Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 22 Oktober 2018 21:18
Diduga Dibunuh, Seorang IRT di Rohul Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

Senin, 22 Oktober 2018 20:37
KPK Kumpulkan Lima Kabapenda di Bank Riau Kepri

Senin, 22 Oktober 2018 20:32
Masih Normal, Transaksi Hari Pertama Pemutihan Denda Pajak Kendaraan Rp8,6 Miliar

Senin, 22 Oktober 2018 20:16
DPRD Kuansing Tinjau Lahan Pertanian Pemkab di Sentajo

Senin, 22 Oktober 2018 20:12
Alfisnardo Terpilih Ketua PWI Bengkalis Periode 2018-2021

Senin, 22 Oktober 2018 19:16
Kejati Sepakat Back Up Pemprov Riau Kawal Kasus Lahan Unri

Senin, 22 Oktober 2018 18:54
Diterjang Badai, Seorang Warga Hilang di Perairan Sungai Pakning, Bengkalis

Senin, 22 Oktober 2018 18:06
‎Bupati Rohul Lantik dan Kukuhkan 68 Pejabat Eselon II, Eselon III, Eselon IV dan Kepsek

Senin, 22 Oktober 2018 18:00
EKK, Camat Mandau Paparkan Mutu Pelayanan Publik di Kota Minyak Duri

Senin, 22 Oktober 2018 17:40
Melalui Pidato Menteri Bupati Mursini Sampaikan 3 Langka Strategis Koperasi

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 14 Desember 2017 10:48
Anggota DPRD Pelalawan Dukung Kejari Tangkap Petinggi PT Adei

Upaya Kejari Pelalawan memburu petinggi PT Adei Plantation mendapat dukungan penuh dari anggota DPRD Pelalawan. Dukungan tersebut datang dari Sekretaris Komisi I. Apalagi mereka telah divonis bersalah oleh pengadilan.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Upaya Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan memburu petinggi PT Adei Plantation mendapat dukungan penuh dari anggota DPRD Pelalawan. Dukungan tersebut datang dari Sekretaris Komisi I, membidangi hukum, Faizal.

"Kita mendukung penuh, upaya Kejari untuk memburuh 'bigbos' PT Adei Plantation. Apalagi ini menyangkut hukum dan saya liat disalinan amar putusan kasasi dari Mahkamah Agung ada juga denda yang tak sedikit jumlahnya," tutur Faizal kepada riauterkini.com, Kamis (14/12/17).

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Pelalawan ini, juga menyayangkan kepada petinggi PT Adei tersebut tidak patuh dengan aturan hukum yang ada di Indonesia.

"Saya dapat kabar, bahwa ketiga petinggi PT Adei ini adalah warga negara Malaysia. Jadi, dengan keluarnya kasasi dari MA mereka harus tunduk dengan aturan yang berlaku dinegara kita," tegasnya.

Faizal anggota DPRD Pelalawan yang dikenal vokal untuk memperjuangkan kepentingan rakyat meminta juga kepada pihak Kejari untuk mengeluarkan dan menetapkan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap ketiga petinggi PT Adei tersebut.

"Jika bantuan Monitoring Center (MC) dari Kejagung belum berhasil mendapat titik terang, kita menghimbau untuk ditetapkan sebagai DPO. Disana nantinya bisa bekerjasama dengan Interpol untuk memburuh yang bersangkutan," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, tiga orang petinggi PT Adei Plantation tampaknya begitu sedap menghirup udara bebas. Meskipun ketiganya terdakwa ini divonis bersalah dengan 1 tahun penjara dan denda Rp 500 juta, subsider 3 bulan kurungan oleh MA pada tahap kasasi.

Pada kasasi MA tersebut memerintahkan, Kejari Pelalawan untuk melakukan eksekusi terhadap 'bigbos' perusahaan asal negara Malaisya ini. Hanya saja, berbagai upaya yang dilakukan pihak Kejari untuk melakukan eksekusi. Namun hingga saat ini, belum menemukan titik terang.

