Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Rabu, 28 Juni 2017 08:05
Mayat Tanpa Indentitas Ditemukan di Sungai Indragiri Rengat, Inhu

Selasa, 27 Juni 2017 20:46
H+3 Lebaran, Diperkirakan 10.000 Pengunjung Padati Pantai Solop Inhil

Selasa, 27 Juni 2017 20:00
Bupati Inhil Silahturrahmi ke Gubernur dan Forkopimda Riau

Selasa, 27 Juni 2017 18:13
Antisipasi Keamanan Lapas,
Kabag Ops Polres Kampar Kunjungi Lapas Kelas IIb Bangkinang


Selasa, 27 Juni 2017 18:08
Balon Gubri Harris Buka Kejuaraan Motorcross di Tapung, Kampar

Selasa, 27 Juni 2017 18:02
Pergi Berlebaran,
Seorang Bocah di Inhil Tewas Terbentur Besi Mesin Pompong


Selasa, 27 Juni 2017 17:42
Sebar Personel di Pusat Keramaian,
Kapolresta Pantau Situasi Keamanan Pekanbaru di Hari Ketiga Lebaran


Selasa, 27 Juni 2017 17:37
6 Rumah Rusak,
Longsor Kembali Terjadi di Kuala Enok, Inhil


Selasa, 27 Juni 2017 15:10
Belasan Orang Terjebur,
Pelabuhan Rakyat Desa Tanjung Gadai, Meranti Ambruk


Selasa, 27 Juni 2017 13:23
Mayat Tanpa Identitas di Desa Kuala Sebatu Ternyata Warga Tembilahan, Inhil



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.


Senin, 19 Juni 2017 19:28
Diduga Tanpa Izin, WWBrides Gelar Pelatihan "Make-up" Artis

Pelatihan "Make-up" Artis yang digelar WWBrides di salah satu hotel di Pekanbaru diduga tidak berizin. Pelaksanaan acara tidak memberitahukan ke Polsek Setempat.

Riauterkini-PEKANBARU-Diduga tanpa izin, salah satu lembaga tata rias bernama WWBrides milik pasangan suami istri Ayang dan Wiwik tetap menggelar pelatihan (workshop) di salah satu hotel berbintang Pekanbaru, kemarin (18/6/17).

"Padahal, izin seperti itu perlukanjika Event Organizer atau lembaga pelatihan. Karena pesertanya biasanya puluhan orang. Minimal izin keramaian yang dikeluarkan oleh Polsek setempat,'' kata Arhammizi, Direktur Eksekutif LSM Riau Care dalam perbincangan dengan riauterkinicom, Senin (19/6/17).

Namun, imbuh pria yang akrab disapa Mizi ini, biasanya izin keramaian itu diurus oleh hotel tempat acara itu berlangsung atau pihak yang punya hajat. Selain itu, pihak WWBrides juga melaporkan adanya kegiatan pelatihan itu kepada instansi terkait. Karena lembaga ini kabarnya, mengutip uang pelatihan terhadap pesertanya.

"Yang terakhir ini biasanya diabaikan. Padahal yang namanya mengutip biaya dari masyarakat, pajaknya mesti dibayarkan ke Dinas Pendapatan setempat,'' katanya lagi.

Diketahui, lembaga pelatihan make up ini tidak mengantongi izinyang seharusnya mereka urus sebelum menggelar acara pelatihan. Apalagi setiap pesertanya harus membayar uang pelatihan, konsumsi untuk berbuka bersama sebesar Rp700 ribu.

Wiwik, penanggungjawab pelatihan make-up artis yang dikonfirmasi wartawan mengakui mereka memang tidak mengurus izin karena menganggap itu sudah diurus oleh pihak Hotel Premiere.

“Tidak ada, kami tahunya hanya sewa tempat di hotel ini. Kami juga tidak ada ditanyakan mengenai izin keramaian itu dari pihak hotel,” kata Wiwik.

Pengakuan yang sama juga diungkapkan suaminya, Ayang yang ditemui di lantai 3 hotel sebelum pelatihan dimulai. Alasannya simpel, acara yang mereka gelar tidak lah terlalu besar. Dibatasi oleh 20 orang peserta.

"Di sampingi itu, hasil dari kegiatan ini juga kami akan sumbangkan sebagian ke panti asuhan,'' timpal Ayang menambahkan.

Sementara itu Yohana dari pihak hotel membenarkan ia tidak pernah menanyakan kepada pelaksana acara mengenai izin keramaian. “Ya, memang tidak ada kami tanyakan mengenai izin keramaian, karena mereka mengaku hanya melakukan meeting saja,” ujar Yohana.

Pernyataan serupa diucapkan Hasan, staf bagian pengelola rumah tangga hotel. Katanya, pihak hotel tidak mengetahui bahwa pelaksana kegiatan tidak memiliki izin keramaian dari kepolisian.

Merurut Hasan, dalam waktu dekat pihak hotel akan membuat surat kepada pihak kepolisian terkait pelaksanaan kegiatan tersebut. “Biasanya kalau pelaksana acara minta, baru kami berikan surat keterangan pemakaian tempat kepada mereka. Tapi ini akan segera kami laporkan,” sebutnya.

Salah seorang peserta dari Selat Panjang, Kepulauan Meranti, dirinya merogoh kocek sebesar sebesar Rp 700 ribu untuk mengikuti pelatihan itu. Sepanjang pelaksanaan pelatihan, instruksur di depan ruangan terdengar memberikan pengarahan tentang bagaimana melakukan rias wajah hingga bagaimana memodifikasi alis mata. Tak tanggung tanggung model yang dipakai adalah warga negara asing alias bule.***(son)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
AGEN SABUNG AYAM
MARI BERGABUNG DAN RASAKAN SENDIRI BONUSNYA !! KAMI MENYEDIAKAN BANYAK JENIS PERMAINAN BOSS SILAHKAN DI COBA AGEN TERPERCAYA KAMI HANYA DI B-O-L-A-V-I-T-A . COM Untuk keterangan lebih lanjut, segera hubungi kami di: BBM: D8C363CA (NEW) WHATSAPP : 081377055002


loading...

Berita Hukum lainnya..........
- Mayat Tanpa Indentitas Ditemukan di Sungai Indragiri Rengat, Inhu
- Antisipasi Keamanan Lapas,
Kabag Ops Polres Kampar Kunjungi Lapas Kelas IIb Bangkinang

- Pergi Berlebaran,
Seorang Bocah di Inhil Tewas Terbentur Besi Mesin Pompong

- Sebar Personel di Pusat Keramaian,
Kapolresta Pantau Situasi Keamanan Pekanbaru di Hari Ketiga Lebaran

- Belasan Orang Terjebur,
Pelabuhan Rakyat Desa Tanjung Gadai, Meranti Ambruk

- Seorang Bayi Tewas Terpanggang,
Dua Rumah di Rambah, Rohul Ludes Terbakar

- Polres Inhil Sebut Kebakaran Ludeskan 60 Perumahan Karyawan PT Pulau Sambu


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.162.132.79
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com