Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Selasa, 27 Juni 2017 08:13
Tamu Tagram Hotel Pekanbaru Kehilangan Perhiasaln Rp70 juta

Selasa, 27 Juni 2017 06:57
Seorang Bayi Tewas Terpanggang,
Dua Rumah di Rambah, Rohul Ludes Terbakar


Senin, 26 Juni 2017 21:22
Hari ke Dua Lebaran,
Bupati Harris Hadiri Acara Adat Gunung Sahilan dan 'Open House' Wagubri


Senin, 26 Juni 2017 21:06
Liburan Lebaran, Masjid Agung Islamic Center Rohul Masih Favorit

Senin, 26 Juni 2017 20:54
Bupati Kampar Silahturrahmi ke Gubernur dan Forkopimda Riau

Senin, 26 Juni 2017 19:22
Tanpa Identitas, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan Desa Kuala Sebatu, Inhil

Senin, 26 Juni 2017 19:00
Atasi Sampah di Idul Fitri,
12 Armada dan 150 Personil Disiapkan UPT Persampahan di Duri, Bengkalis


Ahad, 25 Juni 2017 21:17
Polres Inhil Sebut Kebakaran Ludeskan 60 Perumahan Karyawan PT Pulau Sambu

Ahad, 25 Juni 2017 16:13
Usai Sholat Ied, Gubri Ajak Masyarakat Hadiri Open House

Ahad, 25 Juni 2017 15:51
Meriahnya Pawai Obor Sambut Idul Fitri dan Open House di Rumdis Bupati Rohul



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.


Jum’at, 19 Mei 2017 13:59
Setahun Buron, Dua Begal di Stadion Utama Riau Berhasil Dibekuk Polisi

Jajaran Opsnal Polsek Senapelan, Pekanbaru berhasil menangkap dua begal yang merampas motor pelajar di Stadion Utama Riau. Pelaku sempat menjadi buron selama setahun.

Riauterkini-PEKANBARU-Setelah setahun lebih menjadi buruan polisi karena pernah melakukan aksi pembegalan disertai perampasan sepeda motor milik seorang pelajar Michael Permono (14) di Stadion Utama Riau pada 16 April 2016 silam, pelarian Hendri Agustinus (38) dan Firdaus alias Kecil (29) akhirnya terhenti di tangan tim Opsnal Polsek Senapelan.

Duet begal bersenjata tajam itu dibuat tak berkutik saat diringkus di Jalan Teratai, Gg Bunga, Kecamatan Sukajadi, Kamis (18/05/17) kemarin. Menurut Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Senapelan, Ipda Abdul Halim, ketika melakukan pembegalan pada korbannya kala itu, kedua tersangka mengaku sebagai anggota Pemuda Pancasila. "Modusnya, tersangka mengaku sebagai anggota PP. Korban diberhentikan lebih dulu oleh para tersangka sewaktu melintas di Jalan Naga Sakti, Stadion Utama Riau," katanya kepada riauterkini.com, Jum'at (19/05/17)

Masih kata dia, begitu memberhentikan korban, tersangka pun kemudian meminta korban untuk menunjukkan KTPnya. Namun karena belum mempunyai KTP, korban selanjutnya dipaksa agar mau menyerahkan kunci sepeda motornya. Korban sempat menolak sehingga membuat kedua tersangka marah.

"Saat korban menolak memberikan kunci motor, tersangka langsung menodongkan sebilah sangkur ke leher korban. Korban tak berani melawan dan membiarkan kedua tersangka merampas motor miliknya," tuturnya.

Sementara itu, selain meringkus kedua tersangka, pihaknya juga mengamankan barang bukti satu unit motor Yamaha Mio GT BM 3781 JH serta sebuah sangkur yang digunakan tersangka untuk melakukan pembegalan dan perampasan sepeda motor.

"Sesuai perbuatannya, tersangka kita jerat dengan Pasal 365 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara," tutupnya.***(gas)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Hukum lainnya..........
- Seorang Bayi Tewas Terpanggang,
Dua Rumah di Rambah, Rohul Ludes Terbakar

- Polres Inhil Sebut Kebakaran Ludeskan 60 Perumahan Karyawan PT Pulau Sambu
- Berupaya Kabur, Provokator Kaburnya Napi Sialang Bungkuk Di-"dor"
- Polda Tempatkan 20 Sniper di Jalur Mudik
- Polres Inhil Tangkap Spesialis Curat Sarang Walet
- Polda Ringkus Provokator Kaburnya Ratusan Napi Sialang Bungkuk
- Seorang Buruh PT Bina Duta Laksana, Tewas Tertimbun Gambut di Gaung, Inhil


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.80.234.9
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com