Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Rabu, 29 Maret 2017 22:47
Tiga Kecamatan di Rohul Dibantu Peningkatan Sarana Air Bersih

Rabu, 29 Maret 2017 22:40
Tiba di Bengkalis,
Soal UN SMA Sederajat Didistribusikan Melalui Dua Zona


Rabu, 29 Maret 2017 22:36
Baca SMS Mesra Suami dengan Wanita Lain, Istri di Rohil Malah Dibogem

Rabu, 29 Maret 2017 21:19
Mendagri Imbau Pemda Cermati Ancaman di Daerah

Rabu, 29 Maret 2017 21:14
PWI Rohil Agendakan Pelantikan 20 April 2017

Rabu, 29 Maret 2017 21:04
Mahasiswa ATPK Bandung Termotivasi untuk Bekerja di Riau

Rabu, 29 Maret 2017 18:55
Petani Tempuling, Inhil 'Obati' Batuk Menahun dengan Gantung Diri

Rabu, 29 Maret 2017 18:32
Dijadwalkan Tanam Padi di Siak,
Panglima TNI Akan Disambut 1.000 Pelajar dan 5.000 Undangan


Rabu, 29 Maret 2017 18:20
Kunker ke Pekanbaru, Iriana Jokowi Hadiri Pemeriksaan IVA di Pasar Limapuluh

Rabu, 29 Maret 2017 18:15
Jarang Ngantor, Hanya 'Doyan' Stuban,
Ketua Komisi di DPRD Pelalawan Diminta Ingatkan Anggotanya




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 20 Maret 2017 13:05
8 Hari Duduki Lahan, Tuntutan Ahli Waris Daeng Mapuna Dicuekin PT RSUP

Meskipun sudah 8 hari menduduki lahan perkebunan, namun PT RSUP di Telung Belengkong, Inhil seolah tak peduli dengan tuntutan ahli waris Daeng Mapuna.

Riauterkini-TELUK BELENGKONG-Sampai hari ini, Senin (20/3/17) puluhan warga yang mengatasnamakan ahli waris almarhum Daeng Mappuna masih menduduki lahan di PT RSUP KUT 4 PKB Parit Padaelo, Desa Saka Rotan, Kecamatan Teluk Belengkong.

"Sampai hari ini, sudah 8 hari kami masih menduduki lahan, tidak ada juga tanggapan dari pihak perusahaan atas tuntutan kami," ungkap Burhannudin (36) kepada riauterkinicom, Senin (20/3/17).

Burek menyampaikan, mereka akan tetap bertahan di lokasi lahan yang diklaim milik mereka, sampai ada upaya penyelesaian dari pihak perusahaan. Bahkan, pada hari ini mereka sudah masuk lagi kedalam lahan dengan jarak sekira 1,5 kilometer dari lahan awal yang mereka duduki.

"Hari ini kami bergerak kedalam sekira 1,5 kilometer dari lokasi awal dan tetap bertahan disini," katanya.

Diharapkan, permasalahan ini juga dapat ditindaklanjuti dan disikapi dengan cepat oleh pihak Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, karena dikhawatirkan kalau lamban ditangani, maka terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di lapangan.

"Kami minta pihak Pemkab Inhil dapat menindaklanjuti permasalahan masyarakat ini, kami khawatir masyarakat hilang kesabarannya," tegasnya.***(mar).





Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Baca SMS Mesra Suami dengan Wanita Lain, Istri di Rohil Malah Dibogem
- Petani Tempuling, Inhil 'Obati' Batuk Menahun dengan Gantung Diri
- PT Bebaskan 4 Terdakwa Pemalsuan SHM di BPN Kampar
- Angkut Kayu Ilog, Seorang Warga Ditangkap Polair Bengkalis
- Korupsi Jembatan Pedamaran II Rohil,
Kejati Riau Tahan Mantan Kadis PU Ibus Kasri

- Polres Kampar Musnahan 33 Gram Sabu
- Kasus Mutilasi di Rupat Utara Dipicu Sakit Hati


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.167.152.177
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com