Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Kamis, 19 Oktober 2017 19:49
Nursyafry Tanjung Pimpin REI Riau Periode 2017-2020

Kamis, 19 Oktober 2017 19:42
Berangkat Desember 2017,
Bripka Totok Terima Hadiah Umroh dari Kapolda Riau


Kamis, 19 Oktober 2017 19:38
Hanya Membayar Iuran Rp12.500 Perbulan,
Seluruh Kades dan Perangkat Desa se Kuansing Dijamin Kesehatannya


Kamis, 19 Oktober 2017 19:35
Limbah Cemari Sungai,
Pemkab Rohul Tutup Sementara Operasional PKS PT EMA‎ di Kepenuhan


Kamis, 19 Oktober 2017 19:31
Razia di Rumbai,
Puluhan Kendaraan Berknalpot Racing dan Berlampu Strobo Ditilang


Kamis, 19 Oktober 2017 17:28
‎Sekda Rohul Lantik 183 Pejabat Eselon II, III dan IV

Kamis, 19 Oktober 2017 17:25
Terjerat Perkara Korupsi,
Plt Kadishub Dumai Prihatin Terkait Kasus Anggotanya


Kamis, 19 Oktober 2017 17:22
Gubri Hadiri Kenduri Melayu 2017 di Bengkalis

Kamis, 19 Oktober 2017 17:15
Waktu Mempet, Proyek Overlay Sultan Syarif Kasim Dumai Belum Jelas

Kamis, 19 Oktober 2017 17:11
Sepanjang Oktober 2017, Daihatsu Capella Medan Hadirkan Layanan Spesial

loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.


Jum’at, 19 Mei 2017 13:59
Setahun Buron, Dua Begal di Stadion Utama Riau Berhasil Dibekuk Polisi

Jajaran Opsnal Polsek Senapelan, Pekanbaru berhasil menangkap dua begal yang merampas motor pelajar di Stadion Utama Riau. Pelaku sempat menjadi buron selama setahun.

Riauterkini-PEKANBARU-Setelah setahun lebih menjadi buruan polisi karena pernah melakukan aksi pembegalan disertai perampasan sepeda motor milik seorang pelajar Michael Permono (14) di Stadion Utama Riau pada 16 April 2016 silam, pelarian Hendri Agustinus (38) dan Firdaus alias Kecil (29) akhirnya terhenti di tangan tim Opsnal Polsek Senapelan.

Duet begal bersenjata tajam itu dibuat tak berkutik saat diringkus di Jalan Teratai, Gg Bunga, Kecamatan Sukajadi, Kamis (18/05/17) kemarin. Menurut Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Senapelan, Ipda Abdul Halim, ketika melakukan pembegalan pada korbannya kala itu, kedua tersangka mengaku sebagai anggota Pemuda Pancasila. "Modusnya, tersangka mengaku sebagai anggota PP. Korban diberhentikan lebih dulu oleh para tersangka sewaktu melintas di Jalan Naga Sakti, Stadion Utama Riau," katanya kepada riauterkini.com, Jum'at (19/05/17)

Masih kata dia, begitu memberhentikan korban, tersangka pun kemudian meminta korban untuk menunjukkan KTPnya. Namun karena belum mempunyai KTP, korban selanjutnya dipaksa agar mau menyerahkan kunci sepeda motornya. Korban sempat menolak sehingga membuat kedua tersangka marah.

"Saat korban menolak memberikan kunci motor, tersangka langsung menodongkan sebilah sangkur ke leher korban. Korban tak berani melawan dan membiarkan kedua tersangka merampas motor miliknya," tuturnya.

Sementara itu, selain meringkus kedua tersangka, pihaknya juga mengamankan barang bukti satu unit motor Yamaha Mio GT BM 3781 JH serta sebuah sangkur yang digunakan tersangka untuk melakukan pembegalan dan perampasan sepeda motor.

"Sesuai perbuatannya, tersangka kita jerat dengan Pasal 365 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara," tutupnya.***(gas)



loading...

Berita Hukum lainnya..........
- Razia di Rumbai,
Puluhan Kendaraan Berknalpot Racing dan Berlampu Strobo Ditilang

- Korupsi Dana Diksar,
Kasatpol PP Bengkalis dan Kasi Ops Dituntut 2 Tahun Penjara

- Korupsi UPT Terminal Barang Dishub Dumai,
Jaksa Terima Berkas dan Tiga Tersangka dari Polda Riau

- Kakek 80 Tahun di Inhil Ditemukan Tewas di Kebun
-
- Diduga Himpitan Ekonomi, Seorang Warga Pelalawan Ditemukan Tewas Gantung Diri
- Jaksa Kirim Dua lagi Tersangka Korupsi Lampu PJR Pekanbaru ke Rutan Sialang Bungkuk


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.166.150.10
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com