Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Ahad, 24 September 2017 16:48
Rektor UR Gagas Kampung Pelita Medika di Desa Buluh Cina

Ahad, 24 September 2017 16:20
Seorang Bapak di Inhil Diduga Paksa Anaknya Ikut Mencuri Motor

Ahad, 24 September 2017 16:09
Sempena HUT ke-72 PMI,
PT RAPP Raih Penghargaan sebagai Perusahaan Peduli Kemanusiaan dan Donor Darah Terbanyak


Ahad, 24 September 2017 15:04
Bupati Inhil Serahkan Bantuan 10 Unit Kapal Motor Fiber kepada Sejumlah Kelompok Nelayan

Ahad, 24 September 2017 04:56
Aparat Mengamankan 17 Pengunjung Sebuah Tempat Hibiran di Pekanbaru

Ahad, 24 September 2017 04:51
Kebakaran di Selatpanjang Tewaskan Ibu dan Dua Anaknya

Sabtu, 23 September 2017 21:51
Rakerda Golkar di Rohul,
Andi Rachman Bangga Lihat Pasir Pangaraian 'Menguning'


Sabtu, 23 September 2017 21:46
Dua Rumah di Selatpanjang Sedang Terbakar

Sabtu, 23 September 2017 16:20
Pasokan Air Baku PDAM TD Cabang Duri Kembali Normal

Sabtu, 23 September 2017 16:13
Bupati Bengkalis Buka Bluezzuk Championship di Duri



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.


Senin, 4 September 2017 21:23
Pospera Minta Peristiwa Siaran Radio Pemkab Kuansing Berkonten Asusila Diusut Polisi

Pospera Kabupaten Kuansing meminta Polisi mengusut tuntas peristiwa dugaan siaran Radio Pemerintahan Daerah (RPD) Kuansing berkonten negatif.

Riauterkini-TELUK KUANTAN- Organisasi Pos Perjuangan Rakyat (Pospera) Kabupaten Kuansing meminta Polisi mengusut tuntas peristiwa dugaan siaran Radio Pemerintahan Daerah (RPD) Kuansing berkonten negatif.

"Kita minta polisi segera mengusut tuntas siaran memalukan itu," ujar salah seorang aktivis Pospera, Khairul Ihsan kepada riauterkinicom, Senen (4/9/17) sore.

Peristiwa itu, kata Khairul Ihsan, harus diusut tuntas. Tidak bisa dibiarkan begitu saja. Karena, sudah membuat malu seluruh masyarakat Kuansing. Sebab, suara risih seperti orang lagi berhubungan intim itu sudah didengar oleh ratusan ribu pengunjung saat pesta Pacujalur kemarin.

"Yang dengar banyak orang. Ini sangat memalukan. Dimana marwah masyarakat Kuansing. Juga marwah bupati sebagai kepala daerah," ujar Khairul penuh tanya.

Menurut Khairul, sudah semestinya pihak kepolisian turun tangan mengusut tuntas peristiwa memalukan itu. Selain sudah melanggar norma norma keagamaan, juga telah melanggar hukum. RPD sudah dinyatakan oleh Komisi Penyiaran Informasi Daerah (KPID) Riau ternyata belum memiliki izin resmi.

"Belum ada izin kok sudah siaran. Ini kan pelanggaran. Ada konsekuensi hukumnya yang harus dipertanggungjawabkan," papar khairul lagi.

Dia menilai, Plt Kadis Kominfo Kuansing, Samsir Alam selayaknya turun dari jabatannya. Karena dia orang yang selaku bertanggungjawab dalam hal ini. "Ini namanya konsekuensi dari sebuah jabatan," pintanya.

Sebelumnya, Ketua Komisi A DPRD Kuansing, Musliadi kepada riauterkinicom juga meminta polisi mengusut tuntas kasus siaran yang diduga esek esek tersebut. Kata dia, kasus ini perlu dituntaskan. Supaya siaran yang memalukan seperti itu tidak terjadi lagi dimasa mendatang.***(dri)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Cindy
Mari Gabung Sekarang Dan Mainkan Sabung Ayam Online Bersama Kami Di Agen Profresional & Menangkan Uang Jutaan Hanya di www(titik)bolavita(titik)net Bisa juga hubungi : BBM : D8C363CA wechat : bolavita whatup : 6281377055002 Email : cs@bolavita .com


loading...

Berita Hukum lainnya..........
- Seorang Bapak di Inhil Diduga Paksa Anaknya Ikut Mencuri Motor
- Aparat Mengamankan 17 Pengunjung Sebuah Tempat Hibiran di Pekanbaru
- Kebakaran di Selatpanjang Tewaskan Ibu dan Dua Anaknya
- Dua Rumah di Selatpanjang Sedang Terbakar
- Razia 11 Tempat Gelper di Pekanbaru, Aparat Hanya Amankan Dua Wanita Tanpa KTP
- Main Judi Song di Warung,
Karyawan PTPN V dan Temannya Ditangkap Polisi Rohul, Tiga Lagi Kabur

- Tusuk Tetangga Pakai Tojok Sawit,
Oknum Mahasiswa di Rohul Ini Diciduk Polsek Rambah



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.224.49.217
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com