Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Rabu, 17 Januari 2018 19:27
Pileg 2019, Bulan Depan Demokrat Riau Buka Pendaftaran Baleg

Rabu, 17 Januari 2018 19:11
Gagal Kabur, Dua Jambret di Pekanbaru ini Lebam Diamuk Massa

Rabu, 17 Januari 2018 19:02
Disdukcapil Pekanbaru Cetak 500 e-KTP Sehari

Rabu, 17 Januari 2018 18:57
Menghadapi Pileg 2019, PAN Rohul Mulai Buka Pendaftaran Bacaleg

Rabu, 17 Januari 2018 18:53
Terduga Bandar Sabu di Pelalawan Diketahui Oknum Pegawai Diskominfo

Rabu, 17 Januari 2018 17:35
Bupati Siak Resmikan Gedung LAM Riau Kecamatan Mempura

Rabu, 17 Januari 2018 17:22
Siap Sukseskan Pilgubri,
72 Anggota PPK se-Pekanbaru Resmi Dilantik


Rabu, 17 Januari 2018 16:48
Gubernur Riau Wajibkan Semua Perusahaan Terapkan K3

Rabu, 17 Januari 2018 16:44
Satu Diantaranya PNS Kesehatan Mandau,
Polres Dumai Tangkap Terduga Empat Anggota Jaringan Narkoba Asal Bengkalis


Rabu, 17 Januari 2018 16:40
BC Dumai Gagalkan Penyelundupan Narkotika Lewat Pelabuhan Pelindo

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 21 April 2017 11:37
Sepasang Mahasiswa dan Bandar Ganja 11 Kilogram Ditangkap Polsek Bukitraya

Aparat Polsek Bukitraya, Pekanbaru menangkap sepasang mahasiswa dan seorang bandar. Mereka coba edarkan 11 kilogram ganja kering asal Aceh.

Riauterkini-PEKANBARU-Miris, dua perguruan tinggi ternama di Pekanbaru harus tercoreng akibat ulah mahasiswanya yang memiliki kerja sampingan sebagai penjual dan pemakai daun ganja kering. Keduanya yang juga merupakan sepasang kekasih tersebut, tak mampu berkutik ketika tim Opsnal Polsek Bukit Raya menciduknya di sebuah kos-kosan di Jalan Karya I, Kamis (20/04/17) kemarin.

Mereka adalah Abdurahman Al Hafiz (22) mahasiswa sebuah perguruan tinggi swasta di Pekanbaru dan kekasihnya Maya (21) mahasiswi sebuah perguruan tinggi negeri di Pekanbaru. Selain mereka berdua, di hari yang sama kemarin, petugas juga menciduk seorang terduga bandar ganja tersebut, Asril (34).

Ketika riauterkini.com menemui langsung para tersangka, Al Hafiz secara detail menceritakan seluruh perbuatannya. Pria brewokan ini bahkan juga mengaku menjalin hubungan asmara dengan tersangka Maya.

"Aku yang pertama kali ditangkap bang waktu lagi berdua sama dia (Maya). Kadang makai (mengkonsumsi ganja), kadang jual juga. Jualnya di sekitar kampus UIR. (barang bukti) sama saya ada 11 paket. Satu paket biasa saya jual Rp40 ribu sampai Rp50 ribu," kata Al Hafiz, Jum'at (21/04/17).

Disinggung mengenai status pendidikan tersangka, yang bersangkutan menuturkan dirinya masih berstatus mahasiswa semester 8 di UIR.

"Saya masih kuliah bang. Di UIR. (pacaran) sama dia (Maya) sudah setahun lebih," gumamnya.

Penuturan serupa juga dikatakan Maya. Tanpa malu-malu, wanita bertubuh mungil ini mengakui bahwa tersangka Al Hafiz memang adalah kekasihnya. Dia bahkan mengakui pula ikut mengkonsumsi daun ganja tersebut bersama sang kekasih.

