Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 24 Nopember 2017 14:33
Cek Lapas Pekanbaru,
Kapolda Instruksikan Tangkap 2 Napi yang Kabur


Jum’at, 24 Nopember 2017 14:20
Komisi III DPRD Riau Tak Anggarkan Tambahan Modal bagi BUMD tanpa Kontribusi

Jum’at, 24 Nopember 2017 14:00
Berkas Perkara Korupsi APBDes Rohul Dilimpahkan, Kades Kepayang Segera Disidang

Jum’at, 24 Nopember 2017 13:53
Pesisir Riau Dapat Tambahan Anggaran RLH di RAPBD 2018

Jum’at, 24 Nopember 2017 13:13
Dua Napi Kabur Setelah Todongkan Senpi, Kapolda Riau Kunjungi Lapas Pekanbaru

Jum’at, 24 Nopember 2017 10:52
Pemkab Siak Jamin Jembatan Jalan Family Diperbaiki 2018

Jum’at, 24 Nopember 2017 10:31
Kondisi Jalan Tiga Etape Nyaris Sempurna, Tour de Siak V Dimulai 29 November

Jum’at, 24 Nopember 2017 10:24
Belum 24 Jam Setelah Beraksi, 4 Rampok Sadis Digulung Tim Opsnas Polres Kampar

Jum’at, 24 Nopember 2017 10:20
Pemko Tanjung Pinang dan Bank Riau Kepri Siap Wujudkan Transaksaksi Non Tunai

Jum’at, 24 Nopember 2017 10:06
Bawa Sabu Seharga Rp20 Juta, Dua Buruh di Siak Diborgol

loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.


Senin, 17 Juli 2017 16:26
Sidang Penistaan Agama Islam,
Jaksa Hadirkan Saksi Ahli Bahasa dan Sosiologi Unri


Dua saksi ahli dari Universitas Riau hadir di persidangan penistaan agama Islam di PN Pekanbaru.Mereka menyampaikan tetang etika bahasa di media sosial dan dampaknya terhadap pembaca.

Riauterkini-PEKANBARU-Memastikan tutur bahasa pada media sosial (medsos) milik Soni Suasono Pangabeang, terdakwa penistaan dan ujaran kebencian terhadap agama Islam. Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau menghadirkan dua saksi ahli dari Universitas Riau (Unri).

Dua orang saksi ahli dihadirkan dipersidangan Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Senin (17/7/17) sore itu adalah DR Dudung, Ahli Bahasa dan DR Achmad Izil, Ahli Sosiologi.

Dalam kesaksiannya, saksi dimintai keterangan oleh JPU tetang tutur bahasa di medsos yang bisa dijadikan sebagai perkataan atau kata bahasa yang bersifat ujaran kebencian seperti kata kata penistaan. Begitu juga dampak sosial atas perkataan atau bahasa yang dilakukan terdakwa di medsos.

Kedua saksi ahli ini memberikan penjelasan di hadapan majelis hakim yang diketuai Abdul Aziz.

Selain dua saksi ahli, JPU juga menghadirkan saksi lain yakni Andre Pangabean yang merupakan adik terdakwa.

Persidangan turut dihadiri puluhan anggota Ormas dari Front Pembela Islam (FPI) dan mereka terus meneriakkan takbir Allahhu Akbar.

Usai mendengarkam keterangan saksi, Majelis hakim menunda sidang selama sepekan.

Seperti diketahui, Soni mahasiswa di Universitas Islam Riau (UIR), diadili di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, atas dakwaan penistaan terhadap agama. Dijerat Pasal 45 A ayat 2 jo Pasal 28 UU no 19 tahun 2016, sebagaimana diubah UU tahun 2008 tantang Informasi dan Elektronik, dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara.

Berdasarkan dakwaan, perbuatan Soni tersebut terjadi Senin 20 Maret 2017 sekira pukul 13.30 wib di kampus Universitas Islam Riau.

Dimana saat itu, Soni menulis dalam akunnya atas nama Sonnydriveking. Sonny Suasono Pangabean melakukan perbuatan tercela, mennghina atay menyindir cara beribadah umat Islam dan menghina Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam serta menghina Umat Islam ketika mengucapkan takbir.‎

Atas tulisannya di media sosial itu, umat Muslim (Islam) tersinggung dan melaporkan perbuatan terdakwa tersebut. Alhasil diapun kemudian diamankan di rumahnya di kawasan Siak Hulu, Kampar dan dibawa ke Mapolda Riau.***(har)



Berita Hukum lainnya..........
- Cek Lapas Pekanbaru,
Kapolda Instruksikan Tangkap 2 Napi yang Kabur

- Berkas Perkara Korupsi APBDes Rohul Dilimpahkan, Kades Kepayang Segera Disidang
- Dua Napi Kabur Setelah Todongkan Senpi, Kapolda Riau Kunjungi Lapas Pekanbaru
- Belum 24 Jam Setelah Beraksi, 4 Rampok Sadis Digulung Tim Opsnas Polres Kampar
- Bawa Sabu Seharga Rp20 Juta, Dua Buruh di Siak Diborgol
- Empat Pembakar Rumah Warga di Pekaitan Ditangkap Polres Rohil
- Bawa 40 Kg Sabu dan 15.000 Ekstasi,
Dua Pemuda di Siak Dituntut Hukuman Mati

- Memburu Satriandi, Polresta Pekanbaru Justru Menciduk Pecatan Polisi Membawa Sabu
- PK Dikabulkan,
Hukuman Mantan Gubri Rusli Zainal Kembali pada Putusan PT Riau, 10 Tahun Penjara

- Hanya Penghubung dan Bukan Pemilik, PH Keberatan Kurir 40 Kg Sabu Dituntut Hukuman Mati
- Kabur dari Lapas Pekanbaru, Satriandi Dijemput oleh Dua Orang
- Polres Dumai Amankan Tiga Pelaku Pungli Sopir Tangki
- Todongkan Senpi, Satriandi si Penjahat Kakap Kasus Pembunuhan Kabur dari Lapas Pekanbaru
- Perkosa Nenek 61 Tahun, Pria di Bengkalis Dituntut 6 Tahun Penjara
- Supir Mengantuk, Mobil Avanza Seruduk Tugu Songket Pekanbaru
- Pelaku Utama Prmbunuhan Disertai Mutilasi di Rupat Divonis Hukuman Mati
- Kotban Rugi Rp117 Juta, Polresta Pekanbaru Tangkap Dua Penipu Modus Merah Delima
- Petikan Putusan MA, Johar dan Suparman Divonis 6 Tahun Penjara
- Tabrak Bocah Hingga Tewas,
Berkas Anggota DPRD Bengkalis Dilimpahkan ke Kejari

- Wabup Meranti Rela Berpanas-panas Teirma Mahasiswa Pendemo


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.196.47.128
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com