Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Selasa, 25 Juli 2017 17:34
Hadiri Harlah ke-71 Muslimat NU,
Bupati Wardan Minta Berperan dalam Penanganan Kenakalan Remaja


Selasa, 25 Juli 2017 17:31
Dualisme Kepengurusan,
Pengurus Koperasi BBDM Bukitbatu, Bengkalis Ngadu ke DPRD


Selasa, 25 Juli 2017 17:15
Metode Konversi Suara Pileg 2019 di Mata Pengamat Lokal Kuansing

Selasa, 25 Juli 2017 17:12
Agustus, Mitsubishi Hadirkan Next Generation MPV di Riau

Selasa, 25 Juli 2017 17:10
Wako Lantik Komisaris dan Direktur BUMD Pelabuhan Dumai Berseri

Selasa, 25 Juli 2017 16:57
Dua Rumah Kayu Terbakar di Rohil

Selasa, 25 Juli 2017 16:55
Empat Terdakwa Penganiayaan di Rohul,
Dua Bebas dan Dua Divonis 2 Bulan 10 Hari


Selasa, 25 Juli 2017 16:42
Pemda Pelalawan Serius Kembangkan Kawasan Teknopolitan

Selasa, 25 Juli 2017 16:33
Masyarakat dan Perusahaan Diminta Dukung Pembangunan Tol Dumai-Pekanbaru

Selasa, 25 Juli 2017 16:22
‎Ratusan Peserta Ramaikan Lomba Busana Melayu di Rohul



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.


Senin, 20 Maret 2017 13:05
8 Hari Duduki Lahan, Tuntutan Ahli Waris Daeng Mapuna Dicuekin PT RSUP

Meskipun sudah 8 hari menduduki lahan perkebunan, namun PT RSUP di Telung Belengkong, Inhil seolah tak peduli dengan tuntutan ahli waris Daeng Mapuna.

Riauterkini-TELUK BELENGKONG-Sampai hari ini, Senin (20/3/17) puluhan warga yang mengatasnamakan ahli waris almarhum Daeng Mappuna masih menduduki lahan di PT RSUP KUT 4 PKB Parit Padaelo, Desa Saka Rotan, Kecamatan Teluk Belengkong.

"Sampai hari ini, sudah 8 hari kami masih menduduki lahan, tidak ada juga tanggapan dari pihak perusahaan atas tuntutan kami," ungkap Burhannudin (36) kepada riauterkinicom, Senin (20/3/17).

Burek menyampaikan, mereka akan tetap bertahan di lokasi lahan yang diklaim milik mereka, sampai ada upaya penyelesaian dari pihak perusahaan. Bahkan, pada hari ini mereka sudah masuk lagi kedalam lahan dengan jarak sekira 1,5 kilometer dari lahan awal yang mereka duduki.

"Hari ini kami bergerak kedalam sekira 1,5 kilometer dari lokasi awal dan tetap bertahan disini," katanya.

Diharapkan, permasalahan ini juga dapat ditindaklanjuti dan disikapi dengan cepat oleh pihak Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, karena dikhawatirkan kalau lamban ditangani, maka terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di lapangan.

"Kami minta pihak Pemkab Inhil dapat menindaklanjuti permasalahan masyarakat ini, kami khawatir masyarakat hilang kesabarannya," tegasnya.***(mar).




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Hukum lainnya..........
- Dua Rumah Kayu Terbakar di Rohil
- Empat Terdakwa Penganiayaan di Rohul,
Dua Bebas dan Dua Divonis 2 Bulan 10 Hari

- Diduga Pelaku Pembakaran Lahan di Rohul Ditangkap Polisi
- Ribuan Data Pemilih Hilang, Calon Kades di Bengkali Gugat Panitia
- Terjatuh Saat Bersihkan Ruko Walet, Warga GAS, Inhil Meninggal Dunia
- Mayat Pria Berusia 99 Dalam Kondisi Terbakar di Kecamatan Gaung, Inhil
- Kimteng Diperiksa Polisi,
Ternyata Walikota dan Sekko yang Lapor Keracunan Roti Bakar



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.224.233.92
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com