Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Kamis, 17 Agustus 2017 16:38
Tertangkap Bawa Pistol Rakitan,
Mukmin Arif Ternyata Sudah Rencanakan Perampokan di Pekanbaru


Kamis, 17 Agustus 2017 16:10
Tak Punya Uang dan Terus Didesak Nikah Alasan Pacar Bunuh dan Bakar Ema

Kamis, 17 Agustus 2017 15:32
HUT ke-72 RI , 168 ASN Kampar Terima Satyalancana Karya Satya

Kamis, 17 Agustus 2017 15:20
HUT ke-72 RI di Kabupaten Kampar,
Ririn Nadia Putri Dipercaya Membawa Baki Sang Merah Putih


Kamis, 17 Agustus 2017 15:08
HUT RI di Kepenuhan, Ratusan Pelajar Rohul Arak Bendera Merah Putih Sepanjang 72 Meter

Kamis, 17 Agustus 2017 15:01
Dalam Guyur Hujan,
Upacara Detik-detik Proklamasi di Pelalawan Berlangsung Khidmat


Kamis, 17 Agustus 2017 14:44
Momentum HUT Ke-72 RI , Walikota Dumai Ajak Semua Komponen Kerja Bersama

Kamis, 17 Agustus 2017 14:40
Dipimpin Bupati Wardan,
Peringatan HUT ke-72 RI di Inhil Diwarnai Drama Perjuangan Letda M Boya


Kamis, 17 Agustus 2017 14:36
Tak Percaya Kerja Pemko Dumai,
APLD Laporkan Tumpahan Minyak PT Nagamas ke Pusat


Kamis, 17 Agustus 2017 14:26
Banyak Atraksi di Upacara HUT RI Ke-72 di Kantor Bupati Rohul



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.


Kamis, 29 September 2016 12:45
Meski Ilegal, Karaoke Keluarga di Perawang Dibiarkan Pemkab Siak Beroperasi

Pemkab Siak sampai saat ini belum bisa mengeluarkan izin tempat hiburan. Padahal di Perawang sudah ada beberapa karaoke keluarga yang berorasi secara ilegal dan dibiarkan.

Riauterkini-SIAK- Pemerintah Kabupaten (P‎emkab) Siak melalui Kepala Satuan Polisi Pamong Pradja (Kasatpol PP) Hadisanjoyo, telah melayangkan Surat Peringatan (SP) untuk ketiga kalinya ke pemilik tempat karoke keluarga yang tidak memiliki izin. Akan tetapi, hingga kini tidak ada tindakan tegas walaupun mereka tetap beroperasi tanpa izin.

Tempat karoke keluarga di Perawang, Kecamatan Tualang yang diduga tidak mengantongi izin yakni My Friend Famly Karoke, Anak Langit Karoke, dan Scorpio‎.

Kamis (29/9/16), keterangan Kasatpol PP Siak Hadisanjoyo kepada riauterkini.com bahwa saat ini pihaknya masih berkonsultasi dengan pihak instansi terkait yakni BPMP2T dan Dinas Pariwisata, karena saat pihak pemilik telah melakukan pengurusan izin akan tetap Pemkab Siak belum memberikan izin karena adanya pengkajian mendalam atas akan dikeluarkannya izin operasi karoke keluarga tersebut.

"SP tiga sudah kita berikan, akan tetapi belum bisa dilakukan Penindakan karena mereka para pemilik sudah melakukan pengurusan, dan masih dalam proses," ujarnya. Diketahui bahwa, saat ini untuk izin tempat karoke keluarga di Kabupaten Siak masih perlu pengkajian mendalam dan dituangkan dalam Peraturan Bupati (Perbup).

Hingga saat ini Perbup mengenai hal tersebut belum ada, sehingga izin belum bisa diberikan. Ditempat terpisah, Kepala BPMP2T Siak Heriyanto mengatakan kepada riauterkini.com bahwa untuk mendapatkan izin tempat karoke keluarga tersebut harus ada surat rekomendasi dari Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Siak.

"Untuk izin tempat karoke tersebut, kita perlu surat rekomendasi dari Disparpora. Kalau tidak ada kita tidak bisa mengeluarkan izinnya," terang Heriyanto beberapa lalu.

Sementara itu, Kadisparpora Siak Hendrisan kepada riauterkini.com beberapa waktu lalu mengatakan bahwa untuk izin tempat karoke tersebut masih dalam proses pertimbangan dan pembuatan Perbup yang mengatur tempat syarat-syarat yang akan dilaksanakan pihak pengelola tempat karoke keluarga tersebut.

"Kita belum ada Perbupnya, masih dalam proses. Jadi untuk mengeluarkan izin tempat karoke keluarga tersebut masih dalam tahap pentelaahan agar tidak salah mengeluarkan izinnya," terang Hendrisan.***(vila)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
ucok siak
Kenapa dibiarkan tempat karaoke yang syarat dengan peredaran miras dan prostitusi. Tempat itu sudah jelas tidak ada izin, kenapa tidak ditindak dan ditutup saja sampai izin mereka ada. Dimana akhlak mu....

MUI
Gelper lebih parah lagi menggerongoti duit masyarakat. sdh banyak ekonomi keluarga hancur dikarenakan Gelper. tetapi dianggap bukan judi. lantas apa ? di provinsi lain dilarang karena itu jelas jelas judi , apa mereka bukan NKRI juga. bagaimana ini kapolda baru. kami tunggu gebrakanmu


loading...

Berita Hukum lainnya..........
- Tertangkap Bawa Pistol Rakitan,
Mukmin Arif Ternyata Sudah Rencanakan Perampokan di Pekanbaru

- Tak Punya Uang dan Terus Didesak Nikah Alasan Pacar Bunuh dan Bakar Ema
- Dipimpin Gubri, Upacara Detik-detik Proklamasi 2017 Berlangsung Khidmad
- Pelaku Pacar Korban, Ema Dibunuh dan Dibakar karena Hamil
- Kapolres Kampar Pimpin Upacara Taptu HUT ke-72 RI Tingkat Kabupaten Kampar
- Satreskrim Polres Kampar Tangkap Burin Perampasan Sepeda Motor di Tapung
- Mayat Wanita Setengah Terbakar Gegerkan Warga Rumbai, Pekanbaru


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.162.3.15
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com