Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Ahad, 22 April 2018 20:42
Milad ke-20 PKS di Pekanbaru Dimeriahkan Jalan Santai

Ahad, 22 April 2018 20:32
Dihadiri Gubernur Riau, Bupati Bengkalis Buka MTQ Perdana Kecamatan BS

Ahad, 22 April 2018 19:03
5 Bakal Calon DPD RI Serahkan Dukungan

Ahad, 22 April 2018 18:58
Andi Rachman: Pilkada Riau Harus Jadi Jembatan Kuat Golkar untuk Sukses Pileg dan Pilpres

Ahad, 22 April 2018 18:56
Rayakan HUT ke-59, Korem 031/Wira Bima Taja Triathlon Sunnah

Ahad, 22 April 2018 18:06
IWARA PT RAPP Konsisten Jalani Program Pemberdayaan Perempuan

Ahad, 22 April 2018 18:01
Lakukan Aborsi, Seorang Dukun di Inhu Ditangkap

Ahad, 22 April 2018 17:57
Beroperasi Tanpa Izin, Toko Modern di Bengkalis Ini Diancam Tutup Paksa

Ahad, 22 April 2018 17:54
Djarum Sirnas LiNing Riau Open 2018 Resmi Dibuka

Ahad, 22 April 2018 17:16
Sekda Harapkan Keberadaan HNSI Dapat Menampung Aspirasi dan Perjuangkan Nelayan

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 14 September 2017 13:18
‎Rugikan Negara Rp556 Juta,
Polres Rohul Jadikan Kades Kepayang Tersangka Korupsi APBDes 2015


Polres Rohul mengumumkan penetapan tersangka Kades Kepayang, Anten dalam dugaan korupsi APBDes 2015.kerugiannya lebih setengah miliar rupiah.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Kepolisian Resort (Polres) Rokan Hulu (Rohul) resmi menetapkan Kepala Desa (Kades) Kepayang, Anten, sebagai tersangka korupsi dana Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa‎) bersumber dari APBDes Kepayang tahun anggaran 2015.

‎ ‎Kapolres Rohul AKBP Yusup Rahmanto SIK, MH, mengungkapkan penetapan Kades Kepayang, Kecamatan Kepenuhan Hulu sebagai tersangka setelah penyidik melakukan penyelidikan sejak April 2017, penyidikan dan gelar perkara.

‎ ‎ Anten diduga menggunakan dana Silpa dari APBDes 2015 untuk kepentingan pribadi. Modusnya, Kades Kepayang menarik‎ dana Silpa sebanyak 18 kali dengan memalsukan tandatangan Bendahara Desa Kepayang yang saat itu dijabat Suheri.

‎ "Ya dipalsukan (tandatangan Bendahara Desa). Total kerugian negara ‎itu Rp 556.650.000, dan sampai sekarang belum ada itikad baik (mengembalikan)," ungkap AKBP Yusup Rahmanto‎ saat ekspose di Mapolres Rohul, didampingi K‎asat Reskrim Polres Rohul AKP M. Wirawan Novianto SIK, ‎Kamis (14/9/17).‎

‎ ‎ "Jadi yang bersangkutan (Kades Kepayang) mengaku uang itu digunakan untuk bisnis batubara. Pengakuannya dia tertipu‎, tapi tertipu kepada siapa dia tidak bisa menjelaskan. Kemudian sebagian lagi memang diakui untuk kepentingan pribadi," tambah AKBP Yusup.

‎ ‎ Akibat perbuatannya, ungkap AKBP Yusup, Kades Kepayang Anten, terancam dijerat Pasal 2, 3, 8, 9 Jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi dengan ancaman 20 tahun penjara.‎

‎ ‎ Sementara,‎ K‎asat Reskrim Polres Rohul AKP M. Wirawan Novianto menambahkan untuk pencairan dana di Bank Riau Kepri, Anten diduga memalsukan tandatangan mantan Bendahara Desa Kepayang Suheri di cek saat pencairan.

