Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 28 April 2017 08:23
Kepala ULP Pemprov Riau Bantah Tudingan Keluarga Gubri Pungli Proyek

Jum’at, 28 April 2017 08:22
Bank Riau Kepri Serahkan CSR 6 RKB dan 10 Hektar Tambak di Kabupaten Lingga, Kepri

Jum’at, 28 April 2017 07:48
Tak Sampai Dua Jam, Dua Pedagang Ganja dan Sabu Ditangkap Polisi di Inhil

Jum’at, 28 April 2017 07:46
Ditlantas Polda Riau Gandeng UMRI Seminarkan Keselamatan Lalu-lintas

Kamis, 27 April 2017 22:32
Transaksi Sabu di Rohul, Warga Padang Lawas Sumut Ditangkap Polisi

Kamis, 27 April 2017 22:20
Hingga Juli, NAM Air Hadirkan Promo Spesial

Kamis, 27 April 2017 21:58
Nakhodai PGRI Rohul, Adolf Bastian Upayakan Sejahterakan Nasib Guru

Kamis, 27 April 2017 21:50
Bupati Meranti 'Beri' Uang Rp 2 Miliar dan 5 Unit Ambulance kepada Baznas

Kamis, 27 April 2017 21:10
Bupati Siak Syamsuar Menerima Gelar Kanjeng Raden Tumenggung

Kamis, 27 April 2017 21:00
Walikota Dumai Ajak Wujudkan Kota Pintar, Makmur dan Madani



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 21 April 2017 11:37
Sepasang Mahasiswa dan Bandar Ganja 11 Kilogram Ditangkap Polsek Bukitraya

Aparat Polsek Bukitraya, Pekanbaru menangkap sepasang mahasiswa dan seorang bandar. Mereka coba edarkan 11 kilogram ganja kering asal Aceh.

Riauterkini-PEKANBARU-Miris, dua perguruan tinggi ternama di Pekanbaru harus tercoreng akibat ulah mahasiswanya yang memiliki kerja sampingan sebagai penjual dan pemakai daun ganja kering. Keduanya yang juga merupakan sepasang kekasih tersebut, tak mampu berkutik ketika tim Opsnal Polsek Bukit Raya menciduknya di sebuah kos-kosan di Jalan Karya I, Kamis (20/04/17) kemarin.

Mereka adalah Abdurahman Al Hafiz (22) mahasiswa sebuah perguruan tinggi swasta di Pekanbaru dan kekasihnya Maya (21) mahasiswi sebuah perguruan tinggi negeri di Pekanbaru. Selain mereka berdua, di hari yang sama kemarin, petugas juga menciduk seorang terduga bandar ganja tersebut, Asril (34).

Ketika riauterkini.com menemui langsung para tersangka, Al Hafiz secara detail menceritakan seluruh perbuatannya. Pria brewokan ini bahkan juga mengaku menjalin hubungan asmara dengan tersangka Maya.

"Aku yang pertama kali ditangkap bang waktu lagi berdua sama dia (Maya). Kadang makai (mengkonsumsi ganja), kadang jual juga. Jualnya di sekitar kampus UIR. (barang bukti) sama saya ada 11 paket. Satu paket biasa saya jual Rp40 ribu sampai Rp50 ribu," kata Al Hafiz, Jum'at (21/04/17).

Disinggung mengenai status pendidikan tersangka, yang bersangkutan menuturkan dirinya masih berstatus mahasiswa semester 8 di UIR.

"Saya masih kuliah bang. Di UIR. (pacaran) sama dia (Maya) sudah setahun lebih," gumamnya.

Penuturan serupa juga dikatakan Maya. Tanpa malu-malu, wanita bertubuh mungil ini mengakui bahwa tersangka Al Hafiz memang adalah kekasihnya. Dia bahkan mengakui pula ikut mengkonsumsi daun ganja tersebut bersama sang kekasih.

"Kalau saya cuma makai saja, tapi nggak ikut jual. Pacar saya aja sendiri yang jual itu (ganja). Saya masih kuliah, di UIN," lirihnya pelan.

Gerebek Terduga Bandar Ganja

Sementara itu, selain menangkap dua mahasiswa yang merupakan pemakai sekaligus penjual daun ganja, di hari yang sama kemarin tim Opsnal Polsek Bukit Raya juga menciduk seorang terduga bandar 11 kilogram ganja di wilayah Kubang/Siak Hulu, Kampar bernama Asril (34). Menurutnya barang haram itu sendiri merupakan titipan milik kenalannya yang berasal dari Aceh.

"Itu (ganja) punya teman saya Acie, dia orang Aceh. Saya cuma pernah ketemu sama dia satu kali. Saya juga cuma disuruh nyimpan barang itu. Kadang kalau ada (pesanan) baru dijual," sebutnya.

Pria asal Desa Tanjung Belit, Kampar inipun bahkan secara jujur mengaku jika tersangka Al Hafiz memang pernah membeli ganja tersebut dari dirinya. "Dia (Al Hafiz) pernah beli juga sama saya. Tapi cuma sekali," singkatnya.

Terpisah, Kapolsek Bukit Raya, Kompol Pribadi membenarkan perihal penangkapan ketiga tersangka pemakai dan penjual ganja tersebut. Dirinya menuturkan, dalam penangkapan itu, pihaknya lebih dulu menciduk tersangka Al Hafiz dan Maya. Dari pengembangan, barulah kemudian ditangkap sang bandar, Asril.

"Pengungkapan ini masih kita kembangkan lagi karena masih ada bandar besar di atasnya," tutupnya.***(gas)





Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Kepala ULP Pemprov Riau Bantah Tudingan Keluarga Gubri Pungli Proyek
- Tak Sampai Dua Jam, Dua Pedagang Ganja dan Sabu Ditangkap Polisi di Inhil
- Ditlantas Polda Riau Gandeng UMRI Seminarkan Keselamatan Lalu-lintas
- Transaksi Sabu di Rohul, Warga Padang Lawas Sumut Ditangkap Polisi
- Nelayan Labusel Sumut Meninggal Saat Menjaring Ikan di Perairan Pulau Jemur Rohil
- Penegakan Hukum Tipikor Bansos Bengkalis Disarankan Transparan
- Satlantas Polres Inhil Limpahkan 4 Perkara Laka Lantas ke Kejaksaan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.81.72.117
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com