamis, 14 Desember 2017 20:58
Tak Kunjung Disahkan, Dewan Sebut Menteri Siti Nurbaya Sengaja Memperlambat RTRW Riau

Kamis, 14 Desember 2017 20:49
Jadi 'Sarang Hantu', Dewan Datangi Ambulan Tua Milik Pemkab Bengkalis di Duri

Kamis, 14 Desember 2017 20:07
Waka DPRD Dumai Masih Komit Bangun Lingkungan Dapilnya

Kamis, 14 Desember 2017 20:03
Upaya Meningkatkan PAD, Bapenda Rohul Mutakhirkan NJOP

Kamis, 14 Desember 2017 20:03
Kalap Temannya Kehilangan Anjing, Simatupang Menusuk 8 Orang di Kandis

Kamis, 14 Desember 2017 19:22
Berkunjung ke RAPP, Duta Besar Kanada Borong Kerajinan Tenun dan Batik Riau

Kamis, 14 Desember 2017 18:36
BPBP Siapkan Rp 400 Miliar untuk Replanting Sawit

loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.


Sabtu, 13 Agustus 2016 07:37
Dibentuk Tim Pora,
Pemkab Siak Gandeng Kanwil Hukum dan HAM Riau Awasi WNA


Pemkab Siak memberi perhatian serius terhadap keberadaan warga negara asing atau WNA. Untuk mengawasi mereka, dibentuk Tim Pora bekerjasama dengan Kanwil Hukum dan HAM Riau.

Riauterkini-SIAK-Pengawasan terhadap orang asing di Kabupaten Siak Mulai didata dengan serius, terkait diberlakukannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 21 Tahun 2016 tentang Bebas Visa Kunjungan pada 2 Maret 2016 yang lalu, yang isinya untuk memberikan bebas visa kunjungan bagi wisatawan dari 169 negara. Targetnya untuk menarik wisman sebanya 20 juta wisatawan manca Negara yang masuk ke Indonesia.

Untuk itu, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Hukum dan HAM Riau Ferdinan Siagian bersama Bupati Siak Syamsuar, Jumat (12/8/16), membentuk tim Pengawasan Orang Asing (Pora) Siak. Tentunya tim melibatkan Imigrasi, Polres Siak, Kejaksaan Negeri (Kejari) Siak, Badan Narkotika Nasional (BNN) Siak, serta Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Siak.

Dalam laporannya Kepala Kantor Imigrasi kelas II Siak Syahril, mengatakan maksud untuk meresmikan ruang secretariat Tim PORA adalah untuk meningkatkan konsolidasi dan kordinasi maupun untuk sharing informasi serta rencana aksi.

"Dengan berlakunya MEA di Negara kita ini, tidak menutup kemungkinan orang asing untuk keluar dan masuk ke wilayah kita, yang melanggar aturan keimigrasian. Selain itu ruangan secretariat ini juga untuk meningkatkan koordinasi pengawasan orang asing di wilayah kabupaten Siak," jelas Syahril.

Sebagai informasi lanjut Dia, jumlah tenaga asing yang bekerja di kecamatan Tualang sebanyak 285 orang, kecamatan Kandis sebanyak 10 orang dan kecamatan Siak sebanyak 9 orang. Sesuai dengan peraturan keimigrasian mengamanatkan untuk mengantisipasi penyalahgunaan izin tinggal, illegal loging, money laundering, dan transional imigran board crime, dan lain-lain.

"Tentu kita tidak menginginkan hal-hal tersebut masuk dan terjadi di kabupaten yang kita cintai ini. Untuk itu kita butuhkan kerjasama dari unsur TNI, Polri, BIN dan masyarakat serta dunia usaha," ungkap Syahril.

Selain itu Kakanwil Kementerian Hukum dan HAM Riau Ferdinand Siagian, menambahkan peran imigrasi dan stake holder untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan visa kunjungan wisatawan asing. Dan meminta kepada Imigrasi Siak, untuk segera menjadwalkan untuk melakukan operasi bersama ke perusahaan yang mempekerjakan tenaga asing.

Sementara itu Bupati Siak Syamsuar menyambut baik dengan dibentuknya Tim Pora tersebut, dan dikatakannya bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak memang sudah lama dibentuknya tim ini, karna pihaknya juga berusaha untuk mengawasi warga negara asing yang berkerja di Kabupaten Siak khusus di perusahaan.

"Saya setuju sekali, nanti kita bersama-sama melakukan operasi atau mengecek ke perusahaan yang memiliki tenaga kerja asing. Bisa saja dalam laporannya sekian tapi dilapangan nyatanya berbeda," ujar Bupati Syamsuar.

Disatu sisi, kehadiran orang maupun investasi asing, memang sangat dibutuhkan sepanjang membawa manfaat bagi pembangunan dan pengembangan daerah, namun dampak negatifnya juga harus diwaspadai. Untuk itu dibentukanya Tim Pora ini sebagai wadah untuk sharing informasi sehubungan dengan perlintasan, keberadaan dan kegiatan orang asing di kabupaten Siak merupakan hal penting.***(vila)



Berita Hukum lainnya..........
-
- Kalap Temannya Kehilangan Anjing, Simatupang Menusuk 8 Orang di Kandis
- Hakim PN Bengkalis Vonis Mati Bandar Sabu 40 Kg
- Korupsi Dermaga Sungai Tohor Barat,
Kejari Kepulauan Meranti Tetapkan 4 Tersangka

- Belum Siap, Jaksa Batal Tuntut Pegawai Rutan Terjerat Pungli
- Korupsi ADD, Seorang Mantan Kades di Rohil Divonis 4 Tahun Penjara
- Buntut Pemanggilan Kejari,
Rekanan Sebut Oknum PPK Disdik Pelalawan Minta 'Setoran'

- Polda Riau Musnahkan 17 Kg Sabu dari 7 Tersangka
- Nistakan Islam di Facebook, P Hutahean Dilaporkan ke Polsek Minas
- Anggota DPRD Pelalawan Dukung Kejari Tangkap Petinggi PT Adei
- Keluarga Histeris,  Hakim PN Siak Vonis Mati Dua terdakwa Narkotika Lintas Negara
- Tersangka Terima Upah Rp4 Juta,
Polisi Tangkap Dua Kurir Sabu 10 Kg di Siakkecil, Bengkalis

- Korupsi RTH, Pendemo Desak Kejati Periksa Gubernur Riau
- Dua Terdakwa Narkotika Divonis Mati Hakim PN Siak
- Dugaan Pungli Proyek, Seorang Kasi di Disdik Pelalawan Diperiksa Kejari
- Setahun Berlalu, Eksekusi Petinggi PT Adei Plantation Tak Kunjung Terlaksana
- Polisi Amankan Diduga Sabu 10 Kg di Siakkecil, Bengkalis
- Mencuri di Duri, Sopir Tertangkap di Bukit Kapur, Dumai
- Sidang TTD Bupati Bengkalis,
Saksi Sebut Perjanjian dengan Terdakwa Rp1 M Urus Dokumen

- Demi Kenyamanan, Satlantas Polres Bengkalis Lembur di Malam Weekend


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.163.209.109
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com