Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Rabu, 20 Juni 2018 09:30
Seru, KPB Gelar Halal Bi Halal di Danau PLTA Koto Panjang

Selasa, 19 Juni 2018 19:15
Mantan Walikota Pekanbaru Herman Abdullah Ajak Masyarakat Riau Menangkan Syamsuar-Edy Nasution

Selasa, 19 Juni 2018 19:11
Lusa, SBY, Romi dan Yusril Kampanye Akbar Firdaus-Rusli di Bangkinang

Selasa, 19 Juni 2018 19:06
Empat Ruko Terbakar di Pelalawan,
Satu Keluarga Selamat dari Kobaran Api


Selasa, 19 Juni 2018 17:31
Sekdaprov dan Kepala BPBD Riau Tinjau Lokasi Longsor di Tembilahan

Selasa, 19 Juni 2018 15:11
Riset Vox Populi: Lukman Edy-Hardianto Menang Pilgub Riau

Selasa, 19 Juni 2018 13:15
Tokoh Minang Nilai Syamsuar Jauh dari Korupsi dan Sangat Paham Budaya Mereka

Selasa, 19 Juni 2018 13:10
Dinas Perhubungan RIau Siap Lancarkan Arus Balik Lebaran Lewat Darat

Selasa, 19 Juni 2018 13:05
Optimis Menang, Puluhan Ribu Saksi Siap Amankan Suara Firdaus-Rusli di TPS

Selasa, 19 Juni 2018 09:30
Lukman Edy-Hardianto Janji Perhatikan Nasib Guru Komite dan Operator Pendidikan

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 19 Juni 2017 19:28
Diduga Tanpa Izin, WWBrides Gelar Pelatihan "Make-up" Artis

Pelatihan "Make-up" Artis yang digelar WWBrides di salah satu hotel di Pekanbaru diduga tidak berizin. Pelaksanaan acara tidak memberitahukan ke Polsek Setempat.

Riauterkini-PEKANBARU-Diduga tanpa izin, salah satu lembaga tata rias bernama WWBrides milik pasangan suami istri Ayang dan Wiwik tetap menggelar pelatihan (workshop) di salah satu hotel berbintang Pekanbaru, kemarin (18/6/17).

"Padahal, izin seperti itu perlukanjika Event Organizer atau lembaga pelatihan. Karena pesertanya biasanya puluhan orang. Minimal izin keramaian yang dikeluarkan oleh Polsek setempat,'' kata Arhammizi, Direktur Eksekutif LSM Riau Care dalam perbincangan dengan riauterkinicom, Senin (19/6/17).

Namun, imbuh pria yang akrab disapa Mizi ini, biasanya izin keramaian itu diurus oleh hotel tempat acara itu berlangsung atau pihak yang punya hajat. Selain itu, pihak WWBrides juga melaporkan adanya kegiatan pelatihan itu kepada instansi terkait. Karena lembaga ini kabarnya, mengutip uang pelatihan terhadap pesertanya.

"Yang terakhir ini biasanya diabaikan. Padahal yang namanya mengutip biaya dari masyarakat, pajaknya mesti dibayarkan ke Dinas Pendapatan setempat,'' katanya lagi.

Diketahui, lembaga pelatihan make up ini tidak mengantongi izinyang seharusnya mereka urus sebelum menggelar acara pelatihan. Apalagi setiap pesertanya harus membayar uang pelatihan, konsumsi untuk berbuka bersama sebesar Rp700 ribu.

Wiwik, penanggungjawab pelatihan make-up artis yang dikonfirmasi wartawan mengakui mereka memang tidak mengurus izin karena menganggap itu sudah diurus oleh pihak Hotel Premiere.

“Tidak ada, kami tahunya hanya sewa tempat di hotel ini. Kami juga tidak ada ditanyakan mengenai izin keramaian itu dari pihak hotel,” kata Wiwik.

Pengakuan yang sama juga diungkapkan suaminya, Ayang yang ditemui di lantai 3 hotel sebelum pelatihan dimulai. Alasannya simpel, acara yang mereka gelar tidak lah terlalu besar. Dibatasi oleh 20 orang peserta.