‎ Tandatangan Bendahara Desa Kepayang yang diduga dipalsukan Anten juga sudah diuji keasliannya oleh Penyidik Satuan Reskrim Polres Rohul ke Laboratorium Forensik Medan.‎‎

‎ AKP M. Wirawan mengatakan Rabu (13/9/17) kemarin, tersangka Anten diperiksa. Hari ini, Kamis, Kades Kepayang resmi ditetapkan tersangka dan akan dititipkan di Lapas Kelas II B Pasirpangaraian.‎

‎ ‎ Dugaan korupsi dana Silpa APBDes Kepayang 2015 berawal laporan masyarakat. Pada April 2017, Penyidik Satuan Reskrim Polres Rohul mulai melakukan penyelidikan dan ditingkatkan ke penyidikan.

‎ ‎‎ AKP M. Wirawan mengaku 18 penarikan dana Silpa APBDes 2015 dilakukan tersangka Anten bervariasi, mulai Rp10 juta sampai Rp20 juta.‎

‎ "Sementara pengakuan tersangka seperti itu. Dia kena tipu oleh seorang berinisial S yang mengajaknya bisnis batubara," ungkapnya.

‎‎ AKP M. Wirawan mengaku penyidik sudah menyita sejumlah barang bukti, seperti 2 Perdes Kepayang tentang perubahan APBDes Kepayang tahun 2015 dan 2016, 2 laporan realisasi ABPDes Kepayang tahun 2015 dan 2016‎.

‎ Penyidik juga sita 2 buku kas umum Desa Kepayang tahun 2015 dan 2016, 2 bundel surat pertanggung-jawaban (‎SPj) tahun 2015 dan 2016, 2 bundel berita acara persetujuan APBDes tahun 2015 dan 2016.

Selanjutnya, 18 lembar foto copy cek Bank Riau Kepri Desa Kepayang tahun 2015 dan 2016, serta 2 Perdes Kepayang tentang APBDesa Kepayang tahun 2015 dan 2016.‎***(zal)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Lakukan Aborsi, Seorang Dukun di Inhu Ditangkap
- 5 Pelajar di Pekanbaru Tertangkap Pesta Sabu
- Warga Ujung Batu Ditemukan Sudah Membusuk di Kamarnya
- Penikmat Sekaligus Edar Sabu, 4 Pria Ditangkap Polres Bengkalis
- Miliki Sabu, Pegawai Honorer di Pinggir, Bengkalis Diamankan Polisi
- Tersengat Aliran Listrik, Seorang Karyawan PT MAS di Pelalawan Tewas Seketika
- Kesal Adik Dihamili, Warga Tembilahan Bakar Rumah Orang Tua Pelaku
- Belasan "Pelaku Maksiat" Terjaring Operasi Pekat di BS, dan Mandau
- Korupsi Lampu PJU Pekanbaru, Lima Terdakwa Divonis 14 Bulan dan 20 Bulan Penjara
- Mencuri Sarang Walet, Dua Warga Meranti dilaporkan ke Polisi
- Kapolri Dukung Peningkatan Pengawasan Wilayah Pesisir Riau
- Gerah, Plt Wako Pekanbaru Minta Satpol PP Tutup Tempat Hiburan Nakal
- Tahap Penyidikan, Kejati Riau Selamatkan Uang Negara Rp 1,5 Miliar di Kasus Korupsi Dispora Riau
- Hamili 2 Anak Dibawah Umur, Seorang Remaja Ditangkap Polisi
- Polresta Pekanbaru Ciduk Dua Pengedar Ganja dan Sabu
- Nabrak Pembatas Halte, Satu Unit Brio di Pekanbaru Terjun Bebas ke Parit
- Pledoi Tak Siap,
Sidang Dugaan Tipikor Manipulasi Penerbitan SHM Tesso Nilo Ditunda

- Sidak ke Gudang Penyimpanan, Polisi Belum Temukan Adanya Miras Oplosan di Pekanbaru
- 3 Masih Diburu, 3 Maling dan Penadah Pikc Up Ditangkap Polres Rohul
- Toko Roti "Cita Rasa" Telukkuantan Juga Didatangi BPK RI, Begini Hasilnya


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.156.37.174
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com