Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Rabu, 18 Juli 2018 17:34
UKM Riau Belum Leading di Ekonomi Syariah

Rabu, 18 Juli 2018 17:31
605 Bacaleg Sudah Terdaftar,
Partai Berkarya Tutup‎ Pendaftaran Bacaleg di KPU Rohul


Rabu, 18 Juli 2018 16:47
Rezeki di 30 Tahun Pernikahan, Rumah Sugianto Dibedah Lazis Imra

Rabu, 18 Juli 2018 16:33
88 Titik Panas Terpantau, Polda Riau Optimalkan Pencegahan

Rabu, 18 Juli 2018 15:41
Enam Parpol di Kampar Tak Penuhi Kuota Maksimal

Rabu, 18 Juli 2018 15:32
Serahkan Berkas Bacaleg,
16 Partai di Kuansing Dinyatakan Lolos Verifikasi KPU


Rabu, 18 Juli 2018 15:24
Pelaku Masih Berkeliaran,
Ketua RW Mentangor Pekanbaru Tega Cabuli 6 Bocah Perempuan


Rabu, 18 Juli 2018 15:14
Dimulai 18 Juli-20 Juli 2018,
Bupati Rohul Bangga Bandara Tuanku Tambusai Kembali Jadi Lokasi Latihan TNI AU


Rabu, 18 Juli 2018 15:05
Besok, Gubri Dikonsultasikan Soal Tim Transisi pada Kemendagri

Rabu, 18 Juli 2018 15:00
‎Targetkan 6 Kursi di 4 Dapil, DPC Partai Hanura Rohul Daftarkan 36 Bacaleg ke KPU

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 14 Desember 2017 13:28
Buntut Pemanggilan Kejari,
Rekanan Sebut Oknum PPK Disdik Pelalawan Minta 'Setoran'


Pasca pemanggilan oknum PPK Disdik Pelalawan dalam kasus dugaan pungli, memancing sejumlah rekanan angkat bicara. Mereka mengakui oknum itu memintai sejumlah uang pada mereka.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Pemanggilan oknum Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), HD, Dinas Pendidikan (Disdik) Pelalawan kemarin, oleh Kejari terkait adanya dugaan Pungli membuka fakta baru yang mengejutkan.

Sejumlah rekanan yang mendapat proyek di lingkungan Disdik Pelalawan tahun ini ramai-ramai angkat bicara. Hanya saja alasan kode etik dan melindungi nara sumber, mereka meminta awak media tidak menulis jati diri.

"Sesungguhnya, kami senang sekali oknum PPK Disdik dipanggil oleh pihak Kejari. Laporan Saber Pungli yang dilakukan hendaknya menemukan titik terang," terang salah seorang rekanan mewanti-wanti awak media tidak menulis namanya.

Tanpa mengurai pembicaraan lebih panjang, rekanan ini berterus terang, bahwa ketika Teken Kontrak kerja, HD sudah meminta biaya pembuatan kontrak sebesar Rp1,5 Juta. "Itu baru hendak memulai kontrak, untuk ngurus dan pembuatan kontrak kerja pak oknum PPK sudah meminta biaya yang ditetapkan senilai Rp1,5 Juta. Dan ini berlaku untuk semua rekanan yang mendapat paket," tegasnya.

Ini baru tahapan akan dimulainya pekerjaan. Seterusnya, setelah pekerjaan selesai si oknum PPK ini, lagi-lagi mematok, meminta jatah dengan persentase beragam hingga mendekati 15 persen.

"Oknum PPK ini, langsung menghubungi sendiri lewat telepon genggamnya, dengan lantang dia meminta jatah dengan besaran persen. Tidak itu saja, ia mengatas namakan pimpinan," ujar rekanan ini.

Riauterkini.com mencoba mendatangi kantor Disdik Pelalawan, guna mengkomfirmasi kepada dinas pendidikan Syafrudin yang bersangkutan tidak berada ditempat. Tidak itu saja, nomor teleponnya tidak aktif. Hanya sekretaris Disdik yang ditemui, M Jalal, menyebutkan Kadis sedang ada kegiatan.

PPK, Disdik Pelalawan HD juga tidak berada dikantor. Nomor telepon genggam yang bersangkutan ketika dihubungi pun tidak aktif.

Kabid Sarana dan Prasarana SMP Disdik Pelalawan Mahnizar, berterus terang bahwa HD merupakan Kasi sarana dan prasarana SMP. "Secara lembaga yang bersangkutan Kasi saya di Disdik. Namun dia ditunjuk sebagai PPK oleh pimpinan," imbuh Mahnizar.

Ketika HD menjabat PPK, Mahnizar berterus terang sulit berkomunikasi dengan yang bersangkutan. "Terus terang sulit komunikasi, sambungan telpon saja gak bisa," tandasnya.***(feb)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Pelaku Masih Berkeliaran,
Ketua RW Mentangor Pekanbaru Tega Cabuli 6 Bocah Perempuan

- Tanpa Identitas, Pasangan Muda-mudi Ini Terjaring Razia Pekat Polres Pelalawan
- Mudah Dimanfaatkan Pelaku, Jadi Penyebab Mahasiswa di Pekanbaru ‎Terlibat Jaringan Narkoba
- Diduga Tersengat Listrik, Buruh Bangunan Tewas di Pelalawan
- Polsek Limapuluh, Pekanbaru Tangkap Trio Kurir Sabu Seharga Rp3,6 Miliar
- Kesbangpol Pekanbaru Gelar Penyuluhan Pencegahan Praktek Prostitusi
- Jadi Lintasan Api Obor Asian Games 2018, Polda Riau Optimalkan Pengamanan
- PN Rengat Gelar Sidang Perdana Money Politik Pilgubri 2018
- Razia Tempat Pijit, Satpol PP Pekanbaru Tahan Tiga Wanita
- Tuntut Keadilan, Puluhan Mahasiswa Datangai PN dan DPRD Bengkalis
- Pemuda di Bengkalis Tewas Setelah Ditusuk Besi OTK
- Terjerat TPPU Penyelundupan Trenggiling, Oknum Polisi Ini Diadili
- Tewas dalam Sumur,
Polres Rohul Terus Selidiki Dugaan Pembunuhan Warga Talikumain

- Polres Bengkalis Sukses Tangkap 2 Pemilik Narkoba
- Tes Dini Urin, 10 Personel Polda Riau Dinyatakan Positif
- Propam Mabes Polri Sidak, Kapolresta Pekanbaru Ikut Dites Urine
- Cekal Premanisme, Polres Pelalawan Lakukan Binluh
- Promosi Jabatan, Enam Hakim PN Pekanbaru Dimutasi
- Lagi Bersihkan Parit, Petugas Dinas Kebersihan Pekanbaru Temukan Sepucuk Senpi
- Mayat Perempuan dalam Sumur Warga Talikumain, Rohul Bernama Asnawati ‎


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com