Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Ahad, 27 Mei 2018 22:29
Prosesi Pelantikan Hingga Sahur,
Yayasan Matankari Fokus Percepatan Pembangunan Balai Adat Andiko dan Museum


Ahad, 27 Mei 2018 22:19
Terpilih Defenitif, Rinaldi Resmi Pimpin Kepengurusan DPW PSI Riau

Ahad, 27 Mei 2018 22:11
Safari Ramadhan,
Legislator Pekanbaru Ini Gelar Bukber dengan Jamaah Masjid Al Hasan, Tampan


Ahad, 27 Mei 2018 21:36
Buka Puasa Bersama LBDH,
Warga Parit 13: Wardan Sangat Responsif dengan Aspirasi Kami


Ahad, 27 Mei 2018 21:32
T Zulmizan: Masyarakat 11 Kabupaten/Kota di Riau Iri dengan Siak

Ahad, 27 Mei 2018 21:25
Gelar Baksos, IKA SMP GB 95 Duri Berbagi Takjil ke Warga dan Panti Asuhan

Ahad, 27 Mei 2018 20:58
Gerebek Warung di Surau Gading,
5 Penjudi Song di Rambah Samo Diciduk Tim Buser Polres Rohul


Ahad, 27 Mei 2018 20:43
Survei Firdaus-Rusli Teratas,
Azis Zaenal Minta Kader PPP Kawal Hingga Hari Pencoblosan


Ahad, 27 Mei 2018 20:34
5000-an Buruh Ivo Mas Tunggal di Kandis Siap Menangkan Cagubri Syam-Edy

Ahad, 27 Mei 2018 20:30
Dukungan Terhadap Firdaus-Rusli Menguat di Rohul

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 11 Januari 2017 13:15
Pangeran Napitupulu Sakit Jantung,
Sidang Hakim PT Pekanbaru Terjerat Suap Rp1 M Ditunda Februari


Majelis Kehormatan Hakim menunda jadwal sidang terhadap Pangaran Napitupulu yang terjerak dugaan suap Rp1 miliar. Hakim di Pengadilan Tinggi Pekanbaru tersebut sedang sakit jantung.

Riauterkini-JAKARTA- Sidang etik Majelis Kehormatan Hakim (MKH) dengan terlapor Hakim Pangeran Napitupulu kembali ditunda lagi dengan alasan Terlapor sedang mempersiapkan operasi jantung. Sidang sendiri rencananya akan digelar kembali pada 14 Februari mendatang dengan agenda mendengarkan keterangan Pelapor san saksi.

"Sidang akan kembali dilanjutkan pada 14 Februari 2017, dengan agenda mendengarkan keterangan pelapor dan saksi," kata Huru Bicara Komisi Yudisial (KY) Farid Wajdi melalui pesan singkat yang diterima di Jakarta, Selasa (10/1/17).

Farid menambahkan sidang dengan terlapor hakim tinggi dari Pengadilan Tinggi Pekanbaru, Provinsi Riau tersebut akan dilanjutkan dengan agenda mendengarkan keterangan terlapor, dengan catatan bila Hakim Pangeran Napitupulu dapat hadir pascapemulihan operasi jantung.

"Jika terlapor belum dapat hadir, majelis sidang MKH bakal menentukan sikap agenda sidang berikutnya, termasuk opsi melanjutkan sidang tanpa hadirnya telapor," terangnya.

Proses mendengarkan keterangan Pelapor dan saksi diperlukan, tersebab hakim terlapor membantah semua laporan dari Pelapor dan saksi sesuai pemeriksaan dari KY.

Sidang etik MKH dengan terlapor Hakim Pangeran Napitupulu seharusnya digelar pada pertengahan Desember 2016. Namun, berdasarkan keterangan dan surat sakit yang diterima, sidang etik untuk Hakim Pangeran akhirnya ditunda hingga minggu pertama bulan Januari 2017, karena yang bersangkutan harus beristirahat di rumah sakit akibat penyakit jantung yang dideritanya.

Pada Rabu (4/1) sidang etik MKH kembali digelar untuk Hakim Pangeran, namun sidang tidak dapat dilanjutkan karena Hakim Pangeran terkena serangan jantung dan harus dibawa ke rumah sakit.

Sidang ketiga dilanjutkan kembali pada Selasa (10/1) kemarin, tetapi Hakim Pangeran dinyatakan sakit dan terpaksa sidang ditunda selama satu bulan ke depan.

Hakim Pangeran Napitupulu dilaporkan ke Komisi Yudisial (KY) menerima suap sebesar Rp 1 miliar dari pihak yang berperkara di Pengadilan Negeri Rantau Prapat, Sumatera Utara.

Peristiwa penyerahan uang tersebut terjadi pada tahun 2009 dan dilaporkan ke Komisi Yudisial tahun 2014. Hakim Pangeran dilaporkan menerima uang sebesar Rp 1 miliar, dengan rincian pembayaran pertama Rp 50 juta, pembayaran kedua sebesar Rp150 juta, pembayaran ketiga sebesar Rp 300 juta, dan pembayaran keempat sebesar Rp 500 juta.

Sementara itu, susunanan Majelis MKH diketuai oleh Maradaman Harahap dengan anggota, Farid Wajdi, Joko Sasmito, dan Sumartoyo, yang keempatnya merupakan unsur Komisi Yudisial. Sementara dari unsur Mahkamah Agung adalah Sofyan Sitompul, Andi Samsan Nganro.***(jor)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Gerebek Warung di Surau Gading,
5 Penjudi Song di Rambah Samo Diciduk Tim Buser Polres Rohul

- Merasa Dikriminalisasi, Personel Polres Meranti Ini 'Bernyanyi'
- Polsek Dumai Kota Tangkap Seorang Pengedar Sabu
- Kabur Saat Sidang, Terdakwah Maling Sarang Walet Tertangkap
- Edarkan Shabu di Pinggir, Bengkalis,
Sepasang Pria dan Wanita Dicokok Polisi dalam Kamar Hotel

- Rampok Sadis Bunuh Warga Jl Tuah Karya Panam, Pekanbaru
- Lanal Dumai Amankan Kapal Angkut 700 Ballpres Ilegal Asal Malaysia
- Dua Nama Toke Besar di Sei Pakning Disebut-sebut pada Sidang Kasus Trenggiling
- Polsek Kepenuhan Turut Ciduk Juru Tulis Judi Togel
- Bawa Sabu, 2 Warga Rambah Diciduk Satres Narkoba Polres Rohul dari 2 Lokasi
- ‎Judi Domino, Seorang Warga Kepenuhan Baru Ditangkap Polisi Rohul dan 3 Lainnya Kabur
- Korban Tenggelam di Sungai Rokan Desa Muara Dilam Mengalami Gangguan Jiwa
- Kamis Depan, Perkara Korupsi Proyek RTH Jilid II Disidangkan
- Miliki Sabu-sabu dalam LP,
Baru Bebas, Napi LP Bangkinang Ini Kembali Ditangkap

- Tahanan Kejari Pekanbaru Kabur Usai Sidang
- Polda Riau Ungkap Dua Kasus Narkoba 41 Kilogram Sabu 44000 Butir Ekstasi
- Ikut Edar Sabu, Oknum Satpol PP Rohul dan Tetangganya Ditangkap
- Razia, Satpol PP Pekanbaru Dapti Tempat Hiburan Buka di Malam Ramadhan
- 3 Penjudi Diciduk Polsek Tambusai, Seorang Tersangka Ketahuan Bawa Sabu
- Kredit Motor Pakai KTP Palsu, Seorang Warga Tapung Ditangkap Polisi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com