"Kalau saya cuma makai saja, tapi nggak ikut jual. Pacar saya aja sendiri yang jual itu (ganja). Saya masih kuliah, di UIN," lirihnya pelan.

Gerebek Terduga Bandar Ganja

Sementara itu, selain menangkap dua mahasiswa yang merupakan pemakai sekaligus penjual daun ganja, di hari yang sama kemarin tim Opsnal Polsek Bukit Raya juga menciduk seorang terduga bandar 11 kilogram ganja di wilayah Kubang/Siak Hulu, Kampar bernama Asril (34). Menurutnya barang haram itu sendiri merupakan titipan milik kenalannya yang berasal dari Aceh.

"Itu (ganja) punya teman saya Acie, dia orang Aceh. Saya cuma pernah ketemu sama dia satu kali. Saya juga cuma disuruh nyimpan barang itu. Kadang kalau ada (pesanan) baru dijual," sebutnya.

Pria asal Desa Tanjung Belit, Kampar inipun bahkan secara jujur mengaku jika tersangka Al Hafiz memang pernah membeli ganja tersebut dari dirinya. "Dia (Al Hafiz) pernah beli juga sama saya. Tapi cuma sekali," singkatnya.

Terpisah, Kapolsek Bukit Raya, Kompol Pribadi membenarkan perihal penangkapan ketiga tersangka pemakai dan penjual ganja tersebut. Dirinya menuturkan, dalam penangkapan itu, pihaknya lebih dulu menciduk tersangka Al Hafiz dan Maya. Dari pengembangan, barulah kemudian ditangkap sang bandar, Asril.

"Pengungkapan ini masih kita kembangkan lagi karena masih ada bandar besar di atasnya," tutupnya.***(gas)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Terduga Bandar Sabu di Pelalawan Diketahui Oknum Pegawai Diskominfo
- Satu Diantaranya PNS Kesehatan Mandau,
Polres Dumai Tangkap Terduga Empat Anggota Jaringan Narkoba Asal Bengkalis

- BC Dumai Gagalkan Penyelundupan Narkotika Lewat Pelabuhan Pelindo
- Polda Riau Musnahkan 49,28 Gram Sabu
- Miliki Ganja, Dedi Dores dan 2 Rekannya Terciduk Saat Razia Cipkon Polres Bengkalis
- Kasatpol PP Pekanbaru Janji Akan Tertibkan Perda Setiap Hari
- Jaksa Belum Siap, Dua Sidang Tuntutan Tipikor PN Pekanbaru Ditunda
- Pengamanan Pilkada, Polda Gelar Lat Pra Ops Mantap Praja Muara Takus 2018
- Tiga Petugas LP Bengkalis Tersangka Kaburnya Bandar Narkoba Asal Malaysia
- Miliki Sabu dan Dua Pucuk Pistol, Oknum Honorer Dishub Pelalawan Diringkus Polisi
- Puluhan Rumah Pekerja PT RSUP Pulau Burung, Inhil Ludes Terbakar
- Korupsi Pembangunan Triange dan Wifi di Inhu
Hakim Vonis Terdakwa 4 Tahun Penjara

- Kejati Tahan Tersangka Baru Korupsi Bappeda Rohil
- Menyamar Jadi Pembeli, Personel Polsek Payung Sekaki Ciduk Seorang Pengedar Sabu
- Mahasiswa dan Pemuda Pekanbaru Kembali Desak Kejati Riau Usut Dalang Kasus Korupsi RTH
- Pembunuhan Disertai Mutilasi di Rupat,
PT Pekanbaru Batalkan Pidana Mati Heriyanto

- Termasuk Kapolsek Kateman,
Jabatan Kasat Reskrim dan Kasat Lantas Polres Inhil Disertijabkan

- Pajero Sport Seruduk Rumah Milik Orangtua Anggota DPRD Pelalawan
- Seorang Ibu di Tambut, Rohul Temukan Dua Balitanya Tewas dalam Parit
- Maling di Duri Tewas Setelah Berduel dengan Pemilik Ayam


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.242.175.98
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com