Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Selasa, 23 Oktober 2018 20:11
MUI Bengkalis Sesalkan Bendera Bertuliskan Tauhid Dibakar Oknum Banser

Selasa, 23 Oktober 2018 17:57
Cuaca Buruk Jadi Kendala Pencarian Nelayan Hilang di Perairan Pakning, Bengkalis

Selasa, 23 Oktober 2018 17:51
Korupsi Kredit Fiktif BRI Agro Pekanbaru, Mantan Kacab Diadili

Selasa, 23 Oktober 2018 17:34
Peduli Korban Banjir‎ di Rohul, BRK Pasirpangaraian Salurkan 100 Paket Sembako

Selasa, 23 Oktober 2018 17:23
Hilangkan Kesan 'Kejam',
Lapas Bengkalis Siapkan Fasilitas Taman Bermain Anak-anak Pengunjung


Selasa, 23 Oktober 2018 16:59
Diperiksa Bawaslu, Walikota Pekanbaru Akui Dukung Jokowi

Selasa, 23 Oktober 2018 16:55
Ini Pesan Kadisdikpora Rohul kepada 55 Kepsek‎ yang Baru Dilantik Bupati Sukiman

Selasa, 23 Oktober 2018 16:15
Alat Berat Sudah Dikerahkan ke Lokasi Longsor Lintas Riau-Sumbar

Selasa, 23 Oktober 2018 16:10
Bupati Inhil Pimpin Rakor Pejabat Pemda Bersama Forkopimda

Selasa, 23 Oktober 2018 16:06
Ikut Deklarasi Dukung Jokowi, Bupati Harris Siap Hadapi Panggilan Bawaslu

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 14 Nopember 2017 18:33
Korupsi Pengadaan Meubiler SD dan SMP,
Seorang PNS Disdikbud Kampar Diganjar 1,5 Tahun Penjara


Seorang PNS Disdikbud Kampar dinyatakan terbukti melakukan korupsi meubieler untuk SD dan SMP. Hakim memberikan hukuman 1 tahun 6 bulan penjara.

Riauterkini-PEKANBARU-Arif Kurniawan, PNS di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kampar. Dinyatakan terbukti bersalah melakukan perbuatan tindak pidana korupsi pengadaan meubieler untuk SD dan SMP se Kabupaten Kampar.

Arif Kurniawan, selaku PPK pada kegiatan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kampar, dijatuhi hukuman pidana penjara oleh majelis hakim tipikor Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru selama 1 tahun 6 bulan penjara.

Berdasarkan amar putusan majelis hakim yang diketuai Sulhannudin SH, pada sidang Selasa (14/11/17) sore itu. Terdakwa Arif Kurniawan juga kenakan hukuman denda sebesar Rp 50 juta subsider 1 bulan. Dan perbuatan terdakwa ini terbukti melanggar Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Atas putusan tersebut, terdakwa menyatakan menerima. Sedangkan jaksa penuntut menyatakan pikir pikir.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ostas Alpansri SH, Eko SH dan Pujo SH. Menuntut terdakwa 2 tahun penjara denda Rp 50 juta subsider 3 bulan. Sedangkan untuk kerugian negara dibebankan kepada pihak kontraktor pelaksana yakni PT Widia Karya.

Seperti diketahui, perkara korupsi ini berawal ketika Disdikbud Kampar mendapatlan anggaran sebesar Rp3.335.632.000 untuk pengadaan meubeler di sekolah-sekolah. Anggaran itu bersumber dari APBD Kampar 2015.

Proyek ini dimenangkan oleh PT. Widya Karya selaku pemegang kontrak. Namun kenyataannya, proyek ini dikerjakan oleh perusahaan lain.

Pada pengerjaannya, proyek pengadaan meubeler ini tidak sesuai dengan spesifikasi kontrak. Akibatnya menimbulkan kerugian negara sebesar Rp393.886.650.

Selain Arif, dalam kasus ini juga terlibat Kepala Disdikbud Kampar Nazrul Zein dan Direktur PT Widya Karya, Zulkarnaini. Keduanya saat ini tengah menjalani proses sidang***(har)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Cuaca Buruk Jadi Kendala Pencarian Nelayan Hilang di Perairan Pakning, Bengkalis
- Korupsi Kredit Fiktif BRI Agro Pekanbaru, Mantan Kacab Diadili
- Polda Riau Buru Tersangka Korupsi Pipa Transmisi Inhil
- Pemda, LAM dan MUI Sepakat,
Permainan Ketangkasan di Meranti Terindikasi 'Judi', Direkomendasikan Ditutup

- Pertama Digelar, Sidang Sengketa Informasi SKK Migas Dilanjutkan Akhir Oktober Mendatang
- Avsec SSK II Pekanbaru Amankan Penumpang Bawa Narkoba dalam Pembalut
- Diduga Arus Pendek, Rumah Petak Permanen di Duri, Bengkalis Ludes Terbakar
- Pelaku Kalap Dimaki dan Dipukul, IRT di Rohul Ternyata Dibunuh Suaminya
- Begal Rampas Uang, Bakar Motor dan Hajar Satpam PT TBS di Kuansing
- Diterjang Badai, Seorang Warga Hilang di Perairan Sungai Pakning, Bengkalis
- 70-an Dokumen Disita, Tim Khusus Kejari Geledah Kantor Dishub Bengkalis
- Begini Isi Surat IRT di Bonai Darussalam untuk Suami Sebelum Gantung Diri
- Hilang Sepulang Beli Minyak, Jasad Warga Bukitbatu, Bengkalis Terus Dicari
- Todongkan Senpi, Perampok di Kuansing Gasak Uang Ratusan Juta dan Perhiasan
- Tinggalkan Sepucuk Surat untuk Suami,
IRT di Rohul Ditemukan Tergantung di Perumahan‎ PT RAKA Desa Pauh

- Diduga Cabuli Anak Tiri,‎
Petani di Desa Suka Maju Dilaporkan Istri ke Polsek Tambusai

- Warga Teluk Pinang, Inhil Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Kelapa
- Warga Siak Kecil,Bengkalis Kembali Dihebohkan Bayi Dibuang
- Hilang Kendali Saat Ngebut, Pelajar di Pinggir, Bengkalis Tewas Tergilas Truk
- Polda Riau Tahan Tiga Tersangka Perkara Dugaan Korupsi Transmisi Inhil


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com