Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Kamis, 24 Agustus 2017 13:44
Kajari Inhil Ancam 'Sekolahkan' Kades yang Selewengkan Dana Desa

Kamis, 24 Agustus 2017 13:31
Curi Kotak Infak, Warga Kampar Babak Belur Dihakimi Warga Intan Jaya, Rohul

Kamis, 24 Agustus 2017 13:15
Gardu Induk Perawang Mulai Operasi, PLN Apresiasi Semua Pihak

Kamis, 24 Agustus 2017 12:48
Bersiap Hadapi Tuntutan, Terdakwa Penista Agama Sampaikan Permohonan Maaf

Kamis, 24 Agustus 2017 11:40
Luncurkan TP4D, Bupati Inhil Pesan Dana Desa Dipergunakan Secara Bertanggung Jawab

Kamis, 24 Agustus 2017 11:30
Dikabarkan Bakal Ikut Pilgubri, Edy Natar Fokus jadi Danrem 031/WB

Kamis, 24 Agustus 2017 11:24
Anggota DPRD Riau Husaimi Hamidi Bantah Lindungi Warung Mesum di Rohil

Kamis, 24 Agustus 2017 11:04
5 JCH Asal Riau Meninggal di Tanah Suci

Kamis, 24 Agustus 2017 10:53
Januari-Agustus, 458 Kasus DBD Terjadi di Pekanbaru

Kamis, 24 Agustus 2017 10:45
Dikantik Pangdam BB, Brigjen TNI Edy Natar Nasution Resmi Komandan Korem 031/WB



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.


Rabu, 14 Desember 2016 17:29
Catut Nama Pemkab Siak dan Peras Investor,
Geram, Bupati Syamsuar Laporkan OTK ke Polisi


Bupati Syamsuar geram dengan ulah OTK yang mencatut nama Pemkab Siak. Apalagi kemudia pelaku juga memeras investor.

Riauterkini-SIAK- Kabupaten Siak suatu daerah berkembang dan banyak memerlukan para investor untuk menanamkan modalnya, akan tetapi hal itu dimanfaatkan orang tak dikenal (Otk) dengan mengatasnamakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak dan memeras investor. Hal itu membuat Bupati Siak Syamsuar geram dan melaporkannya ke polisi.

Rabu (14/12/16), Bupati Syamsuar mengungkapkan kegeramannya usai rapat Paripurna di DPRD Siak kepada riauterkini.com. Ia mengatakan bahwa saat ini ada oknum-oknum yang memeras investor, dan ini harus ditindak.

"Salah satu korbannya, pengusaha galon minyak dari Jakarta yang akan berencana dibuka di daerah Buton. Ia ditelpon dan menjual Pemkab Siak dan nama Bupati, dan minta duit Rp100 Juta. Selain itu pihak PLN," ujar Bupati Syamsuar.

Selain itu, Bupati Syamsuar juga mengungkapkan bahwa dirinya telah menelpon Kapolres Siak AKBP Restika PN dan memberitahukan hal tersebut. "Saya sudah bilang ke Kapolres," katanya.

Sementara itu, Kapolres Siak AKBP Restika PN membenarkan hal tersebut akan tetapi korbannya berada di Jakarta maka laporannya ke Jakarta.

Selain itu ia juga mengingatkan terkait masalah penipuan mencatut nama pejabat di siak, baik bupati, Kapolres, Dandim, Ketua pengadilan, dan Kajari agar masyarakat atau pengusaha cek info ke pejabat tersebut.

"Dimana masyarakat untuk berhati-hati, dan apabila ada langsung kroscek. Untuk saya, selaku Kapolres tidak pernah meminta bantuan dana kepada siapapun juga," ungkap Kapolres.***(vila)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Hukum lainnya..........
- Curi Kotak Infak, Warga Kampar Babak Belur Dihakimi Warga Intan Jaya, Rohul
- Bersiap Hadapi Tuntutan, Terdakwa Penista Agama Sampaikan Permohonan Maaf
- Dikantik Pangdam BB, Brigjen TNI Edy Natar Nasution Resmi Komandan Korem 031/WB
- Kesakitan Dicekik, Pejual Buah di Rengat Tikam Preman Hingga Tewas
- Penyelumdup di Bengkalis Serang dan Larikan Pistoll Aparat Bea Cukai
- Sempat Divideokan Warga,
Kecelakaan Mengerikan dengan Kondisi Korban Terpotong Terjadi di Pelalawan

- Pengembangan Kasus di Pergudangan Angkasa II, Tiga Perampok Bersenpi Ditangkap di Palembang


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.156.50.71
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com