Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Ahad, 22 Oktober 2017 16:15
Hari Santri Nasional,
Bank Indonesia Gelar Sarasehan Pesantren se-Riau


Ahad, 22 Oktober 2017 15:28
Ulama Asal Bengkalis,
Nama Tuan Guru Ahmad Diabadikan sebagai Nama Perpustakaan


Ahad, 22 Oktober 2017 15:22
Disdalduk KB Pekanbaru Fokus Bina 12 Kampung KB

Ahad, 22 Oktober 2017 14:20
Meja Belajar dan Plafon Rusak, SDN 056 Bengkalis Harus Segera Diperbaiki

Ahad, 22 Oktober 2017 10:11
Tim Gabungan Padamkan Kebakaran Lahan 35 Hektar di Rangsang, Meranti

Ahad, 22 Oktober 2017 10:07
Sekdaprov Lepas Kontingen Kwarda Riau ke Lomba Nasional

Sabtu, 21 Oktober 2017 22:47
Ratusan Guru di Bengkalis Siap-siap Dimutasi

Sabtu, 21 Oktober 2017 22:09
Leher Terlilit Lakban,
Mayat Pria di Parkiran Bandara SSK II Dipastikan Dibunuh


Sabtu, 21 Oktober 2017 21:36
30 Personel Polres Rohil Padamkan Karlahut di Rimba Melintang

Sabtu, 21 Oktober 2017 21:32
Resmi Ditutup,
Kafillah Kuantan Tengah Raih Juara Umum MTQ ke-16 Kuansing


loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.


Kamis, 12 Oktober 2017 11:09
Aplikasi 'Polisiku' Pertemukan Warga Jabar Nyasar 9 Bulan di Inhil dengan Ortu

Seorang warga Depok, Jawa Barat 9 bulan kesasar dan 'ditampung' di Polsek Pulau Burung, Inhil. Aplikasi 'Polisiku' mempertemukan pria yang memiliki keterbatasan komunikasi tersebut dengan orang tuanya.

Riauterkini-PULAU BURUNG- Sembilan bulan berlalu, tanpa pernah tahu siapa keluarga dari Dedi Suhendra (41). Lelaki kelahiran Sukabumi, 3 Maret 1976 ini, tidak bisa ditanya tentang identitas dirinya, karena kondisinya memiliki keterbatasan komunikasi. Ia hanya berbekal foto copy KTP. Sejak itulah Dedi menjadi semacam warga baru bagi Polsek Pulau Burung. Diberi tempat tinggal dan dicukupi kebutuhan makannya. Dedi yang pandai berterima kasih membalasnya dengan membantu bersih-bersih.

Kapolsek Pulau Burung, Inspektur Polisi Satu Junaidi, D, berusaha mencari tahu keberadaan keluarga Dedi. Lewat aplikasi "Polisiku", akhirnya, pencaharian tersebut membuahkan hasil. Akhirnya hari Rabu (11/10/17) orang tua Deni dari Depok, Jawa Barat datang ke Pulau Burung, untuk menjemput putranya. Menurut mereka, Dedi telah menghilang dari rumah selama satu setengah tahun.

Kepada orang tua Dedi, Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dolifar Manurung, S.IK, M.Si, melalui Kapolsek Pulau Burung IPTU Junaidi, D, menceritakan awal keberadaan Dedi di Pulau Burung. Pada awal Februari 2017, warga menginformasikan bahwa ada seseorang lelaki yang bertingkah seperti orang kurang normal, tersasar di Kilometer 9 Desa Pulau Pria itu tidak bisa diajak berkomunikasi, karena jawabannya tidak nyambung dengan yang ditanya warga.

Akhirnya, atas inisiatif IPTU Junaidi, Deni diamankan di Polsek Pulau Burung. Selama di sana, lelaki tersebut hanya bisa membersihkan halaman dan pekarangan. Sementara upaya mencari tau keluarga Dedi terus dilakukan dengan berbekalkan fotokopi KTP, yang ada di kantong Dedi.

IPTU Junaidi, berusaha mencari tahu di aplikasi "Polisiku", dari Divisi Teknologi Informasi (Div TI) Polri. Aplikasi yang bisa ditanam pada smartphone Android atau iOS (Apple Phone) mempunyai tujuan untuk mempermudah pelayanan Polri. Aplikasi ini juga membantu warga untuk menemukan pos pengaduan polisi, UGD, SPBU dan pelayanan masyarakat lainnya secara cepat melalui online. Lewat aplikasi itulah, IPTU Junaidi, bisa berkomunikasi dengan sejawatnya Kasubsektor Tapos Polresta Depok Polda Jawa Barat, AIPTU Hendrawanto.

Alamat yang tertera di KTP Deni, yakni Desa Sukamaju Baru Tapos Depok, kemudian diinformasikan ke Kasubsektor Tapos. Akhirnya orang tua Deni, yaitu M. Soleh dan Rukoyah, berhasil ditemukan.

Dengan penuh kegembiraan dan rasa syukur, Bapak dan Ibu yang terpisah selama satu setengah tahun, datang menjemput anaknya di Polsek Pulau Burung. Dengan terbata-bata dan penuh keharuan, mereka mengucapkan terima kasih atas bantuan dan upaya dari Kapolsek dan Personel Pulau Burung, yang telah menyelamatkan dan memelihara anak mereka, selama 9 bulan.

Mereka bercerita, bahwa sebelumnya, Deni dibawa salah seorang keluarganya, untuk berobat di daerah Jambi, namun sesampainya di Jambi, Deni lepas dari pengawasan. Pencarian yang dilakukan, tidak membuahkan hasil dan Deni tidak diketahui rimbanya, hingga akhirnya mereka dihubungi oleh pihak Kepolisian setempat, yang menginformasikan bahwa putra mereka telah ditemukan.

IPTU Junaidi mengatakan, bahwa sudah menjadi tugasnya sebagai anggota Polri, untuk memberikan bantuan dalam meringankan kesulitan masyarakat. Dirinya merasa lega, Deni yang berbulan-bulan menjadi bagian Polsek Pulau Burung, kembali berkumpul bersama keluarga besarnya.***(mar)

Keterangan : Dedi Suhendra (pakai jaket merah) bersama orang tuanya uang menjemput dari Depok, Jabar berfoto bersama Kapolsek Bulau Burung IPTU Junaidi dan jajaran sebelum pamit pulang.



loading...

Berita Hukum lainnya..........
- Meja Belajar dan Plafon Rusak, SDN 056 Bengkalis Harus Segera Diperbaiki
- Leher Terlilit Lakban,
Mayat Pria di Parkiran Bandara SSK II Dipastikan Dibunuh

- Warga Kopah, Kuansing Nyaris Tewas Ditembak Maling Kerbau
- Simpan Sabu di Botol Permen, Warga Bathin Solapan, Bengkalis Ditangkap Polisi
- Leher Terlilit Lakban,
Mayat Pria di Parkiran Bandara SSK II Pekanbaru Gegerkan Warga

- Minta Uang Rp14 Juta ke Korban,
3 Oknum Penyidik Polres Pelalawan Dilaporkan ke Wasidik

- Pungli Terhadap Tahanan, Mantan Kepala Pengamanan Rutan Sialang Bungkuk Segera Diadili


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.166.150.10
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com