Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 29 April 2017 07:40
Polres Kuansing Tangkap Penampung Emas Hasil Tambang Ilegal

Sabtu, 29 April 2017 07:37
Geyar Dirgantara di Lanud Roesmin Nurjadin,
Masyarakat Diajak Saksikan Beragam Atraksi dan Berkesempatan Naik Helikopter


Sabtu, 29 April 2017 07:28
DPRD Riau Telah Kirim Berkas Hasil Pemilihan Wagubri ke Mendagri

Sabtu, 29 April 2017 07:26
Sejumlah Perusahaan Asal Sumbar Rambah Hutan Lindung di Kuansing

Jum’at, 28 April 2017 21:50
Baznas Kuansing Gelar Tablik Akbar Sosialisasi Zakat

Jum’at, 28 April 2017 21:41
Kawasan Restorasi Gambut,
Dewan Minta Penentuan Lahan Diserahkan ke Pemerintah Setempat


Jum’at, 28 April 2017 21:19
APBD 2017 Kuansing Disahkan Pekan Depan

Jum’at, 28 April 2017 20:31
Stand Utama Bocor, EO Dumai Expo 2017 Disebut Lepas Tangan

Jum’at, 28 April 2017 19:27
Wabup Meranti Ikuti Diklatpim di Jakarta

Jum’at, 28 April 2017 18:55
KPU Meranti Launching Rumah Pintar Pemilu



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 21 Maret 2017 09:19
Diduga Dicuri, 7 Benda Bersejarah Koleksi Museum Sang Nila Utama Hilang

Museum Sang Nila Utama Pekanbaru jadi sasaran aksi kriminal. 7 benda bersejarah hilang. Diduga dicuri sindikat pengincar benda-benda antik.

Riauterkini-PEKANBARU-Sebanyak 7 koleksi barang antik yang berada di Museum Sang Nila Utama Pekanbaru mendadak hilang secara misterius pada 13 Maret 2017 pekan lalu. Tujuh benda koleksi yang hilang tersebut terdiri dari tiga keris melayu, satu pedang melayu sondang, satu piring seladon emas, satu kendi VOC dan satu kendi janggut.

Hilangnya ketujuh benda koleksi di museum megah yang berada di Jalan Jenderal Sudirman itu sendiri diketahui pertama kali oleh Kasi Pengelolaan dan Pengembangan Museum Sang Nila Utama saat melakukan pengecekan di gudang museum. Hasilnya, dari 119 benda koleksi yang berada di museum, 7 diantaranya hilang secara misterius.

"Peristiwa hilangnya tujuh benda antik di Museum Sang Nila Utama tersebut sudah dilaporkan oleh pihak museum ke kita. Kita masih menyelidikinya," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Ariyanto kepada riauterkini.com, Selasa (21/03/17).

Bimo menambahkan, atas kejadian itu pihak museum juga harus menelan kerugian mencapai Rp54 juta.

"Petugas kebersihan di TKP juga pernah melihat sebuah keris melayu yang diletakkan di lemari pajangan museum hilang secara misterius. Diduga, barang-barang antik yang hilang tersebut telah dicuri," tutupnya.***(gas)





Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Polres Kuansing Tangkap Penampung Emas Hasil Tambang Ilegal
- Sejumlah Perusahaan Asal Sumbar Rambah Hutan Lindung di Kuansing
- Laka Maut, Kabag Hukum Setda Bengkalis Diperiksa Intensif
- Miliki Sabu dan Ekstasi, Sepasang Warga Tionghoa di Duri Ditangkap
- Kapolres Kampar Pimpin Sertijab Kasat Binmas dan Empat Kapolsek
- Hakim Gugurkan Praperadilan Terdakwa Kasus Bimtek Aparat Desa se-Rohul
- Empat Komplotan Pencuri Ternak Diciduk Tim Opsnal Polres Rohul


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.198.188.116
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com