Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Kamis, 26 April 2018 19:25
Kampanye di Desa Paling Ujung Utara Inhil,
Tokoh Masyarakat Nilai Wardan Pemimpin Yang Menepati Janji


Kamis, 26 April 2018 19:14
Menangkan Syam Edy, PKS Riau Maksimalkan Peran BCAD

Kamis, 26 April 2018 19:11
Dishub Dumai Bersama Tim Yustisi Bahas Persoalan Parkir

Kamis, 26 April 2018 19:08
Ketua DPD PAN Bengkalis: Menyebut Syamsuar Sama dengan Menyebut Prestasi dan Keberhasilannya

Kamis, 26 April 2018 19:05
Sudah TT, 24 Calon Maju di Pemilihan DPD RI 

Kamis, 26 April 2018 19:03
Mei, Uang Ganti Rugi Lahan Tol Pekanbaru Dumai Mulai Dititipkan ke Pengadilan

Kamis, 26 April 2018 18:30
Terseret Aspal, Seorang Wanita di Tenayan Raya Pekanbaru Tewas Dijambret

Kamis, 26 April 2018 17:41
Korupsi Anggaran Bappeda Rohil, PPTK Divonis 16 Bulan Penjara

Kamis, 26 April 2018 17:37
Suguhkan Berbagai Varian Audio Berkualitas, JBL Store Hadir di Pekanbaru

Kamis, 26 April 2018 16:47
AHM Mulai Buka Pendaftaran Mudik dan Balik Bareng Honda 2018

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 11 Januari 2017 13:15
Pangeran Napitupulu Sakit Jantung,
Sidang Hakim PT Pekanbaru Terjerat Suap Rp1 M Ditunda Februari


Majelis Kehormatan Hakim menunda jadwal sidang terhadap Pangaran Napitupulu yang terjerak dugaan suap Rp1 miliar. Hakim di Pengadilan Tinggi Pekanbaru tersebut sedang sakit jantung.

Riauterkini-JAKARTA- Sidang etik Majelis Kehormatan Hakim (MKH) dengan terlapor Hakim Pangeran Napitupulu kembali ditunda lagi dengan alasan Terlapor sedang mempersiapkan operasi jantung. Sidang sendiri rencananya akan digelar kembali pada 14 Februari mendatang dengan agenda mendengarkan keterangan Pelapor san saksi.

"Sidang akan kembali dilanjutkan pada 14 Februari 2017, dengan agenda mendengarkan keterangan pelapor dan saksi," kata Huru Bicara Komisi Yudisial (KY) Farid Wajdi melalui pesan singkat yang diterima di Jakarta, Selasa (10/1/17).

Farid menambahkan sidang dengan terlapor hakim tinggi dari Pengadilan Tinggi Pekanbaru, Provinsi Riau tersebut akan dilanjutkan dengan agenda mendengarkan keterangan terlapor, dengan catatan bila Hakim Pangeran Napitupulu dapat hadir pascapemulihan operasi jantung.

"Jika terlapor belum dapat hadir, majelis sidang MKH bakal menentukan sikap agenda sidang berikutnya, termasuk opsi melanjutkan sidang tanpa hadirnya telapor," terangnya.

Proses mendengarkan keterangan Pelapor dan saksi diperlukan, tersebab hakim terlapor membantah semua laporan dari Pelapor dan saksi sesuai pemeriksaan dari KY.

Sidang etik MKH dengan terlapor Hakim Pangeran Napitupulu seharusnya digelar pada pertengahan Desember 2016. Namun, berdasarkan keterangan dan surat sakit yang diterima, sidang etik untuk Hakim Pangeran akhirnya ditunda hingga minggu pertama bulan Januari 2017, karena yang bersangkutan harus beristirahat di rumah sakit akibat penyakit jantung yang dideritanya.

Pada Rabu (4/1) sidang etik MKH kembali digelar untuk Hakim Pangeran, namun sidang tidak dapat dilanjutkan karena Hakim Pangeran terkena serangan jantung dan harus dibawa ke rumah sakit.

Sidang ketiga dilanjutkan kembali pada Selasa (10/1) kemarin, tetapi Hakim Pangeran dinyatakan sakit dan terpaksa sidang ditunda selama satu bulan ke depan.

Hakim Pangeran Napitupulu dilaporkan ke Komisi Yudisial (KY) menerima suap sebesar Rp 1 miliar dari pihak yang berperkara di Pengadilan Negeri Rantau Prapat, Sumatera Utara.

Peristiwa penyerahan uang tersebut terjadi pada tahun 2009 dan dilaporkan ke Komisi Yudisial tahun 2014. Hakim Pangeran dilaporkan menerima uang sebesar Rp 1 miliar, dengan rincian pembayaran pertama Rp 50 juta, pembayaran kedua sebesar Rp150 juta, pembayaran ketiga sebesar Rp 300 juta, dan pembayaran keempat sebesar Rp 500 juta.

Sementara itu, susunanan Majelis MKH diketuai oleh Maradaman Harahap dengan anggota, Farid Wajdi, Joko Sasmito, dan Sumartoyo, yang keempatnya merupakan unsur Komisi Yudisial. Sementara dari unsur Mahkamah Agung adalah Sofyan Sitompul, Andi Samsan Nganro.***(jor)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Terseret Aspal, Seorang Wanita di Tenayan Raya Pekanbaru Tewas Dijambret
- Korupsi Anggaran Bappeda Rohil, PPTK Divonis 16 Bulan Penjara
- Gelap Dana Kampung Rp562 Jt, Mantan Penghulu Sungai Selodang Ditangkap Polres Siak
- Polres dan Bea Cukai Inhil Ungkap Penangkapan Kapal Bermuatan Elektronik Ilegal
- Sebuah Rumah di Pematang Duku, Bengkalis Ludes Terbakar
- Antisipasi Pungli, Dishub Pekanbaru Fokus Awasi Jukir Nakal
- Polda Riau Gelar Operasi Patuh 2018
- Paulus Dibunuh karena Pergoki Pelaku Mencuri di Rumahnya
- Tertangkap di Sumut, Pembunuh Paulus Lawalata Dipicu Ucapan Kasar Korban
- Aparat Gabungan di Bengkalis Mulai Gelar Operasi Patuh
- Jual Sie Jie, Dua Warga Tembilahan Ditangkap Polisi
- Diduga Curi Uang Infaq Masjid, 2 Remaja di Rohul Ditangkap Warga
- Wako Firdaus Mangkir, Sidang Gugatan Pedagang Plaza Sukaramai Pekanbaru Ditunda
- Edarkan Sabu, Pasutri di Pelalawan Ditangkap Polisi
- Sempat Berteriak, Seorang Pria di Tuah Karya Pekanbaru Tewas Mendadak
- KPK Cari Bukti Korupsi, Jembatan Water Front City Bangkinang Ditutup Sementara
- Korupsi Proyek RTH, Mantan Kadis PU Riau dan Dua Kontraktor Mulai Diadili
- Mobil Garda Bangsa PKB Tabrak Trotoar di Jalan Parit Indah Pekanbaru
- Jualbelikan Pupuk Subsidi di Luar Wilayah, Agen Pupuk di Sei Kumango Ditangkap Polres Rohul
- Pesta Narkoba, 2 Warga Pasirpangaraian Diciduk Polisi Rohul


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.198.134.127
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com