Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 23 September 2017 21:51
Rakerda Golkar di Rohul,
Andi Rachman Bangga Lihat Pasir Pangaraian 'Menguning'


Sabtu, 23 September 2017 21:46
Dua Rumah di Selatpanjang Sedang Terbakar

Sabtu, 23 September 2017 16:20
Pasokan Air Baku PDAM TD Cabang Duri Kembali Normal

Sabtu, 23 September 2017 16:13
Bupati Bengkalis Buka Bluezzuk Championship di Duri

Sabtu, 23 September 2017 16:08
Galang Bantuan Untuk Rohingya, Riau Care Hadirkan Ustadz Syafiq Riza Basalamah

Sabtu, 23 September 2017 15:03
Rakerda Golkar Riau,
DPP Serahkan Surat Dukungan Andi Rachman pada Pilgubri 2018


Sabtu, 23 September 2017 14:01
Bupati Inhil Mengajak Semua Elemen Masyarakat Bersinergi Memberantas Narkoba dan Ngelem

Sabtu, 23 September 2017 13:34
Pidato di Rakerda Golkar Riau,
Suparman Serang Masnur dan Ajak Septina Menangkan Andi


Sabtu, 23 September 2017 11:08
Kakanwil Kemenag Riau Ceramah Tahun Baru Islam.di Ponpes Bahrul Ulum

Sabtu, 23 September 2017 08:33
Razia 11 Tempat Gelper di Pekanbaru, Aparat Hanya Amankan Dua Wanita Tanpa KTP



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.


Kamis, 14 September 2017 09:45
Cabuli Dua Anak Laki-laki, Seorang Satpam di Pekanbaru Ditangkap

Seorang Satpam dijebloskan ke tahanan Polsek Bukitraya, Pekanbaru. Ia dilaporkan telah mencabuli dua anak laki-laki.

Riauterkini-PEKANBARU- Tindak asusila sejenis terjadi di Bukitraya, Pekanbaru. Pekakunya Febra (19) yang bekerja sebagai scurity atau Satpam. Sementara korbannya dua anak laki-laki yang masih berusia 11 tahun.

Dalam laporan singkatnya ke Bagian Humas Polda Riau, Rabu (13/9/17), Polresta Pekanbaru menjelaskan bahwa Febra mulai ditahan pada Selasa (12/9/17) menjelang tengah hari, setelah sebelumnya ditangkap warga di tempatnya bekerja.

Kasus ini ditindaklanjuti setelah orang tua salah seorang membuat laporan dengan nomor LP/ 1343 / IX / 2017 /polsek bukit raya , 11 September 2017. Febra disangka melanggar pasal 82 UU RI no. 35 tahun 2014 ttg perubahan atas uu RI nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Dijelaskan dalam laporan tersebut, bahwa kedua korban telah berapa kali dibawa oleh pelaku dan telah dicabuli oleh terlapor dengan cara mencium pipi, mencium bibir , mencium kepala belakang. Tindak asusila tersebut bisa dilakukan setelah korban dibujuk dan beberapa kali dibawa oleh pelaku ke Warnet dan diberi uang.

Saat ini terlapor ditahan dan diperiksa Idik IV PPA Polsek Bukitraya.***(mad/dok)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
karina
Nikmati kemudahan bermain game online sabung ayam bersama kami di link : berikut kontak kami bosku: sabungayam. in dewasabungayam. com sabungayam. com sabung-ayam. net sabong. pw sabungayam. co Silahkan Add PIN BBM Kami D1A1E6DF (FULL) D8DB1C57 (FULL) BOLAVITA


loading...

Berita Hukum lainnya..........
- Dua Rumah di Selatpanjang Sedang Terbakar
- Razia 11 Tempat Gelper di Pekanbaru, Aparat Hanya Amankan Dua Wanita Tanpa KTP
- Main Judi Song di Warung,
Karyawan PTPN V dan Temannya Ditangkap Polisi Rohul, Tiga Lagi Kabur

- Tusuk Tetangga Pakai Tojok Sawit,
Oknum Mahasiswa di Rohul Ini Diciduk Polsek Rambah

- Selain Mencuri Mobil,
Pelaku Curat di Duri Juga Bawa Lari Brangkas Perusahaan Migas

- Seorang Ayah di Inhu Tega Menggauli Anak Kandungnya
- Isi BBM Eceran, Motor Seorang Warga Duri Hangus Terbakar


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.198.165.74
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com