Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Rabu, 20 September 2017 11:39
Jaksa Belum Siap, Sidang Tuntutan Korupsi Jembatan Pandamaran II Ditunda

Rabu, 20 September 2017 11:23
Aniaya Istri Disaksikan Anak, Warga Kubu, Rohil Ditangkap Polisi

Rabu, 20 September 2017 11:20
Surati Bupati, DPRD Desak Kinerja Disdik Dievaluasi

Rabu, 20 September 2017 10:41
Polisi Selamatkan Maling dari Maut Akibat Amukan Massa di Duri

Rabu, 20 September 2017 10:36
Lusa Malam, Grand Final Bujang Dara Riau 2017

Rabu, 20 September 2017 10:03
Kawal Stabilitas Ekonomi, Bank Indonesia Lakukan 8 Tema Strategis di 2017-2019

Rabu, 20 September 2017 08:51
DPW PAN Riau Bakal Gelar Nobar Film G30S/PKI Dapat Doorprize

Rabu, 20 September 2017 08:46
Capai Rp1 Triliun, Gubri Sebut Devisit Anggaran Hal Biasa

Rabu, 20 September 2017 02:52
Beberapa Hari Tak Keluar Kamar Ayah Artis Momo Geisha Ditemukan Meninggal Dunia di Rengat

Selasa, 19 September 2017 21:50
Kepala Sekolah di Kuantan Hilir Terapkan Strategi Pembelajaran Efektif



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.


Senin, 20 Maret 2017 16:56
Dianggap Rugikan Lingkungan,
Seratusan Warga Duri, Bsngkalis Demo PKS PCR


Seratusan warga Duri, Bengkalis datangi PKS milik PT PCR. Sejumlah kerusakan lingkungan disebut ada setelah berdirinya pabrik.

Riauterkini - DURI - Senin (20/3/17), seratusan warga disekitar Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Permata Citra Rangau (PCR) yang terletak di Jalan Gajah Mada, Kilometer 3,5, Rukun Warga (RW) 06 Kelurahan Talang Mandi, Kecamatan Mandau, RW 08 dan 09, Kelurahan Titian Antui, Kecamatan Pinggir serempak mendatangi PKS PT PCR tersebut dan menuntut akibat yang ditimbulkan.

Sejumlah tuntutan yang dinilai merugikan masyarakat setempat didua Kecamatan tersebut keseluruhannya bersumber karena luapan air yang ditimbulkan akibat berdirinya pabrik. Diantaranya masyarakat gagal panen karena air, insfrastruktur hancur karena luapan air.

Selain itu, saluran limbah masyarakat yang tegenang air hingga menyebab penyakit, peralatan rumah tangga masyarakat rusak karena terendam air, sumur masyarakat tercemar limbah akibat luapan air dan presentase tenaga kerja tidak sesuai kesepakatan.

Pantauan dilapangan, aksi damai yang berlangsung didepan gerbang PKS tersebut tampak tertib dengan kawalan petugas kepolisian. Sesekali teriakan warga yang telah lama memendam keresahan terdengar jelas saat aksi berjalan.

Menanggapi aksi damai warga itu, Koordinator Humas PT PCR Rasiman Manurung mengatakan bahwa pada intinya pihak perusahaan sudah menampung aspirasi masyarakat.

" Kalau masalah banjir sudah selesai. Soal adanya kerusakan barang - barang warga saat ini dalam tahap proses.Terkait soal limbah kita sudah melakukan proses sesuai dengan aturan. Terkait soal tenaga kerja sudah kita terapkan sesuai dengan kapasitas, artinya, tenaga kerja dari lingkungan sekitar sudah kita akomodir dengan baik. Pokoknya kita tetap kooperatif menerima keluhan dan aspirasi masyarakat,"ujar Rasiman.***(hen)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Hukum lainnya..........
- Jaksa Belum Siap, Sidang Tuntutan Korupsi Jembatan Pandamaran II Ditunda
- Aniaya Istri Disaksikan Anak, Warga Kubu, Rohil Ditangkap Polisi
- Polisi Selamatkan Maling dari Maut Akibat Amukan Massa di Duri
- Beberapa Hari Tak Keluar Kamar Ayah Artis Momo Geisha Ditemukan Meninggal Dunia di Rengat
- Akui 'Sunat' Dana Rp250 Juta,
Kejari Pelalawan Tahan Seorang Lagi Tersangka Kasus Korupsi Cetak Sawah

- Polres dan Kejari Rohul Gelar Perkara Suami Bunuh Istri di Kabun
- Pengecer BBM Tewas Terbakar,
Kronologis Tabrakan Tiga Kendaraan di Pinggir, Bengkalis



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.224.49.217
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com