Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 19 Pebruari 2018 22:16
Berkunjung ke Dumai, Hardianto Bahas Sengketa Lahan Masyarakat

Senin, 19 Pebruari 2018 22:08
LAM Tabalkan Gelar Adat untuk UAS,
Arsyadjuliandi Rachman Sebut UAS Kebanggaan Riau


Senin, 19 Pebruari 2018 22:00
Syamsuar: Jalan Provinsi di Kota Pekanbaru Segera Diaspal

Senin, 19 Pebruari 2018 21:40
Firdaus-Rusli Cagub dan Cawagub Pertama Kampanye di Meranti

Senin, 19 Pebruari 2018 20:46
KLHK Dukung Pemprov Rawan Karhutla Tetapkan Status Siaga

Senin, 19 Pebruari 2018 20:41
Ikut di Kampanye Firdaus-Rusli,
5 ASN dan Oknum Kades 'Diusir' Panwaslu Kepulauan Meranti


Senin, 19 Pebruari 2018 20:37
Premium di Inhu Langka, Pertamina Tegaskan Tidak Ada Kendala

Senin, 19 Pebruari 2018 20:23
Belasan Ribu Siswa di Pelalawan Terancam Belajar tak Pakai Bangku dan Meja

Senin, 19 Pebruari 2018 20:18
Polda Riau Periksa 15 Saksi Korupsi Transmisi PDAM

Senin, 19 Pebruari 2018 20:15
Sebulan, Ustadz Asal Bengkalis Ali Ambar Berdakwah di Hongkong

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 11 Januari 2017 20:02
Dana Sertifikasi Guru di Kuansing Berpotensi Jadi Masalah Hukum

Dana sertifikasi guru di Kuansing yang jumlahnya mencapai Rp64,6 miliar, diduga telah digunakan Pemkab untuk hal lain. Hal itu sangat berpotensi menjadi masalah hukum.

Riauterkini-TELUK KUANTAN- Ribuan guru penerima sertifikasi di Kabupaten Kuansing hari ini, Rabu (11/1/17) berunjuk rasa menuntut hak. Hak yang mereka tuntut itu yakni uang Tunjangan Profesi Guru (TPG) alias uang sertifikasi selama empat bulan yang belum dibayarkan oleh Pemkab Kuansing. Padahal, dana untuk membayar sertifikasi guru itu telah dikirimkan Pusat ke Pemkab Kuansing.

Dan menurut penghitungan Kementerian Keuangan RI, ada dana sebesar Rp64,6 miliar yang mengendap di Kas Daerah (Kasda) Kuansing. Dana sebanyak ini merupakan kelebihan transferan pemerintahan pusat yang terkumpul sejak tahun 2011 hingga 2015 lalu. Dan dana itu dinilai cukup untuk membayar sertifikasi guru yang menunggak bayar. Sebab, dana sertifikasi tersebut berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik yang hanya boleh digunakan untuk membayarkan peruntukannya.

Sementara, oleh pemerintah Kabupaten Kuansing periode sebelumnya (Sukarmis-Zulkifli) mengalokasikan sisa dana sebanyak itu untuk membiayai kegiatan lain. Bukan untuk membayar uang sertifikasi guru sebagaimana mestinya

Langkah berani Pemerintahan Kuansing sebelumnya itu mengalokasikan dana tersebut untuk membiayai kegiatan lain, karena dana sebanyak itu telah dimasukan ke dalam silva dan telah membaur dengan dana yang lainya. Hal ini berdasarkan pengakuan Sekda Kuansing, Muharman saat memberikan penjelasan dihadapan ribuan pendemo tadi siang.

Serifikasi Guru Akan Dianggarkan Pada APBD 2017.

Berdasarkan hearing antara guru dengan DPRD Kuansing tadi siang, maka tercapailah sebuah solusi bahwasanya, untuk membayar uang sertifikasi para guru yang belum dibayarkan selama ini akan di anggarkan pada APBD 2017 ini. Dan dana sertifikasi guru tersebut berdasarkan hearing tadi siang, akan dibayarkan setelah APBD Kuansing 2017 disahkan.

