Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 19 Agustus 2017 21:50
Tertimpa Kayu saat Menaikkan Pasir,
Seorang Buruh Bangunan Hotel Mimosa Pekanbaru Tewas


Sabtu, 19 Agustus 2017 21:08
Kunker ke Kecamatan Tanah Merah, Bupati Jenguk Warga yang Berhasil Sembuh dari Katarak

Sabtu, 19 Agustus 2017 18:56
Apkasindo Kembali Seleksi Beasiswa Anak Petani Sawit

Sabtu, 19 Agustus 2017 18:53
Pelajar SMA 5 Pekanbaru Sabet Juara I Lomba Pentas Seni se Indonesia

Sabtu, 19 Agustus 2017 18:47
Bupati Mursini Buka Kejurda Motor Cross Sukamaju

Sabtu, 19 Agustus 2017 16:32
Kapolres Inhil Pimpin Napak Tilas dan Ziarah ke Makam Pahlawan Letda M Boya di Enok

Sabtu, 19 Agustus 2017 14:09
Sekaligus Temu Ramah dengan Insan Pers,
Bupati Resmikan e-Bilik Diskominfo Inhil


Sabtu, 19 Agustus 2017 14:05
Kapolres Kuansing Ajak Masyarakat Bersama Amankan Pacujalur

Sabtu, 19 Agustus 2017 14:02
Sakit Bayi Hafizi Biasanya Terjadi pada Orang Dewasa

Jum’at, 18 Agustus 2017 19:11
Kemendagri Dorong Pencegahan Korupsi di Daerah



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.


Jum’at, 21 April 2017 17:09
Dinilai Banyak Kejanggalan,
Keluarga Tersangka Curat Praperadilkan Polsek Ujung Batu


Keluarga dua terdakwa kasus pencurian dengan pemberatan di Rohul, mengajukan gugatan praperadilan dengan termohon Polsek Ujung Batu. Mereka menilai banyak kejanggalan dalan kasus itu.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Merasa banyak kejanggalan pada perkara pencurian dengan pemberatan (Curat) melibatkan M. Marpaung dan R. Simangunsong, warga Desa Ngaso, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), pihak keluarga ajukan gugatan praperadilan dengan termohon Polsek Ujung Batu.

Pada sidang di Pengadilan Negeri (PN) Pasirpangaraian, Jumat (21/4/17), dengan agenda sidang pembacaan jawaban dari termohon yakni pihak Polsek Ujung Batu dihadiri sejumlah keluarga dari pemohon.

Pandapotan Marpaung, Penasehat Hukum (PH) dari M. Marpaung mengatakan sidang akan dilanjutkan Selasa (25/4/17) dengan agenda pembacaan replik dari pihak pemohon yang akan disampaikan dirinya dan rekannya Hendra Marpaung.

Gugatan praperadilan diajukan pihak pemohon berawal dari laporan Ester Novika Situmeang ke Polsek Ujung Batu yang mengaku kehilangan uang sebesar Rp40,9 juta yang diletakkan di dalam jok sepeda motor Honda Beat warna hitam Nopol BK 2610 AEF yang diparkir di depan rumah korban pada Kamis (9/3/17) lalu sekira pukul 08.30 WIB.

Berawal laporan Ester dan keterangan sejumlah saksi, di hari yang sama sekira pukul 11.30 WIB, Unit Reskrim Polsek Ujung Batu mengamankan M. Marpaung dan menyusul R. Simangunsong sebagai pelaku di lokasi berbeda.

Selain mengamankan kedua pria ini, pihak Kepolisian turut mengamankan uang sebesar Rp29 juta dari dalam. jok sepeda motor milik M. Marpaung.

Pandapotan Marpaung mengakui pihaknya mengajukan gugatan praperadilan dengan termohon Polsek Ujung Batu, karena proses penangkapan terhadap kedua kliennya tidak sesuai SOP kepolisian.

"Melalui praperadilan ini kami ingin keadilan ditegakkan. Ada banyak kejanggalan dalam penangkapan klien kami M. Marpaung. Poin pertama, korban membuat laporan via telepon, setelah dilakukan penangkapan, korban (Ester) baru membuat laporan resmi di Polsek Ujung Batu," ungkap Pandapotan kepada wartawan usai sidang, Jumat.

Kejanggalan lain, tambah Pandapotan, saat penangkapan, kliennya juga belum pernah dimintai keterangan sebagai saksi terlapor, dan tidak ada saksi fakta yang menyebutkan bahwa kliennya sebagai pelaku curat tersebut.

"Hal ini yang harus kami perjuangkan. Kami menilai pihak Polsek Ujung Batu tidak menjalankan SOP saat penangkapan klien kami," jelasnya.

Masih didampingi rekannya Hendra Marpaung, Pandapotan mengakui bahwa perkara ‎prapradilan diajukan ke PN Pasirpangaraian semata-mata untuk kepentingan hukum kedua kliennya.

Dari informasi didapat pihak Penasehat Hukum, laporan masuk ke Kepolisian melalui telepon sekira. pukul 9.30 WIB. Dan sekira 11.30 WIB, kliennya sudah ditangkap.

"Dalam artian hanya ada rentang waktu sekitar dua jam penetapan tersangka, gelar perkara, pencarian dua alat bukti yang cukup, dalam waktu dua jam. Kita menghormati proses dari Kepolisian yang cepat, tapi kita juga punya intuisi sebagai pengacara, apa iya dalam waktu dua jam penetapan tersangka," kata Pandapotan Marpaung.

J. Marpaung, selaku ayah kandung dari M. Marpaung, mengungkapkan uang sebesar Rp29 juta yang dijadikan barang bukti pihak Polsek Ujung Batu merupakan uang titipan dari salah seorang anggota Koperasi CU Seiya Sekata Cabang Jalan Jelutung bernama B. Sinaga.

Uang sebanyak itu dititipkan B. Sinaga ke anaknya M. Marpaung pada 27 Januari 2017, namun belum sempat disetorkan ke kas koperasi.

"Uang itu diserahkan lengkap dengan kwitansi, buku rekening dan saksinya itu bisa kami buktikan," tegas J. Marpaung.

Sementara itu, Kapolsek Ujung Batu Kompol Kari Amsah Ritonga SIK, SH, melalui IPDA Agus mengaku pihaknya sudah menjalankan proses hukum dan penangkapan terhadap kedua terduga pelaku sesuai SOP Kepolisian.

"Gugatan praperadilan merupakan hak semua orang. Tapi yang jelas kami sudah menjalankan tugas sesuai prosedur (SOP)," jelas Agus.***(zal)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Hukum lainnya..........
- Tertimpa Kayu saat Menaikkan Pasir,
Seorang Buruh Bangunan Hotel Mimosa Pekanbaru Tewas

- Terjerat Korupsi Sisa Kas APBD,
Hukuman Bertambah di MA, Mantan Sekdakab Inhu Ajukan PK

- Diduga Pelaku Curanmor,
Polisi Duri Temukan 3 Paket Sabu dalam Bungkus Rokok Pengangguran Ini

- Dishub Pekanbaru Sebar Spanduk Larangan Taksi Online
- Satu Napi Langsung Bebas,
299 Napi Lapas Pasirpangaraian Terima Remisi 17 Agustus 2017

- Tertangkap Bawa Pistol Rakitan,
Mukmin Arif Ternyata Sudah Rencanakan Perampokan di Pekanbaru

- Tak Punya Uang dan Terus Didesak Nikah Alasan Pacar Bunuh dan Bakar Ema


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 107.22.61.174
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com