Tidak itu, saja bantuan Monitoring Center (MC) kepihak Kejaksaan Agung yang dilakukan pihak Kejari Pelalawan juga belum membuahkan hasil. Tak pelak kasus serius ini, berjalan di tempat.

Kepala Kejaksaan Negeri Pelalawan, Tetty Syam, SH didampingi Kepala Seksi (Kasi) Intel, Arri Wokas dan Kasipidum Novrika kepada riauterkini.com, Rabu (13/12/17) berterus terang proses eksekusi terhadap ketiga petinggi PT Adei masih berjalan. Namun sifatnya, hanya menunggu petunjuk dari MC Kejaksaan Agung.

"Proses eksekusinya tetap berjalan, soalnya sudah bentuk tim, bahkan sudah meminta bantuan MC Kejagung. Jadi saat menunggu informasi MC Kejagung," tegas Tetty.

Proses eksekusi terhadap tiga petinggi PT Adei Plantation dan Industry hingga saat ini belum menemukan titik teang. Padahal salinan putusan terhadap bigbos perusahaan perkebunan tersebut sudah dari Mahkamah Agung sudah hampir lebih satu tahun.

Sebagaidata tambahan, ketiga bos PT Adei ini antara lain Go Teh Meng, Tan Kei Yong dan Danesuvaran menjadi terdakwa kasus Izin Usaha Perkebunan (IUP) tahun 2014. Para terdakwa divonis 1 tahun penjara dan dengan Rp 500 Juta dengan subsider 3 bulan kurungan oleh MA pada tahap kasasi. Salinan kasasi ini, sudah dikirim ke Kejari Pelalawan awal tahun 2016 lalu untuk dilakukan eksekusi.***(feb)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Diterjang Badai, Seorang Warga Hilang di Perairan Sungai Pakning, Bengkalis
- 70-an Dokumen Disita, Tim Khusus Kejari Geledah Kantor Dishub Bengkalis
- Begini Isi Surat IRT di Bonai Darussalam untuk Suami Sebelum Gantung Diri
- Hilang Sepulang Beli Minyak, Jasad Warga Bukitbatu, Bengkalis Terus Dicari
- Todongkan Senpi, Perampok di Kuansing Gasak Uang Ratusan Juta dan Perhiasan
- Tinggalkan Sepucuk Surat untuk Suami,
IRT di Rohul Ditemukan Tergantung di Perumahan‎ PT RAKA Desa Pauh

- Diduga Cabuli Anak Tiri,‎
Petani di Desa Suka Maju Dilaporkan Istri ke Polsek Tambusai

- Warga Teluk Pinang, Inhil Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Kelapa
- Warga Siak Kecil,Bengkalis Kembali Dihebohkan Bayi Dibuang
- Hilang Kendali Saat Ngebut, Pelajar di Pinggir, Bengkalis Tewas Tergilas Truk
- Polda Riau Tahan Tiga Tersangka Perkara Dugaan Korupsi Transmisi Inhil
- Diduga Gelapkan Aset Gereja, Pengalihan Penahanan Pendeta Ini Dikabulkan Hakim
- Polisi Pelajari Dugaan RAPBDP 2018 yang Diubah Sepihak Oknum Pemkab Kuansing
- Satpol PP Pekanbaru Gencar Tertibkan PKL di Jalan Protokol 
- Kembali Diperiksa sebagai Saksi, Wabup Bengkalis Datangi Ditreskrimsus Polda Riau
- Pejabat Kuansing Diingatkan Soal Pidana untuk penyimpangan APBD
- Kebakaran Dua Rumah di Meredan, Pekanbaru Tewaskan Seorang Warga
- Komnas HAM.Datanggi Pemkab Kuansing Bahas Persoalan Tambang Emas Ilegal
- Tekan Angka Kecelakaan, Satlantas Polres Kuansing Gelar Razia Cipta Kondisi
- Terungkap Dipersidangan, Oknum Polisi Penganiaya Pacar Hingga Patah Rahang Tak Ditahan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com