Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 22 Juni 2018 22:49
Debat Kandidat, Cagubri Zaman Now Tetap Unggulkan Program Satu Desa Rp1 Miliar

Jum’at, 22 Juni 2018 22:39
‎Apel Siaga Jelang Pilgubri 2018,
Ribuan Kader Demokrat Rohul Diajak Menangkan Firli


Jum’at, 22 Juni 2018 22:35
Debat Kandidat, Cagubri Nomor Urut Satu Keluhkan Kualitas Mikrofon Tak Jernih

Jum’at, 22 Juni 2018 22:27
Debat Kandidat, Cagubri Zaman Now Kritisi Pengolahan Sagu Riau

Jum’at, 22 Juni 2018 21:57
‎4 SMA dan 4 SMK,
Pemprov Resmi Dirikan 8 Sekolah Baru di Riau


Jum’at, 22 Juni 2018 21:52
Debat Kandidat, Syamsuar-Edy Nasution Punya Program Gratis Biaya Sekolah

Jum’at, 22 Juni 2018 21:21
Segmen Pertama, 
Paslon 3 Kembangkan Budaya Melayu Paslon 4 Dorong Pembangunan Semua Pihak


Jum’at, 22 Juni 2018 20:52
Dibuka Ketua KPU Riau, Debat Kandidat, Diharapkan Berjalan Santun

Jum’at, 22 Juni 2018 20:21
Debat Belum Dimulai, Perang Yel-yel Antar Pendukung Cagubri Sudah Ramai

Jum’at, 22 Juni 2018 19:35
Polres Bengkalis dan Wartawan Berbagi Sembako

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 17 Oktober 2017 12:31
Gugat Kejati Riau, Dua Terdakwa Lampu PJR Pekanbaru Serahkan Nota Praperadilan

Dua tersangka dugaan korupsi lampu penerang jalan raya atau PJR Kota Pekanbaru mengunggugat Kejati Riau. Pengacara keduanya menyerahkan nota permhonan ke PN Pekanbaru.

Riauterkini-PEKANBARU- Usai persidangan gugatan praperadilan (prapid) atas nama pemohon Masdahuri, disidangkan Senin kemarin. Hari ini Selasa (17/10/17) giliran permohonan yang diajukan Abdul Rahman disidangkan pihak Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru.

Kedua pemohon tersebut melayangkan gugatan praperadilan atas penetapan dirinya sebagai tersangka oleh penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, atas kasus korupsi proyek Pengadaan Lampu Penerangan Jalan Kota

Dalam sidang gugatan yang diajukan Abdul Rahman yang dipimpin hakim tunggal Yudisilen SH. Abdul Rahman menyerahkan nota permohonan kepada hakim untuk dapat mempertimbangkan penetapan tersangka.

Dalam persidangan itu juga, pihak Kejati Riau, selaku Termohon juga menyampaikan keberatannya atas permohonan yang diajukan pemohon.

Kuasa termohon yag dihadiri Dr Apriliayana SH, Achmad Tri Nugraha SH, Surya Tanjung, Jhon SH, Dian Triana Sari SH menyatakan tetap pada proses penyidikan mereka.

" Tadi kita sudah sampaikan nota keberatan kita atas nota permohonan pemohon," ucap Dian Triana Sari kepada riauterkini.com di PN Pekanbaru.

Untuk pemohon, Masdahuri yang merupakan kuasa pengguna anggaran (KPA) dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pada kegiatan proyek Pengadaan Lampu Penerangan Jalan Kota Pekanbaru, kita selaku Termohon juga sudah sampaikan nota keberatan pada sidang tadi dalam sidang yang dipimpin hakim tunggal Riska Widiana SH," jelas Dian.

Sebelumnya, tim penyidik Kejati Riau menetapkan lima orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi penerangan lampu jalan Kota Pekanbaru.

Kelima tersangka tersebut adalah, M selaku kuasa pengguna anggaran (KPA) dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), ABD, MHR dan MJ pihak swasta selaku broker proyek serta HW, selaku penyedia barang.

Perbuatan kelima tersangka ini telah menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 1,3 miliar, yang diduga melakukan praktik mark up dalam pengadaan barang.

Berdasarkan atau sesuai hasil pendalaman alat bukti yang diperoleh. Tim penyidik menemukan modus penggunaan anggaran satu rekening kegiatan dan kemudian dilakukan pemecahan hingga Penunjukan Langsung (PL).

Tim penyidik mensinyalir proses kegiatan ini dikerjakan tidak dengan benar dan direkayasa.

Selain itu, ditemukan 29 orang penyedia barang yang sudah ditentukan terlebih dahulu oleh PPK dan mereka hanya pinjam bendera dari perusahaan lain.

Pengadaan lampu jalan bersumber dari Bantuan Keuangan (Bankeu) Pemerintah Provinsi Riau tahun 2016 sebesar Rp 6 miliar lebih. Anggaran itu diduga digelembungkan (mark up) jauh dari harga sebenarnya.

Kegiatan tersebut masuk dalam Peningkatan Operasi dan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Penerangan Jalan Swasta dan Lingkungan Kota Pekanbaru 2016 di Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Pekanbaru. Pagu anggaran kegiatan tersebut Rp 6,7 miliar. Untuk kontraknya sendiri sekitar Rp 6,3 miliar.

Akibat adanya mark up harga tersebut, ditemukan adanya kerugian negarasebesar Rp 1,3 Miliar.***(har)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Dakwaan Politik Uang Anggota DPRD Bengkalis Digugurkan, Jaksa Ajukan Banding
- Bocah 9 Tahun Tewas Tenggelam di Kolam Hotel Telaga Puri Tembilahan, Inhil
- Warga Rumbai, Pekanbaru Temukan Mayat Tersangkut di Kayu
- Cegah Narkoba Masuk, TNI dan Polri Bantu Pengamanan di Lapas Pasirpangaraian Selama Lebaran
- Patroli Polisi Gagalkan Perampokan Mesin ATM di Pekanbaru
- Geger, Sesosok Mayat Ditemukan di Pelabuhan Nelayan di Bengkalis
- Kapal Pompong Terbalik, Satu Keluarga Nyaris Tenggelam di Selat Bengkalis
- Diduga Konsleting Listrik, Satu Rumah di Bengkalis Terbakar
- Kebakaran di Kotabaru, Inhil Ludeskan 57 Toko dan Rumah
- Kebakaran Saat Idul Fitri Ludeskan Puluhan Rumah di Kotabaru, Inhil
- Lebaran Aman, Polisi di Bengkalis Sambangi Rumah Ditinggal Mudik
- Diduga Sarang Pungli, Pos TLLK di Lintas Riau-Sumbar Dibongkar Polres Kampar
- Curi Komponen Alat Berat, Pria Ini Diringkus Polsek Tapung Hulu
- Yamaha V-Ixion Pemudik Terjun ke Sungai di Tambusai, 2 Korban Luka
- Belasan Kios di Pasar Logar, Kuansing Ludes Terbakar
- Gara-gara Marah Pacar Digoda, Pemuda Tembilahan Hulu Ini Dibacok
- Pedoman bagi Pengguna Jalan Saat Mudik,
Polres Kampar Terbitkan Buku Panduan Jalur Lintas Barat

- Sepekan sebelum dan Sesudah Pilgubri, Seluruh Tempat Hiburan di BS, Bengkalis Wajib Tutup
- Bea Cukai Dumai Amankan 5 Kilogram Sabu Tak Bertuan
- Waktu Kadaluarsa, PN Bengkalis Vonis Bebas Legislator dan Ajudannya dari Dugaan Politik Uang


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com