Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 23 Pebruari 2018 15:27
Kepergok Satpam di Stadion Utama Riau,
Seorang Juru Parkir Diciduk usai Mencuri Tiang Lampu Taman


Jum’at, 23 Pebruari 2018 15:12
Dikucuri Dana BRG Sekira Rp50 Miliar,
Riau Prioritaskan Bangun Kanal dan Pemberdayaan Masyarakat


Jum’at, 23 Pebruari 2018 15:06
Kawanan Rampok Gasak Uang Rp700 Juta di Gudang Distributor PT. Perintis Ujungbatu

Jum’at, 23 Pebruari 2018 15:04
Sempena Buka KBM UPP,
Bupati Rohul Canangkan Desa Koto Ranah sebagai Kampung Wisata Pertama‎


Jum’at, 23 Pebruari 2018 14:55
Berdekatan dengan Sungai,
Aktivitas Limbah PKS PT MAS Sangat Rentan Cemari Sungai Kerumutan


Jum’at, 23 Pebruari 2018 14:49
DPPPA Gelar Pelatihan Layanan Ramah Anak di Puskesmas dan Rumah Sakit

Jum’at, 23 Pebruari 2018 14:04
Diminta Profesional dan Amanah, 149 Advokat Peradi Pekanbaru Dilantik

Jum’at, 23 Pebruari 2018 14:02
Silaturahmi dengan Tokoh Adat,
Kapolres Kampar Sambangi Sekretariat Lembaga Adat Setempat


Jum’at, 23 Pebruari 2018 13:22
Pencuri HP Ditangkap Polsek Tambusai Saat Sedang Service di Toko Ponsel

Jum’at, 23 Pebruari 2018 12:58
Utamakan Keselamatan Masyarakat,
Sat Lantas Polres Pelalawan Sebar Spanduk Imbauan di Berbagai Titik


loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 16 Januari 2018 15:44
Pembunuhan Disertai Mutilasi di Rupat,
PT Pekanbaru Batalkan Pidana Mati Heriyanto


Melalui upaya banding, Pengadilan Tinggi (PT) Pekanbaru batalkan vonis pidana mati terdakwa Heriyanto (28) pembunuh berencana disertai mutilasi Bayu Santoso, warga Rupat Utara. Hukumannya diganti menjadi penjara seumur hidup.

Riauterkini-BENGKALIS- Setelah melalui upaya banding, Pengadilan Tinggi (PT) Pekanbaru batalkan vonis Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis dari vonis pidana mati terdakwa Heriyanto (28) alias Heri, kasus pembunuhan berencana disertai mutilasi terhadap korban Bayu Santoso, warga Rupat Utara, Jumat (25/3/17) lalu. Heriyanto dijatuhi hukuman oleh PT Pekanbaru penjara seumur hidup.

Selain dari Heriyanto, PT Pekanbaru juga membatalkan vonis Andrian alias Gondrong (29) sebelumnya pidana penjara seumur hidup, menjadi kurungan selama 20 tahun penjara.

Putusan PT tersebut seperti disampaikan Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis Robi Harianto, SH, MH kepada sejumlah wartawan, Selasa (16/1/18).

Putusan PT sudah disampaikan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) tertanggal 15 Januari 2018 kemarin. "Untuk Heiyanto dari pidana mati menjadi penjara seumur hidup sedangkan banding Gondrong, menjadi 20 tahun penjara. Sedangkan Ali Akbar tidak mengajukan banding. Sikap kita 14 hari pikir-pikir," ungkap Robi.

Sebelumnya tiga terdakwa divonis berbeda oleh Rabu (22/11/17) lalu.

Terdakwa Andrian alias Gondrong secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal Pasal 340 Jo 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana divonis majelis hakim PN Bengkalis dengan hukuman pidana penjara selama seumur hidup dan atas putusan ini Gondrong menyatakan banding.

