Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 28 April 2017 08:23
Kepala ULP Pemprov Riau Bantah Tudingan Keluarga Gubri Pungli Proyek

Jum’at, 28 April 2017 08:22
Bank Riau Kepri Serahkan CSR 6 RKB dan 10 Hektar Tambak di Kabupaten Lingga, Kepri

Jum’at, 28 April 2017 07:48
Tak Sampai Dua Jam, Dua Pedagang Ganja dan Sabu Ditangkap Polisi di Inhil

Jum’at, 28 April 2017 07:46
Ditlantas Polda Riau Gandeng UMRI Seminarkan Keselamatan Lalu-lintas

Kamis, 27 April 2017 22:32
Transaksi Sabu di Rohul, Warga Padang Lawas Sumut Ditangkap Polisi

Kamis, 27 April 2017 22:20
Hingga Juli, NAM Air Hadirkan Promo Spesial

Kamis, 27 April 2017 21:58
Nakhodai PGRI Rohul, Adolf Bastian Upayakan Sejahterakan Nasib Guru

Kamis, 27 April 2017 21:50
Bupati Meranti 'Beri' Uang Rp 2 Miliar dan 5 Unit Ambulance kepada Baznas

Kamis, 27 April 2017 21:10
Bupati Siak Syamsuar Menerima Gelar Kanjeng Raden Tumenggung

Kamis, 27 April 2017 21:00
Walikota Dumai Ajak Wujudkan Kota Pintar, Makmur dan Madani



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 13 Agustus 2016 07:37
Dibentuk Tim Pora,
Pemkab Siak Gandeng Kanwil Hukum dan HAM Riau Awasi WNA


Pemkab Siak memberi perhatian serius terhadap keberadaan warga negara asing atau WNA. Untuk mengawasi mereka, dibentuk Tim Pora bekerjasama dengan Kanwil Hukum dan HAM Riau.

Riauterkini-SIAK-Pengawasan terhadap orang asing di Kabupaten Siak Mulai didata dengan serius, terkait diberlakukannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 21 Tahun 2016 tentang Bebas Visa Kunjungan pada 2 Maret 2016 yang lalu, yang isinya untuk memberikan bebas visa kunjungan bagi wisatawan dari 169 negara. Targetnya untuk menarik wisman sebanya 20 juta wisatawan manca Negara yang masuk ke Indonesia.

Untuk itu, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Hukum dan HAM Riau Ferdinan Siagian bersama Bupati Siak Syamsuar, Jumat (12/8/16), membentuk tim Pengawasan Orang Asing (Pora) Siak. Tentunya tim melibatkan Imigrasi, Polres Siak, Kejaksaan Negeri (Kejari) Siak, Badan Narkotika Nasional (BNN) Siak, serta Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Siak.

Dalam laporannya Kepala Kantor Imigrasi kelas II Siak Syahril, mengatakan maksud untuk meresmikan ruang secretariat Tim PORA adalah untuk meningkatkan konsolidasi dan kordinasi maupun untuk sharing informasi serta rencana aksi.

"Dengan berlakunya MEA di Negara kita ini, tidak menutup kemungkinan orang asing untuk keluar dan masuk ke wilayah kita, yang melanggar aturan keimigrasian. Selain itu ruangan secretariat ini juga untuk meningkatkan koordinasi pengawasan orang asing di wilayah kabupaten Siak," jelas Syahril.

Sebagai informasi lanjut Dia, jumlah tenaga asing yang bekerja di kecamatan Tualang sebanyak 285 orang, kecamatan Kandis sebanyak 10 orang dan kecamatan Siak sebanyak 9 orang. Sesuai dengan peraturan keimigrasian mengamanatkan untuk mengantisipasi penyalahgunaan izin tinggal, illegal loging, money laundering, dan transional imigran board crime, dan lain-lain.

"Tentu kita tidak menginginkan hal-hal tersebut masuk dan terjadi di kabupaten yang kita cintai ini. Untuk itu kita butuhkan kerjasama dari unsur TNI, Polri, BIN dan masyarakat serta dunia usaha," ungkap Syahril.

Selain itu Kakanwil Kementerian Hukum dan HAM Riau Ferdinand Siagian, menambahkan peran imigrasi dan stake holder untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan visa kunjungan wisatawan asing. Dan meminta kepada Imigrasi Siak, untuk segera menjadwalkan untuk melakukan operasi bersama ke perusahaan yang mempekerjakan tenaga asing.

Sementara itu Bupati Siak Syamsuar menyambut baik dengan dibentuknya Tim Pora tersebut, dan dikatakannya bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak memang sudah lama dibentuknya tim ini, karna pihaknya juga berusaha untuk mengawasi warga negara asing yang berkerja di Kabupaten Siak khusus di perusahaan.

"Saya setuju sekali, nanti kita bersama-sama melakukan operasi atau mengecek ke perusahaan yang memiliki tenaga kerja asing. Bisa saja dalam laporannya sekian tapi dilapangan nyatanya berbeda," ujar Bupati Syamsuar.

Disatu sisi, kehadiran orang maupun investasi asing, memang sangat dibutuhkan sepanjang membawa manfaat bagi pembangunan dan pengembangan daerah, namun dampak negatifnya juga harus diwaspadai. Untuk itu dibentukanya Tim Pora ini sebagai wadah untuk sharing informasi sehubungan dengan perlintasan, keberadaan dan kegiatan orang asing di kabupaten Siak merupakan hal penting.***(vila)





Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Kepala ULP Pemprov Riau Bantah Tudingan Keluarga Gubri Pungli Proyek
- Tak Sampai Dua Jam, Dua Pedagang Ganja dan Sabu Ditangkap Polisi di Inhil
- Ditlantas Polda Riau Gandeng UMRI Seminarkan Keselamatan Lalu-lintas
- Transaksi Sabu di Rohul, Warga Padang Lawas Sumut Ditangkap Polisi
- Nelayan Labusel Sumut Meninggal Saat Menjaring Ikan di Perairan Pulau Jemur Rohil
- Penegakan Hukum Tipikor Bansos Bengkalis Disarankan Transparan
- Satlantas Polres Inhil Limpahkan 4 Perkara Laka Lantas ke Kejaksaan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.81.72.117
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com