Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 28 April 2017 08:23
Kepala ULP Pemprov Riau Bantah Tudingan Keluarga Gubri Pungli Proyek

Jum’at, 28 April 2017 08:22
Bank Riau Kepri Serahkan CSR 6 RKB dan 10 Hektar Tambak di Kabupaten Lingga, Kepri

Jum’at, 28 April 2017 07:48
Tak Sampai Dua Jam, Dua Pedagang Ganja dan Sabu Ditangkap Polisi di Inhil

Jum’at, 28 April 2017 07:46
Ditlantas Polda Riau Gandeng UMRI Seminarkan Keselamatan Lalu-lintas

Kamis, 27 April 2017 22:32
Transaksi Sabu di Rohul, Warga Padang Lawas Sumut Ditangkap Polisi

Kamis, 27 April 2017 22:20
Hingga Juli, NAM Air Hadirkan Promo Spesial

Kamis, 27 April 2017 21:58
Nakhodai PGRI Rohul, Adolf Bastian Upayakan Sejahterakan Nasib Guru

Kamis, 27 April 2017 21:50
Bupati Meranti 'Beri' Uang Rp 2 Miliar dan 5 Unit Ambulance kepada Baznas

Kamis, 27 April 2017 21:10
Bupati Siak Syamsuar Menerima Gelar Kanjeng Raden Tumenggung

Kamis, 27 April 2017 21:00
Walikota Dumai Ajak Wujudkan Kota Pintar, Makmur dan Madani



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 14 Desember 2016 17:29
Catut Nama Pemkab Siak dan Peras Investor,
Geram, Bupati Syamsuar Laporkan OTK ke Polisi


Bupati Syamsuar geram dengan ulah OTK yang mencatut nama Pemkab Siak. Apalagi kemudia pelaku juga memeras investor.

Riauterkini-SIAK- Kabupaten Siak suatu daerah berkembang dan banyak memerlukan para investor untuk menanamkan modalnya, akan tetapi hal itu dimanfaatkan orang tak dikenal (Otk) dengan mengatasnamakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak dan memeras investor. Hal itu membuat Bupati Siak Syamsuar geram dan melaporkannya ke polisi.

Rabu (14/12/16), Bupati Syamsuar mengungkapkan kegeramannya usai rapat Paripurna di DPRD Siak kepada riauterkini.com. Ia mengatakan bahwa saat ini ada oknum-oknum yang memeras investor, dan ini harus ditindak.

"Salah satu korbannya, pengusaha galon minyak dari Jakarta yang akan berencana dibuka di daerah Buton. Ia ditelpon dan menjual Pemkab Siak dan nama Bupati, dan minta duit Rp100 Juta. Selain itu pihak PLN," ujar Bupati Syamsuar.

Selain itu, Bupati Syamsuar juga mengungkapkan bahwa dirinya telah menelpon Kapolres Siak AKBP Restika PN dan memberitahukan hal tersebut. "Saya sudah bilang ke Kapolres," katanya.

Sementara itu, Kapolres Siak AKBP Restika PN membenarkan hal tersebut akan tetapi korbannya berada di Jakarta maka laporannya ke Jakarta.

Selain itu ia juga mengingatkan terkait masalah penipuan mencatut nama pejabat di siak, baik bupati, Kapolres, Dandim, Ketua pengadilan, dan Kajari agar masyarakat atau pengusaha cek info ke pejabat tersebut.

"Dimana masyarakat untuk berhati-hati, dan apabila ada langsung kroscek. Untuk saya, selaku Kapolres tidak pernah meminta bantuan dana kepada siapapun juga," ungkap Kapolres.***(vila)





Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Kepala ULP Pemprov Riau Bantah Tudingan Keluarga Gubri Pungli Proyek
- Tak Sampai Dua Jam, Dua Pedagang Ganja dan Sabu Ditangkap Polisi di Inhil
- Ditlantas Polda Riau Gandeng UMRI Seminarkan Keselamatan Lalu-lintas
- Transaksi Sabu di Rohul, Warga Padang Lawas Sumut Ditangkap Polisi
- Nelayan Labusel Sumut Meninggal Saat Menjaring Ikan di Perairan Pulau Jemur Rohil
- Penegakan Hukum Tipikor Bansos Bengkalis Disarankan Transparan
- Satlantas Polres Inhil Limpahkan 4 Perkara Laka Lantas ke Kejaksaan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.81.72.117
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com