Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 19 Januari 2018 13:30
Pasca Kebakaran, SMP 4 Pekanbaru Sementara Diliburkan

Jum’at, 19 Januari 2018 13:26
Mulai Dilelang, Dua Fly Over di Jalan Soeta Ditargetkan Tuntas Akhir 2018

Jum’at, 19 Januari 2018 13:22
Gubri dan Dirut PT SIR Teken MoU Penyerahan Jalan Perkebunan

Jum’at, 19 Januari 2018 10:41
Suyatno ‘Termiskin’,
Kekayaan Andi Bertambah Rp17 Miliar dalam 5 Tahun


Jum’at, 19 Januari 2018 10:40
Bupati Kuansing Lantik 68 Kepala Desa

Jum’at, 19 Januari 2018 08:57
Korban Teman Facebook, Gadis di Pelalawan Diperkosa di Kebun Sawit

Jum’at, 19 Januari 2018 08:09
Jelang Dini Hari, SMPN 4 Pekanbaru Terbakar

Jum’at, 19 Januari 2018 07:40
Bersepeda Ontel, Bupati Siak Resmikan Agrowisata di Persawahan Bungaraya

Jum’at, 19 Januari 2018 07:37
Puluhan Pedagang Pasar Panglima Gedang Protes Kebijakan Wako Dumai

Jum’at, 19 Januari 2018 07:34
Masyarakat Bukit Nenas, Dumai Resahkan Beruang Hutan Berkeliaran

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 11 Januari 2018 16:52
Pendiri Situs Saracennews Dihukum 2 Tahun 8 Bulan Penjara

Muhammad Abdullah Harsono, pendiri situs media Saracennews dijatuhi hukuman pidana dua tahun delapan bulan penjara oleh hakim PN Pekanbaru. Ia dinyatakan terbukti bersalah menyebarkan ujaran kebencian di media sosial.

Riauterkini-PEKANBARU - Muhammad Abdullah Harsono, pendiri situs media Saracennews. Dijatuhi hukuman pidana penjara oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru.

Harsono, pelaku penyebar ujaran kebencian atau kebencian antar Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) melalui media sosial, Facebook. Dihukum pidana penjara selama 2 tahun 8 bulan.

Berdasarkan amar putusan majelis hakim yang diketuai Martin Ginting SH. Harsono terbukti secara sah melanggar Pasal Pasal 45 ayat 2 jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang (UU) RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE atau Pasal 16 Jo Pasal 4 huruf b angka 1 UU RI Nomor 20 Tahun 2008 tentang Deskriminasi jo Pasal 156 KUHP dan Pasal 207 KUHPidana.

Atas putusan tersebut, jaksa penuntut menyatakan pikir pikir.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sukatmini SH, menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 4 tahun. Perbuatan terdakwa telah menimbulkan keresahan di masyarakat.

Berdasarkan dakwaan, Harsono melakukan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian diposting melalui media sosial, Facebook. Perbuatan itu dilakukan dalam kurun waktu April 2015 hingga Agustus 2015 di rumah terdakwa di Jalan Bawal Nomor 31 RT 092 R W 006 Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru.

Pada Mei 2015, Harsono membuat postingan facebook dengan user name atas nama HARSONO ABDULLAH. Isinya memuat tulisan berisi kata-kata dan gambar penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo.

Seperti, Gerakan 20 Mei rakyat bersatu lengserkan Jokowi setan bajingan dari kursi presiden RI dan "Orang-orang yang membela Jokowi adalah goblok dan tolol, ibaratkan kerbau yang ditusuk hidungnya. "Postingan terdakwa jelas mengandung unsur penghinaan terhadap kepala negara.

Ujaran kebencian juga disebar terdakwa melalui facebook dengan akun Muhammad Ali Firdaus. Terdakwa mengajak masyarakat pribumi untuk melakukan pembantaian terhadap suku Tionghoa.

Akibat perbuatannya, Harsono ditangkap tim Bareskrim Mabes Polri di rumahnya di Jalan Bawal, Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Marpoyan, Rabu, 30 Agustus 2017 sekitar pukul 06.00 WIB.

Pentolan kelompok ini disebut adalah Jasriadi yang ditangkap di Jalan Kasah, Pekanbaru. Saat ini, dia juga menjalani proses persidangan di PN Pekanbaru. Selain keduanya, Mabes Polri juga menangkap beberapa pelaku lain di luar Riau.***(har)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Korban Teman Facebook, Gadis di Pelalawan Diperkosa di Kebun Sawit
- Jelang Dini Hari, SMPN 4 Pekanbaru Terbakar
- Puluhan Pedagang Pasar Panglima Gedang Protes Kebijakan Wako Dumai
- Terjerat Pungli Pengurusan Izin Usaha, Kadis PUPR Pekanbaru dan Tiga Bawahan Dituntut Jaksa 1,5 Tahun
- Jualan Sabu dan Miliki Senpi,
Honorer Kominfo Pelalawan Terancam Hukuman Berlapis

- Jaksa Nyatakan Banding Atas Vonis Ringan Kepala BPMPD Siak
- Pengembangan Kasus PTT Diskes, Kajari Akui Kantongi Calon Tersangka
- Jaksa 'Closing' Kasus Saber Pungli Disdik Pelalawan
- Satpol PP Mengendur, Lapak PKL Pasar Arengka Kembali Marak
- Teken Kebocoran PAD, Bapenda Pekanbaru Tertibkan Ratusan Reklame Bodong
- Cabuli Balita, Mbah Jinggok Ditangkap Polres Rohul
- Polres Kuansing Amankan Pelaku dan Mesin PETI
- Membantu Istri Mencuci Pakaian, Karyawan PT STI di Inhil Tewas Tersengat Listrik
- Korupsi Dana Anggaran, Mantan Kepala Bappeda Rohil Dihukum 2 Tahun
- Terduga Bandar Sabu di Pelalawan Diketahui Oknum Pegawai Diskominfo
- Satu Diantaranya PNS Kesehatan Mandau,
Polres Dumai Tangkap Terduga Empat Anggota Jaringan Narkoba Asal Bengkalis

- BC Dumai Gagalkan Penyelundupan Narkotika Lewat Pelabuhan Pelindo
- Polda Riau Musnahkan 49,28 Gram Sabu
- Miliki Ganja, Dedi Dores dan 2 Rekannya Terciduk Saat Razia Cipkon Polres Bengkalis
- Kasatpol PP Pekanbaru Janji Akan Tertibkan Perda Setiap Hari


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.91.16.95
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com