Sidang putusan majelis hakim kedua terhadap Ali Akbar alias Barok terbukti secara sah dan meyakinkan turut serta melakukan pembunuhan berencana sesuai Pasal 340 Jo 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana dakwaan pertama terhadap korban Bayu Santoso. Ali Akbar dijatuhi dengan hukuman penjara selama 20 tahun. Ali Akbar berperan memegang korban Bayu Santoso dan atas putusan ini, Ali Akbar alias Barok nyatakan terima.

Sidang putusan atau vonis majelis hakim terakhir adalah Hariyanto, terdakwa diyakini paling berperan dalam pembunuhan berencana dan melakukan mutilasi terhadap korban Bayu Santoso di rumah toko (Ruko)-nya sendiri.

Majelis hakim memutuskan, terdakwa Heriyanto terbukti bersalah dan meyakinkan melakukan pembunuhan berencana kemudian melakukan mutilasi terhadap korban sebagaimana dakwaan pertama, Pasal 340 Jo 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Majelis hakim menjatuhi hukuman terhadap Heriyanto dengan hukuman pidana mati.

Karena dalam fakta persidangan masih ada waktu untuk terdakwa memikirkan kembali rencana melakukan pembunuhan itu.

Terdakwa menusuk korban dan kemudian panik lalu memotong-motong tubuh korban menjadi beberapa bagian untuk menghilangkan jejak.

Putusan majelis hakim ketiga terdakwa ini, lebih tinggi dari tuntutan JPU dibacakan sebelumnya, ketiganya hanya hukuman sama selama 18 tahun penjara.***(dik)



Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Kepergok Satpam di Stadion Utama Riau,
Seorang Juru Parkir Diciduk usai Mencuri Tiang Lampu Taman

- Kawanan Rampok Gasak Uang Rp700 Juta di Gudang Distributor PT. Perintis Ujungbatu
- Pencuri HP Ditangkap Polsek Tambusai Saat Sedang Service di Toko Ponsel
- Utamakan Keselamatan Masyarakat,
Sat Lantas Polres Pelalawan Sebar Spanduk Imbauan di Berbagai Titik

- Kantongi 8 Paket Sabu,,  Sat Narkoba Polres Siak Tangkap Terduga Pengedar
- Dishub Dumai Razia Mobil Angkut Cangkang Sawit di Terminal Barang
- Satres Narkoba Polres Kampar Ringkus Buron Bandar Sabu
- Menangkan PT PSJ Warga Pangkalan Gondai Dukung Putusan Hakim PN Pelalawan
- Sidang Pemalsuan Surat Tanah,
Saksi Ngaku Pernah Diminta Batalkan Jual Beli Lahan

- Gabungan Polda Riau dan Mabes Polri Tangkap Pelaku Hate Speech Medsos
- Truk Lawan Truk di Rumbai, Dua Tewas Seketika
- Sejak Januari, Polda Riau Tangani 13 Kasus Karhutla
- Sejak 12 Januari,Satres Narkoba Polres Pelalawan Ungkap 17 Kasus Sabu
- Polsek Hulu Kuantan Ringkus Dua Penambang Emas Liar
- Satres Narkoba Polres Pelalawan Ringkus Dua Terduga Pengedar Sabu
- Lima Unit Rumah Ludes Terbakar di Kecamatan Kateman, Inhil
- Berprestasi Tahun 2017, Polres Rohul Terima Dua Penghargaan dari Kapolda Riau
- Sidang Pengedar 2 Kg Sabu di Bengkalis,
Ke Empat Terdakwah Mengaku Beda Jaringan

- Kasus Penganiayaan Petugas BC di Bengkalis,
Terdakwa Sebut Ada Uang Rp28 Juta Disita Petugas

- Polda Riau Sebut Penangan Kasus Kredit Fiktif BNI 46 Tunggu Persetujuan Majelis Kehormatan Notaris


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.227.48.147
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com