Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Kamis, 18 Januari 2018 23:24
Senin, Perindo Disidang Bawaslu Riau

Kamis, 18 Januari 2018 23:19
‎Terbaik, Polda Riau Sabet Juara I Lomba Polmas Kapolri Cup 2017-2018

Kamis, 18 Januari 2018 20:47
Terjerat Pungli Pengurusan Izin Usaha, Kadis PUPR Pekanbaru dan Tiga Bawahan Dituntut Jaksa 1,5 Tahun

Kamis, 18 Januari 2018 19:37
Jualan Sabu dan Miliki Senpi,
Honorer Kominfo Pelalawan Terancam Hukuman Berlapis


Kamis, 18 Januari 2018 19:04
Bupati Ikut Shalat Jenazah dan Pemakaman Tokoh Agama dan Pendidikan di Kecamatan GAS

Kamis, 18 Januari 2018 18:11
Sebagian Dikomersialkan, RSUD Selasi Mampu Produksi Oksigen

Kamis, 18 Januari 2018 18:06
Ketum Gapensi Riau Meradang Disebut Pendemo Ngerjakan Proyek SPAM

Kamis, 18 Januari 2018 17:11
Jaksa Nyatakan Banding Atas Vonis Ringan Kepala BPMPD Siak

Kamis, 18 Januari 2018 17:07
Penyertaan Modal Rp121 M,
Bengkalis Terima PAD Rp30 M Pertahun dari Bank Riau Kepri


Kamis, 18 Januari 2018 17:01
‎Rekontruksi Pembunuhan Pekerja PT Torusganda Tambusai, Kejari Rohul Temukan Fakta Baru

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 15 Nopember 2017 04:29
Sidang TTD Bupati Bengkalis, Terdakwa Disebut Salah Satu Timses Bupati

Sidangkan perkara pemalsuan tandatangan Bupati Amril Mukminin berikan kesaksian baru. Mantan Kepala Disbudparpora sebut terdakwa adalah tim sukses bupati.

Riauterkini-BENGKALIS- Sidang dakwaan kasus dugaan palsukan tanda tangan (TTD) Bupati Bengkalis Amril Mukminin terkait penerbitan izin prinsip pembangunan kepariwisataan di Kecamatan Rupat Utara kepada PT. Bumi Rupat Indah (BRI) kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis, Selasa (14/11/17) malam.

Dua terdakwa Bukhari (52) didampingi Penasehat Hukum (PH) Khairul Majid dan terdakwa Muska Arya alias Arya (42), kali ini didampingi Windrayanto, SH. Sidang berlangsung di ruang Kartika dipimpin Ketua Majelis Hakim Zia Ul Jannah Idris, SH, Hakim Anggota Wimmi D. Simarmata, SH, dan Aulia Fhatma Widhola, SH. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bengkalis, Novriansyah, SH dan Andy Sunartejo, SH. Dalam sidang ini, tampak dihadiri oleh keluarga terdakwa Muska Arya.

Agenda sidang pekan sebelumnya memintai keterangan saksi mantan Kepala Bidang Kepariwisataan, Sosi Lestari. Hari ini, JPU turut menghadirkan mantan Kepala Dinas Kebudayaaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Bengkalis, Eduar.

Dalam keterangan yang disampaikan, atas pertanyaan JPU Eduar menyebutkan, bahwa dokumen Berita Acara (BA) Persetujuan Prinsip sempat belum ditandatangani. Sehingga harus ditandatangani sebelum dilanjutkan. Secara teknis yang meminta tanda tangan adalah bidang kepariwisataan. Setahu dirinya, yang belum ditandatangani adalah pejabat Kantor Pertanahan Bengkalis waktu itu.

Kemudian, terdakwa Bukhari sempat menanyakan ke dirinya dan menawarkan agar membawa berkas dokumen BA untuk ditandatangani ke pejabat pertanahan.

