Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Selasa, 18 Desember 2018 17:03
Bawa 2 Kilogram Shabu, WN Malaysia Diringkus Polres Rohul

Selasa, 18 Desember 2018 16:59
‎Kanwil Kemenkumham Riau Belum Ada Rencana Tambah Kamar dan Blok di Lapas Pasirpangaraian

Selasa, 18 Desember 2018 16:56
10 Hari Kebanjiran,
Masyarakat Buluh Cina Kecewa dengan Wakilnya di DPRD Riau


Selasa, 18 Desember 2018 16:53
IECTA dan STAI Le Taja Seminar Sosialisasi dan Simulasi Uji Kompetensi Bahasa Inggris

Selasa, 18 Desember 2018 16:48
Dikunjungi Tim KARS, Sekda Yakin RSUD Rohul Bisa Terakreditasi Paripurna

Selasa, 18 Desember 2018 16:42
Kuansing Peroleh DIPA 2019 Rp1,43 Triliun

Selasa, 18 Desember 2018 16:35
Lantik 5 Kades di Tiga Kecamatan,
Bupati Bengkalis Ingatkan Pengelolaan Dana Desa Harus Sesuai Aturan


Selasa, 18 Desember 2018 16:25
‎Sosialisasi Pengendalian Pemanfaatan Ruang,
Sekda Rohul Ajak Masyarakat Mengurus IMB Sebelum Membangun


Selasa, 18 Desember 2018 14:07
Polda Riau, Ungkap Sindikat Narkoba di Lapas Klas II Bengkalis

Selasa, 18 Desember 2018 13:56
Asisten II Kuansing Hadiri Pertemuan Tahunan Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional 2018 Bersama BI

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 11 Januari 2018 16:52
Pendiri Situs Saracennews Dihukum 2 Tahun 8 Bulan Penjara

Muhammad Abdullah Harsono, pendiri situs media Saracennews dijatuhi hukuman pidana dua tahun delapan bulan penjara oleh hakim PN Pekanbaru. Ia dinyatakan terbukti bersalah menyebarkan ujaran kebencian di media sosial.

Riauterkini-PEKANBARU - Muhammad Abdullah Harsono, pendiri situs media Saracennews. Dijatuhi hukuman pidana penjara oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru.

Harsono, pelaku penyebar ujaran kebencian atau kebencian antar Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) melalui media sosial, Facebook. Dihukum pidana penjara selama 2 tahun 8 bulan.

Berdasarkan amar putusan majelis hakim yang diketuai Martin Ginting SH. Harsono terbukti secara sah melanggar Pasal Pasal 45 ayat 2 jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang (UU) RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE atau Pasal 16 Jo Pasal 4 huruf b angka 1 UU RI Nomor 20 Tahun 2008 tentang Deskriminasi jo Pasal 156 KUHP dan Pasal 207 KUHPidana.

Atas putusan tersebut, jaksa penuntut menyatakan pikir pikir.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sukatmini SH, menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 4 tahun. Perbuatan terdakwa telah menimbulkan keresahan di masyarakat.

Berdasarkan dakwaan, Harsono melakukan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian diposting melalui media sosial, Facebook. Perbuatan itu dilakukan dalam kurun waktu April 2015 hingga Agustus 2015 di rumah terdakwa di Jalan Bawal Nomor 31 RT 092 R W 006 Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru.

Pada Mei 2015, Harsono membuat postingan facebook dengan user name atas nama HARSONO ABDULLAH. Isinya memuat tulisan berisi kata-kata dan gambar penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo.

Seperti, Gerakan 20 Mei rakyat bersatu lengserkan Jokowi setan bajingan dari kursi presiden RI dan "Orang-orang yang membela Jokowi adalah goblok dan tolol, ibaratkan kerbau yang ditusuk hidungnya. "Postingan terdakwa jelas mengandung unsur penghinaan terhadap kepala negara.

Ujaran kebencian juga disebar terdakwa melalui facebook dengan akun Muhammad Ali Firdaus. Terdakwa mengajak masyarakat pribumi untuk melakukan pembantaian terhadap suku Tionghoa.

Akibat perbuatannya, Harsono ditangkap tim Bareskrim Mabes Polri di rumahnya di Jalan Bawal, Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Marpoyan, Rabu, 30 Agustus 2017 sekitar pukul 06.00 WIB.

Pentolan kelompok ini disebut adalah Jasriadi yang ditangkap di Jalan Kasah, Pekanbaru. Saat ini, dia juga menjalani proses persidangan di PN Pekanbaru. Selain keduanya, Mabes Polri juga menangkap beberapa pelaku lain di luar Riau.***(har)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Bawa 2 Kilogram Shabu, WN Malaysia Diringkus Polres Rohul
- ‎Kanwil Kemenkumham Riau Belum Ada Rencana Tambah Kamar dan Blok di Lapas Pasirpangaraian
- Polda Riau, Ungkap Sindikat Narkoba di Lapas Klas II Bengkalis
- Terjerat Korupsi Pengadaan Alkes RSUD AA,
Puluhan Dokter Hadiri Sidang Tiga Rekannya di Pengadilan Tipikor

- Terjerat Perkara Korupsi Pungli Prona,
Kamis Lusa, Hakim Tipikor Adili Mantan Pejabat BPN Inhu

- Tiga Terduga Pencuri Onderdil Alat‎ Berat di Kuari Imau Domom Diserahkan ke Polisi Rohul
- Mobil Dijual Pelaku di Rantau Prapat,
Pencuri Mobil Kijang Warga Rokan Timur Ditangkap Polisi Rohul

- Namanya Disebut Andi Arief dalam Kasus Perusakan Atribut PD, Robin Enggan Menanggapi
- Oknum PPTK Minta Uang Preman,
Mafia Proyek di RSUD Selasih Ungkap Fakta Mengejutkan

- 14 Hari Hanyut, Mayat Balita di Rohul Ditemukan di Kuari
- Tetapkan Tiga Tersangka, Kapolda Minta Kasus Perusakan Atribut PD Cepat Dilimpahkan
- Tunda Lapor Polisi, Kapitra Justru Tantang Kader PD Mubahalah
- Investigasi PD, Perusak Baleho dan Bendera Pengurus Partai
- Polisi Tangkap Satu Orang Perusak Atribut Partai Demokrat
- Dua Tersangka Ditangkap, Polisi Temukan Ekstasi dan Sabu dalam Pajero Kecelakaan di Kuansing
- Pengusaha Sawit Terjerat Kasus Pemalsuan Sertifikat Lahan Jalani Sidang Perdana
- Korban Kapal Tenggelam di Perairan Bengkalis,
Satu Jenazah Kembali Teridentifikasi Polda Riau

- Rekanan Pemenang Tender Ungkap Ada Mafia Proyek di RSUD Selasih Pangkalan Kerinci
- Polres Meranti Akan Dirikan Pospam dan Posyan Jelang Perayaan Natal dan Tahun Baru
- Korupsi ADD, Kades di Siak Divonis 18 Bulan Penjara.


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com