Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Kamis, 22 Pebruari 2018 21:38
Kapolres Inhu Resmikan Rukan Bhabinkamtibmas di Batang Peranap

Kamis, 22 Pebruari 2018 21:33
Sidang Pemalsuan Surat Tanah,
Saksi Ngaku Pernah Diminta Batalkan Jual Beli Lahan


Kamis, 22 Pebruari 2018 19:41
Pjs Bupati Inhil Buka Kemah Prestasi Terpadu Gerakan Pramuka

Kamis, 22 Pebruari 2018 19:34
Bupati dan ASN Inhu Teken Pakta Integritas Hindari Suap dan Pungli

Kamis, 22 Pebruari 2018 19:27
Peringati HPSN, DLHK Pekanbaru Gelar Kampanye Peduli Sampah

Kamis, 22 Pebruari 2018 17:46
Bukan untuk Menjatuhkan, LE Laporkan 3 Pesaingnya ke Bawaslu

Kamis, 22 Pebruari 2018 17:24
Ditemui Demonstran dari BEM se-Indonesia,
Legislator Riau Janji Perjuangkan Aspirasi Mahasiswa


Kamis, 22 Pebruari 2018 17:16
Menuju Swasembada Daging,
Cagubri Andi Rachman Bertemu Para Peternak Pejuang di Siak


Kamis, 22 Pebruari 2018 17:11
Warga Arengka Serahkan Siamang Peliharaannya ke BBKSDA Riau

Kamis, 22 Pebruari 2018 17:06
Di Bathin Solapan, Bengkalis
Pipa Bocor, Minyak Mentah Chevron Genangi Pemukiman Warga


loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 20 Maret 2017 22:15
Razia Salon, Satpol PP Dumai Temukan Gelper Tak Bertuan

Awalnya cuma mau merazia salon. Dalam perjalanan, tim Satpol PP Dumai ini malah menemukan gelanggang permainan yang diketahui siapa pemiliknya.

Riauterkini-DUMAi - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Dumai bersama tim gabungan menggelar razia tempat hiburan yang tidak memiliki izin di Jalan Merdeka, Kota Dumai, Senin (20/3/17).

Sasaran razia Tim Gabungan yakni Salon kecantikan. Diketahui ada sekitar 7 salon yang berada di jalan tersebut, namun hanya tiga salon yang tampak buka ketika personel gabungan hadir di lokasi.

"Setahu saya ada sekitar 7 salon di Jalan Merdeka ini, tapi ketika ada razia sebagian pada tutup. Kami hanya menemukan tiga yang sedang beroperasi," ujar Plt Satpol PP Dumai Noviar Indra, kepada wartawan.

Ketiga salon yang mendapat penertiban tim gabungan yakni salon IWM, Anggrek dan Shetia. "Salon IWM izinnya sudah mati. Sedangkan dua salon nya lagi tidak memiliki izin," bebernya, disela-sela razia itu.

Dikatakan Noviar, ditemukan ketiga salon menjalankan usaha karaoke. Padahal dalam aturan tidak dibolehkan satu izin untuk dua usaha. Apalagi disandingkan antara usaha salon kecantikan dan karaoke.

"Sesuai aturan sangat tidak dibernarkan satu izin untuk dua usaha berbeda. Dari ketiga salon itu kita juga menemukan adanya minuman keras (miras) dan mereka (salon,red) juga tidak memiliki izin penjualannya," jelasnya.

Noviar mengaku prihatin masih saja ditemukan usaha salon kecantikan berprofesi ganda. "Ini sangat tidak patut. Yang jelas miras dan peralatan karaoke kita sita. Karena mereka tidak punya izin," bebernya.

Kemudian mengenai Salon Shetia, kata dia, terpaksa disegel pihaknya lantaran ruang karaoke dengan sengaja dikunci. "Ada unsur kesengajaan dan terpaksa kita ambil tindakan tegas untuk menyegelnya," tegasnya.

Pada razia penertiban ini, tim gabungan menemukan salah satu warung kopi yang berada di Jalan Merdeka menyajikan gelanggang permainan (Gelper). Warung kopi berada tepat di sebelah Salon Neril sedang tutup.

"Kita mendapat info ada warung kopi yang menyajikan Gelper, setelah kita telusuri benar adanya. Dan hendaknya ini menjadi perhatian kita semua dan butuh kerjasama kita semua untuk menegakkan Perda," ujar Noviar.

Sebelum menyudahi, pengungkapan gelper ini sangat sulit jika tidak ada peran serta masyarakat memberikan informasi kepada petugas. Beruntung saja, informasi tersebut akurat dan memang benar ada mesin gelpen di dalam ruko tersebut.

"Untuk mengungkap ini cukup sulit, karena warung kopi tanpa plang/merek dan posisi gelper yang berada cukup jauh dari tempat orang ngopi. Tapi beruntung kita menemukannya dan langsung kita segel," jelasnya.

Terkait sanksi yang diberikan kepada pengusaha nakal itu, kata Noviar, terlebih dulu Satpol PP akan berkoordinasi dan bekerjasama dengan penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) dan instansi terkait.

"Sebelum adanya sanksi kita lakukan penyegelan terlebih dahulu dan selanjutnya akan kita proses sesuai mekanisme dan ketentuan berlaku. Yang jelasnya mari bersama-sama kita tegakkan Perda Kota Dumai," pungkasnya.***(had)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Sidang Pemalsuan Surat Tanah,
Saksi Ngaku Pernah Diminta Batalkan Jual Beli Lahan

- Gabungan Polda Riau dan Mabes Polri Tangkap Pelaku Hate Speech Medsos
- Truk Lawan Truk di Rumbai, Dua Tewas Seketika
- Sejak Januari, Polda Riau Tangani 13 Kasus Karhutla
- Sejak 12 Januari,Satres Narkoba Polres Pelalawan Ungkap 17 Kasus Sabu
- Polsek Hulu Kuantan Ringkus Dua Penambang Emas Liar
- Satres Narkoba Polres Pelalawan Ringkus Dua Terduga Pengedar Sabu
- Lima Unit Rumah Ludes Terbakar di Kecamatan Kateman, Inhil
- Berprestasi Tahun 2017, Polres Rohul Terima Dua Penghargaan dari Kapolda Riau
- Sidang Pengedar 2 Kg Sabu di Bengkalis,
Ke Empat Terdakwah Mengaku Beda Jaringan

- Kasus Penganiayaan Petugas BC di Bengkalis,
Terdakwa Sebut Ada Uang Rp28 Juta Disita Petugas

- Polda Riau Sebut Penangan Kasus Kredit Fiktif BNI 46 Tunggu Persetujuan Majelis Kehormatan Notaris
- Usai Nyatakan Banding,
Masa Tahanan Tiga Pegawai Rutan Pekanbaru Terjerat Pungli Diperpanjang

- Remaja Keterbelakangan Mental di Rohul ‎Tewas Tenggelam di Waduk Perumahan PT. EDI
- Gelapkan Motor, Dua Perempuan Asal Bangun Purba dan Sumut Dilaporkan ke Polisi Rohul
- Diundang Dakwah, Ustadz Ali Ambar Asal Bengkalis Dideportasi dari Hongkong
- Kapolres Inhil Pimpin Apel Pengecekan Pasukan Pengamanan Kampanye Pilgubri
- KPK Puji Program Riau Berintegritas Andi Rachman
- Polantas Pekanbaru Larang Siswa Bawa Kendaraan Pribadi ke Sekolah
- Dituding 'bermain' di Proyek RTH,
Ketua Kadin Riau Laporkan Korlap FMPAK ke Polda Riau



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.167.75.28
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com