Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Kamis, 14 Desember 2017 21:20
Expo Karya Pendidikan Tahun 2017, Bupati Inhil Sesalkan Minim Peran Serta SMA Negeri

Kamis, 14 Desember 2017 21:14
Reses di Mandau, Syaiful Ardi Beri Bantuan dan Janjikan Sejumlah Insfrastruktur

Kamis, 14 Desember 2017 21:07
Dugaan Korupsi Dermaga Sungai Tohor Barat,
Mangkir, Kejari Bakal Ajukan Surat Pencekalan Mantan Kadishub Meranti


Kamis, 14 Desember 2017 20:58
Tak Kunjung Disahkan, Dewan Sebut Menteri Siti Nurbaya Sengaja Memperlambat RTRW Riau

Kamis, 14 Desember 2017 20:49
Jadi 'Sarang Hantu', Dewan Datangi Ambulan Tua Milik Pemkab Bengkalis di Duri

Kamis, 14 Desember 2017 20:07
Waka DPRD Dumai Masih Komit Bangun Lingkungan Dapilnya

Kamis, 14 Desember 2017 20:03
Upaya Meningkatkan PAD, Bapenda Rohul Mutakhirkan NJOP

Kamis, 14 Desember 2017 20:03
Kalap Temannya Kehilangan Anjing, Simatupang Menusuk 8 Orang di Kandis

Kamis, 14 Desember 2017 19:22
Berkunjung ke RAPP, Duta Besar Kanada Borong Kerajinan Tenun dan Batik Riau

Kamis, 14 Desember 2017 18:36
BPBP Siapkan Rp 400 Miliar untuk Replanting Sawit

loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.


Jum’at, 19 Mei 2017 14:34
Hasil Mediasi, Seteru Mahasiswa-Kejari Rohul Diselesaikan Secara Adat

Rektor UPP dan Kapolres Rohul berikan mediasi masalah mahasiswa dengan Kejari. Hasilnya, seteru akan diselesaikan secara adat.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Hasil mediasi antara Aliansi Mahasiswa Rokan Hulu dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Rohul akan diselesaikan secara hukum adat. Meski demikian, laporan mahasiswa ke Polres Rohul tetap ditindaklanjuti penyidik.

Mediasi di aula Kantor Kejari Rohul, Jumat (19/5/17) siang, dengan mediator Rektor Universitas Pasir Pengaraian (UPP) Adolf Bastian, dan Kapolres Rohul AKBP Yusup Rahmanto, ada dua kesepakatan disepakati kedua belah pihak dan sudah ditandatangani.

Pertama, Rabu (25/5/17) depan, Lembaga Adat Melayu (LAM) Rohul akan memediasi masalah mahasiswa dengan Kejari Rohul dengan mengundang ninik mamak dan orang tua kedua mahasiswa yang mengaku jadi korban penganiayaan sejumlah oknum pegawai Kejari Rohul, Selasa (16/5/17) lalu.

Kedua, Jumat (27/5/17), LAM Rohul akan mediasi masalah tersebut dengan mengundang Ninik Mamak, Kepala Kejari Rohul Freddy Daniel Simanjuntak SH, M.Hum, Kapolres Rohul AKBP Yusup Rahmanto SIK, MH, dan pihak lain.

Sebelumnya, Ketua Paguyuban Himarohu Kecamatan Rokan IV Koto Rio Andri, salah seorang mahasiswa yang mengaku jadi korban penganiayaan oknum pegawai Kejaksaan sangat menyesalkan sikap Kepala Kejari Rohul Freddy Daniel Simanjuntak yang tidak berupaya melerai anggotanya saat terjadi keributan, Selasa lalu.

Freddy Daniel Simanjuntak dan Agus Kurniawan selaku Kasi Intel Kejari Rohul diminta angkat kaki dari Kabupaten Rohul.

"Kami minta kepada bapak dan pak Agus agar pulang ke kampung halaman bapak," ujar Rio sambil terisak.

Rio juga meminta dalam kurun 3 X 24 jam Freddy dan Agus diminta angkat kaki dari Kabupaten Rohul.

Menanggapi itu, Rektor UPP Adolf Bastian menyarankan ke mahasiswa agar masalah tersebut diselesaikan secara hukum adat sehingga tidak melebar.

Dikonfirmasi terpisah, usai mediasi, Kepala Kejari Rohul Freddy Daniel Simanjuntak menyambut baik masalah ini akan diselesaikan secara adat.

Sebelumnya, Freddy juga sudah meminta maaf kepada mahasiswa dan berjanji akan bertanggung jawab atas insiden terjadi di kantornya empat hari lalu.

"Biarlah adat melayu yang menyelesaikan masalah ini. Saya menyambut baik," ujar Freddy kepada wartawan.

Kapolres Rohul AKBP Yusup Rahmanto, sebelumnya juga mengakui penyidik sedang melakukan penyelidikan, apakah ada indikasi tindak pidana atau tidak, sesuai laporan dua mahasiswa, Rio Andri dan Muhammad Sukri, atas dugaan penganiayaan di Kantor Kejari Rohul.

Diakuinya, penyidik Satuan Reskrim Polres Rohul yang menangani laporan mahasiswa juga tengah mengumpulkan bukti-bukti.***(zal)



Berita Hukum lainnya..........
-
- Kalap Temannya Kehilangan Anjing, Simatupang Menusuk 8 Orang di Kandis
- Hakim PN Bengkalis Vonis Mati Bandar Sabu 40 Kg
- Korupsi Dermaga Sungai Tohor Barat,
Kejari Kepulauan Meranti Tetapkan 4 Tersangka

- Belum Siap, Jaksa Batal Tuntut Pegawai Rutan Terjerat Pungli
- Korupsi ADD, Seorang Mantan Kades di Rohil Divonis 4 Tahun Penjara
- Buntut Pemanggilan Kejari,
Rekanan Sebut Oknum PPK Disdik Pelalawan Minta 'Setoran'

- Polda Riau Musnahkan 17 Kg Sabu dari 7 Tersangka
- Nistakan Islam di Facebook, P Hutahean Dilaporkan ke Polsek Minas
- Anggota DPRD Pelalawan Dukung Kejari Tangkap Petinggi PT Adei
- Keluarga Histeris,  Hakim PN Siak Vonis Mati Dua terdakwa Narkotika Lintas Negara
- Tersangka Terima Upah Rp4 Juta,
Polisi Tangkap Dua Kurir Sabu 10 Kg di Siakkecil, Bengkalis

- Korupsi RTH, Pendemo Desak Kejati Periksa Gubernur Riau
- Dua Terdakwa Narkotika Divonis Mati Hakim PN Siak
- Dugaan Pungli Proyek, Seorang Kasi di Disdik Pelalawan Diperiksa Kejari
- Setahun Berlalu, Eksekusi Petinggi PT Adei Plantation Tak Kunjung Terlaksana
- Polisi Amankan Diduga Sabu 10 Kg di Siakkecil, Bengkalis
- Mencuri di Duri, Sopir Tertangkap di Bukit Kapur, Dumai
- Sidang TTD Bupati Bengkalis,
Saksi Sebut Perjanjian dengan Terdakwa Rp1 M Urus Dokumen

- Demi Kenyamanan, Satlantas Polres Bengkalis Lembur di Malam Weekend


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.226.34.209
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com