Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 24 Nopember 2017 14:33
Cek Lapas Pekanbaru,
Kapolda Instruksikan Tangkap 2 Napi yang Kabur


Jum’at, 24 Nopember 2017 14:20
Komisi III DPRD Riau Tak Anggarkan Tambahan Modal bagi BUMD tanpa Kontribusi

Jum’at, 24 Nopember 2017 14:00
Berkas Perkara Korupsi APBDes Rohul Dilimpahkan, Kades Kepayang Segera Disidang

Jum’at, 24 Nopember 2017 13:53
Pesisir Riau Dapat Tambahan Anggaran RLH di RAPBD 2018

Jum’at, 24 Nopember 2017 13:13
Dua Napi Kabur Setelah Todongkan Senpi, Kapolda Riau Kunjungi Lapas Pekanbaru

Jum’at, 24 Nopember 2017 10:52
Pemkab Siak Jamin Jembatan Jalan Family Diperbaiki 2018

Jum’at, 24 Nopember 2017 10:31
Kondisi Jalan Tiga Etape Nyaris Sempurna, Tour de Siak V Dimulai 29 November

Jum’at, 24 Nopember 2017 10:24
Belum 24 Jam Setelah Beraksi, 4 Rampok Sadis Digulung Tim Opsnas Polres Kampar

Jum’at, 24 Nopember 2017 10:20
Pemko Tanjung Pinang dan Bank Riau Kepri Siap Wujudkan Transaksaksi Non Tunai

Jum’at, 24 Nopember 2017 10:06
Bawa Sabu Seharga Rp20 Juta, Dua Buruh di Siak Diborgol

loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.


Ahad, 16 Juli 2017 20:14
Polda Riau Digugat Prapid Dokter Gigi

Penyidik Polda Riau digugat Praperadilan (Prapid) oleh seorang dokter gigi, Narcelina (50) yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan.

Riauterkini-PEKANBARU-Penyidik Polda Riau digugat Praperadilan (Prapid) oleh seorang dokter gigi, Narcelina (50) yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan.‎

Pemohon Prapid melalui pengacaranya Benno Suveltra, SH kepada wartawan, Ahad (16/7/17), menyebutkan penetapan status tersangka terhadap iennya tidak sah dan tidak berdasarkan hukum. Karena penyelidikan perkara ini tidak dilakukan secara menyeluruh.

"Seharusnya perkara ini adalah masalah perdata, tapi dijadikan pidana oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau," ungkapnya.

Sehingga, hemat Benno, jika kliennya tetap disangkakan kasus penipuan atau penggelapan sesuai Surat Panggilan No : S.Pgl/759/VI/2017/Reskrimum Polda Riau tertanggal 2 Juni 2017, jelas berbenturan dengan Surat Edaran Mahkamah Agung (MA), p‎eraturan MA No 1 Tahun 1956 (Perma 1/1956), dalam pasal 1 Perma 1/1956 tersebut.

"Perma 1 tahun 1956 itu mengamanatkan apabila pemeriksaan perkara pidana, harus diputuskan hal adanya suatu hal perdata atas suatu barang atau tentang suatu hubungan hukum antara dua pihak tertentu. Maka pemeriksaan perkara pidana dapat dipertangguhkan untuk menunggu suatu putusan Pengadilan dalam pemeriksaan perkara perdata tentang adanya atau tidak adanya hak perdata itu," katanya.‎

Benno menambahkan, dalam pemeriksaan di kepolisian, kliennya sudah menjelaskan bahwa dirinya tidak tahu tentang kapan dan dimana terjadinya tindak pidana penipuan dan atau penggelapan, sebagaimana yang dilaporkan oleh korban.

"Klien saya (Narcelina, Red) sudah menjelaskan kepada pihak kepolisian bahwa dia dengan korban pelapor yang tak lain adalah sepupunya bernama Ajang (baca : Ayang, Red), masih terikat secara keperdataan yang bersifat kekeluargaan," ungkapnya.

Menurut Benno, dalam perkara perdata itu Ajang awalnya meminta kepada kliennya untuk ikut kerjasama dalam hal usaha jual beli dan pertambangan batu bara, yang dijalankan dengan sistem kekeluargaan.