"Di sampingi itu, hasil dari kegiatan ini juga kami akan sumbangkan sebagian ke panti asuhan,'' timpal Ayang menambahkan.

Sementara itu Yohana dari pihak hotel membenarkan ia tidak pernah menanyakan kepada pelaksana acara mengenai izin keramaian. “Ya, memang tidak ada kami tanyakan mengenai izin keramaian, karena mereka mengaku hanya melakukan meeting saja,” ujar Yohana.

Pernyataan serupa diucapkan Hasan, staf bagian pengelola rumah tangga hotel. Katanya, pihak hotel tidak mengetahui bahwa pelaksana kegiatan tidak memiliki izin keramaian dari kepolisian.

Merurut Hasan, dalam waktu dekat pihak hotel akan membuat surat kepada pihak kepolisian terkait pelaksanaan kegiatan tersebut. “Biasanya kalau pelaksana acara minta, baru kami berikan surat keterangan pemakaian tempat kepada mereka. Tapi ini akan segera kami laporkan,” sebutnya.

Salah seorang peserta dari Selat Panjang, Kepulauan Meranti, dirinya merogoh kocek sebesar sebesar Rp 700 ribu untuk mengikuti pelatihan itu. Sepanjang pelaksanaan pelatihan, instruksur di depan ruangan terdengar memberikan pengarahan tentang bagaimana melakukan rias wajah hingga bagaimana memodifikasi alis mata. Tak tanggung tanggung model yang dipakai adalah warga negara asing alias bule.***(son)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Patroli Polisi Gagalkan Perampokan Mesin ATM di Pekanbaru
- Geger, Sesosok Mayat Ditemukan di Pelabuhan Nelayan di Bengkalis
- Kapal Pompong Terbalik, Satu Keluarga Nyaris Tenggelam di Selat Bengkalis
- Diduga Konsleting Listrik, Satu Rumah di Bengkalis Terbakar
- Kebakaran di Kotabaru, Inhil Ludeskan 57 Toko dan Rumah
- Kebakaran Saat Idul Fitri Ludeskan Puluhan Rumah di Kotabaru, Inhil
- Lebaran Aman, Polisi di Bengkalis Sambangi Rumah Ditinggal Mudik
- Diduga Sarang Pungli, Pos TLLK di Lintas Riau-Sumbar Dibongkar Polres Kampar
- Curi Komponen Alat Berat, Pria Ini Diringkus Polsek Tapung Hulu
- Yamaha V-Ixion Pemudik Terjun ke Sungai di Tambusai, 2 Korban Luka
- Belasan Kios di Pasar Logar, Kuansing Ludes Terbakar
- Gara-gara Marah Pacar Digoda, Pemuda Tembilahan Hulu Ini Dibacok
- Pedoman bagi Pengguna Jalan Saat Mudik,
Polres Kampar Terbitkan Buku Panduan Jalur Lintas Barat

- Sepekan sebelum dan Sesudah Pilgubri, Seluruh Tempat Hiburan di BS, Bengkalis Wajib Tutup
- Bea Cukai Dumai Amankan 5 Kilogram Sabu Tak Bertuan
- Waktu Kadaluarsa, PN Bengkalis Vonis Bebas Legislator dan Ajudannya dari Dugaan Politik Uang
- Pengadilan Tinggi Riau Kuatkan Putusan PN,
Palsukan Surat Tanah, Poniman Tetap Dihukum 1,5 Tahun Penjara

- Dugaan Politik Uang Legislator Bengkalis,
Sampaikan Replik Pembelaan, JPU Tetap pada Tuntutan

- Berbelit Berikan Keterangan,
Mantan Ketua DPRD Terancam Tersangka Keterangan Palsu dan TPPU

- Sidang Dugaan Politik Uang Legislator Bengkalis,
Sidang Lanjutan, JPU Akan Bacakan Replik Malam Ini



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com