Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Ahad, 9 Desember 2018 22:42
Pengumuman Kelulusan SKB CPNS Pemprov Riau Tunggu Pusat

Ahad, 9 Desember 2018 22:35
Sempat Rusuh, Kondisi Rutan Sialang Bungkuk Berangsur Kondusif

Ahad, 9 Desember 2018 18:50
Warga Minta Pemkab Bengkalis Perbaiki Jalan Poros Pematang Duku Timur

Ahad, 9 Desember 2018 17:06
Edi Sakura Terpilih Sebagai Ketua PGRI Kabupaten Bengkalis

Ahad, 9 Desember 2018 15:34
Buaya Terjebak dalam Saluran Irigasi Saat Banjir Berhasil Diamankan Warga Benai

Ahad, 9 Desember 2018 13:47
Pertamina EP Asset 1 Lirik Field Gelar Funtastic Walk Bersama Warga

Ahad, 9 Desember 2018 13:43
Kawanan Buaya Liar Ditemukan di Lokasi Banjir di Pelalawan

Ahad, 9 Desember 2018 13:22
Waspada Banjir, PLTA Koto Panjang Tambah Bukaan Pintu Pelimpah

Ahad, 9 Desember 2018 12:56
Tiga Kecamatan di Kampar Diterjang Banjir

Ahad, 9 Desember 2018 12:53
Korban Banjir Berharap Perhatian, Pemkab Kuansing Sebut tak Miliki Stok Bantuan

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 17 Oktober 2017 12:31
Gugat Kejati Riau, Dua Terdakwa Lampu PJR Pekanbaru Serahkan Nota Praperadilan

Dua tersangka dugaan korupsi lampu penerang jalan raya atau PJR Kota Pekanbaru mengunggugat Kejati Riau. Pengacara keduanya menyerahkan nota permhonan ke PN Pekanbaru.

Riauterkini-PEKANBARU- Usai persidangan gugatan praperadilan (prapid) atas nama pemohon Masdahuri, disidangkan Senin kemarin. Hari ini Selasa (17/10/17) giliran permohonan yang diajukan Abdul Rahman disidangkan pihak Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru.

Kedua pemohon tersebut melayangkan gugatan praperadilan atas penetapan dirinya sebagai tersangka oleh penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, atas kasus korupsi proyek Pengadaan Lampu Penerangan Jalan Kota

Dalam sidang gugatan yang diajukan Abdul Rahman yang dipimpin hakim tunggal Yudisilen SH. Abdul Rahman menyerahkan nota permohonan kepada hakim untuk dapat mempertimbangkan penetapan tersangka.

Dalam persidangan itu juga, pihak Kejati Riau, selaku Termohon juga menyampaikan keberatannya atas permohonan yang diajukan pemohon.

Kuasa termohon yag dihadiri Dr Apriliayana SH, Achmad Tri Nugraha SH, Surya Tanjung, Jhon SH, Dian Triana Sari SH menyatakan tetap pada proses penyidikan mereka.

" Tadi kita sudah sampaikan nota keberatan kita atas nota permohonan pemohon," ucap Dian Triana Sari kepada riauterkini.com di PN Pekanbaru.

Untuk pemohon, Masdahuri yang merupakan kuasa pengguna anggaran (KPA) dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pada kegiatan proyek Pengadaan Lampu Penerangan Jalan Kota Pekanbaru, kita selaku Termohon juga sudah sampaikan nota keberatan pada sidang tadi dalam sidang yang dipimpin hakim tunggal Riska Widiana SH," jelas Dian.

Sebelumnya, tim penyidik Kejati Riau menetapkan lima orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi penerangan lampu jalan Kota Pekanbaru.

Kelima tersangka tersebut adalah, M selaku kuasa pengguna anggaran (KPA) dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), ABD, MHR dan MJ pihak swasta selaku broker proyek serta HW, selaku penyedia barang.

Perbuatan kelima tersangka ini telah menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 1,3 miliar, yang diduga melakukan praktik mark up dalam pengadaan barang.

Berdasarkan atau sesuai hasil pendalaman alat bukti yang diperoleh. Tim penyidik menemukan modus penggunaan anggaran satu rekening kegiatan dan kemudian dilakukan pemecahan hingga Penunjukan Langsung (PL).

Tim penyidik mensinyalir proses kegiatan ini dikerjakan tidak dengan benar dan direkayasa.

Selain itu, ditemukan 29 orang penyedia barang yang sudah ditentukan terlebih dahulu oleh PPK dan mereka hanya pinjam bendera dari perusahaan lain.

Pengadaan lampu jalan bersumber dari Bantuan Keuangan (Bankeu) Pemerintah Provinsi Riau tahun 2016 sebesar Rp 6 miliar lebih. Anggaran itu diduga digelembungkan (mark up) jauh dari harga sebenarnya.

Kegiatan tersebut masuk dalam Peningkatan Operasi dan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Penerangan Jalan Swasta dan Lingkungan Kota Pekanbaru 2016 di Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Pekanbaru. Pagu anggaran kegiatan tersebut Rp 6,7 miliar. Untuk kontraknya sendiri sekitar Rp 6,3 miliar.

Akibat adanya mark up harga tersebut, ditemukan adanya kerugian negarasebesar Rp 1,3 Miliar.***(har)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Sempat Rusuh, Kondisi Rutan Sialang Bungkuk Berangsur Kondusif
- Diduga Melindas Lubang, Cewek Pengendara Motor Beat Tewas Digilas Mobil CPO
- Mengaku TNI, Dukun di Inhu Diamankan
- Miris, Hotel di BS, Bengkalis Ini Beroperasi Tanpa Izin
- Kejari Kuansing Terbaik se Riau Tindak Pidana Umum
- Sukseskan Pemilu 2019, Satpol PP Awasi Radikalisme dan Gangguan Kemanan
- Jelang Natal dan Tahun Baru, Razia Pekat di BS Bengkalis Digencarkan
- Pelaku Minta Maaf, Bupati Kuansing Cabut Laporan Penghinaan di FB
- Dituntut Jaksa 20 Tahun, Hakim Vonis Kurir Sabu di Pelalawan Seumur Hidup
- Pelaku Pembunuhan di Asahan Sumut Ditangkap Polisi di Kepenuhan, Rohul
- Selain di Desa Gambut Mutiara,
Proyek Cetak Sawah di Desa Labuhan Bilik Teluk Meranti Pelalawan Juga Gagal

- Tuntutan 3 Terdakwa Sabu 55 Kg Tak Kunjung Dibacakan, PN Bengkalis Surati Kejagung RI
- Kasus Pembunuhan Aktivis Desa Sialang Godang Pelalawan Segera Bergulir ke Persidangan
- Koruptor Dana Koptan Siaga Makmur,
3 Tahun Buron, GEMA Desak Kejari Rohul Tangkap Basri Lubis

- Kejari Pelalawan Segara Ekpos Nama Calon Tersangka Korupsi Cetak Sawah Jilid II
- Terjerat Kasus Pemalsuan SertIfikat Lahan, Pengusaha Sawit Ini Diadili Pekan Depan
- Opsgab Amankan 3 Alat Berat di Cagar Biosfir GSK
- Polsek Senapelan Ringkus Seorang Napi Buron Rutan Sialang Bungkuk
- PNS dan Kontraktor di Rohil Terjerat Korupsi Danau Buatan, Rohil Dihukum 4 Tahun Penjara
- Oknum Polisi Penganiaya Pacar, Dituntut 2 Tahun Penjara


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com