Ajang lalu dilibatkan dalam usaha ini. Dalam akta notaris, Ajang tercatat sebagai pengurus di PT Anugrah Bara Kencana dan PT Anugrah Bara Kasih. Kedua perseroan ini, dalam operasionalnya telah mendapatkan aset berupa tanah dan izin pertambangan batu bara (IUP) PT Bumi Permata Indonesia di Muaro Bungo, Jambi dan PT Tambulun Panual Jaya di Kalimantan.

Sehingga ketika Ajang melaporkan Drg Narcelina atas dugaan penipuan dan atau penggelapan uang sebanyak Rp2,8 miliar, jelas kliennya itu kaget.

Ditambah lagi Polda Riau tiba tiba memanggil Narcelina sebagai tersangka, tanpa pernah mengkonfirmasi tentang kerugian material yang jumlahnya mencapai Rp2,8 miliar.

"Faktanya, kerugian korban itu tidak bisa dibuktikan. Aset kedua perusahaan itu nyata berupa tanah dan izin pertambangan batu bara (IUP). Jadi gag ada yang fiktif, " pungkas Benno.

PT Anugrah Bara Kencana dan PT Anugrah Bara Kasih, berupa PT Bumi Permata Indonesia dan PT Tambulun Panual Jaya kan ada. Jadi bukan fiktif," terangnya.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo, SIK, MM yang konfirmasi terkait gugatan Prapid itu menyatakan silahkan saja diajukan.

"Silahkan saja. Itu haknya. Nantikan semuanya akan jelas dalam sidang," katanya singkat.***(son)



Berita Hukum lainnya..........
- Cek Lapas Pekanbaru,
Kapolda Instruksikan Tangkap 2 Napi yang Kabur

- Berkas Perkara Korupsi APBDes Rohul Dilimpahkan, Kades Kepayang Segera Disidang
- Dua Napi Kabur Setelah Todongkan Senpi, Kapolda Riau Kunjungi Lapas Pekanbaru
- Belum 24 Jam Setelah Beraksi, 4 Rampok Sadis Digulung Tim Opsnas Polres Kampar
- Bawa Sabu Seharga Rp20 Juta, Dua Buruh di Siak Diborgol
- Empat Pembakar Rumah Warga di Pekaitan Ditangkap Polres Rohil
- Bawa 40 Kg Sabu dan 15.000 Ekstasi,
Dua Pemuda di Siak Dituntut Hukuman Mati

- Memburu Satriandi, Polresta Pekanbaru Justru Menciduk Pecatan Polisi Membawa Sabu
- PK Dikabulkan,
Hukuman Mantan Gubri Rusli Zainal Kembali pada Putusan PT Riau, 10 Tahun Penjara

- Hanya Penghubung dan Bukan Pemilik, PH Keberatan Kurir 40 Kg Sabu Dituntut Hukuman Mati
- Kabur dari Lapas Pekanbaru, Satriandi Dijemput oleh Dua Orang
- Polres Dumai Amankan Tiga Pelaku Pungli Sopir Tangki
- Todongkan Senpi, Satriandi si Penjahat Kakap Kasus Pembunuhan Kabur dari Lapas Pekanbaru
- Perkosa Nenek 61 Tahun, Pria di Bengkalis Dituntut 6 Tahun Penjara
- Supir Mengantuk, Mobil Avanza Seruduk Tugu Songket Pekanbaru
- Pelaku Utama Prmbunuhan Disertai Mutilasi di Rupat Divonis Hukuman Mati
- Kotban Rugi Rp117 Juta, Polresta Pekanbaru Tangkap Dua Penipu Modus Merah Delima
- Petikan Putusan MA, Johar dan Suparman Divonis 6 Tahun Penjara
- Tabrak Bocah Hingga Tewas,
Berkas Anggota DPRD Bengkalis Dilimpahkan ke Kejari

- Wabup Meranti Rela Berpanas-panas Teirma Mahasiswa Pendemo


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.196.47.128
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com