Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Rabu, 23 Agustus 2017 10:29
Aktif Cegah Karlahut,
4 Desa di Riau Dapat Penghargaan dan Bonus Rp100 Juta dari Asian Agri


Rabu, 23 Agustus 2017 08:36
Diawali Penyerahan Bantuan Program K3S, Bupati Inhil Buka MTQ Kecamatan Enok

Rabu, 23 Agustus 2017 08:33
Wens Manggut Terpilih Secara Aklamasi jadi Ketua Umum AMSI

Rabu, 23 Agustus 2017 07:29
Cabuli Gadis 13 Tahun, Warga Bengkalis Ditangkap Polisi

Rabu, 23 Agustus 2017 07:25
Bakal Dibuka Gubri, Sebanyak 193 Team Mulai Hari ini Adu Cepat di Pacu Jalur 2017

Selasa, 22 Agustus 2017 21:11
Pertengahan 2017, Peserta BPJS Kesehatan Pekanbaru Tembus Angka 1,7 Juta Jiwa

Selasa, 22 Agustus 2017 21:02
Diapresiasi Bupati,
Bakaroh, Cara Warga Sungai Intan, Inhil Jaga Ekosistem Sungai


Selasa, 22 Agustus 2017 19:52
Kemendikbud Sahkan 11 Warisan Budaya Tak Benda Riau

Selasa, 22 Agustus 2017 19:48
Smartfren Berikan Bonus Hingga 13 GB dengan Pembelian Kartu Perdana

Selasa, 22 Agustus 2017 19:16
Periode Kedua, Senator Riau Gafar Usman Kembali Pimpin BAP DPD RI



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.


Senin, 19 Juni 2017 19:28
Diduga Tanpa Izin, WWBrides Gelar Pelatihan "Make-up" Artis

Pelatihan "Make-up" Artis yang digelar WWBrides di salah satu hotel di Pekanbaru diduga tidak berizin. Pelaksanaan acara tidak memberitahukan ke Polsek Setempat.

Riauterkini-PEKANBARU-Diduga tanpa izin, salah satu lembaga tata rias bernama WWBrides milik pasangan suami istri Ayang dan Wiwik tetap menggelar pelatihan (workshop) di salah satu hotel berbintang Pekanbaru, kemarin (18/6/17).

"Padahal, izin seperti itu perlukanjika Event Organizer atau lembaga pelatihan. Karena pesertanya biasanya puluhan orang. Minimal izin keramaian yang dikeluarkan oleh Polsek setempat,'' kata Arhammizi, Direktur Eksekutif LSM Riau Care dalam perbincangan dengan riauterkinicom, Senin (19/6/17).

Namun, imbuh pria yang akrab disapa Mizi ini, biasanya izin keramaian itu diurus oleh hotel tempat acara itu berlangsung atau pihak yang punya hajat. Selain itu, pihak WWBrides juga melaporkan adanya kegiatan pelatihan itu kepada instansi terkait. Karena lembaga ini kabarnya, mengutip uang pelatihan terhadap pesertanya.

"Yang terakhir ini biasanya diabaikan. Padahal yang namanya mengutip biaya dari masyarakat, pajaknya mesti dibayarkan ke Dinas Pendapatan setempat,'' katanya lagi.

Diketahui, lembaga pelatihan make up ini tidak mengantongi izinyang seharusnya mereka urus sebelum menggelar acara pelatihan. Apalagi setiap pesertanya harus membayar uang pelatihan, konsumsi untuk berbuka bersama sebesar Rp700 ribu.

Wiwik, penanggungjawab pelatihan make-up artis yang dikonfirmasi wartawan mengakui mereka memang tidak mengurus izin karena menganggap itu sudah diurus oleh pihak Hotel Premiere.

“Tidak ada, kami tahunya hanya sewa tempat di hotel ini. Kami juga tidak ada ditanyakan mengenai izin keramaian itu dari pihak hotel,” kata Wiwik.

Pengakuan yang sama juga diungkapkan suaminya, Ayang yang ditemui di lantai 3 hotel sebelum pelatihan dimulai. Alasannya simpel, acara yang mereka gelar tidak lah terlalu besar. Dibatasi oleh 20 orang peserta.

"Di sampingi itu, hasil dari kegiatan ini juga kami akan sumbangkan sebagian ke panti asuhan,'' timpal Ayang menambahkan.

Sementara itu Yohana dari pihak hotel membenarkan ia tidak pernah menanyakan kepada pelaksana acara mengenai izin keramaian. “Ya, memang tidak ada kami tanyakan mengenai izin keramaian, karena mereka mengaku hanya melakukan meeting saja,” ujar Yohana.

Pernyataan serupa diucapkan Hasan, staf bagian pengelola rumah tangga hotel. Katanya, pihak hotel tidak mengetahui bahwa pelaksana kegiatan tidak memiliki izin keramaian dari kepolisian.

Merurut Hasan, dalam waktu dekat pihak hotel akan membuat surat kepada pihak kepolisian terkait pelaksanaan kegiatan tersebut. “Biasanya kalau pelaksana acara minta, baru kami berikan surat keterangan pemakaian tempat kepada mereka. Tapi ini akan segera kami laporkan,” sebutnya.

Salah seorang peserta dari Selat Panjang, Kepulauan Meranti, dirinya merogoh kocek sebesar sebesar Rp 700 ribu untuk mengikuti pelatihan itu. Sepanjang pelaksanaan pelatihan, instruksur di depan ruangan terdengar memberikan pengarahan tentang bagaimana melakukan rias wajah hingga bagaimana memodifikasi alis mata. Tak tanggung tanggung model yang dipakai adalah warga negara asing alias bule.***(son)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
AGEN SABUNG AYAM
MARI BERGABUNG DAN RASAKAN SENDIRI BONUSNYA !! KAMI MENYEDIAKAN BANYAK JENIS PERMAINAN BOSS SILAHKAN DI COBA AGEN TERPERCAYA KAMI HANYA DI B-O-L-A-V-I-T-A . COM Untuk keterangan lebih lanjut, segera hubungi kami di: BBM: D8C363CA (NEW) WHATSAPP : 081377055002


loading...

Berita Hukum lainnya..........
- Cabuli Gadis 13 Tahun, Warga Bengkalis Ditangkap Polisi
- Tak Bergeming Atas Pledoi Terdakwa,
Vonis Oknum PNS Pelalawan Terjerat Pungli Selasa Depan

- ‎Ditembak Pelaku, Korban Perampokan di Pergudangan Angkasa II Selamat
- ‘Makan’ Dana Desa,
Mantan Pj Kades Batang Duku, Bengkalis Ditetapkan Tersangka

- Polsek Ujung Batu, Rohul Musnahkan Sabu Senilai Rp4 Juta
- Perampokan di Pergudangan Angkasa II Pekanbaru,
Pelaku Mengincar Nasabah Bank yang Baru Tarik Tunai

- Sidang SK Honorer Palsu,
Tiga Terdakwa Ungkap Mengalirnya Uang ke Oknum Pejabat Rohul



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.81.166.154
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com