Dengan dicapainya kesepakatan itu, bearti Pemkab Kuansing dengan tidak langsung telah mengakui memiliki hutang kepada ribuan guru penerima sertifikasi. Dan secara otomatis, Pemkab Kuansing harus menanggung sendiri pembayaran tunjangan sertifikasi triwulan III dan IV 2016 tersebut. Padahal dana untuk membayar sertifikasi itu telah tersedia sebelumnya

Harus Diaudit Sebelum Dibayarkan.

Menanggapi krusial keuangan mengenai dana sertifikasi yang menjadi hutang Pemkab Kuansing ini, Ketua LSM Suluh Kuansing, Nerdi Wantomes menilai, sejatinya Pemkab Kuansing harus mempelajari dasar hukum terkait hutang yang diakui oleh Pemkab Kuansing tersebut sebelum dianggarkan.

Menurut dia, permasalahan hutang sertifikasi ini hamper sama dengan permasalahan hutang Pemda Kuansing terhadap proyek tiga pilar yang mangkrak saat ini. Dimana, sebelum Pemkab Kuansing membayarkan hutang tersebut, haruslah berdasarkan hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). “Harus ada penyataan hutangnya dari BPK, baru bisa dibayarkan,’ tutur Nerdi.

Kata Nerdi, berdasarkan hasil audit itulah baru diketahui Pemkab Kuansing memiliki hutang kepada siapa dan berapa banyaknya. “Kan lucu aja, kok pemkab berhutang jadinya, padahal pemerintah pusat telah menyediakan dana untuk sertifikasi itu. Seharusnya, dana sebesar Rp64,6 miliar tersebut harus dijelaskan dulu kemana saja digunakan. Apakah sudah sesuai untuk peruntukannya,” ucap Nerdi.

Jika penggunaan sisa dana tersebut tidak sesuai peruntukannya, sebut Nerdi, maka disitu dicurigai telah terjadi Maladministrasi yang mengakibatkan penyalahgunaan wewenang. “Dan prilaku seperti ini akan menimbulkan kerugian. Jika ini terjadi, penegak hukum harus memproses pihak terkait secara hukum,” tutup Nerdi.***(dri) Attachments

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Dua Maling Motor di Pekanbaru Diciduk Polisi
- Tim Opsnal Polres Rohul Tangkap 2 Penjudi di Desa Mahato Sakti
- Sidang Pemalsuan Surat Tanah,
Saksi Pernah Dilaporkan Atas Kasus Penyerobotan Lahan

- Polda Riau Dalami Penyebab Kebakaran di Meranti
- Ungkap 26 Kasus Selama Januari,
Kapolres Kampar Berikan Penghargaan Kepada 7 Personel Satresnarkoba

- Demo di Bundaran Tugu Zapin,
Dua Aliansi Mahasiswa Minta Usut Dugaan Mark Up Anggaran di Rohul

- Diduga Lakukan 6 Pelanggaran, Pendemo Desak Polda Riau Periksa Pimpinan PT Ivo Mas
- Demi HP China, Remaja di Inhil Bunuh Temannya dan Membuang Mayatnya ke Parit
- Hari ini, Plt Sekdakab Lapor Polisi Terkait Pencoretan Plang Kantor Bupati
- Diduaga Bakar Lahan, Petani di Kepenuhan baru, Rohul Ditangkap Polsi
- Main Judi di Warung PT. MAN, 6 Warga Mahato Diciduk Polisi Rohul
- Delegasi MUNAS BEM SI XI Mulai Berdatangan di Pekanbaru
- Balapan Liar di Duri, Bengkalis Kian Meresahkan
- 7 Pengedar dan Panikmat Sabu Asal Duri Ditangkap Polsek Pinggir, Bengkalis
- Palsukan Surat Nikah, Warga Pekanbarui Ditangkap Polsek Tambang, Kampar
- Posko Loyalis Firdaus-Rusli di Duri, Bengkalis Dirusak OTK
- Dua Luka-luka,
Satu Unit Truk Molen Masuk Lubang Box di Halaman Kantor Camat Sail

- 4 Jam Berkobar, 70-an Ruko di Kawasan Pecinan Siak Terbakar
- Tiga Ruko Listrik Gunung Sari di Pekanbaru Terbakar
- Lemas Dalam Tangki Kernel, 1 Karyawan PT TAL Kuansing Tewas Dua Dirawat


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 50.19.34.255
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com