"Kemudian saya menghubungi buk Sosi dan menyampaikan agar segera tanda tangan itu segera diselesaikan, karena sebagai pelayan masyarakat. Percaya kepada beliau (terdakwa Bukhari, red) karena beliau setahu saya termasuk tim sukses bupati," paparnya.
"Jadi saya arahkan buk Sosi dan buk Sosi melalui stafnya menyerahkan dokumen BA ke terdakwa Bukhari. Setelah dokumen tersebut di tangan beliau (Bukhari, red) saya tidak tahu lagi. Dan kembali menanyakan ke staf bahwa dokumen tersebut ternyata masih di tangan beliau," katanya lagi.

Eduar juga menyebutkan, dokumen persetujuan prinsip sifatnya 'salam jawaban' atas permohonan perusahaan PT. BRI dan salah satu persyaratan untuk memperoleh izin prinsip.

Setahu dirinya BA tersebut belum ditandatangani Bupati Bengkalis, hingga mencuat kasus dugaan palsukan tanda tangan ini hingga ke persidangan.

Sidang digelar hingga pukul 21.00 WIB, akhirnya majelis hakim memutuskan untuk diskor. Sidang akan kembali digelar, Rabu (14/11/17) besok siang dengan agenda lanjutan pemeriksaan saksi mantan Kepaka Disbudparpora Bengkalis Eduar dan satu orang saksi lainnya.***(dik)

Foto : Mantan Kepala Disbudparpora Bengkalis, Eduar ketika menyampaikan keterangan sebagai saksi di sidang kasus TTD palsu Bupati Bengkalis Amril Mukminin, Selasa (14/11/17) malam.

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Terjerat Pungli Pengurusan Izin Usaha, Kadis PUPR Pekanbaru dan Tiga Bawahan Dituntut Jaksa 1,5 Tahun
- Jualan Sabu dan Miliki Senpi,
Honorer Kominfo Pelalawan Terancam Hukuman Berlapis

- Jaksa Nyatakan Banding Atas Vonis Ringan Kepala BPMPD Siak
- Pengembangan Kasus PTT Diskes, Kajari Akui Kantongi Calon Tersangka
- Jaksa 'Closing' Kasus Saber Pungli Disdik Pelalawan
- Satpol PP Mengendur, Lapak PKL Pasar Arengka Kembali Marak
- Teken Kebocoran PAD, Bapenda Pekanbaru Tertibkan Ratusan Reklame Bodong
- Cabuli Balita, Mbah Jinggok Ditangkap Polres Rohul
- Polres Kuansing Amankan Pelaku dan Mesin PETI
- Membantu Istri Mencuci Pakaian, Karyawan PT STI di Inhil Tewas Tersengat Listrik
- Korupsi Dana Anggaran, Mantan Kepala Bappeda Rohil Dihukum 2 Tahun
- Terduga Bandar Sabu di Pelalawan Diketahui Oknum Pegawai Diskominfo
- Satu Diantaranya PNS Kesehatan Mandau,
Polres Dumai Tangkap Terduga Empat Anggota Jaringan Narkoba Asal Bengkalis

- BC Dumai Gagalkan Penyelundupan Narkotika Lewat Pelabuhan Pelindo
- Polda Riau Musnahkan 49,28 Gram Sabu
- Miliki Ganja, Dedi Dores dan 2 Rekannya Terciduk Saat Razia Cipkon Polres Bengkalis
- Kasatpol PP Pekanbaru Janji Akan Tertibkan Perda Setiap Hari
- Jaksa Belum Siap, Dua Sidang Tuntutan Tipikor PN Pekanbaru Ditunda
- Pengamanan Pilkada, Polda Gelar Lat Pra Ops Mantap Praja Muara Takus 2018
- Tiga Petugas LP Bengkalis Tersangka Kaburnya Bandar Narkoba Asal Malaysia


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.227.6.156
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com